• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III SITUASI DERAJAT KESEHATAN

B. Morbiditas

Angka kesakitan penduduk Sulawesi Tengah di dapat dari data yang berasal dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan.

Dari data pasien rawat jalan di Rumah Sakit selama tahun 2008 diperoleh gambaran/pola sepuluh penyakit terbanyak dimana penyakit Infeksi saluran pernafasan bagian atas menempati ranking teratas (terbanyak) kemudian Dispepsia dan Hipertensi Esensial. Sedangkan yang terendah adalah penyakit Diabetes Mellitus YTT dan Malaria. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.

TABEL 3.3

POLA 10 PENYAKIT TERBANYAK RAWAT JALAN DI RSU PEMERINTAH TAHUN 2008

NO. GOLONGAN SEBAB SAKIT JUMLAH

KASUS PERSENTASE 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10

Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Atas Akut lainnya Dispepsia

Hipertensi Esensial (primer) Bronchitis, dan Brokiolitis

Cedera YDT,YTT dan daerah badan multipel Penyakit Telinga dan Proseus mastoid

TB Paru BTA(+) dgn/tanpa kuman biakan kuman TB Diare dan Gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu

Diabetes Mellitus YTT Malaria 3.185 2.010 1.912 1.325 1.248 909 780 761 691 633 23,67 14,94 14,21 9,85 9,28 6,76 5,80 5,66 5,14 4,70 Jumlah 13.454 100

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 25 Dari data pasien rawat inap di rumah sakit selama tahun 2008 diperoleh gambaran/pola sepuluh besar penyakit terbanyak dimana ranking teratas (terbanyak) adalah penyakit Diare dan Gastroentritis oleh penyebab infeksi tertentu kemudian Malaria, sedangkan yang terendah adalah Diabetes YTT. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.4 diatas.

TABEL 3.4

POLA 10 PENYAKIT TERBANYAK RAWAT INAP DI RSU PEMERINTAH TAHUN 2008

NO. GOLONGAN SEBAB SAKIT JUMLAH

KASUS PERSENTASE 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10

Diare dan Gastroenteritis oleh penyebab infeksi Tertentu (kolitis infeksi)

Malaria

Gastritis dan Duodenitis Demam Berdarah Dengue Demam Tipoid dan Paratipoid

Infeksi saluran bagian atas akut lainnya Hipertensi Esensial (Primer)

Skizofrenia, gangguan skizotipal, psikotik akut TB Paru BTA (+) dengan tanpa kuman Diabetes YTT 2.752 1.109 947 825 688 581 571 562 519 386 30,78 12,40 10,59 9,22 7,69 6,49 6,38 6,28 5,80 4,31 Jumlah 8.940 100

Sumber : Subdin Yanmed Tahun 2008

Selain dari data sepuluh besar penyakit rawat jalan dan rawat inap di RSU juga juga diperoleh data sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas selama tahun 2008 seperti tabel 3.5 berikut ini.

TABEL 3.5

POLA 10 PENYAKIT TERBANYAK DI PUSKESMAS TAHUN 2008

NO. GOLONGAN SEBAB SAKIT JUMLAH

KASUS PERSENTASE 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10

Infeksi Akut lain pada saluran pernafasan bagian atas Gastritis

Penyakit Tekanan DarahTinggi

Penyakit pada system otot dan jaringan penyekat Diare

Malaria tanpa pemeriksaan laboaratorium Penyakit kulit alergi

Penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas Kecelakaan dan ruda paksa

Asma 288,647 74.365 48.586 48.127 43.515 41.498 31,942 22.088 13,673 11,168 46,29 11,92 7.79 7,72 6,98 6,65 5,12 3,54 2,19 1,79 Jumlah 623.609 100

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 26 Dari laporan sepuluh besar penyakit terbanyak tersebut diatas baik rawat jalan maupun rawat inap di RS dan di Puskesmas ternyata penyakit ISPA dan Diare menempati urutan teratas (kasus terbanyak) oleh karena itu kesehatan lingkungan perlu di tingkatkan.

