• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.5. Konstruksi Beton Pracetak

4.5.2. Modified – Modified Sambungan Precast

Pada pelaksanaan precast banyak metode-metode lainnya yang dapat dilaksanakan, dibawah ini contoh modified – modified sambungan precast:

Gambar 4.40. Potongan C-C untuk detail modified

v Sambungan Kolom Dasar A. Type CB 1

Gambar 4.41. Sambungan kolom dasar menggunakan pelat koneksi KOLOM

MUR GANDA

PELAT KONEKSI

POER BAUT ANGKUR

Gambar 4.42. Detail tulangan sambungan kolom dasar tipe BC 1

Detail pelaksanaan sambungan ini adalah:

Modified ini lebih baik dipakai jika kolom struktur berdimensi kecil 1. Pelat koneksi

Menggunakan pelat koneksi sebagai penyambung antara kolom dengan poer, pada type sambungan CB1 ini menggunakan pelat koneksi yang lebih besar dimensinya daripada kolom.

2. Baut angkur

Baut angkur dipakai pada ke-empat sisi dari kolom. Mur yang digunakan adalah mur baut ganda, dipasang pada atas dan bawah dari sisi pelat koneksi.

3. Las tulangan

Stek Tulangan kolom disambung ke pelat koneksi dengan cara dilas, las tulangan dilakukan pada dasar bawah pelat koneksi.

4. Grouting

LAS TUL TUL

KOLOM

BAUT ANGKUR

Terakhir dilakukan grouting yaitu diberikan campuran semen untuk menutupi las tulangan pada dasar bawah pelat koneksi, gap atau rongga pada dasar pelat selebar ± 2 – 2.5 in.

B. Type CB 2

Gambar 4.43. Detail sambungan memakai pelat koneksi tipe CB2

Detail pelaksanaan sambungan ini adalah:

Jenis modified ini lebih baik dipakai jika baut angkur mau tidak kelihatan secara jelas.

1. Pelat koneksi

Menggunakan pelat koneksi sebagai penyambung antara kolom dengan poer, pada type sambungan CB2 ini menggunakan pelat koneksi yang sama besar dimensinya dengan kolom.

2. Baut angkur

Baut angkur dipakai pada ke-empat sisi dari kolom, pada kolom telah disediakan rongga untuk memasang baut angkur tersebut. Mur yang digunakan adalah mur baut ganda, dipasang pada atas dan bawah dari sisi pelat koneksi.

3. Las tulangan

KOLOM

POER

BAUT ANGKUR

Stek Tulangan kolom disambung ke pelat koneksi dengan cara dilas, las tulangan dilakukan pada dasar bawah pelat koneksi.

4. Grouting

Terakhir dilakukan grouting yaitu diberikan campuran semen untuk menutupi las tulangan pada dasar bawah pelat koneksi, gap atau rongga pada dasar pelat selebar ± 2 – 2.5 in.

C. Type CB 3

Gambar 4.44. Detail sambungan memakai pelat koneksi tipe CB3

Gambar 4.45. Detail sambungan tulangan memakai pelat koneksi tipe CB3 KOLOM

BAUT ANGKUR

POER PROFIL L

TUL KOLOM

LAS TUL

BAUT ANGKUR

PROFIL L

Detail pelaksanaan sambungan ini adalah:

Modified ini dipakai jika dimensi kolom cukup besar dan beban kolom terlalu besar sehingga baut angkur diberi pengaku berupa profil L.

1. Pelat koneksi

Menggunakan pelat koneksi sebagai penyambung antara kolom dengan poer, pada type sambungan CB3 ini menggunakan pelat koneksi yang sama besar dimensinya dengan kolom.

2. Baut angkur

Baut angkur dipasang pada pojok-pojok pelat koneksi, baut sejumlah 4 buah. Mur yang digunakan adalah mur ganda yaitu pada atas dan bawah pelat koneksi dasar.

3. Profil L

Profil L digunakan sebagai rongga untuk memasang baut angkur, profil L disambungkan dengan pelat koneksi dengan cara dilas.

4. Las tulangan

Tulangan kolom dilas-kan pada profil L sehingga kolom tersambung dengan pelat koneksi.

