• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user i

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE RELEVANCE INTEREST ASSESMENT AND SATISFACTION

(ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA

SKRIPSI

Oleh :

SINTARIA PRAPTINASARI K4308116

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JUNI 2012

(2)

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : Sintaria Praptinasari

NIM : K4308116

Jurusan / Program Studi : PMIPA / Pendidikan Biologi

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul ” PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, Juni 2012 Yang membuat pernyataan

Sintaria Praptinasari

(3)

commit to user iii

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION

(ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA

Oleh :

SINTARIA PRAPTINASARI K4308116

Skripsi

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JUNI 2012

(4)

commit to user iv

(5)

commit to user v

(6)

commit to user vi

MOTTO

Jangan hanya melihat segala sesuatu dari satu sisi saja, karena dalam hidup setiap sisi pasti memiliki sisi lain.

(Penulis)

Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan hal baik. Jangan terus bertanya apa yang akan terjadi, tapi beranikan diri untuk berbuat.

(Penulis)

Masalah adalah ujian pendewasaan. Jadi tidak ada alasan menyalahkan orang lain. Benahi diri sendiri dan jadi pribadi yang dewasa.

(Penulis)

Kami menemukan kebahagiaan hidup bersama kesabaran.

(Umar Bin Khottob)

Seseorang tidak akan berubah lebih baik, kecuali dia punya keberanian untuk melihat kekurangan dirinya.

(Abdullah Gymnastiar)

Berhenti berbicara kata-kata yang tidak bermanfaat dan bergeraklah untuk menggapai cita-citamu.

(Arga Hadinata)

(7)

commit to user vii

PERSEMBAHAN

Kupanjatkan syukurku padaMu Ya Robb, karya ini aku persembahkan untuk:

Ø Mamaku tersayang yang tak pernah berhenti melimpahkan perhatian, pengertian, kerja keras, kasih sayang dan doanya untukku.

Ø Ayahku tersayang yang senantiasa berusaha membahagiakanku, memanjakanku, mendoakanku dan berjuang demi pendidikanku.

Ø Masku tersayang yang selalu meberikan teladan, kasih sayang dan doanya untukku.

Ø Seseorang yang memberiku semangat, mengerti aku, memahami aku dan mengajakku untuk berusaha menjadi lebih baik

Ø Bapak Slamet yang menjadi ayah yang selalu membimbingku.

Ø Ibu Riezky dan yang selalu memberiku bimbingan dan arahan.

Ø Ibu Meti yang membimbing saya mulai awal perkuliahan.

Ø Ibu Ira Hastuti yang memberikan perhatian yang tulus selama penelitian.

Ø Siswa kelas XI IPA SMA Al Islam Surakarta yang telah membantu dalam penelitian.

Ø Novia dan Anggun, terima kasih untuk persaudaraan yang indah ini.

Ø Wulan Martya Ningrum yang berbagi bahagia, sedih dan semua yang pernah kita lalui bersama semoga mampu mempertemukan kita kembali untuk memenuhi janji kita berdua.

Ø Latif Sofiana Nugraheni perjuangan kita berdua pasti akan indah pada waktunya, saling berbagi semangat, nasehat dan harapan.

Ø Evi, Yuang, Laksmi, Haris, Abrori, Alan dan Yasir, kebersamaan dan perjuangan kita semoga tetap terpatri dalam hati kita masing-masing.

Ø Mbak Fatih dan Mas Anggita yang memberikan kerendahan hatinya menerimaku sebagai adik.

Ø Agung Pria Kusumajati, kamu adalah bagian dari keluargaku

Ø Sahabat-sahabatku di MENYEMBUL, selalu menebar semangat dan kebersamaan yang indah.

Ø Teman-teman sebimbingan yang senantiasa berjuang bersama.

Ø Taufik, Luqman, Purwo, Pandu dan Dwito yang selalu siaga disaat daruratku.

Ø Teman-teman pendidikan Biologi UNS 2008 yang menorehkan banyak kenangan dalam hidupku.

Ø Almamater.

(8)

commit to user viii ABSTRACT

Sintaria Praptinasari. THE INFLUENCE OF ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) LEARNING MODELS TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF XI IPA GRADE STUDENTS AT SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA. Thesis, Surakarta: Biology Education, Faculty Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Surakarta, June 2012.

The purposes of this research ware to ascertain the influence ARIAS lerning models toward biology learning achievement of XI IPA grade students at SMA Al Islam 1 Surakarta in academic year 2011/2012.

This research is considered as quasi experiment research using quantitative approach. The research was designed using posttest only control design that applied Quantum Learning approach in experimental group and conventional approach with discussion, classical course and question-answer method in control group. The population of this research was all of XI IPA degree students at SMA Al Islam 1 Surakarta in academic year 2011/2012. The sample of this research was established by cluster random sampling that choosed XI IPA 3 as experiment group and XI IPA 2 as control group. The data was collected by using questionnaire, multiple choice test, observation form, and document. The hypotheses analyzed by t-test.

The conclusion of this research showed that application of Assurance, Relevance, Interest, Assesment, And Satisfaction (ARIAS) learning models had significant effect toward biology learning achievement in cognitive, affective, and psychomotor domain of XI IPA grade students at SMA Al Islam 1 Surakarta in academic year 2011/2012.

Keywords: ARIAS Learning models, Biology Learning Achievement. Cognitive Domain, Affective Domain, Psychomotor Domain.

(9)

commit to user ix

ABSTRAK

Sintaria Praptinasari. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA. Skripsi.

Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni. 2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, And Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.

Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian adalah Posttest Only Control Design dengan menerapkan menerapkan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi pada kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelompok eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t.

Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, And Satisfaction (ARIAS) berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Kata Kunci: Model pembelajaran ARIAS, Hasil Belajar Biologi, Ranah Kognitif, Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik

(10)

commit to user x

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang memberi kedamaian hati dan inspirasi. Atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mendapatkan gelar sarjana pada program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Pendidikan dan Keguruan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Selama pembuatan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberi ijin dan kesempatan dalam penyusunan skripsi.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Drs. Slamet Santosa, M.Si, selaku Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

5. Riezky Maya Probosari, S.Si, M.Si, selaku Pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

6. Kepala SMA Al Islam 1 Surakarta yang telah memberi ijin dalam penelitian.

7. Ira Hastuti, S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi yang telah memberi bimbingan dan bantuan selama penelitian.

