BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner hasil uji validasi oleh validator yang berbentuk angka. Analisis kuesioner uji validasi ahli menggunakan skala Likert. Skala Likert yang dikembangkan memiliki rentan dari yang terendah hingga tertinggi, yaitu sangat kurang baik (1), kurang baik (2), baik (3), dan sangat baik (4). Skor penilaian dari validator dicari rata-ratanya. Skor penilaian kuesioner validasi produk yang sudah diperoleh, kemudian dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Rata-rata (X) skor penilaian kuesioner validasi produk X= ππ’πππβ π πππ π¦πππ ππππππππβ
ππ’πππβ ππ’π‘ππ ππ’ππ πππππ
Perhitungan data kuantitatif tersebut digunakan untuk mendapatkan data kualitatif.
Skor yang didapatkan kemudian di dikonversikan menjadi data kualitatif menggunakan konversi nilai empat untuk menilai kualitas produk menurut Widoyoko (2015:69).
Tabel 3.7 Konversi Nilai
Interval Skor Kategori 3,25 < Xβ€ 4,00 Sangat Baik
2,50 < X β€ 3,25 Baik
31,75 < X β€ 2,50 Kurang
0,00 < Xβ€ 1,75 Sangat Kurang
Adapun perhitungan persentase produk perangkat pembelajaran daring Menurut Centaury (2016:84) penghitungan persentase produk perangkat pembelajaran menggunakan rumus berikut ini.
Keterangan: π = nilai validitas π = perolehan skor n = skor maksimum
Adapun hasil konversi persentase berdasarkan acuan pengubahan skor dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Hasil Konvensi Persentase No Interval Skor Kategori
1. 76 β€ X β€100 Sangat Baik
2. 51 β€ X β€ 75 Baik
3. 26 β€ X β€ 50 Tidak Baik
4. 0 β€ X β€ 25 Sangat Tidak Baik
Berdasarkan tabel 3.8 hasil konvensi persentase menunjukkan bahwa interval skor lebih dari sama dengan 76 kurang dari sama dengan 100 termasuk kategori sangat baik. Skor lebih dari sama dengan 51 kurang dari sama dengan 75 termasuk kategori baik. Skor kurang dari sama dengan 26 kurang dari sama dengan 50 termasuk kategori tidak baik. Skor kurang dari sama dengan 0 kurang dari sama dengan 25 termasuk kategori sangat tidak baik.
π = Γ 100% π π
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV ini berisi: hasil penelitian pengembangan dan pembahasan atas hasil penelitian pengembangan.
A. Hasil Penelitian Pengembangan 1. Proses Pengembangan Produk
Dalam mengembangkan produk perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2, peneliti melakukan 5 dari 10 langkah R & D menurut desain Borg & Gall, yaitu:
a. Potensi dan Masalah
Pada langkah ini dilakukan analisis kebutuhan berdasarkan fakta di lapangan mengenai perangkat pembelajaran daring yang diperoleh melalui wawancara dengan wali kelas V SDN Bhaktikarya yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2020. Dalam masa pandemi covid-19 pembelajaran di sekolah berubah dari tatap muka ke pembelajaran secara daring. Akan tetapi perencanaan pembelajaran belum dirancang sesuai dengan pembelajaran daring.
Berikut merupakan hasil wawancara yang berpedoman 11 butir pertanyaan mengenai perangkat pembelajaran dari di SD Negeri Bhaktikarya Yogyakarta. Butir pertanyaan pertama adalah tentang model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran daring. Guru tersebut hanya memberikan penugasan kepada siswa dan berbasis
63
proyek. Butir pertanyaan kedua yaitu tentang media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran daring. Guru menggunakan media antara lain Zoom, Youtube, video pembelajaran yang dibuat, dan poster.
