• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. Pelayanan Kesehatan Dasar

38

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khususnya untuk tahun 2008.

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi.

Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar didalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.

a. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya sesuai pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan Promotif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

39

Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapat pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester ketiga. Angka ini menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ke ibu hamil. Gambaran cakupan ibu hamil K1 dan K4 dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Gambar IV.1 berikut ini.

GAMBAR IV.1

PERSENTASE CAKUPAN PELAYANAN K1 DAN K4 IBU HAMIL TAHUN 2003 – 2008

Sumber : Subdin Binkesmas Tahun 2008

Gambaran persentase cakupan pelayanan K4 ibu hamil selama tahun 2008, dapat dilihat pada Gambar IV.2 dibawah ini.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

40

GAMBAR IV. 2

PERSENTASE CAKUPAN PELAYANAN K4 IBU HAMIL MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2008

Sumber : Subdin Binkesmas Tahun 2008

Gambaran diatas menunjukkan bahwa Kabupaten/kota dengan persentase cakupan pelayanan K4 tertinggi adalah di Kota Palu (89,64%), sedangkan cakupan terendah adalah di Kabupaten Parigi Moutong (41,23%).

b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa di sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan termasuk pendampingan menurun dari 79,12% pada tahun 2007 menjadi 78,86 pada tahun 2008. Gambaran cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2002-2008 dapat dilihat pada gambar IV.3 berikut ini .

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

41

GAMBAR IV.3

PERSENTASE CAKUPAN PERSALINAN DAN MELALUI PENDAMPINGAN TENAGA KESEHATAN

TAHUN 2002-2008

Sumber : Subdin Binkesmas Tahun 2008

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada gambar IV.4 berikut .

GAMBAR IV. 4

PERSENTASE CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/KOTA

TAHUN 2008

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

42

Pada gambar IV. 4 tersebut diatas terlihat bahwa cakupan tertinggi diKabupaten Parigi Moutong (91,66%) dan Kabupaten dengan cakupan terendah adalah Kabupaten Tojo Una-Una (62,29%).

c. Ibu Hamil Risiko Tinggi yang dirujuk

Pelayanan yang diberikan oleh tenaga bidan di desa dan puskemas untuk kasus ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) yang tidak mampu ditangani dilakukan upaya rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang lebih memadai. Dalam hal ini persentase ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi yang dirujuk pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 19,65% bila dibandingkan dengan keadaan tahun 2007 sebesar 21,24%. Persentase cakupan ibu hamil dengan Risti yang telah dirujuk menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada gambar IV. 5 berikut ini.

GAMBAR IV. 5

PERSENTASE BUMIL RISTI/KOMPLIKASI YANG DIRUJUK MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2008

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

43

Dari gambar tersebut diatas terlihat bahwa Kabupaten/Kota yang dengan cakupan tertinggi adalah di Kabupaten Toli-toli (36,05 %), sedangkan Kabupaten dengan cakupan terendah adalah Kabupaten Banggai Kepulauan(6,8%).

d. Kunjungan Neonatus

Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali, satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali lagi pada umur 8-28 hari. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus, petugas kesehatan di samping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Cakupan kunjungan neonatal (KN) selama periode tahun 2002-2008 dapat dilihat pada gambar IV.6 berikut ini.

GAMBAR IV. 6

PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS TAHUN 2003-2008

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

44

Hasil pemutahiran data Profil Kesehatan/pengumpulan data dari Kabupaten/Kota tahun 2008 menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan neonatus adalah sebesar 82,22%, turun 1,25% dari tahun sebelumnya yaitu 83,47% pada tahun 2007.