5. Grouting

Terakhir dilakukan grouting yaitu diberikan campuran semen untuk menutupi las tulangan pada dasar bawah pelat koneksi, gap atau rongga pada dasar pelat selebar ± 2 – 2.5 in.

v Sambungan Balok Dengan Kolom A. Type BC 1

Gambar 4.46. Detail sambungan kolom dengan balok memakai konsol pendek

Gambar 4.47. Detail sambungan tulangan balok dengan kolom tipe BC1 BALOK KOLOM

PROFIL L

LAS TUL TUL KONSOL

PROFIL L KOLOM

LAS PROFIL L

Detail pelaksanaan sambungan BC1 adalah:

1. Konsol precast

Kolom struktur dicetak dari pabrik dengan diberi konsol.

2. Profil L

Profil L dipasang pada konsol dan balok, profil L dipasang dengan cara dilas pada tulangan struktur.

3. Menyambung balok dengan kolom

Balok diletakan pada konsol kolom, kemudian profil L pada balok dan konsol dilas sehingga balok menjadi satu dengan kolom.

B. Type BC 2

Gambar 4.48. Detail sambungan tulangan balok dengan kolom tipe BC2 Detail pelaksanaan sambungan BC2 adalah:

Detail pelaksanaan BC2 sama dengan BC1 hanya saja bentuk dari balok berbentuk konsol L (lihat pada gambar).

BALOK PROFIL L

LAS PROFIL L

KOLOM

C. Type BC3

Gambar 4.49. Detail sambungan balok dengan kolom tipe BC2

Gambar 4.50. Detail sambungan tulangan balok dengan kolom tipe BC2 KOLOM

PROFIL L

BALOK TUL BALOK

PROFIL WF LAS TUL-L

LAS WF-L

TUL KOLOM

PROFIL WF BAUT

LAS BAUT -TUL KOLOM

Detail pelaksanaan sambungan BC3 adalah:

Modified ini dipakai jika konsol yang dipakai harus menggunakan bahan baja.

1. Konsol profil WF

Struktur kolom dicetak dengan diberi konsol profil WF. Profil WF ditaruh pada kolom dengan cara diberi baut, baut dilas pada tulangan kolom kemudian dicetak precast.

2. Profil L

Pada balok diberi profil L dengan cara disambung dengan tulangan balok memakai las.

3. Menyambung balok dengan kolom

Balok diletakan pada konsol WF yang telah tercetak pada kolom, kemudian profil L pada balok dilas dengan konsol WF pada kolom sehingga kolom dan balok menjadi satu kesatuan.

v Sambungan Pelat – Balok A. Type SB1

Gambar 4.51. Detail sambungan balok dengan pelat lantai memakai pelat koneksi

Detail pelaksanaan sambungan SB1 adalah:

Modified ini dapat dipakai pada pelat biasa.

1. Pelat koneksi balok dan pelat

Pada atas sepanjang balok diberi pelat koneksi untuk disambungkan dengan pelat koneksi yang ada pada pelat struktur.

2. Balok

Balok dicetak dengan bentuk T terbalik sehingga pelat struktur dapat ditumpangkan pada balok.

3. Las antar pelat koneksi

Pelat koneksi balok dan pelat struktur dilas sehingga struktur pelat dengan balok menjadi satu kesatuan.

B. Type SB2

Gambar 4.52. Detail sambungan balok dengan pelat lantai tipe SB2

Detail pelaksanaan sambungan SB2 adalah:

Modified ini dilakukan jika pelat lantai memakai jenis hollow core.

1. Pelat koneksi balok dan pelat

Pada beberapa titik balok da struktur pelat diberi pelat koneksi.

2. Balok

Balok dicetak dengan bentuk T terbalik sehingga pelat struktur dapat ditumpangkan pada balok.

3. Tulangan stud

Pelat berbentuk hollow core yaitu dicetak dengan lubang-lubang pada sepanjang balok. Tulangan stud dimasukan pada lubang kemudian dilas-kan pada pelat koneksi.

