• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

3. Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran merupakan suatu desain yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa. Di dalam model pembelajaran harus menunjukkan dengan jelas urutan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru maupun siswa. Diharapkan dengan penerapan model pembelajaran yang baik dalam kegiatan pembelajaran dapat menciptakan tujuan dan kompetensi dari hasil belajar yang lebih efektif dan efisien.22

Pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami materi pembelajaran. Siswa bekerja secara terarah pada tujuan belajar bersama kelompok kecil yang umumnya tediri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Pada hakikatnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok. Dalam pembelajaran ini akan tercipta sebuah interaksi yang lebih luas, yaitu interaksi dan komunikasi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru.23

Menurut Slavin pembelajaran kooperatif dilakukan secara berkelompok. Siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2-5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Selain itu model

22 Sofan Amri, Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, Jakarta, Prestasi Pustaka, 2013, hlm 7

23

Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013,Yogyakarta, Arruzz Media,2014, hlm 45

pembelajaran ini memperhatikan keberagaman anggota kelompok yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil sebagai wadah siswa untuk bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan dalam pengertian penguasaan materi pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. Selain itu model pembelajaran ini lebih mengarah ke pendekatan kontekstual yaitu dengan sistem belajar kelompok. Oleh karena itu pembelajaran ini adalah salah satu bentuk pembelajaran yang didasarkan pada paham konstruktivis.24

Adapun sintaks dalam pembelajaran kooperatif antara lain: 25 a. Guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotivasi siswa.

b. Guru menyajikan informasi pembelajaran melalui buku ataupun sumber yang lain.

c. Guru memberi pengarahan strategi kepada siswa dalam kerja kelompok

d. Guru mendampingi siswa untuk membentuk kelompok dengan struktur anggota yang heterogen.

e. Guru membimbing siswa pada saat bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok.

f. Siswa melakukan kegiatan presentasi hasil diskusi kelompok dan pelaporan. Adapun ciri-ciri pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivis antara lain:26

a. Mendorong peserta didik untuk mampu membangun pengetahuannya secara bersama-sama dalam kelompok

b. Mendorong menemukan dan mengkonstruksi materi yang sedang dipelajari melalui diskusi, eksperimen dan observasi

24 Saur Tampubolon, Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Pendidik

Keilmuan, Jakarta, Penerbit Erlangga, 2013, hlm 89.

25

Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta, Aswaja Presindo, 2014, hlm 162 26 Saur Tampubolon, op.cit, hlm 92

c. Menafsirkan secara bersama-sama untuk menemukan pengetahuan yang baru. d. Pengetahuan dibentuk bersama dalam kelompok berdasarkan pengalaman

belajar dan interaksinya dengan lingkungan di dalam kelompok belajar. e. Mendorong memunculkan berbagai sudut pandang terhadap materi atau

masalah yang sama untuk dikonstruksi pengetahuannya secara bersama f. Model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang inovatif.

Menurut Roger dan David Johnson ada lima unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut :27

a. Prinsip ketergantungan positif dimana penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing-masing anggota kelompok.

b. Keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing tanggung jawab anggota kelompoknya. Oleh karena itu setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut.

c. Interaksi tatap muka yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain.

d. Partisipasi dan komunikasi yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran.

e. Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Arends yang dikutip oleh Saur Tampubolon tujuan pertama dari pembelajaran kooperatif yaitu meningkatkan hasil akademik dengan meningkatkan kinerja siswa dalam berbagai tugas-tugasnya. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, ras, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud

27

Dr.Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berorientasi pada Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Penerbit Kencana, 2017, hlm 303-304.

antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.28

Kelebihan dari model pembelajaran kooperatif yaitu :29 a. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial

b. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan

c. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial

d. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen

e. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois

f. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa g. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia

h. Meningkatkan kesediaan dalam menggunakan ide orang lain yang dirasa lebih baik

i. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang kemampuan, jenis kelamin, etnis, kelas sosial, dan agama.

Kekurangan model pembelajaran kooperatif :30

a. Memerlukan periode waktu yang lama untuk menghasilkan kemandirian dan keterampilan peserta didik dalam melakukan kerja berbasis tim.

b. Peserta didik yang kurang mampu dalam belajar akan menjadi penghambat dalam tim karena mereka kurang mampu untuk beradaptasi dengan teman lain.

c. Apabila guru tidak dapat membagi kelompok kooperatif secara heterogen maka hasil pembelajaran tidak akan berimbang antara kelompok satu dengan yang lain.

Dokumen terkait