BAB II LANDASAN TEORI
B. Motivasi belajar Ekonomi
1. Pengertian Motivasi
Pada umumnya motivasi sering disebut dengan kata “motif” untuk menunjuk mengapa seseorang itu berbuat sesuatu. Kata “motif” dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.
Menurut Mc. Donald seperti dikutip oleh Sardiman (2001:71), motivasi adalah “perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian tersebut mengandung tiga elemen penting :
a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan enegri di dalam sistem
“neurophysiological” manusia (walaupun motivasi itu muncul
dari dalam diri manusia), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
b. Motivasi ditandai dengan muncul rasa/feeling, afeksi dan emosi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku mansia.
c. Motivasi akan dirangsang karena ada tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari satu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena terangsang atau terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.
Motivasi akan menyebabkan terjadiya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan berhanyut dengan persoalan
gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.
2. Fungsi Motivasi
Menurut Sardiman (2001:83) ada tiga fungsi motivasi :
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dar i setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusnya tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi lain. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi dalam suatu usaha yang sungguh-sungguh dengan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang akan mendapatkan keberhasilan.
3. Macam-macam Motivasi
Menurut Sardiman (2001:84) macam atau jenis motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang antara lain :
a. Motivasi dapat dilhat dari dasar pembentukannya
Motivasi pada dasarnya terbentuk berasal dari motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jika tidak perlu mempelajarinya misalnya dorongan untuk makan atau minum, dorongan untuk istirahat atau tidur dan lain-lain (bersifat biologis).
Motif yang dipelajari yaitu motif yang timbul karena harus dipelajari terlebih dahulu, biasanya motif ini disyaratkan secara sosial, misalnya belajar cabang ilmu tertentu, dorongan untuk hidup bermasyarakat dan lain-lain.
b. Jenis motivasi menurut pembagian Woodworth Marquis (1993:150) yaitu ;
1) Motif kebutuhan organis
Motif yang muncul karena dibutuhkan oleh tubuh. Meliputi kebutuhan makan, minum, bernafas, seksual berbuat dan kebutuhan untuk beristirahat.
2) Motif darurat
Motif darurat adalah yang timbul akibat adanya rangsangan dari luar. Seperti dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, untuk memburu dan lain-lain.
3) Motif obyektif
Motif obyektif dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, melakukan manipulasi, untuk menaruh minat.
c. Motivasi Jasmani dan Rohani
Yang termasuk motivasi jasmani misalnya refleks, instink otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah yaitu kemauan. d. Motivasi Instrinsik dan Ekstrinsik
1) Motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dorongan dari luar, karena dari dalam individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
2) Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar sebagai contoh seseorang itu belajar karena besok pagi ada ujian agar mendapatkan nilai baik.
4. Ciri-ciri Motivasi
Menurut Sardiman (2001:81), motivasi yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. tekun menghadapi tugas b. ulet menghadapi kesulitan c. menunjukkan minat
d. lebih senang belajar mandiri
e. senang, rajin dan penuh semangat dalam belajar f. dapat mempertahankan pendapatnya
g. senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
Ciri-ciri motivasi di atas jika diuraikan adalah sebagai berikut : a. Tekun menghadapi tugas
Tekun menghadapi tugas dapat diukur dari hasil ketekunan mengerjakan tugas tersebut berupa kepuasaan siswa. Selain itu faktor saksi dari guru juga dapat meningkatkan ketekunan siswa. Sifat ingin mendalami pelajaran dapat meningkatkan atau menambah ketekunan.
b. Ulet menghadapi kesulitan
Dapat diwujudkan dengan cara melalui bantuan oang lain maupun dengan belajar sendiri.
c. Menunjukkan minat
Faktor ini termotivasi karena ingin mendapatkan nilai yang baik serta ingin mendapatkan pujian. Karena jika ada motif tersebut maka seseorang akan merasapuas bila berprestasi dengan baik atau dipuji orang lain.
d. Lebih senang belajar mandiri
Senang belajar mandiri bermanfaat untuk mengembangkan kreatifitas serta juga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan karena dengan senang belajar mandiri akan mengasah otak untuk berfikir variatif.
e. Senang, rajin dalam belajar dan penuh semangat dalam belajar Senang rajin dalam belajar dan penuh semangat dalam belajar dapat diukur dengan :
1) Strategi belajar atau cara diterapkan oleh siswa agar mendapat hasil memuaskan dalam belajar.
2) Keunggulan atau kebosanan dalam belajar diwujudkan dengan niat ataupun target yang dimiliki oleh siswa serta dibutuhkannya variasi dalam belajar agar tidak mencapai titik kebosanan.
3) Keteraturan dalam belajar dibutuhkan untuk melatih kedisiplinan sehingga sikap rajin dan tekun akan selalu meningkat.
f. Dapat mempertahankan pendapatnya
Dapat dilihat dari tingkat kepekaan siswa terhadap kesalahan baik dalam pelajaran maupun pergaulannya disekolah, serta melatih kemandirian dalam berbicara.
g. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
Dapat diukur dengan bagaimanakah sikap siswa terhadap tugas dan juga cara mengerjakan tugas yang diberikan.
5. Motivasi Belajar Ekonomi
Motivasi merupakan faktor yang menenetukan dan berfungsi untuk menimbulkan, mendasari dan mengarahkan perubahan belajar ekonomi. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam menapai tujuan sehingga semakin besarnya motivasi akan meningkat pula prestasi belajar siswa. Sebaliknya jika seseorang yang motivasinya kurang mengakibatkan banyak mengalami kesulitan dalam belajar ekonomi.
Demikian juga dalam mempelajari ekonomi harus ada motivasi sehingga tidak ada alasan yang menyebabkan malas belajar ekonomi. Dalam mempelajari ekonomi, motivasi mempunyai adil yang cukup besar antara lain me ningkatkan intensitas belajar ekonomi. Dengan meningkatnya intensitas belajar ekonomi maka prestasi belajar ekonomi juga akan meningkat.
6. Arti Pentingnya Motivasi Belajar Ekonomi
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil belajar seseorang. Motivasi merupakan kekuatan tersembunyi dalam diri siswa, yang mendorong untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan. Motivasi timbul karena adanya dorongan dari dalam atau karena adanya rangsangan dari luar, dorongan atau rangsangan menimbulkan hasrat untuk melakukan sesuatu dan menentukan sikap. Motivasi yang muncul menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku siswa agar terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Motivasi mempunyai
tujuan untuk menggerakkan atau memacu para siswa agar timbul keinginan dan kemauan dalam rangka mencapai keinginan yang diharapkan.
7. Tanda-tanda motivasi Belajar Ekonomi
Motivasi belajar ekonomi merupakan dorongan untuk mencapai keberhasilan belajar seseorang yang berupa prestos belajar. Motivasi belajar ekonomi senantiasa menentukan intensitas usaha belajar dan kesungguhan kemampuan siswa untuk berekonomi, caranya ialah dengan mengenali berbagai kenyataan dan peristiwa ekonomi, memahami konsep dan teori sederhana, serta berlatih memecahkan masalah ekonomi sehari-hari baik yang terjadi dilingkungan masyarakat sekitarnya maupun tempat yang jauh. Tanda-tanda adanya motivasi belajar ekonomi sebagai berikut :
a. Lebih senang belajar mandiri dalam pelajaran ekonomi
Lebih senang belajar mandiri dalam pelajaran ekonomi untuk mengembangkan kreatifitas siswa serta dapat menambah pengetahuan, dengan senang belajar ekonomi akan mengasah otak untuk berfikir variatif.
b. Rajin ke sekolah
Siswa datang tepat waktu, pulang sesuai jadwal. c. Sifat ingin mendalami ekonomi
Suka mempelajari tentang masalah ekonomi dan mengetahui apa saja yang dipelajari di dalam ekonomi.
d. Senang mencari dan mengerjakan masalah ekonomi
Dapat dilihat bagaimana sikap siswa dalam menyelesaikan tugas ekonomi dan cara mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.
e. Penguasaan materi pelajaran ekonomi
Siswa dapat menguasai semua materi pelajaran ekonomi yang diberikan oleh guru sehingga siswa dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru ekonomi.
f. Tekun menghadapi tugas pelajaran ekonomi
Tekun menghadapi tugas ekonomi, diwujudkan bila siswa mendapatkan tugas atau pekerjaan rumah (PR) diselesaikan dengan benar.
g. Ulet menghadapi kesulitan pelajaran ekonomi
Apabila siswa menemui kesulitan dalam belajar ekonomi, siswa tidak mudah putus asa dalam menyelesaikan kesulitan belajar ekonomi.
Dari kesimpulan diatas belajar ekonomi berfungsi untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk berekonomi, caranya ialah dengan mengenali berbagai kenyataan dan peristiwa ekonomi, memahami konsep dan teori sederhana, serta berlatih memecahkan masalah ekonomi sehari-hari baik yang terjadi dilingkungan masyarakat sekitarnya maupun tempat yang jauh.