Butir pertanyaan ketiga yaitu tentang kesulitan yang dihadapi guru selama pembelajaran daring. Guru kesulitan dalam penilaian setiap individu karena tidak semua siswa mengumpulkan tugas tepat waktu bahkan ada yang tidak mengumpulkan sama sekali atau ada yang mengumpulkan tetapi tidak lengkap. Butir pertanyaan keempat yaitu tentang cara mengatasi kesulitan yang dialami. Guru memberikan pengurangan nilai kepada siswa yang terlambat mengumpulkan tugas atau kurang lengkap. Sehingga ada beberapa siswa yang dahulu tidak tepat waktu menjadi tepat waktu dalam mengumpulkan tugas.
Butir pertanyaan kelima yaitu kelebihan pembelajaran daring.
Guru menjelaskan bahwa kelebihan pembelajaran daring adalah orang tua menjadi lebih melek atau paham teknologi, kesadaran untuk belajar mandiri jadi lebih meningkat karena tanpa pendampingan guru di rumah otomatis orang tua jadi lebih peduli ke putra-putrinya.
Selanjutnya keaktifan dalam mencari ide-ide penggunaan benda-benda di sekitar rumah untuk dimanfaatkan sebagai media juga semakin meningkat. Butir pertanyaan keenam yaitu peran siswa dalam pembelajaran daring. Guru menjelaskan bahwa anak-anak lebih kreatif dalam membuat mainan tradisional.
Butir pertanyaan ketujuh yaitu pengumpulan tugas siswa. Dalam pengumpulan tugas guru meminta dalam bentuk proyek dan ditulis tangan. Butir pertanyaan kedelapan yaitu kendala penyusunan perangkat pembelajaran daring. Butir pertanyaan kedelapan yaitu kendala penyusunan perangkat pembelajaran daring. Guru masih kesulitan dalam penyusunan instrumen penilaian. Butir pertanyaan kesembilan yaitu buku yang digunakan dalam pembelajaran. Guru menggunakan buku tema. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran daring. Guru melihat siswa kadang merasa bosan dan juga merasa senang apabila diberi tugas kerajinan dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah. Butir pertanyaan kesebelas yaitu selama satu minggu yang digunakan dalam pembelajaran daring. Guru menggunakan waktu seminggu untuk penuh kegiatan pembelajaran daring seperti tugas maupun zoom dan melihat video.
Berdasarkan hasil dari wawancara yang telah dilakukan oleh guru kelas V. Guru hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang model pembelajaran inkuiri. Dalam membuat perangkat pembelajaran daring guru kurang menerapkan model pembelajaran inkuiri. Guru kelas V masih kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri. Kesulitan yang dialami guru tersebut berdampak pada peserta didik yang kurang aktif pada saat kegiatan
pembelajaran. Peserta didik juga kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan informasi untuk perancangan produk dilakukan selain dengan mengambil sebagian hasil wawancara guru kelas V SD Negeri Bhaktikarya Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2020, juga dengan observasi langsung dokumen atas perangkat pembelajaran daring SDN Bhaktikarya yang terdiri dari Prota, Prosem, silabus, dan RPP. Selain itu peneliti juga mengkaji pustaka dari buku-buku referensi.
Berikut screenshot Program Tahunan (Prota) SD N Bhaktikarya.
Gambar 4. 1 Screenshot Program Tahunan (Prota) SD N Bhaktikarya.
Berdasarkan gambar 4.1 Screenshot Program Tahunan (Prota) SDN Bhaktikarya. Komponen yang termuat dalam Prota yaitu 1) identitas (Satuan pendidikan, kelas/ semester dan tahun pelajaran), 2) tema, 3) subtema, 4) pelajaran ke-, 5) alokasi waktu, dan 6) keterangan.
Berikut Screenshot Program Semester (Prosem) SDN Bhaktikarya.
Gambar 4. 2 Screenshot Program Semester (Prosem) SDN Bhaktikarya.
Berdasarkan gambar 4.2 Screenshot Program Semester (Prosem) SDN Bhaktikarya. Komponen yang termuat dalam Promes yaitu 1) identitas (satuan pendidikan, kelas/ semester, dan tahun pelajaran), 2) tema, 3) subtema, 4) pertemuan, 5) alokasi waktu, 6) bulan, dan 7) keterangan.
Berikut Screenshot Silabus SDN Bhaktikarya.
Gambar 4. 3 Screenshot Silabus SDN Bhaktikarya.