8. Para siswa SMA Al Islam 1 Surakarta yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.

9. Berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna karena keterbatasan penulis. Meskipun demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Surakarta, Juni 2012 Penulis

(11)

commit to user xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN... iii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... v

HALAMAN MOTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRACT ... viii

ABSTRAK ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA ... 6

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan ... 6

1. Hasil Belajar Biologi... 6

a Ranah Kognitif ... 9

b Ranah Afektif ... 10

c Ranah Psikomotorik ... 11

2. Model Pembelajaran ARIAS ... 12

a Model Pembelajaran ... 12

b Model Pembelajaran ARIAS ... 13

3. Hasil Penelitian yang Relevan ... 16

B. Kerangka Berpikir ... 17

C. Hipotesis Penelitian ... 19

(12)

commit to user xii

BAB III. METODE PENELITIAN ... 20

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 20

1. Tempat Penelitian ... 20

2. Waktu Penelitian ... 20

B. Rancangan Penelitian ... 21

C. Populasi dan Sampel ... 23

1. Populasi Penelitian ... 23

2. Sampel Penelitian... 23

D. Teknik Pengambilan Sampel .... ... 23

E. Teknik Pengumpulan Data ... 24

1. Variabel Penelitian ... 25

2. Metode Pengumpuan Data ... 25

3. Teknik Penyusunan Instrumen ... 27

a Penyusunan Instrumen Ranah Kognitif ... 27

b Penyusunan Instrumen Ranah Afektif ... 28

c Penyusunan Instrumen Ranah Psikomotorik ... 28

F. Validasi Instrumen Penelitian ... 29

1. Uji Validitas ... ... 29

2. Uji Reliabilitas ... ... 31

3. Analisis Butir Soal ... 33

a Uji Taraf Kesukaran Soal... 33

b Daya Pembeda Soal ... 35

G. Teknik Analisis Data. ... 37

1. Uji Prasyarat Analisis ... 37

a Uji Normalitas ... ... 37

b Uji Homogenitas .. ... 37

2. Uji Hipotesis ... 37

H. Prosedur Penelitian ... 38

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 39

A. Deskripsi Data ... 39

1. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Kognitif ... 39

2. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Afektif ... 40

3. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Psikomotorik ... 40

B. Pengujian Prasyarat Analisis ... 42

1. Hasil Uji Normalitas ... 42

2. Hasil Uji Homogenitas ... 43

C. Pengujian Hipotesis ... 44

D. Pembahasan Hasil Analisis Data ... 46

(13)

commit to user xiii

BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN ... 57

A. Simpulan ... 57

B. Implikasi ... 57

C. Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 59

LAMPIRAN ... 61

(14)

commit to user xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian Posttest Only Control Design ... 21

Tabel 3.2. Rangkuman Uji Normalitas Dokumen Hasil Belajar ... 24

Tabel 3.3. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Dokumen Hasil Belajar ... 47

Tabel 3.4. Skor Penilaian Berdasarkan Skala Likert ... 27

Tabel 3.5. Rangkuman Hasil Uji Validitas Try Out Pertama ... 31

Tabel 3.6. Skala Penilaian Reliabilitas Butir Soal atau Item ... 32

Tabel 3.7. Rangkuman Hasil Try Out Uji Reliabilitas ... 33

Tabel 3.8. Skala Penilaian Indeks Kesukaran Butir Soal atau Item... 34

Tabel 3.9. Rangkuman Hasil Try Out Uji Taraf Kesukaran ... 34

Tabel 3.10. Skala Penilaian Daya Pembeda Butir Soal. ... 35

Tabel 3.11. Rangkuman Hasil Try out Uji Daya Beda ... 36

Tabel 3.12. Prosedur Penelitian ... 38

Tabel 4.1. Distribusi dan Deskripsi Data Nilai Hasil Belajar Kognitif ... 39

Tabel 4.2. Distribusi dan Deskripsi Data Nilai Hasil Belajar Afektif ... 40

Tabel 4.3. Distribusi dan Deskripsi Data Nilai Hasil Belajar Psikomotorik .. 41

Tabel 4.4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar ... 43

Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Hasil Belajar ... 43

Tabel 4.6. Rangkuman Hasil Uji Pengaruh ARIAS Terhadap Hasil Belajar Kognitif ... 45

Tabel 4.7. Rangkuman Hasil Uji Pengaruh ARIAS Terhadap Hasil Belajar Afektif ... 45

Tabel 4.8. Rangkuman Hasil Uji Pengaruh ARIAS Terhadap Hasil Belajar Psikomotorik ... 46

(15)

commit to user xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Skema Kerangka Pemikiran ... 18 Gambar 3.1. Waktu Penelitian ... 20 Gambar 3.2. Skema Paradigma Penelitian ... 22 Gambar 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Biologi Kelompok Kontrol dan

Kelompok Eksperimen. ... 42

(16)

commit to user xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Instrumen Penelitian ... 62

a. Silabus Kelas Eksperimen... 63

b. Silabus Kelas Kontrol ... 69

c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 72

d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ... 100

e. Kisi-Kisi Angket Ranah Afektif ... 126

f. Angket Ranah Afektif ... 128

g. Lembar Observasi Penilaian Afektif………. 132

h. Rubrik Afektif……… 133

i. Kisi-kisi Soal Kognitif ... 135

j. Soal Kognitif ... 136

k. Kunci Jawaban Soal Kognitif ... 145

l. Kisi-Kisi Lembar Observasi Hasil Belajar Psikomotorik ... 146

m. Lembar Observasi Ranah Psikomotorik ... 147

n. Lembar Kerja Siswa ... 154

o. Lembar Observasi Keterlaksanaan sintaks ... 165

Lampiran 2. Analisis Instrumen ... 181

a. Uji Validitas, Reliabilitas, Taraf Kesukaran, dan Daya Pembeda Butir Soal Kognitif Try Out Pertama ... 182