TABEL 3.6

POLA 10 PENYAKIT TERBANYAK PENYEBAB KEMATIAN PENDERITA RAWAT INAP DI RSU PEMERINTAH TAHUN 2008 NO. GOLONGAN SEBAB SAKIT JUMLAH

KASUS PERSENTASE 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10

Diare dan Gastroenteritis

Tuberculosis (TB) Paru BTA (+) dgn/tanpa biakan kuman TB

TB Paru lainnya

Demam Berdarah Dengue

Infeksi saluran nafas bagian atas akut lainnya Pendarahan Infrakranial

Strock tak menyebut perdarahan Pneumonia

Penyakit Jantung Iskemik lainnya Malaria (Include All Malaria

87 38 25 18 14 14 13 11 11 10 3,10 15,77 10,37 7,47 5,81 5,81 5,39 4,56 4,56 4,15 Jumlah 241 100

Sumber : Subdin Yanmed Tahun 2008

Untuk melengkapi gambaran pola penyakit di Sulawesi Tengah, berikut ini disajikan gambaran Morbiditas yang didasarkan data dari kabupaten/kota dan dari masing-masing program di Provinsi.

a. Penyakit Malaria

Untuk menggambarkan angka kesakitan, disajikan beberapa angka prevalensi dan insiden dari beberapa penyakit antara lain penyakit Malaria, Demam Berdarah Dengue, Campak, penyakit Zoonotik, AIDS dan HIV, dan penyakit Diare.

Pada tahun 2008 tercatat kasus malaria positif sejumlah 10.926 kasus dengan angka kesakitan 4,5 kasus per 1.000 penduduk, lebih tinggi bila dibandingkan data pada tahun 2007 yaitu 3,91 untuk jelasnya dapat dibaca pada lampiran tabel 11.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 27

b. Penyakit TB Paru.

Sulawesi tengah merupakan daerah ujicoba P2 TB-Paru terpadu, sehingga pemberantasan Penyakit TB-Paru terpadu telah dilaksanakan di Semua Puskesmas.

Prevalensi penyakit Tuberkulosis (TB) Paru belum diketahui secara pasti. Data terakhir yang diperoleh dari kabupaten/kota adalah jumlah kasus BTA+ yang diobati dan angka kesembuhannya. Pada tahun 2008 jumlah kasus baru BTA positif yang ditemukan sebesar 1.954 orang dan angka kesembuhan tahun 2006 sebesar 86,46%. Dari Program dilaporkan bahwa jumlah kematian penyakit TB Paru adalah 38 kasus dan menempati peringkat kedua teratas penyebab kematian di Rumah Sakit. Gambaran penderita TB Paru BTA positif yang terdeteksi disarana pelayanan kesehatan menurut kabupaten/kota pada tahun 2008 (data penderita 2007) disajikan pada lampiran tabel 9.

c. HIV/AIDS dan Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual (PMS).

Kasus penyakit HIV di Sulawesi Tengah telah ditemukan pada tahun 2007 terdapat 63 kasus yang menyebar di 8 kabupaten/kota. Sedangkan pada tahun 2008 kasus yang ditemukan dan ditangani sebanyak 21 kasus, angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan data pada tahun 2007, Kasus terbanyak adalah di kota Palu yaitu 10 kasus. Semakin tingginya mobilitas penduduk antar wilayah, menyebarnya sentra-sentra pembangunan ekonomi di Indonesia, meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman, dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA melalui suntikan, secara simultan telah memperbesar tingkat risiko penyebaran HIV/AIDS.

Jumlah penderita HIV/AIDS dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es (iceberg phenomena), yaitu jumlah penderita yang dilaporkan jauh lebih kecil daripada jumlah penderita yang sebenarnya. Hal ini berarti bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Sulawesi Tengah yang sebenarnya belum diketahui dengan pasti.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 28

d. Acute Flaccid Paralysis.

