• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan prestasi belajar sejarah melalui model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peningkatan prestasi belajar sejarah melalui model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta"

Copied!
206
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah. Disusun Oleh : Meliana Ayu Sekarsari NIM :131314014. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah. Disusun Oleh : Meliana Ayu Sekarsari NIM :131314014. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : Keluarga besar, teman-teman yang terkasih, kedua orang tua saya ‘’Bapak Agus Widagdo dan Ibu Ari Ruswidyastuti’’ kedua adik saya ‘’Amanda Pandan Sari dan Bisma Pramudya Pratama’’ yang selalu mendoakan dan memberi dorongan kepada saya selama pengerjaan skripsi.. iv.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya (Q.S Al Baqarah: 286). v.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 31 Oktober 2017 Penulis,. Meliana Ayu Sekarsari. vi.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Meliana Ayu Sekarsari NIM. : 131314014. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : ‘’PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS X IPS I SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA’’ Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin kepada saya selama tetap menyantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan saya buat dengan sebenarnya.. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal, 31 Oktober 2017. Yang menyatakan,. Meliana Ayu Sekarsari. vii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA Meliana Ayu Sekarsari Universitas Sanata Dharma 2017 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar Sejarah siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta refleksi. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 24 siswa. Obyek penelitian ini adalah prestasi belajar dan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, tes dan wawancara. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan prestasi belajar Sejarah, aspek kognitif dan psikomotorik. Aspek kognitif dapat dilihat dari prestasi belajar Sejarah pada keadaan awal dengan rata-rata 70 menjadi 77,9 pada Siklus I. Kemudian pada Siklus II terjadi peningkatan kembali yang dapat dilihat dari ratarata Siklus I 77,9 naik menjadi 82. Dari segi KKM pada keadaan awal siswa yang mencapai KKM sebesar 54,16%, Siklus I siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan sebesar 75,00%, Siklus II siswa yang mencapai KKM meningkat kembali menjadi 91,67%. Aspek psikomotorik dapat dilihat dari kegiatan belajar siswa dan kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi. Pada kegiatan belajar siswa kriteria aktif di Siklus I mengalami peningkatan dari 54,16% menjadi 95,83% di Siklus II. Pada kriteria sangat aktif di Siklus I mengalami peningkatan dari 0% menjadi 4,16% di Siklus II. Pada kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kriteria aktif di Siklus I mengalami peningkatan dari 50% menjadi 79,16% di Siklus II. Pada kriteria sangat aktif di Siklus I mengalami peningkatan dari 0% menjadi 20,83% di Siklus II. Kata Kunci: Prestasi Belajar dan Picture and Picture. viii.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT IMPROVEMENT OF HISTORY LEARNING ACHIEVEMENT USING COOPERATIVE LEARNING MODEL PICTURE AND PICTURE TYPE WITH STUDENT CLASS 10th IPS 1 AT SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA Meliana Ayu Sekarsari Sanata Dharma University 2017 This research was conducted to describe improvement of student achievement in learning history with application of cooperative learning model of Picture and Picture type. The research method is Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc Taggart model in two cycles with four step which consisting of planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study are students of 10th class IPS 1 on SMA Negeri 10 Yogyakarta academic year of 2016/2017 with 24 students. The object of this research is learning achievement and cooperative learning model of Picture and Picture type. This research using some instrument like observation sheet, test and interview. Data were analysis using comparative descriptive with percentage. The result of the research shows that there is an increase of student achievement in learning history from cognitive aspec and psychomotoric. Cognitive aspec result increases in the begining state with average of 70 to 77,9 in cycle I. In the second cycle there is another increase that can be seen from the average cycle I from 77.9 to 82. From the aspect of KKM in the beginning state, students who reached the KKM are 54.16%, then in the first cycle students who reached the KKM increased to 75.00%, with the final act of cycle II students who reached KKM increased again to 91.67%. Psychomotoric aspect is shown from student learning activities and student ability in presenting the results of the discussion. On the student learning activities of active criteria cycle I there is an increased from 54,16% to 95,83% in cycle II. At the very active criteria cycle I there is an increased from 0% to 4,16% in cycle II. On the student ability in presenting the result of the discussion of active criteria in cycle I there is an increased from 50% to 79,16% in cycle II. At the very active criteria Cycle I there is an increase from 0% to 20,83 in Cycle II. Keywords: Learning Achievement and Picture and Picture. ix.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat dan karunianya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul ‘’Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Pada Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta’’. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Dalam penyusunan skripsi , penulis menyadari peran serta dan keterlibatan dari berbagai pihak dalam membantu kelancaran penyusunan tugas akhir ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo J.R M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberi bimbingan dan arahan kepada penulis selama masa studi. 4. Bapak Drs. Y.R Subakti M.Pd selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan memberi dukungan kepada penulis. 5. Ibu Dra. Theresia Sumini M.Pd selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberi dukungan kepada penulis. 6. Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Yogyakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 7. Bapak Drs. ACR Susbandaru selaku guru mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 10 Yogyakarta yang telah memberikan izin dan waktu kepada penulis untuk melakukan penelitian x.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 8. Seluruh siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017 yang telah bekerjasama demi kelancaran penelitian. 9. Kedua orang tua, adik serta keluarga besar yang telah memberi dukungan, semangat dan doa kepada penulis dalam pengerjaan skripsi. Penulis masih menyadari adanya kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak demi menyempurnakan tugas akhir ini. Penulis berharap skripsi yang telah disusun berguna bagi semua pihak yang membaca. Yogyakarta, 31 Oktober 2017 Penulis,. Meliana Ayu Sekarsari. xi.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................ i. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................. ii. HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. iii. HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................................... iv. MOTTO................................................................................................................ v. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.............................................................. vi. LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH............................ vii. ABSTRAK........................................................................................................... viii. ABSTRACT......................................................................................................... ix. KATA PENGANTAR......................................................................................... x. DAFTAR ISI........................................................................................................ xii. DAFTAR GAMBAR........................................................................................... xvi. DAFTAR TABEL............................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xix. BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1. A. Latar Belakang.............................................................................................. 