• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

C. Model Pengembangan Sistem

Dalam penelitian ini penulis menggunakan model SDLC (System Development Life Cycle) yaitu tahapan-tahapan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sebuah sistem atau produk.5 Model ini menyarankan pendekatan pengembangan secara sekuen dan sistematik dimulai dari level sistem, berlanjut ke analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan perawatan. 6

Metode pengembangan sistem metode SDLC (Sistem Development Life Cycle) atau sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall).

Metode waterfall pertama kali diperkenalkan oleh Windows W. Royce pada tahun 1970.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan model Waterfall karena model waterfall ini mudah dalam pengelolaan proyek (sebuah fase dijalankan

4 Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h.38

5 Jogiyanto H.M, Sistem Teknologi Informasi: Pendekatan Terintegrasi, (Yogyakarta : Andi, 2003), h.433

6 Bambang Hariyanto, Dasar Informatika dan Ilmu Komputer, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2008), h.135

setelah fase sebelumnya selesai), proses-prosesnya mudah dipahami dan jelas serta struktur sistemnya.

SDLC Waterfall

Gambar 3.1 SDLC Waterfall Model

Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini:

1. Requirements Definition (Pendefinisian Kebutuhan)

Mendefinisikan secara detail spesifikasi system pendukung keputusan baik layanan, batasan dan tujuan yang dibuat dengan mengkonsultasikannya bersama dengan pengguna sistem.

2. System and Software design

Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.

3. Implement and Unit Testing

Pada tahapan ini, desain software yang telah ada direalisasikan sebagai sekumpulan program atau unit program. Unit testing meliputi verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

4. Integration And Sytem Testing

Unit-unit program pada design sistem digabungkan (integrated) dan diujicoba (tested) sebagai sebuah sistem lengkap untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan software telah terpenuhi dan dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.

5. Operation and Maintenance

Tahapan ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall.

Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan.

Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

Kelebihan dan kekurangan model waterfall : Kelebihan :

a. Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.

b. Cocok untuk system software berskala besar.

c. Cocok untuk system software yang bersifat generic.

d. Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.

Kekurangan :

a. Waktu pengembangan lama. hal ini dikarenakan input tahap berikutnya adalah output dari tahap sebelumnya.

b. Biaya yang mahal,

c. Tahapan pada waterfall tidak dapat berulang D. Tahapan Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengkombinasikan metode R&D versi ADDIE dengan model pengembangan sistem SDLC. Adapun proses dan tahapan dari penelitian ini yaitu:

Gambar 3.2 Skema Tahapan Penelitian

Adapun tahapan dari yang penulis harapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Analize

Pada tahap ini, penulis terlebih dahulu menganalisis dengan menggunakan latar belakang masalah serta merumuskan masalah tersebut.

Selain itu mencari dan mengumpulkan serta mempelajari teori dan konsep yang mendukung pembuatan program serta teknologi yang akan digunakan. Dapat berupa buku referensi atau buku penunjang, dokumentasi internet, tugas akhir mahasiswa lain yang berhubungan dengan sistem pakar yang menggunakan PHP/MySQL serta konsep-konsep yang mendukung penelitian ini. Selanjutnya dikumpulkan data-data yang berkaitan dengan sistem yang akan dibangun.

2. Design

Pada tahap desain penulis akan membuat gambaran tentang sistem yang akan dirancang berdasarkan kebutuhan-kebutuhan pengguna.

3. Develop

Pada tahap ini penulis akan menerjemahkan desain yang telah dirancang ke dalam bahasa pemrograman PHP. Adapun tahapannya sebagai berikut:

a. Requirement

Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan atau penentuan kebutuhan untuk mencari teori dan konsep yang berhubungan dengan penelitian.

b. Design

Pada tahap perancangan ini dibuat rancangan sistem pakar berupa rancangan use case diagram dan activity diagram. Dalam desain sistem secara rinci, penulis menggambarkan bagaimana perancangan sistem pakar kerusakan laptop.

c. Coding

Pada tahap ini, penulis mempresentasikan desain yang telah dibuat kedalam bahasa pemprograman melalui coding agar dapat dimengerti oleh mesin komputer. Pembuatan kode dan sistem ini secara keseluruhan membutuhkan perangkat hardware dan software.

d. Testing

Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem pakar yang telah dibuat. Setelah sistem pakar selesai dibuat, penulis menguji sistem pakar untuk mengetahui apakah sistem dapat dijalankan dengan baik sesuai harapan.

e. Maintenance

Pada tahap ini dilakukan pengoperasian dan pemeliharaan sistem yang telah dibuat seperti perbaikan sistem sesuai keinginan pengguna.

