• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kajian Pustaka

2.5 Modul Pembelajaran

Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis di dalamnya untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik (Daryanto 2013: 9). Sedangkan Anwar (2010: 54) mengatakan modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evalusi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Prastowo (2013: 209-210) mengatakan bahwa ada tujuh karakterisitik modul yaitu: (1) modul dirancang untuk system pembelajaran mandiri, (2) modul merupakan program pembelajaran yang utuh dan sistematis, (3) modul mengandung tujuan, (4) bahan atau kegiatan dan evaluasi, (5) modul disajikan secara komunikatif dua arah, (6) modul diupayakan agar dapat mengganti beberapa

22

peran guru, (7) modul memiliki cakupan bahasan berfokus dan terukur, modul memetingkan aktivitas belajar pemakai.

Menurut Depdiknas (2008: 7) ada beberapa manfaat modul, yaitu: (1) modul pembelajaran meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap muka secara teratur, (2) modul pembelajaran digunakan untuk menentukan proses belajar peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan, (3) modul pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik secara bertahap, (4) pembelajaran modul digunakan untuk mengetahui kelemahan atau kompetensi yang belum dicapai oleh peserta didik.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan dari pembelajaran. Dalam penelitian ini modul yang peneliti kembangkan memiliki karakteristik sesuai dengan pendapat di atas seperti: dirancang untuk system pembelajaran mandiri, merupakan program pembelajaran yang utuh dan sistematis, mengandung tujuan, bahan atau kegiatan dan evaluasi, memiliki cakupan bahasan berfokus dan terukur, modul memetingkan aktivitas belajar pemakai serta memiliki beberapa manfaat seperti meningkatkan efektifitas pembelajaran.

2.5.1 Langkah-langkah Penyusunan Modul

Menurut Prastowo (2013: 217-221) terdapat empat langkah penyusunan modul yaitu :

1) Analisis kurikulum tematik

23

Langkah pertama yang dilakukan ini dimaksudkan untuk menentukan tema dan subtema berapa yang akan dikembangkan untuk isi modul pembelajaran ini.

2) Menentukan judul modul

Dalam menentukan judul modul maka dapat mengacu pada tema dan subtema yang sudah ditentukan dan digunakan dengan permainan tradisional anak.

3) Pemberian kode modul

Kode modul adalah angka-angka yang memberikan makna. Untuk kode modul tematik lebih difungsikan sebagai penanda tema, subtema, dan kelas.

4) Penulisan modul

Dalam penulisan modul terdapat enam hal penting yang hendaknya dapat dijadikan acuan yaitu perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai, penyusunan materi pembelajaran, pemilihan permainan tradisional yang sesuai dengan materi yang sudah disusun, modifikasi cara bermain dengan materi pembelajaran di dalamnya, dan tujuan dari permainan yang akan diperoleh.

Sejalan dengan gagasan langkah-langkah modul di atas peneliti dalam pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional, peneliti menggunakan langkah-langkah seperti yang tertera di atas seperti: 1) analisi kurikulum tematik dengan menggunakan pembelajaran tema 3 subtema 4, 2) menentukan judul modul yaitu Modul Pembelajaran Menggunakan Permainan

24

Tradisional Anak Indonesia, 3) pemberian kode modul yaitu Kelas I, Tema 3, subtema 4, dan 4) penulisan modul.

2.5.2 Kelebihan dan Kekurangn Modul Pembelajaran

Modul pembelajaran memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Menurut Nasution (2008: 45) modul yang disusun dengan baik dapat memberikan banyak kelebihan bahan ajar/media pembelajaran bagi peserta didik sebagai berikut:

1) Balikan (feedback) yaitu peserta didik dapat mengetahui taraf hasil belajar melalui umpan balik yang diberikan dalam bahan ajar berupa modul secara langsung.

2) Penguasaan tuntas (mastery) yaitu peserta didik dapat mencapai hasil belajar tinggi dengan menguasai matei pembelajaran secara tuntas.

3) Tujuan modul pembelajaran yaitu peserta didik dapat mencapai hasil belajar secara efektif dengan tujuan dan indikator yang ditentukan dalam modul pembelajaran.

4) Motivasi yaitu memberikan arahan dan membimbing proses belajar peserta didik secara menyenangkan.

5) Fleksibilitas yaitu peserta didik dapat memahami materi pembelajaran yang ada dalam modul.

6) Kerjasama yaitu peserta didik dapat bekerjasama dalam kelompok belajar tanpa menimbulkan persaingan antara teman.

7) Pengajaran remidial yaitu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperbaiki kelemahan, kesalahan, dan kekurangan secara langsung.

25

8) Rasa kepuasan yaitu dapat dirasakan peserta didik ketika modul materi pembelajaran sudah dipahami dan dikuasai, sehingga mendapatkan nilai yang sangat tinggi.

9) Bantuan individual artinya peserta didik dapat belajar secara mandiri dengan produk modul pembelajaran dan memiliki waktu belajar sendiri untuk mengerjakan tugas latihan yang ada dalam modul.

10) Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok/bahasan untuk mengetahui sejauh manakan proses belajar peserta didik.

Sedangkan menurut Santyasa (2009: 37) menyebutkan keunggulan modul pembelajaran dengan penerapan modul sebagai berikut:

1) Modul pembelajaran dapat mengingkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mengerjakan tugas pembelajaran.

2) Guru memberikan evaluasi kepada peserta didik untuk mengetahui kemampuan belajar dan sejauh mana keberhasilan materi pembelajaran yang dirancang dalam produk modul pembelajaran.

3) Modul pembelajaran digunakan sebagai bahan pembelajaran yang dirancang dalam satu semseter.

4) Modul pembelajaran yang disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik secara akademik.

Selain kelebihan ada pun kelemahan dari modul pembelajaran. Suparman (2001: 197) mengatakan bahwa ada beberapa kekurangan dari modul yaitu :

26

1) Biaya pengembangan produk modul pembelajaran sangat tinggi dan membutuhkan waktu yang lama.

2) Menetapkan belajar disiplin yang tinggi kepada peserta didik yang kurang memiliki semangat belajar.

3) Membutuhkan ketekunan yang lebih tinggi dari fasilitator untuk terus.

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa modul memiliki kelebihan dan kekurangan.

2.6 Pembelajaran

Pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan sesorang secara sadar untuk ikut serta pada interaksi tertentu dan keadaan tertentu untuk menciptakan perubahan dan pengetahuan baru yang berdampak positif (Saefuddin dan Ika, 2014: 8).

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (dalam Karwono dan Heni, 2017: 23) mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dengan sumber belajar pada lingkungan belajar.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik dengan peserta didik yang dirancang untuk suatu perubahan dan pengetahuan baru yang berdampak positif. Modul yang dikembangkan oleh peneliti akan diterapkan pada proses pembelajaran dikelas yang diharapkan dapat berdampak positif bagi siswa.

Dokumen terkait