1. B. Identifikasi Masalah...................................................................................... 6. C. Batasan Masalah........................................................................................... 7. D. Rumusan Masalah......................................................................................... 7. E. Tujuan Penelitian.......................................................................................... 7. F. Manfaat Penelitian........................................................................................ 8. BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................. 9. A. Kajian Teori.................................................................................................. 9. 1. Pengertian Belajar.................................................................................. 9. 2. Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah....................................... 12. 3. Model Pembelajaran Kooperatif............................................................ 15. 4. Pengertian Sejarah.................................................................................. 18. xii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Pembelajaran Sejarah............................................................................ 20. 6. Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran Sejarah................................ 22. 7. Prestasi Belajar...................................................................................... 24. 8. Model Pembelajaran Picture and Picture............................................. 26. 9. Materi Pembelajaran.............................................................................. 28. B. Penelitian yang Relevan................................................................................ 30. C. Kerangka Berpikir......................................................................................... 32. D. Hipotesis....................................................................................................... 33. BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 34. A. Jenis Penelitian............................................................................................. 34. B. Setting Penelitian.......................................................................................... 34. 1. Tempat Penelitian.................................................................................. 34. 2. Subyek Penelitian.................................................................................. 35. C. Obyek Penelitian........................................................................................... 35. D. Waktu Penelitian........................................................................................... 35. E. Definisi Operasional Variabel...................................................................... 35. F. Desain Penelitian.......................................................................................... 37. G. Variabel-Variabel Penelitian......................................................................... 37. H. Metode Pengumpulan Data.......................................................................... 38. 1. Observasi............................................................................................... 38. 2. Tes.......................................................................................................... 38. 3. Wawancara............................................................................................ 38. I. Instrumen Pengumpulan Data...................................................................... 38. 1. Tes.......................................................................................................... 38. 2. Non Tes.................................................................................................. 39. 3. Wawancara............................................................................................ 39. 4. Observasi............................................................................................... 39. xiii.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. J. Validitas dan Reliabilitas............................................................................. 40. K. Teknik Analisis Data................................................................................... 44. L. Prosedur Penelitian...................................................................................... 49. 1. Pra Siklus.............................................................................................. 49. 2. Siklus I.................................................................................................. 50. 3. Siklus II................................................................................................. 52. M. Indikator Keberhasilan................................................................................. 53. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................... 54. A. Hasil Penelitian............................................................................................ 54. 1. Kondisi Awal Pembelajaran Sejarah.................................................... 54. 2. Kondisi Awal Prestasi Belajar Sejarah................................................. 57. 3. Siklus I.................................................................................................. 60. a. Perencanaan Tindakan.................................................................... 60. b. Pelaksanaan Tindakan.................................................................... 61. c. Observasi Kegiatan Belajar............................................................ 64. d. Refleksi Siklus I.............................................................................. 73. 4. Siklus II................................................................................................. 75. a. Perencanaan Tindakan.................................................................... 75. b. Pelaksanaan Tindakan.................................................................... 76. c. Observasi Kegiatan Belajar............................................................ 77. d. Refleksi Siklus II............................................................................ 85. 5. Komparasi Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar................................ 87. a. Komparasi Kegiatan Belajar Siklus I dan Siklus II........................ 88. b. Komparasi Prestasi Belajar Pra Siklus dan Siklus I....................... 91. c. Komparasi Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II.......................... 93. xiv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Pembahasan.................................................................................................. 95. 1. Kegiatan Belajar Sejarah Siswa............................................................. 95. 2. Prestasi Belajar Sejarah.......................................................................... 97. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 100. A. Kesimpulan.................................................................................................. 100 B. Saran............................................................................................................. 101. 1. Bagi Sekolah.......................................................................................... 101 2. Bagi Guru............................................................................................... 102. 3. Bagi Siswa.............................................................................................. 102. 4. Bagi Peneliti Berikutnya........................................................................ 102. DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 103 LAMPIRAN....................................................................................................... xv. 108.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar I :. Kerangka Berpikir.............................................................. 33. Gambar II :. Desain Penelitian............................................................... 37. Gambar III :. Grafik Kondisi Awal Prestasi Belajar................................ 