4. Implement

Pada tahap ini penulis akan menerapkan system yang sedang dibuat.

5. Evaluate

Pada tahap ini akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang sudah dibangun untuk mengetahui kelebihan, kekurangan serta manfaat

aplikasi, sehingga dapat dilakukan tindakan nyata untuk kesempurnaan sistem pakar.

E. Teknik Pengujian 1. Uji Validitas

Validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kesahihan instrumen yang digunakan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel-variabel yang diteliti secara tepat.

Sebuah instrumen diketahui tingkat validitas internalnya apabila butir-butir dan faktor-faktor yang membentuk instrumen tersebut tidak menyimpang dari fungsi instrumen. Uji validitas eksternal dilakukan setelah melalui uji coba kepada responden yang diambil sebagai subjek uji coba.

Cara menentukan nilai validitas adalah:

Berdasarkan nilai tersebut, di tetapkan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kategori Validitas

Presentase Kriteria

0-20 Tidak Valid

21-40 Kurang Valid

41-60 Cukup Valid

61-80 Valid

81-100 Sangat Valid

2. Uji Praktikalitas

Setelah instrumen penilaian divalidasi dan hasilnya dinyatakan valid dengan beberapa revisi, maka tahap selanjutnya dilakukan pengujian praktis. Dari deskripsi dan analisa data berdasarkan hasil observasi, wawancara oleh validator, komentar user, menunjukkan praktikalitas instrumen penilaian dalam pembuatan sistem pakar kerusakan hardware laptop.

Penilaian produk berdasarkan angket yang telah diisi oleh praktisi dianalisis untuk mengetahui tingkat kepraktisan dari produk yang dikembangkan. Pemberian nilai praktikalitas dilakukan menggunakan rumus yang dikemukakan Riduwan (2009) berikut:

Berdasarkan nilai yang diperoleh, maka hasil analisis kriteria praktikalitas ini diinterpretasikan menjadi :

Tabel 3.2 Kategori Praktikalitas

Presentase Kriteria

0-20 Tidak Praktis

21-40 Kurang Praktis

41-60 Cukup Praktis

61-80 Praktis

81-100 Sangat Praktis

3. Uji Efektivitas

Efektifitas adalah bagaimana sebuah produk yang telah dirancang berguna dan bermanfaat. Apabila tujuan tercapai, masih harus dipertanyakan seberapa jauh efektifitasnya. Suatu cara untuk mengukur efektivitas ialah dengan jalan menentukan transferbilitas (kemampuan memindahkan) prinsip-prinsip yang dipelajari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Kategori dari uji efektivitas ini yaitu:

Tabel 3.3 Kategori Efektifitas

Presentase Kriteria

0-20 Tidak Efektif

21-40 Kurang Efektif

41-60 Cukup Efektif

61-80 Efektif

81-100 Sangat Efektif

47

Analisis masalah adalah tahapan pertama yang dilakukan penulis sebelum membuat sebuah sistem, dalam tahapan analisis ini penulis harus mengetahui masalah apa yang dihadapi mahasiswa dalam penanganan permasalahan laptop. Observasi awal penulis lakukan saat melakukan perkuliahandi IAIN Bukittinggi dengan tujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi di mahasiswa jurusan PTIK dalam pekuliahan. Penulis melakukan wawancara dengan mahasiswa jurusan PTIK dan menanyakan bagaimana penanganan mahasiswa jika terjadi kerusakan pada laptopnya. Setelah melakukan wawancara penulis dapat menyimpulkan bahwa mahasiswa belum memiliki pengetahuan dasar mengenai penanganan awal dalam mengetahui kerusakan yang terjadi pada laptopnya sebelum membawa ke pakar laptop untuk diservice.

Setelah mengetahui apa saja permasalahan yang dialami mahasiswa jurusan PTIK saat perkuliahan maka penulis merancang sebuah sistem pakar untuk membantu mahasiswa mendiagnosa (mengetahui) kerusakan awal kerusakan yang terjadi pada laptop mahasiswa sebelun membawa ke pakar laptop. Kemudian data kerusakan laptop, gejala dan solusi nya penulis meminta data nya kepada pakar/ahli dalam bidang service laptop.

Pada tahapan analyze atau analisa ini memiliki tujuan yakni agar sistem pakar yang dihasilkan dapat membantu mahasiswa untuk dapat

mengidentifikasi atau mendiagnosa kerusakan awal yang terjadi pada laptop sebelum membawanya ke pakar laptop. Sistem pakar ini berisi mengenai gejala awal yang sering terjadi pada laptop beserta solusi dari kerusakan tersebut. Dengan sistem ini mahasiswa dapat menemukan solusi dari masalah kerusakan laptop yang dihadapinya.. Penanganan kerusakan laptop biasanya dilakukan oleh pakar laptop tetapi dengan sistem ini kerusakan awal yang sering terjadi pada laptop mahasiswa akan diolah ke bentuk komputerisasi sehingga memudahkan mahasiswa mengetahui kerusakan awal yang terjadi pada laptopnya.