b. Uji Validitas, Taraf Kesukaran, dan Daya Pembeda Butir Soal Kognitif Retest ... 186

c. Uji Validitas, Reliabilitas Item Pernyataan Angket Afektif Try Out .. 188

d. Rangkuman Hasil Try Out ... 201

e. Surat Pernyataan Valid dari Ahli ... 202

Lampiran 3. Data Hasil Penelitian ... 204

a. Daftar Nilai Kognitif Siswa Kelas XI IPA 3 (Kelas Eksperimen)... 205

b. Daftar Nilai Kognitif Siswa Kelas XI IPA 2 (Kelas Kontrol) ... 206

c. Daftar Nilai Afektif Siswa Kelas XI IPA 3 (Kelas Eksperimen)... 207

d. Daftar Nilai Afektif Siswa Kelas XI IPA 2 (Kelas Kontrol) ... 208

e. Daftar Nilai Psikomotorik Siswa Kelas XI IPA 3 (Kelas Eksperimen) ... 209

f. Daftar Nilai Psikomotorik Siswa Kelas XI IPA 2 (Kelas Kontrol) .... 210

g. Distribusi Hasil Belajar ... 211

h. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran ARIAS ... 213

i. Dokumen Daftar Nilai Kelas XI IPA 1 ... 222

j. Dokumen Daftar Nilai Kelas XI IPA 2 ... 223

k. Dokumen Daftar Nilai Kelas XI IPA 3 ... 224

Lampiran 4. Analisis Data ... 225

(17)

commit to user xvii

a. Uji Homogenitas Data Dokumen dalam Populasi ... 226

b. Uji Normalitas Data Dokumen Hasil Belajar ... 228

c. Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif, Psikomotorik dan Afektif ... 229

d. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif, Psikomotorik dan Afektif ... 230

e. Uji Hipotesis Hasil Belajar Ranah Kognitif, Ranah Afektif, dan Ranah Psikomotor ... 231

Lampiran 5. Perijinan... 232

a. Surat Permohonan Izin Penelitian ... 233

b. Surat Permohonan Izin Penyusunan Skripsi ... 237

c. Surat Bukti Telah Melakukan Penelitaian ... 238

Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian ... 239

a. Dokumentasi Kelas Kontrol ... 240

b. Dokumentasi Kelas Eksperimen ... 241

Lampiran 7. Tabel Distribusi F dan ,t ... 243

a. Tabel Distribusi F ... 244

b. Tabel Distribusi t... 246

(18)

commit to user 1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia. Pendidikan di Indonesia khususnya selalu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan di berbagai bidang kehidupan. Perubahan dan perkembangan dalam bidang pendidikan dilakukan dalam berbagai segi, antara lain pelaksana pendidikan di lapangan (kompetensi guru dan kualitas tenaga pendidik), mutu pendidikan, perangkat kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, serta mutu menejemen pendidikan termasuk perubahan dalam metode dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif. Perubahan dan perkembangan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Belajar adalah tahapan perubahan tingkah laku individu yang sifatnya relatif tetap, dan merupakan hasil dari pengalaman serta interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku yang terjadi meliputi perubahan pada aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif. Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan cara mengaktifkan faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa yang turut mempengaruhi ketercapaian hasil belajar (Syah, 2009).

Faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar siswa dibedakan menjadi dua. Faktor pertama berasal dari dalam diri siswa meliputi kemampuan yang dimiliki siswa, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan serta sosial ekonomi. Faktor kedua berasal dari luar diri siswa yaitu kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran mengacu pada efektif tidaknya proses belajar-mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran (Sudjana, 2005).

Salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas proses pembelajaran adalah model pembelajaran yang diterapkan. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran harus mampu membantu mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa dengan menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif guna

(19)

commit to user

meningkatkan hasil belajar siswa. Pencapaian hasil belajar tidak hanya mengacu pada penguasaan pengetahuan (aspek kognitif), melainkan sikap (aspek afektif) dan keterampilan siswa (aspek psikomotor). Indikator keberhasilan suatu pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran, meliputi ketuntasan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Berdasarkan hasil observasi guru biologi masih menggunakan ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru menyebabkan pembelajaran terkesan belum dapat mengoptimalkan kemampuan siswa. Pembelajaran masih didominasi oleh guru dan kurang mampu mengembangkan keterampilan proses pada siswa. Siswa menjadi kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga terjadi interaksi yang seimbang antara guru dan siswa. Fakta yang terjadi di lapangan adalah guru hanya memenuhi kewajiban mengajar sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan, sehingga guru lebih banyak menyampaikan materi secara langsung dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang berakibat pemahaman konsep siswa kurang optimal.

Fakta pembelajaran di lapangan menunjukkan bahwa guru menguasai materi suatu subyek dengan baik tetapi kurang tepat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut terjadi karena kegiatan pembelajaran belum didasarkan pada model pembelajaran yang sesuai sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa cenderung rendah (Ahmadi, 2011). Penerapan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan subyek materi dan mudah diterapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang cenderung rendah.

Proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sikap bisa ditanamkan dengan baik apabila proses pembelajaran berlangsung dengan baik.

Kenyataannya pembelajaran biologi yang terjadi pada siswa SMA belum sepenuhnya mencapai kondisi ideal suatu pembelajaran. Fakta yang ada selama proses pembelajaran berlangsung siswa kurang percaya diri dalam menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan. Pengamatan dikelas menunjukkan

(20)

commit to user

3 selama proses pembelajaran berlangsung masih banyak siswa yang belum berani mengajukan pertanyaan. Minat siswa terhadap pembelajaran kurang dapat dilihat dari antusias siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta-fakta tersebut perlu adanya pembelajaran yang dapat meningkatkan interaksi, minat, dan penguatan sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar.

Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran biologi di atas salah satunya dengan memberikan inovasi dalam pembelajaran berupa penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi siswa dan minat siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS). Model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS) merupakan model yang dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik (Ahmadi, 2011).