60. Gambar IV :. Grafik Pengamatan Kooperatif Siklus I............................. 67. Gambar V :. Grafik Pengamatan Presentasi Siklus I.............................. 70. Gambar VI :. Grafik Persentase Prestasi Belajar Siklus I........................ 72. Gambar VII :. Grafik Pengamatan Kooperatif Siklus II............................ 80. Gambar VIII:. Grafik Pengamatan Presentasi Siklus II............................. 82. Gambar IX :. Grafik Persentase Prestasi Belajar Siklus II....................... 85. Gambar X :. Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siklus I dan Siklus II.............................................................................. 89. Gambar XI :. Grafik Komparasi Pengamatan Presentasi Siklus I dan Siklus II.............................................................................. 90. Gambar XII :. Grafik Komparasi Prestasi Belajar Pra Siklus dan Siklus I.......................................................................................... 92. Gambar XIII:. Grafik Komparasi Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II......................................................................................... 94. xvi.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel 1 :. Patokan Acuan Penilaian (PAP I)............................................. 45. Tabel 2 :. Analisis Tingkat Prestasi Belajar Siswa................................... 46. Tabel 3 :. Lembar Pengamatan Kooperatif............................................... 47. Tabel 4 :. Lembar Pengamatan Presentasi................................................ 48. Tabel 5 :. Indikator Keberhasilan............................................................. 53. Tabel 6 :. Pengamatan On Task................................................................ 55. Tabel 7 :. Pengamatan Off Task.............................................................. 56. Tabel 8 :. Hasil Perolehan Pra Siklus....................................................... 57. Tabel 9 :. Frekuensi Keadaan Awal Prestasi Belajar................................ 59. Tabel 10 :. Hasil Pengamatan Kooperatif Siklus I..................................... 65. Tabel 11 :. Kriteria Rentang Skor Pengamatan Kooperatif Siklus I................................................................................................. 67. Tabel 12 :. Hasil Pengamatan Presentasi Siklus I...................................... 68. Tabel 13 :. Kriteria Rentang Skor Pengamatan Presentasi Siklus I................................................................................................. 69. Tabel 14 :. Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus I...................................... 70. Tabel 15 :. Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus I.............................. 72. Tabel 16 :. Hasil Pengamatan Kooperatif Siklus II.................................... 78. Tabel 17 :. Kriteria Rentang Skor Pengamatan Kooperatif Siklus II................................................................................................ 79. Tabel 18 :. Hasil Pengamatan Presentasi Siklus II..................................... 80. Tabel 19 :. Kriteria Rentang Skor Pengamatan Presentasi Siklus II................................................................................................ 82. Tabel 20 :. Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus II..................................... 83. Tabel 21 :. Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus II............................. 84. Tabel 22 :. Komparasi Pengamatan Kooperatif Siklus I dan Siklus II................................................................................................ 88. Tabel 23 :. Komparasi Pengamatan Presentasi Siklus I dan Siklus II................................................................................................ 89. xvii.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 24 :. Komparasi Prestasi Belajar Pra Siklus dan Siklus I.......................................................................................... 91. Tabel 25 :. Komparasi Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II......................................................................................... 93. xviii.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1 :. Surat Izin Penelitian dari Universitas............................. 109. Lampiran 2 :. Surat Izin Penelitian KESBANGPOL........................... 110. Lampiran 3 :. Surat Izin Penelitian DISDIKPORA............................. 111. Lampiran 4 :. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah....................... 112. Lampiran 5 :. Jadwal Penelitian............................................................ 113. Lampiran 6 :. Silabus............................................................................. 114. Lampiran 7 :. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I.................. 121. Lampiran 8 :. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II................ 131. Lampiran 9 :. Lembar Wawancara Guru............................................... 141. Lampiran 10:. Lembar Wawancara Siswa.............................................. 142. Lampiran 11:. Lembar On Task dan Off Task........................................ 143. Lampiran 12:. Lembar Pengamatan Kooperatif..................................... 144. Lampiran 13:. Kisi-Kisi Pre Test............................................................ 145. Lampiran 14:. Kisi- Kisi Ulangan Harian.............................................. 149. Lampiran 15:. Soal Pre Test................................................................... 154. Lampiran 16:. Soal Ulangan Harian....................................................... 160. Lampiran 17:. Validitas Prestasi Pilihan Ganda..................................... 168. Lampiran 18:. Validitas Prestasi Uraian................................................. 171. Lampiran 19:. Reliabilitas Prestasi Pilihan Ganda................................. 174. Lampiran 20:. Reliabilitas Prestasi Uraian............................................. 178. Lampiran 21:. Lembar Diskusi Kelompok............................................. 180. Lampiran 22:. Lembar Jawab Ulangan Harian....................................... 181. Lampiran 23:. Presensi Kehadiran Siswa............................................... 182. Lampiran 24:. Daftar Nilai Siswa........................................................... 183. Lampiran 25:. Foto-Foto Penelitian....................................................... 184. xix.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai posisi yang sangat strategis dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia. Posisi yang strategis tersebut dapat tercapai bila pendidikan yang dilaksanakan mempunyai sebuah bobot dan kualitas. Pendidikan berfungsi sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan membentuk watak pribadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa itu sendiri. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan atas segala komponen pendidikan. Komponen yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan meliputi sekolah, media, sarana prasarana, guru, siswa, dan model pengajaran yang tepat. Semua unsur tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan.1 Guru adalah unsur yang sangat menentukan dalam implementasi suatu kegiatan pembelajaran. Keberhasilan implementasi suatu strategi pembelajaran bergantung pada kepandaian guru dalam menggunakan metode, teknik dan taktik dalam pembelajaran. Selain guru, siswa juga turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran yang dapat dilihat dari aspek latar belakang siswa dan sifat yang dimiliki siswa. Tidak dapat dipungkiri setiap siswa pasti memiliki kemampuan yang berbeda yang dapat dikelompokkan pada siswa berkemampuan tinggi,. 1. Moh. Suardi, Pengantar Pendidikan Teori dan Aplikasi, Jakarta, Rineka Cipta ,2012, hlm 3. 1.