• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.5. Konstruksi Beton Pracetak

4.5.1 Sistem Pelaksanaan

Dibawah ini akan dijelaskan tahap-tahap pelaksanaan dari tiap-tiap struktur secara precast, denah dan potongan daerah penyambungan dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 4.19. Denah pembalokkan untuk pelaksanaan precast Keterangan:

Gambar 4.20. Potongan C-C untuk pelaksanaan precast

Ø Pelaksanaan kolom dasar

Pelaksanaan kolom dasar melalui beberapa tahap yaitu:

1. Erection / pengangkatan kolom

Kolom diangkat dengan menggunakan mobile crane, kemudian dibedirikan pada posisi dimana kolom akan dipasang.

2. Kolom ditegakkan

Kolom ditegakan dengan bantuan mobile, agar pada waktu ditegakkan kolom tidak miring maka memakai alat bantu:

Ø Benang unting-unting

Benang unting-unting ditaruh pada sudut-sudut kolom, jarak benang terhadap sudut kolom harus sama pada bagian atas maupun bagian bawah kolom.

Ø Theodolit

Alat theodolit ditembakkan pada sudut kolom sehingga dapat dipastikan bahwa kolom tidak miring.

Kemudian setelah dipastikan kolom tidak miring maka dipasang trigger sebagai pengaku, trigger dipasang pada keempat sisi kolom dan ukuran yang dipakai adalah 2 dim atau 5 cm. Pemasangan trigger dapat dilihat pada foto dibawah ini:

Gambar 4.21. Pemasangan triger pada kolom preacst

3. Sambungan

Sambungan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

A. Sambungan dry joint (las tulangan)

Sambungan dry joint adalah sambungan antar tulangan dengan menggunakan las. Stek tulangan kolom dan stek tulangan pondasi dilas kemudian dirakit oleh tulangan sengkang.

Sambungan las dilakukan sepanjang ±30cm, agar tulangan tidak mengalami penurunan kualitas pada saat pengelasan maka digunakan Teknik pengelasan sebagai berikut yaitu dengan cara mengelas tulangan sepanjang ±5 cm terlebih dahulu, kemudian berpindah pada tulangan berikutnya, teknik ini digunakan sampai las sambungan tulangan mencapai yang ditentukan.

Dibawah ini adalah gambar detail sambungan tulangan kolom dengan pondasi poer.

Gambar 4.22. Detail sambungan kolom dasar dengan pondasi

Gambar 4.23. Keterangan detail sambungan kolom dasar dengan pondasi

Dibawah ini foto proyek pada pelaksanaan pemasangan sambungan kolom dasar.

Gambar 4.24. Las tulangan sambungan kolom dasar

B. Sambungan wet joint (grouting)

Sambungan wet joint adalah dengan memberikan campuran semen pada sambungan, sebagai penutup akhir sambungan.

Gambar 4.25. Grouting sambungan kolom dasar

Gambar 4.26. Hasil grouting sambungan kolom dasar

v Pelaksanaan balok

Pelaksanaan balok melalui beberapa tahap yaitu:

1. Erection / pengangkatan balok

Balok diangkat dengan menggunakan mobile crane. Foto proyek dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 4.27. Pengangkatan balok precast

2. Balok diletakan pada kolom

Sesudah itu balok diletakan pada kolom untuk memudahkan melakukan sambungan. Foto proyek dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 4.28. Peletakkan balok precast sebelum dilakukan sambungan

3. Sambungan

Sambungan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

A. Sambungan dry joint (las tulangan)

Sambungan dry joint adalah sambungan antar tulangan dengan menggunakan las. Stek tulangan kolom dan stek tulangan balok dilas kemudian dirakit oleh tulangan sengkang.

Dibawah ini adalah gambar detail sambungan tulangan kolom dengan balok.

Gambar 4.29. Detail sambungan balok precast dengan kolom precast

Gambar 4.30. Keterangan detail sambungan balok dengan kolom

Dibawah ini foto proyek pada pelaksanaan pemasangan sambungan balok dengan kolom.

Gambar 4.31. Las tulangan balok dengan kolom

B. Sambungan wet joint (grouting)

Sambungan wet joint adalah dengan memberikan campuran semen pada tulangan stek.

Gambar 4.32. Hasil sambungan kolom dengan balok

v Pelaksanaan Pelat lantai

Pelaksanaan pelat melalui beberapa tahap yaitu:

1. Erection / pengangkatan pelat

Pelat diangkat dengan menggunakan mobile crane, kemudian diletakan pada balok.

2. Sambungan

Sambungan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

A. Sambungan dry joint (las tulangan)

Sambungan dry joint adalah sambungan antar tulangan dengan menggunakan las. Tulangan balok ditaruh diatas precast balok dan diberi las pada tulangan shear konektor, kemudian tulangan stek pelat dilas-kan pada tulangan balok tersebut. Jarak tulangan shear konektor sama dengan jarak tulangan sengkang balok.

Dibawah ini adalah gambar detail sambungan tulangan pelat dengan balok.

Gambar 4.33. Detail sambungan pelat precast dengan balok preacst

Gambar 4.34. Keterangan detail sambungan pelat dengan balok

Gambar 4.35. Potongan 5-5 dari detail sambungan pelat dengan balok

B. Sambungan wet joint (grouting)

Sambungan wet joint adalah dengan memberikan campuran semen pada tulangan stek.

Dibawah ini foto proyek pada pelaksanaan erection serta pemasangan sambungan pelat dengan balok.

Gambar 4.36. Pengangkatan pelat precast

Gambar 4.37. sambungan tulangan pelat dengan balok

v Pelaksanaan kolom Lantai

Pelaksanaan kolom lantai melalui beberapa tahap yaitu:

1. Erection / pengangkatan kolom

Kolom diangkat dengan menggunakan mobile crane, kemudian dibedirikan pada posisi dimana kolom akan dipasang.

2. Kolom ditegakkan

Kolom ditegakan dengan bantuan mobile, agar pada waktu ditegakkan kolom tidak miring maka memakai alat bantu:

Ø Benang unting-unting

Benang unting-unting ditaruh pada sudut-sudut kolom, jarak benang terhadap sudut kolom harus sama pada bagian atas maupun bagian bawah kolom.

Ø Theodolit

Alat theodolit ditembakkan pada sudut kolom sehingga dapat dipastikan bahwa kolom tidak miring.

Kemudian setelah dipastikan kolom tidak miring maka dipasang trigger sebagai pengaku, trigger dipasang pada keempat sisi kolom dan ukuran yang dipakai adalah 2 dim atau 5 cm.

3. Sambungan

Sambungan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

A. Sambungan dry joint (las tulangan)

Sambungan dry joint adalah sambungan antar tulangan dengan menggunakan las. Stek tulangan kolom dan stek tulangan pondasi dilas kemudian dirakit oleh tulangan sengkang.

Sambungan las dilakukan sepanjang ±30cm, agar tulangan tidak mengalami penurunan kualitas pada saat pengelasan maka digunakan Teknik pengelasan sebagai berikut yaitu dengan cara mengelas tulangan sepanjang ±5 cm terlebih dahulu, kemudian berpindah pada tulangan berikutnya, teknik ini digunakan sampai las sambungan tulangan mencapai yang ditentukan.

Dibawah ini adalah gambar detail sambungan tulangan kolom dengan kolom.

Gambar 4.38. Potongan detail sambungan kolom dengan kolom

Gambar 4.39. Keterangan detail sambungan

Dokumen terkait