Model pembelajaran ARIAS merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran ARIAS dapat memenuhi kaidah biologi sebagai sains yaitu proses, produk dan sikap. Model pembelajaran ARIAS juga mampu memenuhi tahapan-tahapan dalam berpikir ilmiah. Wenno (2008) mengungkapkan bahwa model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Lima komponen dalam model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), relevance (relevansi), interest (minat), assesment (evaluasi) dan satisfaction (kepuasan). Komponen tersebut merupakan pedoman bahwa dalam kegiatan pembelajaran perlu ditanamkan rasa percaya dan yakin pada siswa, kegiatan pembelajaran memiliki relevansi dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat siswa, selanjutnya pemberian evaluasi yang hasilnya mampu menumbuhkan rasa bangga dan mampu memberikan penguatan pada diri siswa. Bertolak dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, selama ini belum ada penelitian mengenai penggunaan model pembelajaran

(21)

commit to user

Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil belajar siswa, maka dilakukan penelitian yang dikhususkan pada mata pelajaran biologi sebagai berikut: “PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012”.

B. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka terdapat berbagai macam masalah sehingga perlu dibatasi guna memperoleh kedalaman kajian untuk menghindari perluasan masalah. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dibatasi pada semua siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta semester genap Tahun pelajaran 2011/2012.

2. Objek Penelitian Objek penelitian dibatasi pada:

a. Model pembelajaran, meliputi: konvensional pada kelas kontrol dan Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) pada kelas eksperimen.

b. Hasil belajar biologi, meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil belajar biologi siswa kalas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta?

(22)

commit to user

5 D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain : 1. Bagi Siswa

a. Meningkatkan hasil belajar (ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor) siswa dalam pembelajaran biologi.

b. Memberikan suasana belajar yang lebih kondusif dan variatif sehingga pembelajaran tidak monoton dan dapat membawa dampak pada peningkatan hasil belajar biologi siswa.

c. Meningkatkan minat belajar siswa dan rasa percaya diri siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa .

2. Bagi Guru

a. Menambah wawasan tentang model pembelajaran yang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

b. Memberikan solusi terhadap kendala pelaksanaan pembelajaran biologi khususnya terkait dengan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor.

3. Bagi Institusi

Memberikan masukan atau saran dalam upaya mengembangkan suatu proses pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta sehingga meningkatkan sumber daya pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

(23)

commit to user 6

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka 1. Hasil Belajar Biologi a. Hasil Belajar

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pengertian tersebut sesuai dengan pendapat Slameto (2003) bahwa belajar merupakan proses untuk mendapatkan perubahan tingkah laku.

Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan maupun pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk mencapai tujuan tertentu. Ciri umum dari kegiatan belajar adalah mengindikasikan suatu aktivitas pada diri individu yang disadari atau disengaja. Aktivitas disini menunjuk pada usaha yang dilakukan seseorang dalam berbagai aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan pada dirinya. Belajar juga merupakan interaksi yang terjadi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan disini dapat berupa individu lain maupun obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman atau pengetahuan. Pengalaman atau pengetahuan yang dimaksud dapat berupa pengetahuan atau pengalaman baru ataupun sesuatu yang pernah diperoleh sebelumnya akan tetapi menimbulkan perhatian kembali sehingga memungkinkan terjadinya interaksi (Aunurrahman, 2009). Hasil belajar belajar dipengaruhi oleh perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku umumnya merupakan suatu perubahan yang dapat diamati, tetapi tidak selamanya perubahan tingkah laku yang dimaksudkan sebagai hasil belajar dapat diamati. Perubahan yang dapat diamati biasanya berkenaan dengan aspek motorik.

Belajar dibagi menjadi 3 rumusan, rumusan kuantitatif, rumusan institusional dan rumusan kualitatif. Secara kuantitatif (ditinjau dari segi jumlah), belajar merupakan kegiatan pengisian serta pengembangan kemampuan kognitif

(24)

commit to user

7 dengan menggunakan fakta sebanyak-banyaknya. Jadi, belajar dipandang secara kuantitatif adalah seberapa banyak materi yang dikuasai oleh siswa. Belajar dalam rumusan institusional (tinjauan kelembagaan) dipandang sebagai proses validasi (pengabsahan) terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah dipelajari.

Bukti institusional yang menandakan bahwa siswa telah belajar dapat diketahui dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. Ukuran yang digunakan adalah semakin baik mutu mengajar yang dilakukan oleh guru, maka akan semakin baik pula mutu perolehan siswa siswa yang kemudian dinyatakan dalam bentuk skor atau nilai. Belajar secara kualitatif (tinjauan mutu) merupakan proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia disekeliling siswa. Belajar dalam pengertian kualitatif difokuskan pada tercapainya daya piker dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti dihadapi oleh siswa (Syah, 2009).

Belajar dalam arti idealisme merupakan kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Perolehan pengetahuan maupun upaya penambahan pengetahuan hanya merupakan salah satu bagian dari proses menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. Suprijono (2011) menyatakan belajar memiliki tiga prinsip yang merupakan suatu keutuhan. Pertama, belajar merupakan perubahan perilaku. Kedua, belajar merupakan suatu proses yang terjadi karena dorongan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Ketiga, belajar merupakan pengalaman yang pada dasarnya adalah hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya.

Definisi belajar secara umum, belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2009).

Berdasarkan pernyataan ahli di atas maka belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Perubahan ini diperoleh dari interaksinya dengan lingkungan maupun pengalaman yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Faktor yang turut berpengaruh dalam belajar berasal dari dalam diri (internal) dan juga dari luar (eksternal) individu.

(25)

commit to user

Hasil belajar merupakan suatu pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi serta keterampilan (Suprijono, 2011).

Merujuk pada pemikiran Gagne, hasil belajar dapat berupa informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik dan sikap. Bloom menyatakan bahwa hasil belajar mencakup kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik.

Hakikat hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku. Sudjana (2010) menyatakan tingkah laku sebagai suatu hasil belajar mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotoris. Hasil belajar merupakan kemampuan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar.