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. sedang dan rendah.2 Sarana dan prasarana juga mendukung kelancaran proses pembelajaran misalnya media, alat-alat pembelajaran dan perlengkapan sekolah. Media dan alat pembelajaran merupakan sarana penunjang untuk memudahkan kinerja guru ketika sedang mengajar. Dengan adanya kemajuan teknologi telah berkembang berbagai media pembelajaran yang memungkinkan guru dan siswa untuk saling belajar dan mencari informasi dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan media apapun. Model pembelajaran yang bervariatif dan menarik turut serta dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran. Di dalam kurikulum 2013 telah berkembang berbagai model pembelajaran yang menarik. Guru dapat memanfaatkan berbagai model pembelajaran tersebut dan tentunya harus pandai memilih dengan tepat sesuai kondisi pembelajaran yang ada di setiap kelas sesuai kebutuhan siswa. Komponen-komponen tersebut tentunya harus diperhatikan dan saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Untuk itu diharapkan komponen tersebut serta merta terlaksana dengan baik di setiap jenjang pendidikan.3 Sekolah adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Keberadaan sekolah mampu memengaruhi aspek individual dan sosial peserta didik dimana dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk perkembangan pribadi anak secara optimal serta siswa dapat terdidik agar mampu mengabdikan maupun menyesuaikan diri dengan masyarakat4. Pendidikan yang diterapkan di sekolah memiliki peranan yang penting sebagai pusat dari segala 2. Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta, Kencana Prenada Media Group, 2010, hlm 197-200 3 Ibid, hlm 200-201 4 Teguh Triwiyanto,Pengantar Pendidikan, Jakarta, Penerbit Bumi Aksara, 2014. hlm 75-76.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. kegiatan proses belajar mengajar. Salah satu pendidikan formal yang berada di Indonesia yaitu SMA Negeri 10 Yogyakarta yang terletak di Jalan Gadean No 5 Ngupasan Gondomanan Yogyakarta. Pada awalnya, SMA Negeri 10 Yogyakarta merupakan instansi pendidikan yang berdiri di Kota Yogyakarta pada tanggal 1 September 1952 atas prakarsa Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Jurusan Pedagogik. Dahulu SMA Negeri 10 Yogyakarta berdiri dengan nama SMA ABC. Pada tanggal 21 September 1971 berganti nama menjadi SMA Pembangunan. Pada akhirnya tanggal 1 Februari 1987 sekolah tersebut resmi menggunakan nama SMA Negeri 10 Yogyakarta hingga saat ini. Sekolah tersebut di lengkapi dengan sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses pembelajaran. Selain itu sekolah tersebut juga memiliki berbagai prestasi yang gemilang baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dalam bidang akademik prestasi tersebut meliputi Juara I menulis KIR tingkat nasional, Juara I Lomba Bahasa Inggris tingkat Propinsi, Juara I Listening Bahasa Inggris, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Propinsi. Dalam bidang non akademik prestasi tersebut meliputi Juara II Lomba Sepak Bola tingkat Kotamadya, Juara Harapan I Lomba Basket tingkat Kotamadya, Juara III Taekwondo tingkat Propinsi, Juara I Kompetisi Futsal dan berbagai prestasi gemilang lainnya. Dibalik sarana dan prasarana yang mendukung serta berbagai prestasi akademik dan non akademik yang gemilang terdapat beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan di SMA Negeri 10 Yogyakarta. Beberapa hal tersebut terlihat ketika peneliti melakukan observasi kegiatan pembelajaran Sejarah kelas X IPS 1..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Pada saat guru sedang menyampaikan materi tentang Proses Masuknya Islam dan Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia, pembelajaran menggunakan sistem satu arah dimana guru hanya menjelaskan dan sekaligus menjadi pusat pengetahuan. Guru selama mengajar tidak menggunakan media pembelajaran seperti laptop dan tidak menayangkan powerpoint tetapi hanya memanfaatkan metode ceramah dan mencatat. Guru tidak menyajikan gambar-gambar menarik yang berkaitan dengan materi. Kemudian guru tidak menggunakan model pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran terpaku pada kegiatan mencatat dan merangkum tentang materi yang disampaikan. Ketika sesi tanya jawab hanya beberapa siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan yang telah diajukan oleh guru dan siswa yang lain pasif kurang tanggap saat diberi pertanyaan. Pada saat guru menyampaikan materi beberapa siswa kurang memperhatikan dan tidak fokus. Mereka terlihat sibuk sendiri dengan kegiatannya yaitu berbicara dengan teman sebangku dan bermain hp. Selain itu siswa cenderung mengabaikan pelajaran sejarah dikarenakan tidak masuk dalam Ujian Nasional. Guru tidak melakukan kegiatan evaluasi di akhir pembelajaran sehingga guru tidak mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa dari materi yang telah. dijelaskan.. Dari. beberapa. permasalahan. tersebut. tentunya. dapat. mempengaruhi prestasi belajar sejarah mereka yang pada akhirnya menjadi rendah. Untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut peneliti mengusulkan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture. Model kooperatif tipe Picture and Picture ini adalah pembelajaran kooperatif.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. yang mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan serta berpartisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Di dalam penyajian materi peneliti menggunakan gambar yang menarik berupa puzzle dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan yang runtut. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar yang menjadi media utama dalam proses pembelajaran. Gambar sangat penting digunakan untuk memperjelas suatu hal. Melalui gambar, siswa mengetahui hal-hal yang belum pernah diketahuinya.5 Diharapkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Tipe Picture and Picture pada pelajaran sejarah, siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta menjadi lebih aktif dan lebih tergugah untuk mengikuti pelajaran yang pada akhirnya mampu meningkatkan prestasi belajar Sejarah siswa. Model pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture ini telah berhasil diterapkan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang telah dilakukan oleh Maksima Amerta di kelas X C SMA Negeri 1 Mlati Tahun ajaran 2013/2014 pada materi ‘’Asal Usul Persebaran Manusia di Indonesia’’ menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar sejarah siswa dari segi nilai rata-rata dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata sebesar 71,3 pada keadaan awal meningkat menjadi 77,3 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 95,53 pada siklus II. Dari segi KKM 9 siswa (29%) yang mencapai KKM pada keadaan awal, meningkat menjadi 20 siswa (62%) pada siklus I dan 32 siswa (100%) pada siklus II. Peningkatan prestasi yang terjadi pada siklus I dari segi nilai rata-rata mencapai 77,3 dan pada segi KKM mencapai 33% dari pra siklus. 5. Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, Yogyakarta, Arruzz Media, 2014 , hlm 123.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Peningkatan prestasi yang terjadi pada siklus II dari segi nilai rata-rata mencapai 95,53 dan pada segi KKM mencapai 38% dari siklus I. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan prestasi belajar Sejarah, memperbaiki pengajaran di kelas dan membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menarik.6 Berdasarkan latar belakang di atas penulis melakukan penelitian untuk menindak lanjuti permasalahan terkait dengan rendahnya prestasi belajar Sejarah siswa yang berjudul ‘’Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Pada Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta’’. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan informasi tentang peningkatan prestasi belajar Sejarah siswa.. B. Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah di atas maka dapat di identifikasikan permasalahan sebagai berikut : 1. Guru tidak memanfaatkan media pembelajaran seperti laptop dan powerpoint tetapi hanya menerapkan model ceramah dan mencatat. 2. Pembelajaran Sejarah yang terfokus pada satu arah yang menjadikan siswa pasif. 3. Guru menggunakan model pembelajaran yang kurang inovatif. 4. Guru tidak menyajikan gambar-gambar menarik yang terkait dengan materi selama mengajar. 6. Maksima Amerta, Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Penerapan Model Picture and Picture pada siswa XC SMA Negeri 1 Mlati Tahun Ajaran 2013/2014, Tidak diterbitkan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta..

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. 5. Peserta didik kurang tanggap dan kurang memperhatikan ketika guru mengajukan pertanyaan dan menjelaskan materi. 6. Guru tidak melakukan evaluasi di akhir pembelajaran. 7. Mata pelajaran Sejarah tidak masuk dalam Ujian Nasional. 8.. Rendahnya prestasi belajar Sejarah siswa.. C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini peneliti membatasi permasalahan pada peningkatan prestasi belajar Sejarah siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture.. D. Rumusan Masalah Dari identifikasi permasalahan di atas dapat ditentukan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture dapat meningkatkan prestasi belajar Sejarah siswa di kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta ?. E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar Sejarah siswa di kelas X IPS 1 SMA Negeri 10 Yogyakarta dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture..

