Menurut Mitchell dan Kowalik (1999) creative problem solving berasal dari kata creative, problem, dan solving. Creative artinya banyak ide baru dan unik dalam mengkreasi solusi serta mempunyai nilai dan relevan; problem artinya suatu situasi yang memberikan tantangan, kesempatan, yang saling berkaitan; sementara solving, artinya merencanakan suatu cara untuk menjawab atau menemukan jawaban dari suatu problem. Isaksen dkk (1995:54) menyatakan CPS merupakan kerangka kerja metodologi yang didesain untuk membantu memecahkan masalah dengan menggunakan kreatifitas dalam mencapai tujuan dan meningkatkan kecakapan berfikir. Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan kreatifitas berfikir. Secara harfiah, CPS dapat diartikan sebagai kemampuan dalam merencanakan suatu cara/ide yang baru dan unik guna menjawab sebuah problem yang sedang dihadapi.
Creative Problem Solving dapat melatih siswa untuk memiliki :
a. Kemampuan membaca atau memahami yang dibaca dan menyeleksi informasi yang relevan
b. Kemampuan menganalisa situasi sosial
c. Kemampuan melahirkan banyak ide-ide kreatif
d. Kemampuan berpikir dengan kreatif melahirkan ide yang berbeda e. Kemampuan untuk mengevaluasi kriteria yang diberikan
f. Kemampuan menggunakan berpikir kreatif pada berbagai situasi
g. Kemampuan merencanakan kegiatan yang relevan untuk mencapai tujuan
Kelebihan dari model pembelajaran Creative Problem Solving adalah sebagai berikut.
a. Pengajaran berpusat pada siswa (student centered). Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar dan makin sering keterlibatan pembelajar dalam kegiatan makin besar baginya untuk mengalami proses belajar.
b. Pengajaran ini dapat membentuk self concept (konsep diri) sehingga terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru, lebih kreatif, berkeinginan untuk selalu mengambil kesempatan yang ada dan pada umumnya memiliki mental yang sehat. c. Tingkat pengharapan bertambah, yaitu ada kepercayaan diri serta ide tertentu
Sesuai dengan perkembangannya Creative Problem Solving terdiri dari bermacam tipe, berikut akan dijelaskan tipe CPS yang digunakan sesuai sub penelitian yang dilakukan:
1. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Fisika SMA Berbasis Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan Pendekatan Science Environment Technology And Society (SETS) Pada Materi Fluida Dinamis Terintegrasi Energi Angin.
Versi Alex Osborn dan Sidney Parnes Tabel 4: Sintaks CPS Versi Alex OSborn
No. Tahapan (sintak)
1. Explore the challenge
Objective finding Mencari dan menemukan sasaran yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi tentang situasi termasuk tantangan, permasalahan, serta peluang. Fact finding Mencari dan menemukan fakta serta menyelidiki
semua informasi untuk meningkatkan pemahaman tentang sasaran yang ingin diidentifikasi.
Problem finding Pencarian dan perumusan masalah untuk melokalisasi masalah yang sebenarnya sehingga dibutuhkan solusi dalam masalah tersebut. Fakta yang sebenarnya memungkinkan ini dan dapat memberikan data-data pendukung.
2 Generate Ideas
Idea finding Mencari semua solusi untuk setiap masalah sehingga menghasilkan sejumlah ide-ide yang dapat diajukan ke tahap berikutnya. Ide-ide akan bermunculan dan jangan terlebih dahulu mengeliminasi solusi-solusi yang mungkin sebelum solusi-solusi ini terlebih dahulu didiskusikan.
No. Tahapan (sintak)
3 Prepare for action
Solution finding Mencari dan menemukan penyelesaian, menampilkan kriteria yang dapat dipikirkan kemudian memilih yang terbaik diantaranya.
Acceptance finding Menerapkan solusi yang dipilih menjadi langkah- langkah tindakan yang potensial.
2. Tujuan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika SMA Berkarakter Hemat Energi Berbasis Model Creative Problem Solving (CPS) Dengan Pendekatan Konflik Kognitif Pada Materi Termodinamika Terintegrasi Energi Panas Bumi.
Creative Problem Solving (CPS) Versi Vidal (2010): 1) Menemukan Fakta (Fact Finding)
Dalam tahapan ini kita memperoleh gambaran yang lebih terperinci dan jelas tentang keadaan saat ini. Untuk itu kita ajukan pertanyaan-pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan yang menanyakan fakta-fakta yang berhubungan dengan apa yang terjadi sekarang dan atau pada masa lalu.
2) Menemukan Masalah (Problem Finding)
Pada tahap ini disusun sebanyak mungkin pertanyaan kreatif sehubungan dengan masalah yang dihadapi. Masalah atau pertanyaan kreatif yang dirumuskan berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam tahap menemukan fakta. Pertanyaan kreatif berorientasi kemasa depan dan memancing banyak alternatif jawaban.