Hasil berlajar merupakan berbagai perubahan yang terjadi pada diri siswa berupa output dan outcome. Output merupakan kemampuan yang dikuasai siswa yang segera diketahui setelah mengikuti proses pembelajaran. Outcome merupakan prestasi sosial dalam masyarakat sebagai wujud kemampuan- kemampuan yang diperoleh selama proses pembelajaran (Widoyoko, 2009).

Berdasarkan atas definisi-definisi belajar yang telah dikemukakan di atas diketahui bahwa hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah melakukan proses belajar. Perubahan yang diperoleh berupa pengetahuan, keterampilan, serta sikap ilmiah.perubahan ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun internal.

Biologi merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari tentang makhluk hidup serta lingkungannya. Pembelajaran biologi lebih menekankan pada keterampilan proses dalam mendapatkan materi sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung sesuai dengan karakteristik pembelajaran sains. Materi diperoleh dari observasi maupun eksperimen sehingga mempelajari biologi tidak hanya cukup dengan menghafal konsep materi yang ada tetapi juga dituntut untuk dapat menemukan fakta dari konsep-konsep tersebut. Belajar biologi secara bermakna baru akan dialami siswa apabila siswa telibat aktif secara intelektual, manual, dan sosial. Rustaman dkk (2005) menyatakan dalam belajar sains siswa tidak hanya belajar produk saja,

(26)

commit to user

9 tetapi juga harus belajar aspek proses, sikap, dan teknologi agar siswa dapat benar-benar memahami sains secara utuh.

b. Ranah dalam Hasil Belajar

Pembelajaran biologi memiliki tiga ranah hasil belajar yaitu berupa konten atau produk (kognitif), proses (psikomotor), dan sikap ilmiah (afektif).

Pencapaian hasil belajar dapat diketahui melalui evaluasi baik dalam bentuk tes maupun observasi terhadap siswa. Ranah hasil belajar antara lain:

1) Ranah kognitif

Ranah kognitif merupakan ketercapaian belajar siswa dalam pemahaman serta penguasaan konsep dan materi pembelajaran. Kemampuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir siswa yang mencakup kemampuan intelektual sederhana seperti mengingat, memahami hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mampu menggunakan semua kemampuan untuk menciptakan.

Kategori dalam dimensi kognitif dibagi dalam enam tingkatan dengan aspek belajar yang berbeda. Keenam tingkat tersebut menurut Anderson (2010) yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Mengingat, tujuan instruksional pada level ini menuntut siswa untuk mampu mengingat (recall) informasi yang telah diterima sebelumnya. Siswa mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang pada tingkatan ini.

Memahami, kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Siswa mampu mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru. Mengaplikasikan, penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru serta memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Mengaplikasikan adalah level dimana siswa mampu menerapkan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Menganalisis, analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesis atau kesimpulan, dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontradiksi. Siswa mampu memecah materi menjadi

(27)

commit to user

bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian pada tingkatan ini. Mengevaluasi, siswa mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu. Mencipta, sebagai kemampuan seseorang dalam mengkaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.

Berdasarkan uraian di atas maka penilaian ranah kognitif merupakan penilaian produk yaitu pemahaman siswa terhadap materi diperlukan kemampuan berpikir tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Siswa harus mampu mengetahui dan memahami yang merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah, serta mampu mengaplikasikan, menganalisis, menilai, maupun menciptakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

2) Ranah afektif

Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interest, apresiasi serta penyesuaian perasaan sosial (Hamzah, 2001). Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku, seperti perhatiaanya terhadap mata pelajaran yang diajarkan, kedisiplinan dalam mengikuti pelajaran, motivasi yang tinggi, penghargaan, dan rasa hormat terhadap guru.

Tingkatan afeksi menurut Hamzah (2001) dibagi menjadi lima jenjang yaitu receiving, responding, valuing, organization dan Characterization by a value or value complex. Receiving atau attending (menerima atau memperhatikan) adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain.

Termasuk dalam jenjang ini misalnya kesadaran dan keinginan menerima stimulus, mengontrol dan menyeleksi rangsangan yang datang dari luar. Pada jenjang ini peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai dan mereka mengidentikkan diri dengan nilai itu. Responding (menanggapi), adalah kemampuan seseorang untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam kegiatan dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Valuing (menilai, menghargai), artinya memberikan nilai atau penghargaan terhadap

(28)

commit to user

11 kegiatan suatu obyek. Kaitannya dengan proses belajar mengajar, peserta didik tidak hanya menerima nilai yang diajarkan tetapi juga mampu untuk menilai konsep atau fenomena, yaitu baik atau buruk. Organization (mengatur atau mengorganisasikan), artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal, yang membawa pada perbaikan. Characterization by a value or value complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau kemplek nilai), yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadiaan dan tingkah lakunya. Proses internalisasi nilai telah menempati tempat tertinggi dalam hirarki nilai. Peserta didik telah mimiliki sistem nilai yang mengontrol tingkah lakunya sehingga membentuk karakter.

Indikator afektif dalam pembelajaran IPA merupakan sikap yang diharapkan saat dan setelah siswa melakukan proses pembelajaran yang berkaitan dengan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut antara lain jujur, teliti, disiplin, terbuka, objektif, dan tanggung jawab. Rustaman (2002) menyatakan dalam pembelajaran sains tidak hanya menghasilkan produk dan proses, tetapi juga sikap, artinya bahwa dalam sains terkandung sikap seperti tekun, terbuka, jujur, dan objektif.

3) Ranah psikomotor

Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ketercapaian hasil belajar proses pada pembelajaran biologi lebih diutamakan. Keterampilan proses sains perlu dikuasai siswa untuk mengungkap konsep-konsep materi melalui pengamatan, percobaan, berdiskusi, mengkomunikasikan hasil diskusi, serta bertanya (Hamzah, 2001).

Domain dari ranah psikomotor adalah persepsi (berkenaan dengan indra dalam melakukan kegiatan), kesiapan (kesiapan untuk pengalaman tertentu), gerakan terbimbing (gerakan pada tingkatan satu model), gerakan terbiasa (respon yang sudah menjadi kebiasaan), gerakan komplek (gerakan keterampilan tingkat tinggi), dan penyesuaian keaslian (tindakan sesuai dengan situasi).