Kasus Acute Paralysis (AFP) yang ada di masyarakat Sulawesi Tengah pada tahun 2008 oleh program dilaporkan bahwa terdapat kasus sebanyak 17 yang tersebar 7 kabupaten/kota, kasus terbanyak terjadi di kabupaten Kota Palu 7 kasus. Gambaran kasus AFP menurut kabupaten/kota pada tahun 2008 disajikan pada lampiran tabel-9.

e. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD mulai ditemukan di Sulawesi Tengah sejak tahun 1992 dengan kasus suspect DBD sebanyak 8 orang, pada tahun 1993 meningkat menjadi 17 orang dan meningkat lagi menjadi 44 orang pada tahun 1994. Mulai tahun 1996, keadaan di Sulawesi Tengah cukup memprihatinkan karena dari 50 kasus suspect ditemukan 16 penderita yang positif DBD dan terjadi kematian pada 4 penderita (CFR = 25 %)

Pada tahun 2007 jumlah kasus yang dilaporkan sejumlah 1.336 0rang dari 8 kabupaten/kota (Banggai, Morowali, Poso, Dongala, Tolitoli, Parigi Moutong, Buol dan Kota Palu) sedang pada kabupaten lainnya tidak ditemukan kasus. Angka kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue adalah 55,75per 100.000. Data Tahun 2008 menunjukkan bahwa jumlah kasus yang dilaporkan sejumlah 1.391 orang, kasus ini lebih tinggi dari kasus tahun sebelumnya . Pelunya Promosi Kesehatan di 10 Kabupaten/Kota agar masyarakat tahu pola hidup bersih yang akan berdampak pada penuruna kasus DBD ditahun berikutnya.

f. Penyakit Pneumonia

Penyakit Pneumonia merupakan penyakit yang harus diperhatikan secara serius mengingat tingginya kematian dan kesakitan penyakit ini terutama pada balita.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 29 Hasil pengumpulan data profil kesehatan kabupaten/kota selama tahun 2008, jumlah penderita balita adalah sebesar 11.128 orang. Kabupaten dengan balita penderitaa pneumonia terbanyak adalah di Donggala (3.219), Palu (2.600) dan Banggai (2.525). sedangkan yang terendah adalah Banggai Kepulauan (47) dan Tojo Una una (328). Data Pneumonia Balita perkabupaten secara lengkap disajikan pada tabel 9.

g. Penyakit Diare

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis di Sulawesi Tengah dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Hasil pengumpulan data dari kabupaten/kota selama tahun 2007 jumlah kasus penyakit Diare pada Balita yang ditemukan di sarana kesehatan adalah sejumlah 23.666 penderita dengan angka kesakitan penyakit Diare 20,38 per 1.000 penduduk. Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2006 yaitu 18, per 1.000 penduduk. Pada tahun 2007 terjadi KLB Diare yang tersebar di 15 kecamatan dengan total penderita 715 orang dan kematian 35 orang (CFR 4,9%)

Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kasus Diare dari tahun sebelumnya yaitu sejumlah 62.765 dengan angka kesakitan 25,74 per 1.000 penduduk. Hal tersebut menyebabkan terjadinya KLB Diare yang tersebar di 19 Kecamatan dengan jumlah penderita 1.505 orang dan kematian 18 orang. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan data KLB tahun 2007. Namun karena terbatasnya jenis data, maka pada profil ini tidak dapat disajikan kecamatan yang terkena KLB pada tahun 2007 dan 2008. Gambaran KLB, Attack Rate dan CFR Diare dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 30 TABEL 3. 7

KLB DIARE MENURUT JUMLAH KASUS, ATTACK RATE DAN CFR TAHUN 2004 – 2008

Tahun

Yang diserang Jumlah Penduduk Terancam Jumlah Penderita Jumlah Kematian Attack Rate CFR % Jmlh Kecamatan Jmlh Desa 2004 2005 2006 2007 2008 8 10 25 15 19 11 48 39 20 26 17.211 7.685 64.240 26.906 32.743 379 1.278 1.120 715 1.505 18 70 27 35 18 2,20 16,63 1,74 2,66 4,60 4,75 5,48 2,41 4,9 1,20

