KAJIAN TEORITIS
E. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
1. Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe STAD
Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin (Tampubolon, 2013:96), model ini melibatkan kompetisi antar kelompok. Siswa dikelompokkan secara acak berdasarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis. Pertama-tama siswa belajar mempelajari materi bersama-sama dalam kelompoknya, kemudian mereka diuji secara individual melaui kuis.
Slavin mengatakan bahwa “gagasan utama di belakang STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru”.
Menuurut Slavin (2005), Jika para siswa ingin agar timnya mendapat penghargaan tim mereka harus mendukung membantu teman satu timnya untuk bisa melakukan yang terbaik menunjukan norma bahwa belajar itu penting, berharga, dan menyenangkan. Para siswa bekerja sama setelah guru menyampaikan materi belajar. Mereka boleh berpasang- pasangan dan membandingkan jawaban masing-masing, mendiskusikan ketidaksesuaian dan saling membantu sama lain. Jika ada salah dalam memahami maka mereka boleh mendiskusikannya dari pendekatan penyelesaian masalah untuk membantu mereka berhasil dalam kuis.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah suatu model pembelajaran yang siswanya dikelompokkan secara acak berdasarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis beranggotakan 4-6 orang. Model ini melibatkan kompetisi antar kelompok. Pertama-tama guru menjelaskan suatu materi kemudian siswa belajar mempelajari materi bersama-sama dalam kelompoknya, kemudian nantinya mereka diuji secara individual melalui kuis. Selama siswa belajar dalam kelompok guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan dan bantuan di setiap kelompok jika dibutuhkan. Guru juga mengarahkan siswanya untuk memahami materi, mengembangkan cara berpikir dan daya nalar siswa. Perwakilan dari setiap
kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, kemudian kelompok lain menanggapi, kemudian guru megevaluasi hasil belajar siswa melalui kuis tentang materi yang sudah dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja pada masing-masing kelompok. Setelah pelaksanaan kuis, guru sesegera mungkin memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan nilai. Selanjutnya menghitung skor tim/kelompok, kelompok yang mempunyai skor tertinggi akan mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya
2. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Menuurut Slavin (2005:85), langkah-langkah penerapan model STAD adalah
a. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.
b. Menyajikan/menyampaikan informasi
Pertama-tama guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui presentasi di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran ini guru dibantu oleh media, demonstrasi, pertanyaan atau masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta tetap berfokus pada unit STAD. Dengan cara ini siswa menyadari bahwa mereka memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka akan menentukan skor tim mereka.
c. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kolompok belajar
Membuat kelompok terdiri dari 4-6 orang yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, suku dan ras. Fungsi utama dari pembentukan kelompok adalah memastikan setiap anggotanya benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi adalah mempersiapkanan anggota-anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis/evaluasi dengan baik.
d. Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Dalam proses siswa belajar dalam kelompok para anggota kelompok bertanggung jawab menguasai materi yang telah disampaikan guru pada saat presentasi. Guru menyiapkan dan memberikan lembar kerja untuk dibagikan dalam kelompok. Selama siswa belajar dalam kelompok guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan dan bantuan di setiap kelompok jika dibutuhkan.
e. Evaluasi
Guru megevaluasi hasil belajar siswa melalui kuis tentang materi yang sudah dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja pada masing-masing kelompok. Para siswa akan mengerjakan kuis secara individual, tidak diperbolehkan untuk saling membantu sehingga setiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya.
f. Memberi penghargaan
hasil kerja siswa dan memberikan nilai. Selanjutnya menghitung skor tim/kelompok, kelompok yang mempunyai skor tertinggi akan mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya.
Penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1)Menghitung skor individu
Menurut Slavin (2005), untuk menghitung poin kemajuan individu di hitung sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1 Perhitungan Skor Perkembangan
No Nilai Kuis Skor
Perkembangan
1 Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 5 poin
2 10 sampai 1 poin di bawah skor awal 10 poin
3 Skor awal sampai 10 poin di bawah skor
awal 20 poin
4 Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 30 poin
5 Kertas jawaban sempurna (terlepas dari
skor awal) 30 poin
(Slavin, 2005:159) 2)Menghitung skor kelompok
Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok, diperoleh kategori kelompok seperti table di bawah ini:
Tabel 2.2 Tingkat Penghargaan Kelompok No Rata-Rata Kelompok/Tim Predikat
1 ≤ ≤ -
2 < ≤ Tim Baik
3 < ≤ Tim Hebat
4 < ≤ Tim Super
(Trianto, 2009:72) 3)Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok
Setelah setiap kelompok memperoleh predikat, guru memberikan hadiah/penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikatnya.
3. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
Menuurut Slavin (2005) kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah
a. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah
b. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah
c. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi
d. Para siswa lebih aktif bergabung dalam pembelajaran dan lebih aktif dalam berdiskusi
e. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan pendapat orang lain
4. Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
Menuurut Slavin (2005) kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah:
a. Membutuhkan waktu lama untuk siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum
b. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru