1. Morfologi Sungai
Morfologi sungai merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk ataupun system dari sungai tersebut. Pemanfaatan sungai untuk navigasi dan
pertambahan aktivitas manusia pada umumnya memerlukan pengontrolan sungai dengan cara melakukan perbaikan pengukuran perubahan sungai yang telah dilakukan. Hal ini karena banyak sungai mempunyai kecenderungan alam untuk berubah terus menerus pada alur sungainya, misalnya proses meander dan braided sungai dan pengaruh perkembangan di sekitarnya misalnya konstruksi jembatan, adanya perkotaan di sekitar sungai, tempat berlabuhnya kapal dan sebagainya, yang memerlukan alignmen sungai yang tetap pada beberapa tempat. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan erosi tanggul, erosi sekitar pilar jembatan, sedimentasi di saluran untuk navigasi, dan sebagainya, yang akan menyebabkan perubahan morfologi sungai secara alami.
Fenomena alam di atas merupakan fenomena yang sangat kompleks. Usaha-usaha untuk mendekati fenomena tersebut hingga dapat dijadikan sebagai referensi solusi pendekatan dari permasalahan sungai di atas, adalah dengan melakukan penelitian-penelitian.
Model fisik atau matematika sering digunakan untuk memperkirakan perubahan morfologi sungai. Sampai sekarang sudah banyak model matematik morfologi satu dimensi yang dikembangkan. Biasanya model matematik satu dimensi tersebut untuk memperkirakan perubahan morfologi pada jangka waktu yang lama dan skala panjang. Untuk memprediksi pengaruh bend cut-off pada saluran yang digunakan untuk navigasi, pengaruh stabilitas alignment saluran , dan lain-lain, terhadap perubahan morfologi sungai diperlukan aplikasi model morfologi dua dimensi (horisontal). Demikian juga dengan adanya intake air, outlet, adanya anak sungai (tributary), pertemuan aliran (confluence), percabangan aliran (bifurcation) dan river bend, aplikasi model morfologi dua dimensi sangat relevan. Khususnya pada percabangan (bifurcation), perkiraan distribusi
angkutan sedimen dan komposisi sedimen sangat penting. Hal ini karena
distribusi dan komposisi sedimen akan mempengaruhi perkembangan morfologi sungai dalam jangka waktu lama.
Gambar Morfologi Sungai 2. Ekologi
Ekologi adalah ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme dengan lingkun gannya dan yang lainnya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari
pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air,
kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi mempelajari hal berikut :
Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang
menyebabkannya.
Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Konsep Ekologi
Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang (homeostatis). Perubahan pada salah satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Homeostatis adalah kecenderungan sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan.
Sungai merupakan suatu bentuk ekositem aquatic yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area) bagi daerah disekitarnya, sehingga kondisi suatu sungai sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan disekitarnya. Sebagai suatu ekosistem, perairan sungai mempunyai berbagai komponen biotik danabiotik yang saling berinteraksi membentuk suatu jalinan fungsional yang saling mempengaruhi. Komponen pada ekosistem sungai akan terintegrasi satu sama.
Di beberapa tempat, sungai bahkan menyediakan pasokan air yang cukup penting bagi sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan batu-batu yang ada disungai mensuplai sebagian besar bahan bangunan bagi rumah penduduk di sekitar daerah aliran sungai.
Dengan demikian, keberadaan sungai menjadi sangat penting bagi kehidupan bahkan sampai sekarang. Namun sayang, kita kurang begitu peduli dengan pelestarian dan kebersihan sungai disekitar kita. Padahal disamping bermanfaat untuk hal diatas, sungai di jaman sekarang bisa pula di gunakan untuk pembangkit tenaga listrik, wisata air serta aneka kegiatan yang berhubungan dengan air dan perairan.
Sungai yang terawat serta terjaga kebersihannya akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang hidup disekitarnya. Karena dapat menghindarkan diri dari resiko banjir serta dapat mendatangkan devisa bagi industri pariwisata di sekitar bantaran sungai. Sudah saatnya kita menjaga kebersihan sungai karena dari sanalah roda kehidupan itu mengalir.
Gambar Contoh Sungai 3. Pengembangan Wilayah Sungai
Dampak negatif pembangunan sungai selama hamper 300 tahun ini membawa pendekatan baru dalam studi pembangunan sungai berikutnya. Studi
pembangunan sungai tidak lagi didominasi para insinyur rekayasa sipil hidro murni, namun secara realistis harus melibatkan para Naturwissenschaft, yaitu para ilmuwan dan praktisi yang bergerak di bidang ekologi, pertanian, perikanan, kehutanan, dan lingkungan hidup. Masuknya disiplin ilmu baru ini ternyata telah memulai babak baru pemikiran pengembangan sungai ke arah restorasi.
Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di
daerahaliran sungai (DAS). Aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai sangat eratkaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah
pemukiman, industri, danirigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak, sampah ataulimbah pemukiman, industri, dan pertanian masuk ke dalam sungai. Sampahatau limbah tersebut
mengakibatkan menurunnya kualitas air dan berubahnyako m p o s i s i s u b s t r a t d a s a r s u n g a i m e n y e b a b k a n o rg a n i s m e y a n g h i d u p d i dalamnya yakni hewan makrobentos terganggu.
Jika wilayah sungai dikembangkan maka secara umum manfaat yang kita tahu dari sungai itu adalah:
Sumber air rumah tangga Sumber air industry Irigasi
Perikanan Transportasi Rekreasi
Untuk itu sungai perlu dijaga kelestariannya,antara lain dengan cara:
Menjaga kelestarian hutan di bagian hulu DAS Menjaga kelestarian tanah di wilayah pertanian Membuat sabuk hijau di sekitar tebing sungai Melarang pembuangan limbah ke sungai. Melarang pembuangan sampah di sungai Pengambilan bahan bangunan tidak berlebihan Meningkatkan kegiatan prokasih.
4. Keadaan Geografis Sungai
Keadaan geografis suatu wilayah berbeda-beda. Dikarenakan letak geograrisnya juga berbeda. Begitu juga halnya dengan keadaan geografis suatu sungai. Yaitu dapat dilihat dari berbagai macam faktor. Misalnya faktor kuantitas pemakaian dari air tersebut, maksudnya adalah seberapa banyak air sungai itu dipakai oleh masyarakat sekitar, faktor seberapa sering air hujan turun didaerah tersebut bahkan adanya faktor besar maupun kecil sungai yang ada. Biasanya kedaan geografis sungai dapat dilihat dari keadaan dari geograis daerah ataupun masyarakat yang tinggal disana.
5. Kependudukan dan Pengembangan Wilayah Sungai
Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusi. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang
didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu. Maksudnya disini adalah bagaimana pengaruh kependudukan terhadap wilayah sungai. Jika disuatu daerah yang memiliki sungai terdapat jumlah
penduduknya lebih banyak daripada jumlah penduduk yang sedikit, maka kedaan sungai akan pasti berbeda. Jumlah penduduk yang banyak akan
memepengaruhi keadaan sungai. Karena secara otomatis semakin ramai orang yang akan tinggal didaerah sungai tersebut.
Penduduk mempunyai andil yang besar untuk menentukan kondisi
perkembangan di wilayah sungai. Contoh : penduduk sekitar sungai musi memanfaatkan sungai untuk diambil ikan nya, dan di sekitar sungainya juga dijadikan lokasi wisata. Berbeda halnya dengan sungai tembalang, banyak warga yang kurang peduli akan menjaga kebersihan sungai sehingga sungai kotor banyak sampah dan bila air tdk mengalir dapat menimbulkan bau tidak sedap. Jika penduduk lebih sering memanfaatkan sungai sebagai air baku maka secara otomatis akan mempengaruhi fungsi sungai.
6. Kesimpulan
Sungai tempat air mengalir dan membawa berbagai kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lain yang dilaluinya sehingga ada hubungan timbal balik antara sungai dan makhluk hidup tersebut.
Sungai yang memiliki morfologi yang berubah baik dari segi aliran maupun kegunaannya akan mempengaruhi pengembangan wilayah sungai.
Jika penduduk lebih sering memanfaatkan sungai sebagai air baku maka secara otomatis akan mempengaruhi fungsi sungai ataupun bentuk dari sungai itu