Berdasarkan gambar 4.3 Screenshot Silabus SDN Bhaktikarya.
Komponen yang termuat dalam silabus yaitu: 1) identitas (tema dan subtema); 2) kompetensi inti; 3) mata pelajaran, 4) kompetensi dasar;
1) indikator; 6) materi pembelajaran; 7) kegiatan pembelajaran; 8) penilaian; 9) alokasi waktu; dan 10) sumber belajar.
Berikut gambar Screenshot Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri Bhaktikarya.
Gambar 4. 4 Screenshot Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri Bhaktikarya.
Berdasarkan gambar 4.4 Screenshot RPP di SD Negeri Bhaktikarya berikut komponen-komponen yang terdapat dalam RPP yaitu identitas RPP (kelas, tema, subtema, semester dan alokasi waktu), Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran, alat/ media, bahan/
materi, penilaian, langkah-langkah pembelajaran, dan lampiran lembar kerja.
c. Desain Produk
Langkah yang dilakukan peneliti yaitu 1) mengembangkan instrumen wawancara, 2) mengembangkan instrumen validasi penilaian perangkat pembelajaran, 3) mengembangkan instrumen penilaian perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2, 4) Menganalisis kalender akademik untuk melihat hari efektif dan hari libur dalam satu tahun pembelajaran, 5) Menganalisis tema 2 subtema 2, 6) Menganalisis Kompetensi Inti (KI), 7) Menganalisis Kompetensi Dasar (KD), 8) Melakukan pemetaan KD, indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Setelah itu peneliti menyusun program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) daring.
Berikut cover perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2.
Gambar 4. 5 Screenshot cover perangkat pembelajaran daring yang telah peneliti rancang.
Produk yang telah peneliti susun disajikan dalam bentuk buku dan dicetak menggunakan kertas dove untuk cover dan kertas HVS 80 gram bagian isi. Pertama, cover depan disusun dengan menuliskan judul, logo Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, identitas peneliti, dan keterangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Berikut ini hasil screenshot prota yang telah peneliti rancang.
Gambar 4. 6 Screenshot Prota yang telah peneliti rancang.
Berdasarkan gambar 4.6 Screenshot Prota yang telah peneliti rancang dengan komponen sebagai berikut 1) identitas Prota (satuan pendidikan, kelas/ semester, tahun pelajaran), 2) tema, 3) subtema, 4) pembelajaran ke, 5) alokasi waktu, dan 6 keterangan.
Berikut gambar screenshot prosem yang telah peneliti rancang.
Gambar 4. 7 Screenshot Prosem yang telah peneliti rancang.
Berdasarkan gambar 4.7 Screenshot Prosem yang telah peneliti rancang dengan komponen sebagai berikut 1) identitas prosem (satuan pendidikan, kelas/ semester, dan tahun pelajaran), 2) tema, 3) subtema, 4) pertemuan ke-, 5) bulan, dan 6) keterangan.
Berikut screenshot silabus yang telah peneliti rancang.
Gambar 4. 8 Screenshot Silabus yang telah peneliti rancang.
Berdasarkan gambar 4.8 Screenshot Silabus yang telah peneliti rancang dengan komponen sebagai berikut 1) identitas Silabus (tema dan subtema), 2) mata pelajaran, 3) kompetensi dasar, 4) indikator, 5) materi pelajaran, 6) kegiatan pembelajaran, dan 7) penilaian.
Berikut screenshot RPP daring yang telah peneliti rancang.
Gambar 4. 9 Screenshot RPP yang telah peneliti rancang
Berdasarkan gambar 4.9 Screenshot RPP yang telah peneliti rancang dengan komponen sebagai berikut: a) identitas RPP meliputi:
satuan pendidikan (nama sekolah), kelas/ semester, tema, sub tema, pembelajaran keberapa, muatan pembelajaran, alokasi waktu, hari/
tanggal, b) tujuan pembelajaran, c) kompetensi inti, d) kompetensi
dasar, e) indikator, f) materi pembelajaran, g) pendekatan, h) model, i) metode, j) langkah-langkah pembelajaran, k) media, l) alat/bahan, m) sumber pembelajaran, n) teknik penilaian, o) instrumen penilaian, p) lampiran materi, q) LKPD, dan r) refleksi.