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. F. Manfaat penelitian Manfaat dari penelitian ini antara lain: 1. Bagi Sekolah. Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi dalam memperbaiki pembelajaran di dalam kelas dan peningkatan kualitas sekolah. 2. Bagi Guru. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada guru agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dan inovatif. Selain itu, guru lebih mudah mengetahui cara belajar siswa dan memberikan bantuan jika siswa menemui kesulitan . 3. Bagi Siswa. Dalam hal ini, siswa terlibat langsung dalam pembelajaran supaya mampu meningkatkan prestasi belajar Sejarah siswa. Selain itu merupakan moment dan kesempatan yang berharga karena mendapat pengalaman dengan menerapkan pembelajaran yang baru. 4. Bagi Peneliti. Dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan diri dan berlatih sebagai guru profesional dan dapat dijadikan sebagai referensi dalam penyusunan rencana dan melaksanakan pembelajaran menggunakan metode dan model yang sesuai..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Kajian Teori 1.. Pengertian Belajar Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki. arti yaitu ‘’berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu’’. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Disini usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.7 Belajar merupakan sebuah manifestasi diri untuk dapat mengenal sesuatu yang sedang dibaca dan dipelajari secara lebih mendalam dan serius sehingga ada sesuatu yang substansial yang bisa diperoleh. Dalam kegiatan belajar ada sebuah proses berpikir kritis yang sedang dilakukan dengan serius dan tegas. Belajar mampu menemukan makna baru yang akan didapatkan dengan sedemikian rupa. Belajar tidak semata-mata dilakukan untuk mendapatkan hal yang baru melainkan sebuah kegiatan dinamis dan progresif yang dapat memunculkan cara pikir dan pandang yang berbeda.8 Menurut W.H. Burton yang dikutip oleh Eveline Siregar menjelaskan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya 7 8. Baharudin, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta, Arruzz Media, 2015, hlm 15 Muh Yamin, Teori dan Metode Pembelajaran, Malang, Penerbit Madani, 2015, hlm 6. 9.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. interaksi antara individu dengan individu serta individu dengan lingkungannya sehinggga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sementara Ernest R.Hilgrad yang dikutip oleh Eveline Siregar menjelaskan belajar adalah sebagai suatu proses perubahan kegiatan dan reaksi terhadap lingkungan.9 Dalam pandangan psikologis, ada 3 pandangan dalam belajar. Pertama pandangan yang berasal dari aliran psikologis behavioristik. Pandangan ini menjelaskan bahwa belajar dilaksanakan dengan kontrol instrument dari lingkungan. Kedua, pandangan yang berasal dari aliran psikologi konstruktivis dimana belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa dan mampu menemukan sendiri segala sesuatunya tanpa campur tangan dari guru. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif dimana belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan.10 Menurut Gagne yang dikutip oleh Eveline Siregar mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan atau direncanakan. Pengalaman yang diperoleh individu dalam interaksinya dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relatif menetap. Dari berbagai perspektif tentang pengertian belajar maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu. 9. Eveline Siregar, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Ghalia Indonesia, 2010, hlm 4 Ali Imron, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Pustaka Jaya, 1996, hlm 3-4. 10.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang relatif konstan. 11 Belajar memiliki tujuan agar manusia mampu memberikan perbedaan dan pembedaan diri terhadap yang lain. Akan ada perbedaan mendasar yang terjadi antara yang belajar dan yang tidak belajar. Manusia yang belajar akan memiliki cara pandang yang jernih, rasional, sekaligus kritis dalam membaca persoalan hidup. Sedangkan manusia yang tidak belajar akan menerima dan beranggapan bahwa kenyataan hidup ini tidak dinamis dan selalu menetap. Belajar menuntun manusia untuk berevolusi ke arah yang lebih baik serta memberikan sebuah makna yang berguna bagi setiap orang dalam menjalani hidup.12 Aspek-aspek yang terkandung dalam belajar antara lain:13 a. b. c. d. e. f.. Bertambahnya jumlah pengetahuan Adanya kemampuan mengingat dan mereproduksi Ada penerapan pengetahuan Menyimpulkan makna Menafsirkan dan mengaitkanya dengan realitas Adanya perubahan sebagai pribadi. Ciri- ciri belajar antara lain :14 a.. b. c. d. e. 11. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku tersebut bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun nilai dan sikap (afektif) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja, melainkan menetap atau dapat disimpan. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.. Ibid, hlm 4 Muh Yamin, op.cit, hlm 13-14 13 Eveline Siregar, op.cit, hlm 5 14 Ibid, hlm 6 12.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. f.. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.. 2.. Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah Konstruktivisme merupakan cabang filsafat pengetahuan yang menekankan. bahwa pengetahuan bersumber dari dalam diri sendiri. Menurut Von Glasersfeld pengetahuan bukanlah wujud dari dunia kenyataan yang ada melainkan terbentuk dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui suatu kegiatan yang telah dilakukan seseorang. Pengetahuan merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksi berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri.15 Prinsip-prinsip yang digunakan dalam konstruktivisme yaitu pengetahuan dibangun oleh siswa secara aktif, tekanan dalam proses belajar terletak pada siswa, mengajar adalah membantu siswa belajar, tekanan dalam proses belajar lebih pada proses bukan hasil akhir, dan guru adalah fasilitator. Guru menerapkan paham konstruktivisme untuk menyusun metode mengajar yang lebih menekankan keaktifan siswa ketika belajar sendiri maupun secara berkelompok. Guru harus mampu memberikan kegiatan dan aktivitas siswa yang dapat merangsang murid untuk berpikir dan diberi kebebasan mengungkapkan pemikiran mereka.16 Konstruktivisme dalam belajar merupakan pendekatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna terhadap apa yang telah. 15. Paul Suparno, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Yogyakarta, Penerbit Kanisius 1997, hlm 18. 16 Ibid, hlm 73.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. dipelajarinya dengan membangun hubungan secara internal atau keterkaitan antara ide-ide dengan fakta yang telah diajarkan.17 Konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi yang kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan itu tidak lagi sesuai. Siswa harus benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan yaitu dengan bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Prinsip yang paling penting dalam hal ini yaitu guru tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri dan mengajarkan kepada siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.18 Ciri-ciri pembelajaran yang berpaham konstruktivistis diantaranya adalah sebagai berikut :19 a. Memberi peluang kepada pembelajar untuk membina pengetahuan baru melalui keterlibatannya dalam dunia sebenarnya b. Mendorong ide-ide pembelajar sebagai panduan dalam merancang pengetahuan c. Mendukung pembelajaran secara kooperatif d. Mendorong dan menerima usaha dan hasil yang diperoleh pembelajar e. Mendorong pembelajar mau bertanya dan berdialog dengan guru f. Menganggap pembelajaran sebagai suatu proses yang sama penting dengan hasil pembelajaran g. Mendorong proses inkuiri pembelajar melalui kajian dan eksperimen 17. Eveline Siregar,op.cit, hlm 163-165 Trianto Ibnu Badar Al Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, Jakarta, Prenada Media Group, 2014, hlm 29-30 19 M. Thobroni, Belajar dan Pembelajaran,Yogyakarta, Penerbit Ar Ruzz Media, 2015, hlm 92 18.