PELAT

3. Las antar pelat koneksi

Pelat koneksi balok dan pelat struktur dilas sehingga struktur pelat dengan balok menjadi satu kesatuan.

C. Tipe Hebel

Hebel merupakan beton ringan pracetak yang diproduksi oleh PT.

Reksa Prabawa. Beton hebel merupakan beton ringan karena memiliki spesifikasi sebagai berikut:

ü Berat jenis kering (kg/m3) = 660 ü Berat jenis mormal (kg/m3) = 780 ü Kuat tekan (N/mm2) = 6.20 ü Konduktifitas termis (W/mk) = 0.2 ü Panjang maximum (mm) = 6000

ü Lebar (mm) = 600

ü Tebal (mm) = 125, 150, 175, 200, & 250

Hebel precast ada beberapa macam salah satunya adalah precast pelat lantai dengan nama ACC Panel R-44, mempunyai kisaran harga Rp. 1.710.000/m3. Pelaksanaan hebel precast pelat ada 2 macam yaitu sambungan kebalok baja profil WF dan kedua sambungan kebalok precast, detail pelaksanaan sambungan dengan balok precast sebagai berikut:

1. Pada balok precast diberi tulangan angkur sejarak dengan tulangan pelat.

2. Pelat hebel diletakan pada balok precast minimum selebar 50 mm.

3. Tulangan stek dari pelat hebel disambung ketulangan angkur pada balok precast dengan cara dilas, tulangan stek ini dinamakan besi pengikat.

4. Celah antara pelat-pelat diberi mortar grouting, tetapi sebelumnya dirakit tulangan yang dilas pada tulangan besi diatas balok, sehingga mortar grouting terikat jadi satu dengan pelat hebel.

5. Finisihing akhir diberi screed setebal ± 2cm.

Gambar 4.53. Detail sambungan pelat hebel dengan balok precast

Untuk pelat hebel sambungan kebalok profil baja WF, pelaksanaannya sama hanya saja angkur pada balok diganti dengan besi yang dilas pada sisi atas balok.

v Sambungan kolom – kolom A. Type CC1

Gambar 4.54. Detail sambungan kolom dengan kolom tipe CC1 Detail pelaksanaan sambungan ini adalah:

1. Pelat koneksi

Menggunakan pelat koneksi sebagai penyambung antara kolom atas dengan kolom bawah, pada type sambungan CC1 ini menggunakan pelat koneksi yang sama besar dimensinya dengan kolom.

2. Baut angkur

Baut angkur dipakai pada ke-empat sisi dari kolom, pada kolom telah disediakan rongga untuk memasang baut angkur tersebut. Mur yang digunakan adalah mur baut ganda, dipasang pada atas dan bawah dari sisi pelat koneksi.

3. Las tulangan

Stek Tulangan kolom disambung ke pelat koneksi dengan cara dilas, las tulangan dilakukan pada dasar bawah pelat koneksi.

4. Grouting

Terakhir dilakukan grouting yaitu diberikan campuran semen untuk menutupi las tulangan pada dasar bawah pelat koneksi, gap atau rongga pada dasar pelat selebar ± 2 – 2.5 in.

KOLOM ATAS

BAUT ANGKUR

KOLOM BAWAH GROUTING

B. Type CC2

Gambar 4.55. Detail sambungan kolom dengan kolom tipe CC2

Detail pelaksanaan sambungan ini adalah:

1. Profil L

Menggunakan profil L sebagai penyambung antara kolom atas dengan kolom bawah,.

2. Baut angkur

Baut angkur dipakai pada ke-empat sisi dari kolom, pada kolom telah disediakan rongga untuk memasang baut angkur tersebut. Mur yang digunakan adalah mur baut ganda, dipasang pada atas dan bawah dari sisi pelat koneksi.

3. Las tulangan

Stek tulangan kolom atas dilas-kan pada samping dari profil L, sehingga profil L menjadi satu kesatuan dengan kolom atas

4. Grouting

Terakhir dilakukan grouting yaitu diberikan campuran semen untuk menutupi las tulangan pada dasar bawah pelat koneksi, gap atau rongga pada dasar pelat selebar ± 2 – 2.5 in.

Dokumen terkait