RPP daring disusun berdasarkan muatan pelajaran yang terdapat pada tema 2 subtema 2. Satu RPP daring mencakup satu hari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Alokasi waktu yang dalam satu RPP daring tersebut pada pembelajaran 1 yaitu 4 x 35 menit dan pada pembelajaran 2 sampai 6 yaitu 6 x 35 menit. Pada pembelajaran pertama dibuat 2 penggalan. Penggalan pertama 2 x 35 menit dan penggalan kedua 2 x 35 menit. Pada pembelajaran 2 sampai dengan 6 dibuat 3 penggalan. Penggalan pertama 2 x 35 menit, penggalan kedua 2 x 35 menit dan penggalan ketiga 2 x 35 menit. RPP daring disusun dengan menggunakan pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 yaitu 5M (Mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan) dan keterampilan abad 21 yaitu 4C (Critical Thinking, creativity, collaboration, dan communication).
Kegiatan pembelajaran dalam RPP daring tersebut menggunakan pembelajaran tematik yang setiap muatan pelajarannya memiliki keterkaitan. Model pembelajaran yang digunakan dalam RPP daring tersebut adalah model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri ini membuat siswa berperan aktif dalam mengikuti
pembelajaran dan aktif mencari jawaban atau solusi dari permasalahan yang diberikan oleh guru.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran daring dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik yang didesain menarik dan juga lembar refleksi. Lembar refleksi digunakan untuk mengetahui perasaan peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran 1 hari. Peneliti membuat lembar refleksi 6 lembar digunakan selama pembelajaran 1 sampai dengan 6. Penilaian yang digunakan meliputi 4 aspek yaitu 1) sikap, 2) sosial, 3) pengetahuan, dan 4) keterampilan dan juga dilengkapi dengan pedoman penilaian.
d. Validasi Produk
Produk perangkat pembelajaran daring telah divalidasi 2 dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan 2 guru kelas V SD. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui kualitas produk, yang mencakup kelebihan dan kelemahan produk perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2 yang telah dikembangkan. Hasil validasi produk perangkat pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.3 Hasil Validasi Ahli terhadap Perangkat Pembelajaran Daring Tema 2 Subtema 2
Sebelum dilakukan validasi produk, terlebih dahulu dilakukan validasi atas instrument/kuesioner validasi perangkat pembelajaran.
Berikut ini tabel hasil validasi instrumen perangkat pembelajaran.
Tabel 4.1 Hasil Validasi Instrumen Perangkat Pembelajaran Perangkat Rerata
Skor Kriteria Komentar
Seluruh instrument 3,5 Sangat sesuai Instrumen validasi sudah layak digunakan.
Berdasarkan tabel di atas hasil validasi instrumen perangkat pembelajaran daring dari 1 ahli diperoleh rata-rata skor 3,5 (sangat layak), artinya βsangat layakβ untuk digunakan, tanpa ada revisi.
e. Revisi Produk
Revisi produk dilakukan setelah validasi oleh 4 ahli sehingga peneliti mengetahui kelemahan produk berdasarkan saran dan komentar dari validator. Produk diperbaiki berdasarkan kelemahan agar kualitas produk meningkat.
Tabel 4.2 Saran dan Revisi Validasi Perangkat Pembelajaran Daring Tema 2 Subtema 2
Program Tahunan (PROTA)
No Aspek yang
dinilai Saran Revisi
1.
Tabel ket. Nama bulan dan Minggu jangan di singkat.
Menuliskan tabel pada keterangan sesuai dengan kaidah ejaan dengan benar tidak menyingkat kata.
Sebelum Revisi
Setelah Revisi
Program Semester (PROSEM)
No Aspek yang dinilai
Komentar Revisi
1. Seluruh aspek
Perlu tambah satuan waktu pada alokasi waktu
Menambahkan satuan waktu pada alokasi waktu
Sebelum Revisi
Setelah Revisi
Silabus No Aspek yang
dinilai
Komentar Revisi
1.