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Dalam pembelajaran sejarah pendekatan konstruktivisme memungkinkan peserta didik melakukan dialog kritis dengan subyek pembelajar, menggali informasi sebanyak mungkin dari berbagai sumber untuk melakukan klasifikasi dan prediksi serta menganalisis masalah-masalah sejarah termasuk masalah sosial yang dihadapi. Melalui pendekatan konstruktivis pengalaman masa lalu masyarakat. dapat. dianalisis. dan ditarik hubungannya dengan. masalah. kontemporer. Peserta didik dapat memanfaatkan pengalaman belajar sebelumnya untuk. mengkonstruksi. pengalaman. yang. baru,. menguji. cobanya. dan. mengubahnya, serta menarik hubungan antara pengalaman masa lalu dengan kenyataan sosial sehari-hari.20 Ciri-ciri pembelajaran sejarah secara konstruktivis yaitu :21 a. b.. c.. d. e.. f.. 20. Siswa terlibat secara aktif dalam belajarnya. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengusulkan suatu masalah dan beargumentasi. . Siswa belajar materi sejarah secara bermakna dalam bekerja dan berpikir. Agar siswa dapat memberi makna tentang materi sejarah maka materi harus diangkat dari kehidupan sehari-hari dan dihubungkan dengan fakta sejarah yang terjadi. Melalui pemberian masalah maka diharapkan siswa mampu belajar memahami, menerapkan dan kemudian mampu bersikap terhadap hasil analisis permasalahan. Informasi baru harus dikaitkan dengan informasi lain sehingga siswa dapat mendapat informasi yang utuh dan komprehensif. Orientasi pembelajaran harus menimbulkan rangsangan pada siswa agar dapat menghubungkan berbagai informasi yang diterima dan mengendap dalam pikirannya. Orientasi pada pemecahan masalah yang dikaji oleh siswa adalah permasalahan masa kini yang harus dicari kausalitasnya dengan masa lalu.. Dr Aman, Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta, Penerbit Ombak, 2011, hlm 109 Y.R Subakti, Paradigma Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme, https:// www.usd.ac.id/ lembaga/ lppm/f 1l3/ Jurnal%20 Historia % 20Vitae/ vol24no 1april2010/ PARADIGMA%20 PEMBELAJARAN%20 SEJARAH%20YR%20Subakti.pdf (diunduh pada hari Selasa, tanggal 11 April 2017 Pukul 14.00 WIB). 21.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. 3.. Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran merupakan suatu desain yang menggambarkan proses. rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa. Di dalam model pembelajaran harus menunjukkan dengan jelas urutan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru maupun siswa. Diharapkan dengan penerapan model pembelajaran yang baik dalam kegiatan pembelajaran dapat menciptakan tujuan dan kompetensi dari hasil belajar yang lebih efektif dan efisien.22 Pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami materi pembelajaran. Siswa bekerja secara terarah pada tujuan belajar bersama kelompok kecil yang umumnya tediri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Pada hakikatnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok. Dalam pembelajaran ini akan tercipta sebuah interaksi yang lebih luas, yaitu interaksi dan komunikasi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru.23 Menurut Slavin pembelajaran kooperatif dilakukan secara berkelompok. Siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2-5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Selain itu model 22. Sofan Amri, Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, Jakarta, Prestasi Pustaka, 2013, hlm 7 23 Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013,Yogyakarta, Arruzz Media,2014, hlm 45.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. pembelajaran ini memperhatikan keberagaman anggota kelompok yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil sebagai wadah siswa untuk bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan dalam pengertian penguasaan materi pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. Selain itu model pembelajaran ini lebih mengarah ke pendekatan kontekstual yaitu dengan sistem belajar kelompok. Oleh karena itu pembelajaran ini adalah salah satu bentuk pembelajaran yang didasarkan pada paham konstruktivis.24 Adapun sintaks dalam pembelajaran kooperatif antara lain: 25 a. Guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotivasi siswa. b. Guru menyajikan informasi pembelajaran melalui buku ataupun sumber yang lain. c. Guru memberi pengarahan strategi kepada siswa dalam kerja kelompok d. Guru mendampingi siswa untuk membentuk kelompok dengan struktur anggota yang heterogen. e. Guru membimbing siswa pada saat bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok. f. Siswa melakukan kegiatan presentasi hasil diskusi kelompok dan pelaporan. Adapun ciri-ciri pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivis antara lain:26 a. b. 24. Mendorong peserta didik untuk mampu membangun pengetahuannya secara bersama-sama dalam kelompok Mendorong menemukan dan mengkonstruksi materi yang sedang dipelajari melalui diskusi, eksperimen dan observasi. Saur Tampubolon, Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Pendidik Keilmuan, Jakarta, Penerbit Erlangga, 2013, hlm 89. 25 Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta, Aswaja Presindo, 2014, hlm 162 26 Saur Tampubolon, op.cit, hlm 92.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. c. d. e. f.. Menafsirkan secara bersama-sama untuk menemukan pengetahuan yang baru. Pengetahuan dibentuk bersama dalam kelompok berdasarkan pengalaman belajar dan interaksinya dengan lingkungan di dalam kelompok belajar. Mendorong memunculkan berbagai sudut pandang terhadap materi atau masalah yang sama untuk dikonstruksi pengetahuannya secara bersama Model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang inovatif. Menurut Roger dan David Johnson ada lima unsur dasar dalam. pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut :27 a. Prinsip ketergantungan positif dimana penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing-masing anggota kelompok. b. Keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing tanggung jawab anggota kelompoknya. Oleh karena itu setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut. c. Interaksi tatap muka yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain. d. Partisipasi dan komunikasi yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran. e. Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Arends yang dikutip oleh Saur Tampubolon tujuan pertama dari pembelajaran kooperatif yaitu meningkatkan hasil akademik dengan meningkatkan kinerja siswa dalam berbagai tugas-tugasnya. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, ras, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud 27. Dr.Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berorientasi pada Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Penerbit Kencana, 2017, hlm 303-304..

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.28 Kelebihan dari model pembelajaran kooperatif yaitu :29 a. b. c. d. e. f. g. h. i.. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia Meningkatkan kesediaan dalam menggunakan ide orang lain yang dirasa lebih baik Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang kemampuan, jenis kelamin, etnis, kelas sosial, dan agama.. Kekurangan model pembelajaran kooperatif :30 a. b.. c.. 4.. Memerlukan periode waktu yang lama untuk menghasilkan kemandirian dan keterampilan peserta didik dalam melakukan kerja berbasis tim. Peserta didik yang kurang mampu dalam belajar akan menjadi penghambat dalam tim karena mereka kurang mampu untuk beradaptasi dengan teman lain. Apabila guru tidak dapat membagi kelompok kooperatif secara heterogen maka hasil pembelajaran tidak akan berimbang antara kelompok satu dengan yang lain.. Pengertian Sejarah Sejarah diadopsi dari bahasa Arab yaitu Syajarah yang berarti pohon. kehidupan. Maksud dari hal ini yaitu segala hal mengenai kehidupan memiliki. 28. Saur Tampubolon, op.cit , hlm 90. Sugiyanto, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Penerbit Yama Pustaka, Surakarta, 2009, hlm 43-44 30 Ali Mudlofir & Evi Fatimatur Rusydiyah, Desain Pembelajaran Inovatif, Jakarta, Penerbit Grafindo Persada, 2016, hlm 90 29.