Sumber : Subdin P2PL Tahun 2008 h. Penyakit Rabies

Penyakit Zoonotik terutama Rabies sering terjadi, merupakan salah satu penyakit yang ditularkan binatang melalui gigitan anjing atau hewan lain seperti anjing dan kera (binatang piaraan). Pada umumnya penyakit ini memiliki risiko kematian yang sangat tinggi terhadap manusia bila tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin terhadap kasus gigitan, karena bila terlambat penanganannya hingga timbul gejala penyakit, maka angka kefatalannya (CFR) bisa mencapai 100 0/0 . Kasus penyakit rabies di Sulawesi Tengah sejak tahun 2003 – 2008 terus meningkat, menurut laporan program PPM & PL selama tahun 2008 terjadi 550 kasus yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan jumlah kematian 6 orang . Gambaran jumlah kasus rabis tahun 2003 s.d 2008 dapat dilihat pada tabel 3.8 berikut.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 31 TABEL 3.8

JUMLAH KASUS RABIES DI SULAWESI TENGAH TAHUN 2004 – 2008

Tahun Gigitan Specimen Spesimen Positif Lyssa Kematian Jumlah Yang di Beri Vaksin 2003 136 117 98 0 106 2004 256 130 76 0 125 2005 235 86 56 0 102 2006 435 154 35 13 268 2007 511 104 87 7 324 2008 550 43 32 6 417 Jumlah 2.504 650 391 29 1.659

Sumber : Subdin P2PL Tahun 2008 i. Penyakit Filariasis

Filariasis (penyakit kaki gajah) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah. Akibat dari serangan penyakit adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, beberapa jenis nyamuk diketahui berperan sebagai vektor Filariasis antara lain Mansonia, Anopheles, dan Culex.

Pada tahun 1997 rata-rata Mikrofilaria Rate dari daerah-daerah yang disurvei sebesar 5,04% sedangkan pada tahun 1998 menurun menjadi 4,25%. Pada desa-desa yang MF Rate nya >2% dilaksanakan pengobatan masal dengan garam DEC. Dengan adanya strategi pengobatan dengan garam DEC, maka diharapkan suatu saat penyakit ini dapat tereleminir dari Sulawesi Tengah.

Pada tahun 2006 di Sulawesi Tengah terdapat penderita Filariasis sebanyak 764 orang dan yang ditangani 269 orang (35%). Dan pada tahun 2008 penderita filariasis hanya terdapat di 6 Kab/Kota ( Banggai Kepulauan,

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 32 Morowali, Poso, Donggala, Parigi Moutong, Tojo Una-Una ) dengan jumlah penderita 152 orang dan jumlah penderita yang ditangani 111 (73%).

j. Penyakit Schistosomiasis

Penyakit Schistosomiasis merupakan penyakit yang hanya ada di Sulawesi Tengah yaitu disekitar Danau Lindu dan Lembah Napu. Penyakit ini di tularkan melalui vektor keong Oncomelania Hupensis Linduensis yang merupakan hospes perantara Cacing Trematoda yang menyebabkan penyakit Schistosomiasis yaitu Schistosoma Japanicum. Kegiatan pemberantasannya secara intensif telah dimulai sejak tahun 1982, yang pada awalnya dititik beratkan pada kegiatan penanganan terhadap manusianya yakni pengobatan penduduk secara masal yang ditunjang dengan kegiatan penyuluhan, pengadaan sarana kesehatan lingkungan, pemeriksaan tinja penduduk, pemeriksaan keong penular dan tikus secara berkala dan rutin. Target pemberantasan penyakit ini adalah menurunkan prevalensi sampai < 1%.