Silabus memuat komponen identitas, muatan
Peserta didik sebagai subjek kegiatan pembelajaran.
Menuliskan peserta didik sebagai subjek kegiatan pembelajaran
Sebelum Revisi
pelajaran,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Daring
No dahulu dan pada kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti dan penutup yang sesuai dengan langkah- langkah kegiatan dan alokasi waktu.
misalnya menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulai pembelajaran dan diakhiri dengan menyanyikan lagu daerah.
akhir ditambahkan menyanyikan lagu daerah.
Sebelum Revisi
Sesudah Revisi
3. Langkah- langkah kegiatan pembelajara n dapat mengemban gkan 4 keterampilan dasar belajar
Untuk kegiatan kolaboratif masih belum terlihat, saran dari saya karena adanya pandemi bisa memanfaatkan whatsapp grup atau media lain sebagai sarana kolaborasi belajar siswa.
Memunculkan kegiatan kolaboratif pada peserta didik.
Sebelum Revisi
abad 21 4C
Laptop dan handphone bukan media, melainkan alat. Selain video, ada jg gambar.
Menuliskan bahwa media adalah video, gambar sedangkan alat adalah laptop dan handphone.
Sebelum Revisi
daring.
Sesudah Revisi
6.
Tanda baca dalam LKPD sesuai
Masih terdapat tanda baca yang kurang sesuai, seperti penggunaan tanda (!, :, dll).
Memperbaiki tanda baca agar sesuai.
Sebelum Revisi
Sesudah Revisi
7. Instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik
Pastikan ada kisi-kisi juga! Menambahkan kisi-kisi.
Sebelum Revisi
pedoman penskoran) secara lengkap.
Sesudah Revisi
2. Kualitas Produk
Pada penelitian ini produk divalidasi oleh 4 ahli, yaitu 2 dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 2 guru kelas V SD. Berikut tabel hasil validasi ahli terhadap perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2.
Tabel 4.3 Hasil Validasi Ahli terhadap Perangkat Pembelajaran Daring Tema 2 Subtema 2
pembelajaran 3,45 Sangat
Baik Keterangan: V1 = Dosen dari UPY
V2 = Dosen dari UMP V3 = Guru Kelas V V4 = Guru Kelas V
Berdasarkan tabel 4.3 hasil validasi ahli terhadap perangkat pembelajaran tema 2 subtema 2. Hasil validasi Prota dari 4 ahli yaitu ahli pertama memberi skor 3,5 atau 87,5% (sangat baik), ahli kedua 3 atau 75% (sangat baik), ahli ketiga 3,75 atau 93,75% (sangat baik), dan ahli keempat 3,5 atau 87,5% (sangat baik). Total rata-rata yang
diperoleh dari 4 validator ahli pada Program Tahunan (Prota) adalah 3,43 atau 85,75% (sangat baik).
Hasil validasi Prosem dari 4 ahli yaitu ahli pertama 3,3 atau 82,5% (sangat baik), ahli kedua 3,3 atau 82,5% (sangat baik), ahli ketiga 4 atau 100% (sangat baik), dan ahli keempat 3,3 atau 82,5%
(sangat baik). Total rata-rata yang diperoleh dari 4 validator ahli pada Program Semester (Prosem) adalah 3,47 atau 86,75% (sangat baik).
Hasil validasi silabus dari 4 ahli yaitu ahli pertama 3,3 atau 82,5% (sangat baik), ahli kedua 3,3 atau 82,5% (sangat baik), ahli ketiga 4 atau 100% (sangat baik), dan ahli keempat 3,3 atau 82,5%
(sangat baik). Total rata-rata yang diperoleh dari 4 validator ahli pada silabus adalah 3,47 atau 86,75% (sangat baik).
Hasil validasi RPP dari 4 ahli yaitu ahli pertama 3,27 atau 81,75% (sangat baik), ahli kedua 3,45 atau 86,25% (sangat baik), ahli ketiga 3,59 atau 89,75% (sangat baik), dan ahli keempat 3,45 atau 86,25% (sangat baik). Total rata-rata yang diperoleh dari 4 validator ahli pada RPP adalah 3,44 atau 86% (sangat baik).