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. ‘’pohon’’ yakni masa lalu itu sendiri. Sebagai pohon, Sejarah adalah awal dari segalanya yang menjadi realitas masa kini. 31 Sejarah dalam kamus besar Bahasa Indonesia mengandung tiga makna yaitu kesusastraan lama (silsilah, asal usul), kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu dan ilmu, pengetahuan, cerita, pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau disebut juga dengan riwayat.32 Sejarah merupakan suatu proses perjuangan manusia dalam mencapai gambaran tentang segala aktivitasnya yang disusun secara ilmiah dengan memperhatikan ukuran waktu, tafsiran, dan analisis kritis sehingga mudah dipahami dan dimengerti. Sejarah mampu memberikan gambaran dan tindakan maupun perbuatan manusia dengan segala perubahannya. Selain itu sejarah mampu menjadikan manusia menjadi lebih bijak dalam menentukan keputusankeputusan dalam kehidupannya. Sejarah bukan semata-mata menjadi suatu gambaran pada masa lampau tetapi juga menjadi cermin di masa mendatang.33 Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan, proses perubahan atau dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau. Masa lampau bersifat terbuka dan berkesinambungan. Dalam Sejarah masa lampau tidak begitu saja dilupakan. Sejarah merupakan keterhubungan dari apa yang terjadi di masa lampau dengan gambaran di masa sekarang dan mencapai. 31. Abd.Rahman Hamid, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta, Penerbit Ombak, 2011, hlm 3-4 Ibid, hlm 5 33 Heri Susanto, Seputar Pembelajaran Sejarah: Isu Gagasan dan Strategi Pembelajaran, Yogyakarta, Penerbit Aswaja Presindo, 2014, hlm 7-8 32.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sejarah dapat menjadi modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan kehidupan di masa mendatang. 34 Adapun manfaat dalam mempelajari Sejarah antara lain:35 a. Manfaat Edukatif. Dalam konteks ini kita dapat belajar dari pengalaman yang pernah terjadi. Seperti halnya mempelajari pengalaman para tokoh nasional generasi muda yang dapat mengembangkan potensinya. Proses pembentukan bangsa yang diwarnai dengan semangat patriotisme dan kecintaan mendalam para pendiri bangsa terhadap eksistensi bangsanya merupakan nilai edukatif yang wajib dipahami oleh generasi penerus yang akan datang. b. Manfaat Inspiratif. Dalam konteks ini berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca maupun pendengarnya. Kita dapat belajar dan meneladani berbagai kisah sejarah tersebut untuk menumbuhkan semangat kemandirian, memupuk kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dapat mengintepretasikan secara positif keberagaman yang ada. c. Manfaat Rekreatif. Dalam konteks ini berbagai cerita sejarah dapat menjadi bahan cerita yang menarik dan membuat para pembaca menjadi terhibur.. 5.. Pembelajaran Sejarah Pembelajaran. adalah. suatu. tindakan. untuk. membelajarkan. siswa. menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang menjadi penentu utama keberhasilan pendidikan. Di dalam pembelajaran terjadi komunikasi dua arah dimana pengajaran dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Dengan adanya pembelajaran dapat membantu seseorang untuk mempelajari suatu kemampuan dan hal-hal yang baru.36. 34. Dien Madjid & Johan Wahyudhi, Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar, Jakarta, Penerbit Prenada Media Group, 2014 hlm 8-9 35 Heri Susanto, op.cit, hlm 44-45 36 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung, Penerbit Alfabeta, 2014, hlm 61.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. Selain itu pembelajaran juga merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Kedua aspek ini berkolaborasi menjadi suatu kegiatan pada saat belajar mengajar berlangsung. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi antara peserta didik dalam rangka perubahan sikap.37 Menurut Miarso yang dikutip dalam Eveline Siregar menyatakan bahwa pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaanya dapat terkendali. Dalam proses pembelajaran bukan sekedar ilmu transfer dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses kegiatan yaitu adanya interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Pembelajaran hendaknya dilakukan untuk membelajarkan siswa. Hal tersebut ditandai dengan adanya kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada.38 Terkait dengan pembelajaran Sejarah, pembelajaran Sejarah dapat membantu siswa memahami pentingnya bagaimana manusia berperilaku dari kejadian masa lalu dan digunakan untuk memahami keadaan pada saat ini. Selain itu pembelajaran Sejarah di sekolah mampu mengajarkan kepada peserta didik untuk membangkitkan semangat cinta tanah air dan belajar tentang nilai-nilai 37 38. Asep Jihad dkk, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta, Multi Presindo, 2013, hlm 11 Eveline Siregar, Op.cit, hlm 13.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. yang dapat diteladani dari para tokoh yang berjasa dalam bela negara seperti halnya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara. Selain itu pembelajaran sejarah mampu mendewasakan peserta didik untuk memahami jati diri, identitas dan kepribadian bangsa melalui pemahaman terhadap berbagai peristiwa Sejarah39 Pembelajaran Sejarah mengembangkan. yang diimplementasikan dengan baik dapat. kemampuan. ranah. kognitif,. mengembangkan. potensi,. menguasai ranah afektif, dan psikomotor. Pembelajaran Sejarah yang baik dapat menolong peserta didik untuk selalu berpikir kritis dan berafektif moral. Dari sikap berpikir kritis inilah mampu menuntun peserta didik untuk memahami makna sejarah baik sejarah nasional maupun secara umum. Pembelajaran sejarah harus diorganisir dan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat nyata, menarik dan berguna bagi peserta didik.40. 6.. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Sejarah Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik adalah proses pembelajaran yang. dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan. 39 40. Heri Susanto, op.cit, hlm 56 Dr Aman, op.cit, hlm 110..

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari manapun, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.41 Pembelajaran dengan metode saintifik memiliki karakteristik antara lain berpusat pada siswa, melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep hukum atau prinsip, melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dapat mengembangkan karakter siswa. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap mencakup transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik ‘’tahu mengapa’’. Ranah keterampilan mencakup transformasi substansi atau materi ajar peserta didik ‘’tahu bagaimana’’. Sedangkan ranah pengetahuan mencakup transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik ‘’tahu apa’’. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan. 42 Menurut Dyer yang dikutip oleh Ridwan Abdullah Sani pendekatan saintifik dalam pembelajaran memiliki langkah-langkah yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. 41. Drs. Daryanto, Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013, Yogyakarta, Penerbit Gava Media,2014, hlm 51. 42 Ibid, hlm 54.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Dalam kegiatan mengamati siswa membaca, mendengar, menyimak dan melihat materi yang disajikan oleh guru. Dalam kegiatan menanya siswa mengajukan pertanyaan tentang materi yang sedang disajikan oleh guru. Dalam kegiatan mengumpulkan informasi siswa dapat membaca sumber atau literatur seperti buku teks, internet dan mengamati obyek secara langsung. Dalam kegiatan mengasosiasi siswa mengelola informasi yang telah dikumpulkan baik dari hasil kegiatan mengamati dan kegiatan megumpulkan informasi. Yang terakhir yaitu kegiatan. mengkomunikasi,. pembelajaran. dan. menarik. siswa. menyampaikan. kesimpulan. hasil. berdasarkan. diskusi. materi. ataupun. yang. telah. disampaikan.43 Pendekatan saintifik yang terdapat dalam Kurikulum 2013 untuk pembelajaran Sejarah sangat penting untuk di terapkan. Hal tersebut disebabkan karena pada kenyataan di lapangan pelajaran sejarah kurang diminati oleh para peserta didik. Mereka mengeluh bahwa pelajaran Sejarah dalam penyajiannya kurang menarik dan kurang kontekstual. Penerapan pendekatan saintifik ini sangat dianjurkan karena di dalam pendekatan tersebut terdapat beberapa aspek penting yang memungkinkan siswa untuk menyuguhkan hal-hal yang kontesktual dan halhal yang mutakhir terkait dengan pembelajaran Sejarah.. 7. Prestasi Belajar Prestasi Belajar berasal dari kata ‘’prestasi’’ dan ‘’belajar’’. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai sedangkan pengertian belajar adalah berusaha. 43. Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013,Jakarta, Penerbit Bumi Aksara, 2014, hlm 53-71.