Keadaan pada tahun 1998/1999, di daerah Lindu prevalensi pada siklus I 0,68% dan siklus II 0,44%, sedangkan di Napu prevalensi pada siklus I 0,72% dan pada siklus II 0,81%. Pemberantasan penyakit ini dilaksanakan secara lintas program dan lintas sektor untuk pengembangan wilayah endemis Schistosomiasis.

Pada tahun 2008 menurut laporan dari Subdin P2PL Prevalensi schistosomiasis di daerah Lindu cyclus I adalah 2,20 dan cyclus II tidak ada data sementara di daerah Napu cyclus I adalah 2,32 dan cyclus II 0,88. Gambaran prevalensi Schistosomiasis dalam kurun waktu 5 tahun terakhir secara jelas dapat dilihat pada Bab IV :

k. Penyakit Menular Lainnya.

Beberapa penyakit menular lain yang perlu diwaspadai adalah penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, yaitu Tetanus Neonatorum, Campak, Difteri, Pertusis dan Hepatitis.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 33

1). Tetanus Neonatorum.

Pada tahun 2007 berdasarkan laporan KLB kasus Tetanus Neonatorum yang ditemukan sebanyak 4 kasus yang tersebar di 3 desa dan meninggal 3 orang (CFR 100%). Dari jumlah kasus tersebut diadakan pelacakan penderita namun hasilnya belum diketahui

Dari hasil pelacakan kasus Tetanus Neonatorum tahun sebelumnya rata-rata tidak di imunisasi TT Ibu Hamil dan juga pertolongan persalinannya oleh dukun tidak terlatih dan masih tingginya kepercayaan melahirkan dengan pertolongan dukun, sehingga diperkirakan kasus pada tahun 2007 masih terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari kasus di atas menunjukkan bahwa perlu dilaksanakannya pembekalan pada tenaga bidan yang akan ditempatkan di desa.

Gambaran jumlah kasus dan CFR Tetanus Neonatorum selama 7 tahun terakhir dapat dilihat pada gambar III.1 berikut, sedangkan jumlah kasus Tetanus Neonatorum selama tahun 2008 disajikan pada lampiran Tabel 31.

GAMBAR III.1

JUMLAH KASUS DAN CFR TETANUS NEONATORUM TAHUN 2002 – 2008

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 34 Dari gambar tersebut diatas terlihat bahwa setiap kasus penderita Tetanus Neonatorum semuanya terjadi kematian (CFR : 75-100%), ini diduga karena masih tingginya kepercayaan masyarakat kepada dukun.

2). Campak

Campak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Selama tahun 2008 frekuensi KLB Campak menempati urutan kedua, setelah KLB Diare. KLB Campak selama tahun 2008 terjadi sebanyak 2 kali yang tersebar di 2 kecamatan dengan jumlah kasus sebanyak 46.

TABEL 3. 9

FREKUENSI, JUMLAH PENDERITA DAN CFR KLB CAMPAK TAHUN 2002 – 2008 Tahun Frekuensi KLB Jumlah Penderita Jumlah Kematian CFR (%) 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 19 3 1 - 24 10 2 345 96 1`9 - 1.040 482 46 8 3 2 - 5 2 0 2,3 3,13 10,53 - 0,48 0,41 0

Sumber : Subdin P2PL Tahun 2008

m. Penyakit Tidak Menular

Arus globalisasi di segala bidang semakin meningkat dan telah banyak membawa perubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat termasuk dalam pola konsumsi makanan. Tanpa disadari perubahan tersebut telah memberi pengaruh terhadap terjadinya transisi epidemiologi dengan semakin meningkatnya kasus-kasus penyakit tidak menular seperti penyakit Jantung, Tumor, Diabetes, Hipertensi, Gagal Ginjal dan sebagainya.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008 35 Dari program dilaporkan bahwa jumlah penderita rawat jalan di RS penyakit Diabetes dan Hipertensi, menempati urutan 1 dan 5 dari 10 besar penyakit terbanyak tetapi tidak termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap, sedangkan jantung, Tumor, dan gagal ginjal tidak masuk pada 10 besar penyakit baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit.

Dokumen terkait