GAMBAR IV. 7

PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2008

Sumber : Subdin Binkesmas Tahun 2008 e. Kunjungan Bayi

Hasil pemutahiran data Profil Kesehatan/pengumpulan data dari Kabupaten/Kota tahun 2008 menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi secara provinsi sebesar 74,06 %. Kabupaten dengan cakupan kunjungan bayi tertinggi adalah Banggai (87,36%), sedangkan yang terendah adalah di Kabupaten Morowali (57,37%)

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

45

GAMBAR IV. 8

PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2008

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2008

2. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah, Usia Sekolah, dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak prasekolah, pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat, serta pelayanan kesehatan pada remaja, baik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun peranserta tenaga terlatih lainnya seperti kader kesehatan, guru UKS, dan dokter kecil. Menurut hasil pemutahiran data Profil Kesehatan/pengumpulan data dari Kabupaten/Kota tahun 2008, cakupan pelayanan kesehatan anak balita (prasekolah) sebesar 11,07 % serta pelayanan kesehatan anak siswa SD/MI sebesar 7,64 % rendahnya cakupan pelayanan kesehatan anak sekolah disebabkan oleh banyaknya Kabupaten yang tidak melapor (50%).

Data pelayanan kesehatan kelompok anak balita/pra sekolah, kelompok anak sekolah dasar/MI dan kelompok anak usia remaja (SMP/SMU) dapat dilihat pada lampiran tabel 18.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

46

3.

Pelayanan Keluarga Berencana

Keberhasilan program KB dapat diketahui dari beberapa indikator, pencapaian target KB Baru, cakupan peserta KB Aktif terhadap Pasangan Usia Subur (PUS), dan persentase peserta KB Aktif Metoda Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET).

1). Pelayanan Peserta KB Baru

Pencapaian target peserta KB baru dari tahun 2003-2008 mengalami penurunan yaitu 22,55% pada tahun 2003 menjadi 12,61% pada tahun 2008. Persentase peserta KB Baru tertinggi di Kabupaten Morowali (18,34%) dan terendah di Kabupaten Banggai Kepulauan (6,52%) .

Untuk mengetahui pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB Baru di Sulawesi Tengah tahun 2002 – 2008 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut :

TABEL 4. 1

PERSENTASE POLA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PESERTA KB BARU TAHUN 2002-2008

Tahun Pola Penggunaan Alat Kontrasepsi

IUD Suntik PIL Kondom Implant MOP/MOW Tab. Vagina 2002 2,37% 51,48% 42,97% 0,26% 2,31% 0,70% 0,09 % 2003 6,32% 44,62% 43,33% 0,12% 4,74% 0,83% 0,04% 2004 2,15% 52,16% 40,10% 0,65% 4,40% 0,54% 0 2005 1,53% 49,00% 44,05% 0,65% 4,34% 0,42 0 2006 1,68% 48,69% 40,90% 0,73% 7,57% 0,43% 0 2007 2,08% 46,65% 41,49% 0,87% 8,57% 0,33 0 2008 1,97% 45,43% 40,20% 3,28% 8,25% 0,88% 0

Sumber : Kanwil BKKBN Prov. Sulteng Tahun 2008

Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2008 terdapat persentase penggunaan alat kontrasepsi IUD, Suntik, PIL dan IMPLAN, sedangkan untuk Kondom dan MOP/MOW mengalami sedikit peningkatan jika dibandingkan tahun 2007.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

47

2). Pelayanan Peserta KB Aktif

Perkembangan Cakupan peserta KB aktif terhadap PUS selama 2001-2008 dapat dilihat pada gambar IV.9 sebagai berikut :

GAMBAR IV.9.

PERSENTASE CAKUPAN PESERTA KB AKTIF TERHADAP PASANGAN USIA SUBUR 2001-2008

Sumber : Kanwil BKKBN Prov.Sulteng Tahun 2008

Dari gambar tersebut diatas menunjukkan adanya peningkatan cakupan peserta KB Aktif dari 63,74 pada tahun 2007 menjadi 67,88 pada tahun 2008, dengan cakupan tertinggi terdapat di Kabupaten Poso (79,28%) sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Donggala (60,17%).

Pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB Aktif tahun 2002 – 2008 dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut :

TABEL 4.2

PERSENTASE POLA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PESERTA KB AKTIF TAHUN 2002-2008

Tahun Pola Penggunaan Alat Kontrasepsi

IUD Suntik PIL Kondom Implant MOP/MOW Tab. Vagina 2002 8,15% 38,37% 45,49% 0,08% 8,03% 2,31% 0,09 % 2003 8,76% 38,01% 43,06% 0,12% 7,31% 2,70% 0,04% 2004 7,84% 37,74% 43,79% 0,10% 7,91% 2,60% 0 2005 8,39% 39,20% 42,32% 0,12% 7,16% 1,71% 0 2006 8,27% 39,51% 43,03% 0,12% 7,32% 1,75% 0 2007 7,67% 39,26% 42,85% 0,25% 7,76% 2,21% 0 2008 6,16% 39,78% 42,59% 0,81% 8,44% 2,22% 0

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

48

4. Pelayanan Imunisasi

Program imunisasi merupakan salah satu program prioritas dari Departemen Kesehatan yang dinilai sangat efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Indikator program imunisasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian Indonesia Sehat 2010 adalah Persentase Desa yang mencapai “Universal Child Immunization” (UCI). Desa yang mencapai UCI adalah desa yang cakupan imunisasi Campaknya ≥ 80%. Dari sejumlah desa/kelurahan yang melapor pada tahun 2008, sebanyak 71% mencapai UCI. Cakupan UCI yang relatif masih rendah antara lain akibat tingginya angka drop out (DO). Hal ini tampak dari masih adanya beberapa Kabupaten dengan angka DO DPT1-Campak yang melebihi batas toleransi (>10%). Gambaran cakupan imunisasi bayi pada tahun 2003-2008 dapat dilihat pada Gambar IV. 11 berikut ini:

GAMBAR IV. 10

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI DPT-1 DAN CAMPAK SERTA ANGKA DROP OUT (DO) TAHUN 2003 – 2008

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

49

Pelayanan imunisasi bayi mencakup vaksinasi BCG, DPT (3 kali), Polio (4 Kali), Hepatitis-B (3 kali) dan imunisasi campak (1 kali), yang dilakukan melalui pelayanan rutin di Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Gambaran imunisasi dasar bayi selama tahun 2008 diukur dari cakupan imunisasi Campak. Menurut Subdin P2PL bahwa Kabupaten yang mencapai cakupan tertinggi adalah Kabupaten Buol mencapai (125,66%), sedangkan cakupan terendah adalah Kabupaten Morowali (81,94%). Rincian cakupan imunisasi bayi menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran tabel 23.

Cakupan imunisasi TT ibu hamil pada tahun 2003 – 2008 dapat dilihat pada Gambar IV. 11

GAMBAR IV. 11

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL TAHUN 2003 – 2008

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2008

Pada gambar tersebut diatas terlihat bahwa pada kurun waktu 2003-2008 cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 pada ibu hamil tidak mengalami perubahan yang bermakna tetapi terlihat stagnan dengan angka cakupan sekitar 70 %

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

50

5. Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut dan Usia Lanjut.

Pelayanan kesehatan juga dilakukan secara khusus kepada kelompok Pra Usia Lanjut dan Usia Lanjut , dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Gambaran pencapaian pelayanan kesehatan kelompok Pra Usia Lanjut dan Usia Lanjut lima tahun terakhir dapat dilihat pada Gambar IV. 12 berikut ini.

GAMBAR IV. 12

PERSENTASE KELOMPOK PRA USILA DAN USILA YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN

TAHUN 2004-2008.

Sumber : Subdin Binkesmas Tahun 2008

Gambar di atas menunjukkan presentase kelompok Pra Usila dan Usila yang mendapat pelayanan kesehatan selama tahun 2004-2008 meningkat disetiap tahunnya. Data menunjukan bahwa pada tahun 2008 persentase cakupan pelayanan kesehatan Pra Usila dan Usila menjadi 29,07% lebih tinggi jika dibandingkan data tahun 2007 (19,98%).

Persentase cakupan pelayanan kesehatan Pra Usila dan Usila menurut Kabupaten/Kota disajikan pada lampiran tabel 38.

Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 2008

51

Dokumen terkait