3) Menemukan Gagasan (Idea Finding)
Pada tahap ini adalah ingin mendapatkan sebanyak mungkin alternatif jawaban untuk memecahkan masalah. Untuk itu, kita memproduksi sebanyak mungkin gagasan dengan menggunakan teknik-teknik kreatif seperti sumbang saran, penulisan gagasan, hubungan yang dipaksakan, yang digunakan pula untuk mendapatkan gagasan-gagasan atau jawaban-jawaban yang dapat memecahkan masalah yang telah kita pilih.
4) Menemukan Jawaban (Solution Finding)
Untuk dapat menilai lebih halus mengenai gagasan yang telah diperoleh pada tahap tiga, maka dalam tahap ini disusun tolak ukur kriteria atau persyaratan semua hal yang dapat digunakan sebagai tolak ukur atau kriteria harus dicatat. Tolak ukur dapat ditemukan dengan mengantisipasi semua kemungkinan dan akibat yang akan timbul jika jawaban terhadap masalah dilaksanakan.
5) Menemukan Penerimaan (Acceptance Finding)
Pada tahap ini dibuatkan juga rencana terperinci untuk mengumumkan gagasan-gasan yang telah didapatkan. Jika jawaban terhadap masalah melibatkan orang lain maka orang itu perlu kita jelaskan kebaikan dari gagasan, sehingga ia dapat menerimanya dan dapat membantu kita.
3. Tujuan mengembangkan perangkat pembelajaran Fisika SMA Berbasis CPS Pada Materi Fluida Dinamis Diintegrasikan Energi Microhydro Menggunakan Strategi PQ4R
a. Klarifikasi masalah, meliputi penjelasan mengenai masalah yang diajukan kepada siswa, agar siswa memahami penyelesaian seperti apa yang diharapkan b. Pengungkapan Pendapat. Pada tahap ini siswa diberi kebebasan untuk
mengungkapkan pendapat tentang bagaimana macam pendekatan penyelesaian masalah. Dari setiap ide yang diungkapkan, siswa mampu untuk memberikan alasan.
c. Evaluasi dan Pemilihan. Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini, setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat atau pendekatan mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah.
d. Implementasi (penguatan). Pada tahap ini siswa menentukan pendekatan mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, kemudian menerapkanya sampai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. Selain itu, pada tahapan implementasi, siswa diberi permasalahan baru agar dapat memperkuat pengetahuan yang telah diperolehnya.
4. Tujuan Mengembangkan Perangkat Pembelajarn Fisika SMA Berkarakter Hemat Energi Berbasis Model Pembelajaran CPS (Creative Problem Solving) Dengan Pendekatan Open-Ended Pada Konsep Usaha Dan Energi Terintegrasi Energi Biomassa
CPS Versi Treffinger:
1. Understanding the Challenge: menyangkut pemahaman terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi, mengklarifikasi, merumuskan dan memfokuskan pikiran untuk menyusun kerangka pemecahan masalah. Pada tahap ini terdiri dari tiga bagian diantaranya:
a. Constructing opportunities yaitu mengidentifikasi permasalahan dan mengkonstruksi tujuan yang akan dicapai.
b. Exploring data meliputi kegiatan mengumpulkan informasi secara luas dari berbagai sumber terkait permasalahan yang dihadapi.
c. Framing problems yakninya memfokuskan kerangka permasalahan menjadi lebih spesifik untuk mengarahkan kepada pengembangan ide - ide pemecahan masalah.
2. Generating Ideas: pada tahapan ini merupakan komponen utama dari CPS yang mengandung pengembangan ide-ide baru yang lebih bervariasi terkait permasalahan yang akan diselesaikan.
3. Preparing for action: persiapan aksi mencakup kegiatan mengeksplorasi cara-cara yang tepat dalam penyelesaian masalah dan menyiapkan langkah-langkah strategis sebagai opsi pemecahan masalah. Tahap ini terdiri dari:
a. Developing solution yaitu mengembangkan strategi untuk menganalisis serta mentransfomasi kemungkinan solusi permasalahan.
b. Building Acceptance yakninya mempertimbangkan cara-cara yang mendukung kemungkinan pemecahan masalah kepada cara-cara yang lebih spesifik dan efektif.
4. Planning your approach: memandu dan meyakinkan arah yang akan dituju sehingga dapat memonitor, memanage, dan memodifikasi aktivitas dalam pemecahan masalah. Tahap ini terdiri dari:
a. Designing process membantu dalam menentukan metode yang paling tepat untuk diaplikasikan dalam pemecahan masalah.
b. Appraising tasks memberikan evaluasi terhadap proses yang dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang diharapkan