Program tahunan memiliki rata-rata skor yaitu 3,43 atau 85,75%
(sangat baik). Program semester mempunyai rata-rata skor 3,47 atau 86,75% (sangat baik). Silabus memiliki rata-rata skor 3,47 atau 86,75% (sangat baik). RPP mempunyai rata-rata skor 3,44 atau 86%
(sangat baik).
Dari 4 hasil rata-rata skor program tahunan, program semester, silabus, dan RPP memiliki hasil rata-rata skor yaitu 3,45 atau 86,25%
(sangat baik).
Selain hasil validasi tersebut para ahli juga memberikan saran yang dijelaskan pada tabel 4.4 Saran hasil validasi ahli.
Tabel 4.4 Saran Hasil Validasi Ahli
No Vali-
Prosem Perlu ditambahkan satuan alokasi waktu.
RPP
Pada bagian media: laptop dan handphone bukan media, melainkan alat. Selain video ada juga gambar. Pada bagian evaluasi: pastikan ada kisi- kisi juga!
2. V2
Program Tahunan
Tabel ket. Nama bulan dan Minggu jangan di singkat.
RPP
Pada media: Laptop/ handphone
Masih terdapat tanda baca yang kurang sesuai, seperti penggunaan tanda (!, :, dll).
3. V3
Program Tahunan
Di bagian keterangan sebaiknya kata-kata tidak disingkat, tulis sesuai kaidah ejaan yang berlaku.
RPP
Pada langkah-langkah pembelajaran: untuk menumbuhkan sikap nasionalisme (PPK) sebaiknya ditambahkan menyanyikan lagu nasional misalnya menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulai pembelajaran dan diakhiri dengan menyanyikan lagu daerah.
Untuk kegiatan kolaboratif masih belum terlihat, saran dari saya karena adanya pandemi bisa memanfaatkan whatsapp grup atau media lain sebagai sarana kolaborasi belajar siswa.
4. V4 RPP Evaluasi pembelajaran: ditambahkan kisi-kisi.
Berdasarkan tabel 4.4 saran hasil validasi ahli memberikan komentar untuk memperbaiki produk perangkat pembelajaran daring tema 2 subtema 2.
Ahli pertama memberikan komentar pada Prosem perlu ditambahkan satuan alokasi waktu. Bagian RPP juga memberikan komentar yaitu media pembelajaran laptop dan handphone bukan media, melainkan alat. Selain video ada juga gambar. Bagian evaluasi pastikan ada kisi-kisi juga.
Ahli kedua memberikan komentar pada bagian Prota tabel keterangan nama bulan dan minggu jangan disingkat. Pada LKPD masih terdapat tanda baca yang kurang sesuai, seperti penggunaan tanda (!, :, dll).
Ahli ketiga memberikan komentar pada prota di bagian keterangan sebaiknya kata-kata tidak disingkat, tulis sesuai kaidah ejaan yang berlaku. Bagian RPP ahli ketiga juga memberikan komentar yaitu pada langkah-langkah pembelajaran: untuk menumbuhkan sikap nasionalisme (PPK) sebaiknya ditambahkan menyanyikan lagu nasional misalnya menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulai pembelajaran dan diakhiri dengan menyanyikan lagu daerah, untuk kegiatan kolaboratif masih belum terlihat, saran dari saya karena adanya pandemi bisa memanfaatkan whatsapp grup atau media lain sebagai sarana kolaborasi belajar siswa.
Ahli keempat memberikan komentar pada bagian RPP yaitu.
Evaluasi pembelajaran: ditambahkan kisi-kisi.
Dengan demikian peneliti ingin menyempurnakan produk dari hasil validasi para ahli sesuai dengan komentar maupun saran yang diberikan.
B. Pembahasan
Pembahasan ini difokuskan pada proses pengembangan dan kualitas produk dalam penelitian pengembangan ini.