(29)

commit to user

2. Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS)

a. Model Pembelajaran

Biologi merupakan bagian dari ilmu sains. Sains merupakan ilmu yang yang memiliki karakteristik khusus yaitu mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (facts) maupun kejadian (events) serta hubungan sebab akibat. Sains memiliki dua hal yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, yaitu sains sebagai proses merupakan kerja ilmiah, dan sains sebagai produk yaitu pengetahuan sains yang berupa pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan pengetahuan meta kognitif.

Pengertian dari model pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan atau sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar (Wenno, 2008). Model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu meliputi tujuannya, sintaksnya, lingkungan serta sistem pengelolaannya, sehinggga model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan, strategi, pendekatan, metode maupun prosedur. Ahmadi (2011) menyatakan bahwa model pembelajaran merupakan suatu pola atau suatu perencanaan yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran tutorial dan untuk menentukan perangkat pembelajaran.

Ciri khusus yang membedakan model pembelajaran dengan strategi, metode ataupun prosedur ada tiga. Ciri yang pertama adalah rasional, teoritik dan logis yang disusun oleh pengembangnya. Ciri yang kedua adalah landasan pemikiran dari tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ciri ketiga adalah tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model pembelajaran dapat terlaksana dengan baik serta lingkungan belajar yang dibutuhkan agar tujuan pembelajaran dapat berhasil.

Berdasarkan pengertian model pembelajaran menurut beberapa ahli diatas, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran merupakan perencanaan yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman

(30)

commit to user

13 belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman untuk merencanakan aktivitas belajar mengajar.

b. Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS)

Suatu perencanaan ataupun pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran tutorial, serta digunakan untuk menentukan perangkat pembelajaran merupakan pengertian dari model pembelajaran. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran, meliputi assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar (Wenno, 2008).

Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS) merupakan model yang dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik (Ahmadi, 2011). Model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS) merupakan modifikasi dari model pembelajaran Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS). Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen. Menurut Wenno (2008) kelima komponen dari model pembelajaran ARIAS adalah assurance (kepercayaan diri), relevance (relevansi), interest (minat), assessment (evaluasi) dan satisfaction (kepuasan). Assurance (percaya diri) berhubungan dengan sikap percaya, keyakinan serta harapan untuk berhasil. Relevance (relevansi) berhubungan dengan kehidupan siswa, baik berupa pengalaman sekarang maupun pengalaman yang telah dimiliki serta berhubungan dengan kebutuhan karir yang akan datang. Interest berhubungan dengan minat siswa. Assesment berhubungan dengan penilaian terhadap siswa yang merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran. Satisfaction (kepuasan) adalah reinforcement (penguatan) yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada diri siswa yang perlu dalam proses pembelajaran.

(31)

commit to user

ARIAS berisi lima komponen yang disusun berdasarkan teori-teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Ahmadi (2011) mengemukakan komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, keyakinan akan keberhasilan dan berhubungan dengan harapan untuk sebuah keberhasilan. Seorang siswa yang mempunyai sikap percaya diri yang tinggi cenderung lebih berhasil bagaimanapun kemampuan yang dia miliki. Sikap percaya diri akan mempengaruhi tingkah laku siswa untuk mencapai keberhasilan. Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi cenderung menilai positif terhadap dirinya sendiri dan senantiasa menampilkan prestasi yang baik secara berkelanjutan.

Cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri siswa antara lain membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta menanamkan gambaran positif siswa terhadap diri sendiri, menggunakan patokan yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan dan memberi tugas yang sulit tetapi realistis untuk dikerjakan siswa. Hal tersebut didukung dengan pendapat Ahmadi (2011) bahwa menanamkan sikap positif terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi sikap percaya diri siswa.

Komponen kedua dari model pembelajaran ARIAS adalah relevance.

Menurut Ahmadi (2011) relevance berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman masa kini atau pengalaman yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir. Siswa merasa akan terdorong mempelajari sesuatu jika ada relevansinya dengan kehidupan mereka serta berorientasi pada tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas memberikan gambaran bagi siswa pengalaman apa yang akan mereka dapatkan selama proses pembelajaran.

Cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran adalah mengemukakan tujuan atau sasaran yang akan dicapai, menjelaskan manfaat pembelajaran bagi siswa, dan menggunakan bahasa yang jelas serta contoh yang nyata berhubungan dengan kehidupan siswa.

Komponen ketiga dari model pembelajaran ARIAS adalah interest yang berhubungan dengan minat. Ahmadi (2011) mengungkapkan belajar tidak akan

(32)

commit to user

15 terjadi tanpa adanya minat. Minat dalam proses pembelajaran tidak hanya harus dibangkitkan, melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Siswa akan mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat dan perhatian mereka. Minat merupakan salah satu alat yang sangat berguna untuk mempengaruhi hasil belajar siswa.

Cara yang dapat digunakan oleh guru untuk membangkitkan serta menjaga minat siswa antara lain dengan menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang berbeda dalam pembelajaran, memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.

Minat juga dapat dijaga dengan mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran serta melakukan komunikasi non-verbal dalam kegiatan pembelajaran.

Komponen keempat dalam model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu berkaitan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan umpan balik bagi siswa mengenai kelebihan dan kelemahan yang dimiliki sehingga mampu mendorong untuk belajar lebih giat. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru melainkan juga dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri serta evaluasi terhadap teman. Evaluasi diri dapat membantu siswa mengembangkan peembelajaran dan inisiatif siswa untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.

Cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi adalah dengan memberikan umpan balik balik terhadap kinerja siswa, dan memberikan evaluasi yang obyektif serta menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Ahmadi (2011) menyatakan evaluasi dapat dilakukan dengan cara lain, seperti memberikan waktu kepada siswa untuk mengevaluasi diri sendiri sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi teman.

Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yang berhubungan dengan rasa bangga dan puas atas hasil yang dicapai. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga atas keberhasilan tersebut. Ahmadi (2011) mengungkapkan keberhasilan dan kebanggaan menjadi penguat bagi siswa untuk mencapai keberhasilan selanjutnya.