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. memperoleh kepandaian atau ilmu. Jadi prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Selain itu prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 44 Selain itu prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi ‘’prestasi’’ yang berarti ‘’hasil usaha’’. Prestasi belajar berbeda dengan hasil belajar. Prestasi belajar berkenaan dengan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar meliputi aspek pembentukan watak peserta didik.45 Prestasi belajar juga tidak dapat dipisahkan dari belajar, karena belajar merupakan suatu proses. Proses yang telah dilakukan akan menghasilkan sebuah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Proses belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemahaman. Beberapa fungsi dari prestasi belajar yaitu sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik. Selain itu dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menjadi umpan balik bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga dapat menentukan penempatan dan bimbingan terhadap peserta didik.46 Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 44. Wijaya Kusuma, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, PT Macanan Jaya Cemerlang, 2009, hlm 95. 45 .Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2012, hlm 12 46 Ibid, hlm 13.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. Faktor internal dalam prestasi belajar :47 a. b.. Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera. Faktor psikologis adalah faktor yang berhubungan erat dengan minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif. Selain faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal-hal lain diluar diri yang. dapat mempengaruhi prestasi belajar yang akan diraih, antara lain adalah :48 a. Faktor lingkungan keluarga, Pada lingkungan keluarga faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada lingkungan keluarga antara lain hubungan yang baik antar orang tua dan anak serta pendidikan kedua orang tua. b. Faktor lingkungan sekolah. Pada lingkungan sekolah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di lingkungan sekolah yaitu: sarana dan prasarana, kompetensi guru, teman-teman di kelas, serta metode belajar. c. Faktor lingkungan masyarakat. Pada lingkungan masyarakat faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: masyarakat, tetangga, dan teman sepermainan.. 8.. Model Pembelajaran Picture And Picture Picture and Picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan. gambar sebagai media pembelajaran. Strategi ini mirip dengan Example non Example dimana gambar yang diberikan pada siswa harus dipasangkan atau diurutkan secara logis. Gambar-gambar ini menjadi perangkat utama dalam proses pembelajaran. Untuk itulah, sebelum proses pembelajaran berlangsung guru harus menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta berukuran besar. Gambar-gambar tersebut ditampilkan melalui bantuan PowerPoint atau software lain. Dalam pengertian yang lain, Picture and Picture merupakan metode pembelajaran yang menggunakan gambar yang. 47. Noer Rohmah, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, Penerbit Teras, 2012, hlm 196 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung, Penerbit Remaja Rosdakarya, 1997, hlm 137-138 48.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. diurutkan menjadi urutan yang logis. Picture and Picture ini berupa gambar yang belum disusun secara berurutan dan yang menggunakannya adalah siswa. Sedangkan gambar yang utuh digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Dengan adanya penyusunan gambar yang dilakukan oleh siswa, guru mampu mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep materi dan melatih siswa berpikir secara logis dan sistematis. 49 Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Picture and picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Gambar sangat penting digunakan untuk memperjelas pengertian. Melalui gambar, siswa mengetahui halhal yang belum pernah dilihatnya. Gambar dapat membantu guru mencapai tujuan instruksional karena selain merupakan media yang murah dan mudah diperoleh juga mampu meningkatkan keaktifan siswa. Selain itu pengetahuan dan pemahaman siswa menjadi lebih jelas , luas dan tidak mudah dilupakan.50 Langkah-langkah dalam model pembelajaran ini yaitu :51 a.. b.. 49. Pada langkah ini guru diharapkan dapat menyampaikan kompetensi dasar mata pelajaran yang akan disampaikan sehingga siswa dapat mengukur sejauh mana materi yang harus dikuasai. Di samping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator pencapaian yang dicapai oleh peserta didik Menyajikan materi sebagai pengantar. Penyajian materi sebagai pengantar adalah sesuatu yang penting. Dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Hal ini karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang belum siap. Dengan motivasi yang baik dalam. Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, Malang, Pustaka Pelajar, 2013, hlm 236. 50 Aris Shoimin, op.cit, hlm 123. 51 Ibid, hlm 123-124.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. c.. pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang akan dipelajari. Guru menunjukan atau memperlihatkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Dalam proses penyajian materi, siswa diajak untuk ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati gambar yang ditunjukkan oleh guru. Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Dari alasan urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan dan rangkuman dilakukan bersama-sama dengan siswa. Guru membantu dalam proses membuat kesimpulan.. d. e. f. g.. Kelebihan model pembelajaran Picture and Picture : 52 a. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa b. Siswa dilatih untuk berpikir logis dan sistematis c. Siswa dibantu untuk belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu obyek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa untuk berpikir d. Motivasi siswa untuk belajar semakin dikembangkan e. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas Kelemahan model pembelajaran Picture and Picture : 53 a.. d. e. f.. Terkadang guru sulit untuk menemukan gambar yang bagus dan berkualitas serta sesuai dengan materi pembelajaran Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki. Guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai media utama dalam membahas suatu materi pembelajaran. Terlalu memakan banyak waktu Membuat sebagian siswa pasif Munculnya kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas. 9.. Materi Pokok Pembelajaran. b. c.. Materi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari : Kompetensi Inti :. 52 53. Miftahul Huda, op.cit, hlm 239 Ibid, hlm 239.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi Dasar : 3.8 Menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa. kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan. menunjukan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Materi pokok dalam pembelajaran ini yaitu ‘’Kesultanan Islam di Nusantara’’. Pada materi tersebut akan membahas tentang Kesultanan Islam yang tersebar di Nusantara seperti Kesultanan Islam di Sumatera (Samudera Pasai dan Aceh). Kesultanan Islam di Jawa (Demak, Mataram Islam, dan Banten), Kesultanan Islam di Kalimantan (Banjar), Kesultanan Islam di Sulawesi (Gowa Tallo), Kesultanan Islam di Maluku (Ternate dan Tidore), Kesultanan Islam di Nusa Tenggara (Lombok dan Sumbawa)..

Gambar

Tabel 24  :  Komparasi Prestasi Belajar Pra Siklus dan Siklus
Tabel 1: Persentase PAP 1 (Patokan Acuan Penilaian)  No  Kategori  Persentase
Tabel 2 : Analisis Tingkat Prestasi Belajar Siswa
Tabel 5 : Indikator Keberhasilan  PRESTASI
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pentingnya program S.T.A.B.L.E dalam upaya menurunkan angka kesa kitan dan kematian bayi serta masih terbatasnya penelitian tentang stabilisasi bayi pasca resusitasi

Kelebihan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah melakukan analisis terhadap sistem informasi akuntansi pemberian kredit untuk meningkatkan perkreditan

Pembelajaran tematik terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun

Meskipun kuantitas sampah B3 rumahtangga (SB3-RT) di Kabupaten Sleman hanya 2,44 g/orang/hari atau sekitar 0,488% dari sampah domestik, tetapi karena memiliki karakteristik

Pengambilan perusahaan batubara karena didasari pada berbagai hal yaitu pertama perusahaan batu bara memiliki kurang lebih 25 perusahaan yang telah go publik dan

Kemudian pimpinan Yayasan lbnu Khaldun meminta kesediaan Bahder Djohan untuk bersedia memimpin UIK Ta- waran itu akhirnya diterima oleh Bahder Djohan dengan

Tuhan tidak ingin kita melukai perasaan orang lain yang memiliki seseorang yang mana kita melakukan hubungan seks dengannya; misalnya melakukan hubungan seks

With this bank bjb create marketing strategies for new products by means of internal marketing, external marketing and Interaktive marketing so as to support