1. Proses pengembangan
Penelitian ini telah dilaksanakan menurut desain Borg and Gall akan tetapi peneliti hanya melaksanakan lima dari sepuluh langkah Borg and Gall, karena tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk perangkat pembelajaran daring yang berkualitas, yang layak digunakan di SD tempat penelitian. Dari hasil validasi 3 dosen dan 2 guru dan saran-saran mereka (sampai dengan langkah 5) kiranya sudah cukup untuk mendapatkan produk yang berkualitas yang layak digunakan di SD tempat penelitian, sehingga tidak perlu sampai dengan tahap uji coba produk. Selain itu, apabila sampai dengan langkah kesepuluh maka akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Di samping itu produk yang dikembangkan bukan untuk dipublikasikan secara masal melainkan hanya untuk mendukung pembelajaran di kelas V SD N Bhaktikarya Yogyakarta sehingga tidak perlu melalui langkah enam sampai sepuluh.
Pembahasan atas lima langkah yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:
a. Langkah pertama yang telah dilakukan adalah potensi dan masalah berdasarkan fakta di lapangan dan wawancara dengan guru kelas.
Wawancara dilakukan berdasarkan sebelas pedoman wawancara yang telah peneliti buat. Data hasil wawancara digunakan untuk
mengembangkan produk perangkat pembelajaran daring. Langkah ini berjalan dengan baik dan lancar, guru memberikan waktu kepada peneliti untuk melakukan wawancara dan kooperatif dalam wawancara.
b. Langkah kedua adalah pengumpulan data. Pengumpulan data diperoleh dari sebagian hasil wawancara guru kelas V SD Negeri Bhaktikarya Yogyakarta selanjutnya peneliti melakukan observasi langsung perangkat pembelajaran daring yang telah dibuat oleh guru kelas dan mengkaji pustaka dari buku-buku referensi.
Langkah ini berjalan dengan maksimal, karena guru memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan wawancara, observasi langsung terhadap perangkat pembelajaran daring yang telah dibuat oleh guru dan peneliti mendapatkan berbagai buku referensi dari perpustakaan dan membeli di toko buku.
c. Langkah ketiga adalah desain produk. Hal pertama yang peneliti lakukan ialah mendesain cover perangkat pembelajaran daring kemudian menyusun prota, prosem, silabus dan RPP. Cover perangkat pembelajaran dibuat menggunakan aplikasi canva.
Setelah selesai membuat cover perangkat pembelajaran peneliti menyusun komponen perangkat pembelajaran. Dalam menyusun RPP peneliti harus mencari beberapa referensi untuk menyusun langkah-langkah pembelajaran. Peneliti juga berkomunikasi dengan guru kelas agar produk yang peneliti buat sesuai dengan
yang diharapkan oleh guru maupun peneliti. Langkah ini tidak begitu berjalan dengan baik, karena peneliti juga berkomunikasi dengan guru kelas yang tentunya ada perbedaan pendapat dalam membuat perangkat pembelajaran daring.
d. Langkah keempat adalah validasi desain. Perangkat pembelajaran daring pada penelitian ini divalidasi oleh 2 guru kelas V dan 2 dosen PGSD. Validasi dilakukan secara online dengan para validator untuk mengetahui kekurangan produk perangkat pembelajaran daring yang telah peneliti buat. Validasi berjalan dengan baik dan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Hasil yang diperoleh dari validasi perangkat pembelajaran daring dengan rata-rata 3,45 (sangat baik).
e. Langkah kelima yaitu perbaikan desain. Berdasarkan komentar maupun saran yang diperoleh dari validator kemudian peneliti melakukan perbaikan desain. Langkah ini berjalan dengan baik, karena sudah ada komentar maupun saran yang harus dilakukan peneliti untuk menyempurnakan produk.
Dari lima langkah menurut Borg & Gall dalam penelitian ini semuanya berjalan dengan baik sesuai apa yang peneliti rencanakan.
Kendalanya yaitu mencari ahli dosen sebagai validator perangkat pembelajaran. Hal ini disebabkan karena dosen membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan pembelajaran secara daring kepada mahasiswanya di masa pandemi.