(33)

commit to user

Tujuan mengajar adalah untuk memberikan rasa puas terhadap siswa.

Rasa puas (satisfaction) dapat memberikan penguatan (reinforcement) pada siswa. Penguatan juga dapat diberikan pada siswa berupa penguatan intrinsik maupun penguatan ekstrinsik. Penguatan ekstrinsik dapat berupa pujian dari guru, sedangkan penguatan intrinsik dapat timbul karena keberhasilan siswa dalam memecahkan suatu masalah.

Tujuan pembelajaran menurut model ARIAS adalah membantu siswa menyadari bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan serta menanamkan gambaran positif siswa terhadap diri sendiri. Menggunakan suatu patokan, standar yang dapat memungkinkan siswa mencapai keberhasilan juga merupakan tujuan pembelajaran menurut model ARIAS. Model pembelajaran ARIAS juga mampu melatih kemandirian siswa dan keterampilan siswa. Evaluasi dalam model pembelajaran ARIAS juga mampu memberikan umpan balik terhadap kinerja siswa serta memberikan kesempatan siswa mengetahui sejauh mana kemampuan yang diperoleh selama proses pembelajaran. Tujuan lain dengan penerapan model pembelajaran ARIAS adalah memberikan variasi dalam pembelajaran, memberikan penguatan kepada siswa baik secara verbal maupun non verbal, serta memberikan perhatian kepada siswa sehingga siswa merasa dihargai (Wenno, 2008).

B. Hasil Penelitian Relevan

Beberapa penelitian telah dilakukan yang menunjukkan keefektifan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil pembelajaran. Hasil penelitian Siahaan, dkk (2010) menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan model ARIAS lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Menurut Sopah (2001) penerapan model pembelajaran ARIAS memberi dampak positif terhadap hasil belajar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jamiah (2008) mengungkapkan bahwa model pembelajaran ARIAS

(34)

commit to user

17 dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memberikan dampak positif bagi hasil belajar siswa.

C. Kerangka Pemikiran

Belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal dapat berupa model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Model pembelajaran efektif yang diterapkan dapat mempengaruhi ketercapaian hasil belajar. Model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan minat siswa dengan menghubungkan materi pembelajaran yang berbasis kontekstual serta memberikan evaluasi yang hasilnya dapat memberikan rasa bangga dan penguatan sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar.

Kerangka berpikir dalam melaksanakan kegiatan penelitian secara sederhana dapat digambarkan pada Gambar 2.1.

(35)

commit to user

Gambar 2.1. Skema Kerangka Pemikiran Permasalahan

-Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal siswa.

-Siswa kurang percaya terhadap kemampuan diri sendiri.

-Hasil belajar biologi siswa kurang maksimal jika model pembelajaran kurang sesuai

Hasil belajar biologi siswa kurang

-Rasa kurang percaya diri siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran yang sesuai.

-Pemilihan model pembelajaran harus mampu menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran

-Penerapan model yang sesuai dapat meningkatkan hasil belajar

Penerapan model pembelajaran ARIAS

Penerapan model pembelajaran ARIAS:

Assurance: percaya diri

Relevance: berkaitan dengan pengetahuan sebelumnya

Interest: minat Assesment: evaluasi

Satisfaction: kebanggaan dan penguatan

Implikasi Hasil belajar semakin meningkat Mengakomodasi ranah afektif, kognitif,psikomotor

(36)

commit to user

19 D. Hipotesis

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, dapat dirumuskan hipotesis penelitian bahwa model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction (ARIAS) berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta.

(37)

commit to user 20 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Al Islam 1 Surakarta kelas XI IPA semester 2 tahun pelajaran 2011/2012.

2. Waktu Penelitian

Penelitian telah dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 dan dibagi menjadi tiga tahap, tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta tahap pengolahan data dan penyusunan laporan. Ketiga tahap tersebut disusun pada Gambar 3.1.

Tahap Kegiatan penelitian

Bulan ke (dalam tahun 2011-2012)

08 09 10 11 12 01 02 03 04 05 06

Persiapan

1. Permohonan pembimbing 2. Survei sekolah 3. Konsultasi judul 4. Konsultasi draf

proposal 5. Konsultasi

instrument dan seminar proposal

Pelaksanaan

1. Ijin penelitian dan melengkapi instrument

2. Try out instrumen penelitian

3. Pelaksanaan penelitian dan konsultasi bab I, II, dan III Pengolahan

data dan penyusunan laporan

Pengolahan data hasil penelitian dan penyusunan laporan

Gambar 3.1. Waktu Penelitian

(38)

commit to user B. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (Quasi experimental research) karena peneliti tidak dapat mengontrol semua variabel.

Tujuan penelitian eksperimen adalah untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memberi perlakuan-perlakuan tertentu pada dua kelompok eksperimen.

Rancangan penelitian ini adalah Posttest Control Group Design menurut Sugiyono (2011:112) dapat digambarkan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian Posttest Only Control Design

Kelompok Treatment Posttest

Kontrol (R) X1 O1

Eksperimen (R) X2 O2

Keterangan

X1 :Perlakuan yang diberikan kepada kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi.

X2 :Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen dengan model pembemlajaran ARIAS.

O1 :Tes akhir yang diberikan kepada kelompok kontrol.

O2 :Tes akhir yang diberikan kepada kelompok eksperimen.

(R) : Random assigment (pemilihan kelompok secara random)

Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut sama-sama mendapatkan perlakuan, tetapi masing-masing mendapatkan perlakuan yang berbeda. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan model ARIAS dan kelompok kontrol diberikan perlakuan pembelajaran dengan metode konvensional.

Keterkaitan antara variabel bebas yang berupa model pembelajaran ARIAS dan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi terhadap variabel terikat yang berupa hasil belajar pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik tertuang dalam paradigma penelitian. Skema paradigma penelitian bisa dilihat pada Gambar 3.2.

(39)

commit to user Keterangan gambar :

X = Model pembelajaran

X1 = Model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi X2 = Model pembelajaran ARIAS

Y1 = Ranah kognitif Y2 = Ranah afektif Y3 = Ranah psikomotor

X1Y1 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi ranah kognitif.