Selain mengumpulkan data penulis juga membutuhkan persiapan terhadap perangkat lunak atau software dan perangkat keras atau hardware yang digunakan untuk merancang sistem. Persiapan softwareyang dimaksud yaitu persiapan bahasa pemrograman yang akan digunakan, beserta aplikasi-aplikasi pendukung lain yang dibutuhkan. Persiapan hardwareyang dimaksud adalah penulis menyiapkan komputer atau laptop yang mendukung terhadap software yang digunakan dalam perancangan sistem pakar pendiagnosaan kerusakan hardware laptop. Pada tahap analisis ini terdapat beberapa analisis sebelum menghasilkan sebuah sistem yaitu :

1. Analisis Kebutuhan Pengguna

Sebelum membuat sebuah sistem, maka perlu adanya analisis pengguna (user), yaitu mahasiswa. Hal ini bertujuan agar penulis memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah melakukan analisis pengguna, penulis memperoleh informasi, yaitu:

a. Mahasiswa

Di IAIN Bukittinggi terdapat banyak jurusan salah satunya jurusan PTIK. Pada jurusan PTIK mahasiswa umumnya memiliki laptop dan seharusnya memiliki laptop karena mata kuliah yang akan dipelajari nantinya membutuhkan laptop untuk menginstall beberapa software. Mata kuliah pada jurusan PTIK umumnya semua menggunakan laptop karena software yang harus digunakan harus terinstall di laptop mahasiswa tersebut dan dengan tugas yang diberikn oleh dosen tidak memungkinkan mahasiswa hanya mengandalkan komputer yang ada di labor. Dengan keadaan itu lah mahasiswa harus mempunyai laptop sendiri. Dengan pemakaian laptop yang terus menerus membuat laptop mengalami kerusakan baik tu hardware maupun softwarenya. Laptop yang mengalami kerusakan harus diperbaiki kepakar laptop tentunya dengan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama, karena umumnya mahasiswa kurang memiliki pengetahuan akan penanganan awal kerusakan yang dialami laptop.

Sistem dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengetahui kerusakan awal yang terjadi pada laptopnya beserta solusinya.

ini dapat dilihat dari tabel efisiensi di bawah ini:

Tabel 4.1 Analisis Efisiensi

PARAMETER HASIL ANALISIS

Penggunaan sumber daya Konsultasi ke pakar membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang relatif mahal.

2. Analisis Kebutuhan Sistem

Pada tahapan analisis ini, selain mengumpulkan data yang berhubungan dengan kerusakan hardware laptop penulis juga membutuhkan persiapan terhadap perangkat lunak atau software dan perangkat keras atau hardware yang digunakan untuk merancang sistem. Untuk menjaga keamanan sistem yang penulis rancang maka diperlukan analisa sistem sebagai berikut:

a. Hardware

Beberapa hardware kontrol yang digunakan dalam perancangan sistem ini antara lain :

1) Penggunaan password untuk komputer admin

2) Pengaturan tata letak hardware untuk menghindari cahaya matahari

b. Software

Software kontrol yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah dengan menggunakan sistem login untuk menghindari pihak yang tidak berhak dalam mengakses sistem.

1) Penggunaaan antivirus yaitu Smadav dan AVG.

2) Penggunaan sistem Firewall yang ada pada SO.

3) Sistem login untuk menghindari pihak yang tidak berhak dalam mengakses sistem.

4) Melakukan backup terhadap data yang ada sehingga data yang ada tetap aman dan dapat digunakan kembali jika diperlukan.

3. Analisis Kebutuhan Teknologi

Teknologi merupakan salah satu kebutuhan fisik berupa peralatan yang digunakan dalam pengembangan sistem yang bisa berupa perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Teknologi yang digunakan adalah sebagai berikut :

1) Hardware yang digunakan pada saat penelitian adalah:

a) Intel Pentium

b) Memori DDR3 2 GB c) Hardisk Kapasitas 320 GB d) Laptop Acer

2) Software yang digunakan pada saat penelitian adalah : a) Microsoft Windows 7

b) Microsoft Office 2007 c) CorelDraw X4 d) Photoshop e) PHP

f) Macromedia Dreamweaver 8

g) MySQL h) XAMPP

Dokumen terkait