X1Y2 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi pada ranah afektif.

X1Y3 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi pada ranah psikomotor.

X2Y1 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS pada ranah kognitif.

X2Y2 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS pada ranah afektif.

X2Y3 = Hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS pada ranah psikomotor.

Gambar 3.2. Skema Paradigma Penelitian.

X1

X

X2

Y3 Y3

Y1 Y2 Y2 Y1

X2Y3 X2Y2 X2Y1 A1Y3 X1Y2

X1Y1

(40)

commit to user

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011 dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak tiga kelas. Populasi dikelompokan ke dalam tiga kelompok yang dikelompokkan secara acak.

2. Sampel Penelitian

Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan peneliti dalam penelitian yang tidak mampu memberi perlakuan terhadap seluruh populasi, sehingga hanya mengambil sebagian dari populasi sebagai sampel yang dapat mewakili seluruh populasi. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2011). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI IPA 2 sebanyak 38 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 3 sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Cluster random sampling merupakan cara pengambilan sampel pada sumber data yang luas, dimana sampel dipilih dalam kelompok- kelompok tertentu secara random. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari tiga kelas pada kelas XI IPA di SMA Al Islam 1 Surakarta. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah dua cluster diperoleh dengan membagi besarnya sampel dengan ukuran cluster, sehingga dari populasi sebanyak tiga kelas diambil dua kelas sebagai sampel.

Sebelum pengambilan sampel dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah sampel memiliki karakteristik yang sama dalam rata-rata nilai hasil belajar baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pengujian dilakukan dengan cara menguji data menggunakan uji

(41)

commit to user

prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Data yang digunakan berupa dokumen hasil belajar yang diolah selama satu semester dengan nilai asli sebagai bahan acuannya pada ketiga ranah hasil belajar.

Uji normalitas dilakukan dengan uji Anderson Darling (α = 0,05) dan menggunakan bantuan program minitab 16. H0 menyatakan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan H1 menyatakan bahwa sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Keputusan uji dinyatakan bahwa Ho diterima jika p-value>0.05. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa tiap kelompok dalam populasi kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta memiliki nilai p-value>0.05 pada setiap kelompok sehingga menunjukan distribusi yang normal untuk semua nilai hasil belajar siswa baik kognitif, afektif maupun psikmotorik. Hasil tes normalitas disajikan pada Tabel 3.2 dan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

Tabel 3.2. Rangkuman Uji Normalitas Dokumen Hasil Belajar Kemampuan

awal

p-value Kriteria Keputusan H0

Kelompok kontrol Kelompok eksperimen

Kognitif 0,083 0,700 p-value> 0,05 Diterima

Afektif 0,237 0,149 p-value> 0,05 Diterima

Psikomotor 0,107 0,310 p-value> 0,05 Diterima

Data yang berupa dokumen hasil belajar pada kelompok-kelompok dalam populasi kemudian diuji dengan uji Levene’s (α=0,05) yang menggunakan bantuan program minitab 16 untuk mengatahui apakah populasi bersifat homogen.

H0 dinyatakan bahwa tiap kelompok memiliki variansi yang sama (Homogen). H1

dinyatakan bahwa tiap kelompok tidak memiliki variansi yang sama. Keputusan uji dinyatakan jika p-value>0.05 maka Ho diterima. Hasil uji homogenitas disajikan pada Tabel 3.3 dan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

Tabel 3.3. Rangkuman Uji Homogenitas Dokumen Hasil Belajar

Kemampuan Awal P-value Kriteria Keputusan Uji H0

Kognitif 0. 851 p-value >0,05 Diterima, Homogen Afektif 0,749 p-value >0,05 Diterima, Homogen Psikomotor 0,184 p-value >0,05 Diterima, Homogen

(42)

commit to user

Hasil dari uji Levene’s menunjukan nilai p-value>0.05 sehingga dapat diketahui bahwa kelompok-kelompok dalam populasi memiliki varians yang tidak berbeda nyata sehingga populasi bersifat homogen.

E. Pengumpulan Data 1. Variabel Penelitian

Variabel adalah sesuatu yang menjadi sumber objek pengamatan dan sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa yang diteliti. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu:

a. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya variabel terikat (Sugiono, 2011). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran ARIAS dan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi (model yang biasa diterapkan di kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012).

b. Variabel terikat adalah variabel yang kehadirannya dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiono, 2011). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 yang meliputi ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.

2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

a. Metode tes

Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah seperangkat stimulus yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan jawaban- jawaban sebagai dasar penetapan skor angka (Hamzah, 2001). Metode tes digunakan untuk mengukur perubahan kemampuan kognitif siswa. Bentuk tes yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa tes obyektif dengan tipe pilihan ganda sebanyak 40 soal.

Referensi

Dokumen terkait

Pada Hari Jum’at tanggal 26 Dzulhijjah 1423 tahun Hijriyah atau tanggal 28 Februari 2003 masehi bertepat di sekretariat Dewan Pengurus Harian Majelis Musyawarah

Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Myers (1984) dalam (Rose & Hudgins, 2010) bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi akan membuat perusahaan menggunakan

Uji cekaman kekeringan dengan penggunaan larutan PEG 6000 menunjukkan bahwa tolok ukur kecepatan berkecambah, waktu berkecambah, prsentase kecambah normal,

Pengujian Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Umum yang Sering Diderita Anak dilakukan dengan menggunakan black box testing yang bertujuan untuk fungsi-fungsi

walaupun secara statistik tidak berbeda nyata namundapat diketahui bahwa faktor tunggal pemberian mikro 4 g/ polybag memberikan berat kering yang lebih baik, hal ini

Nilai koefisien korelasi antara dukungan sosial dengan harga diri tunanetra mantan awas adalah 0,325, yang berarti tingkat keeratan hubungan dukungan sosial dengan

Ya, dengan menambahkan katalis pada suatu reaksi kimia, maka laju reaksi akan berjalan lebih cepat?. Tentu

Perusahaan telah mengimplementasikan ERP pada tahap konfigurasi ERP adalah fungsi utama dari pengimplementasian ERP agar proses implementasi dapat berjalan dengan baik,