• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Coba ( Try Out ) Angket

2. Uji Reliabilitas Angket

Menurut Arikunto (2007:17) “Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu instrument”. Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang.

Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : r11 = ) ( 1 ) .( 2 2 1 2 1 2 1 2 1 r r ?

r11 = Koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan

2 1 2 1

r = Koefisien antara skor-skor setiap belahan test

Suatu instrument dikatakan reliable jika angka korelasi diperoleh > rtabel signifikan 0,05 dan dikatakan tidak reliable jika angka korelasi < rtabel.

G. Uji Prasyarat Analisis

1. Uji Normalitas Data

Menurut Setiaji, Bambang (2004:27) “Uji normalitas merupakan pengujian apakah dalam sebuah regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak” . model regresi yang baik adalah distribusi datanya normal atau mendekati normal. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Lilliiefors. Jika L hitung > L tabel, maka ditolak hipotesis statistik, berarti distribusi atau sebaran datanya tidak normal. Jika L

hitung < L tabel, maka diterima hipotesis statistik, berarti distribusi atau sebaran datanya normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSSV15.0

2. Uji Linearitas

Menurut Sutrisno Hadi (2000:14) uji linearitas dilakukan dengan mengetahui apakah pengaruh antara variabel terikat berbentuk linear tidak. Untuk keperluan uji lineritas ini digunakan uji statistic dengan rumus sebagai berikut :

F =

RKres RKreg

Dimana :

F = koefisien regresi

Rkreg = rerata kuadrat garis regresi Rkres = rerata kuadrat residu Kesimpulan :

Kriteria pengujian linearitas adalah jika nilai F hasil perhitungan lebih dari nilai F tabel dengan taraf signifikan 5% maka pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat berbentuk linear.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data digunakan untuk menganalisis data-data hasil penelitian dalam rangka untuk memberikan hipotesis. untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan teknik analisis statistik.

1. Analisis Regresi linear Sederhana

Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Menurut Sugiyono (2005:243) Persamaan umum regresi linear sederhana adalah :

Dimana :

Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = Harga Y bila X = 0 (harga konsultan)

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang

didasarkan pada variabel independen. Bila (+) maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan.

X = subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.

2. Uji F

Uji F atau uji kecocokan model, pada hakekatnya adalah uji untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Adapun langkah-langkah uji F adalah sebagai berikut :

a. Menentukan Ho dan H1

Ho : ?1 = ?2 : 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (motivasi belajar) terhadap variabel dependen (prestasi belajar).

H1 : ? 1 ? ?2 : 0, ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (motivasi belajar) terhadap variabel dependen (prestasi belajar). b. Level of significant Ftabel : ( ):( 1) :k n?k? F? Dipilih ? : 0,01 c. Kriteria pengujian

Gb 3.2 Pengujian hipotesis Uji F

Ho diterima apabila Fhitung ?Ftabel Ho ditolak apabila Fhitung >Ftabel d. Perhitungan nilai F

e. Menentukan kesimpulan

Menentukan kesimpulan jika Ho diterima maka H1 ditolak, sebaliknya jika Ho ditolak maka H1 diterima.

Daerah tolak Daerah terima

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil SMP Negeri 3 Colomadu

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Colomadu berdiri pada tanggal 1 Januari 1977. Kemudian pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Negeri 3 Colomadu meluluskan siswanya pertama kali. SMP Neger i 3 Colomadu menempati areal seluas kurang lebih 5879 m2. Tanah ini diperoleh dari tanah kas Desa Paulan Colomadu, sehingga sampai sekarang ini hubungan dengan pemerintah Desa Paulan berjalan sangat baik. Pada awal berdirinya SMP Negeri 3 Colomadu menerima murid baru sebanyak 2 kelas dan pada perkembangan selanjutnya tahun demi tahun kelas telah bertambah. SMP Negeri 3 Colomadu memiliki 18 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang laboratorium, 1 ruang kantor TU, 1 ruang bimbingan konseling, dan 1 ruang kegiatan ketrampilan.

Guru di SMP Negeri 3 Colomadu berjumlah 51 orang dengan komposisi 51 orang guru tetap dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 10 orang Guru Tidak Tetap (GTT). Sebagian besar guru merupakan lulusan sarjana S1 sebanyak 39 orang, D3 sebanyak 15 orang, dan D2 serta SLTA sebanyak 7 orang. Keadaan guru mengenai status kepegawaian dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.1

Status dan Jenjang Pendidikan Guru di SMP Negeri 3 Colomadu Tahun Ajaran 2008/2009

Jumlah

Ijasah Tertinggi Guru Tetap (GT) Guru Tidak Tetap (GTT)

S3/S2 - -

S1 20 9

D3 14 1

D2/D1/SLTA 7 -

Jumlah 41 10

Sumber: Arsip SMP Negeri 3 Colomadu Tahun 2009 Tabel 4.2

Jumlah / Siswa di SMP Negeri 3 Colomadu Tahun Ajaran 2008/2009 No Kelas Jumlah kelas Siswa Laki-Laki Siswa Perempuan Jumlah Siswa 1 2 3 Jumlah VII VIII IX 6 6 6 18 122 126 124 342 173 172 156 511 295 298 280 853 Sumber: Arsip SMP Negeri 3 Colomadu Tahun 2009

2. Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Colomadu

SMP Negeri 3 Colomadu sebagai organisasi atau lembaga pendidikan telah memiliki struktur organisasi sebagaimana lembaga -lembaga lain. Struktur organisasi tersebut dibuat untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing personil yang mengelolanya. Melalui struktur organisasi tersebut dapat terlihat adanya garis yang berhubungan langsung dari pimpinan dalam hal ini adalah kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi secara koordinasi dapat memberikan perintah kepada para bawahannya untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan demi kelangsungan serta kemajuan sekolah yang dipimpinnya.

Struktur organisasi SMP Negeri 3 Colomadu tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut:

Gambar 4.1

Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Colomadu Tahun Pelajaran 2008/2009

Sumber: Arsip SMP Negeri 3 Colomadu Tahun 2009

Adapun pengorganisasian kegiatan dan uraian tugas masing-masing komponen dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut:

Urusan Kesiswaan Komite

Sekolah Tata Usaha

Wakasek 2 Sarana Prasarana Wakasek 1 Kurikulum Urusan Humas Bimbingan Penyuluhan Koordinator Mata pelajaran Guru Siswa Kepala Sekolah Wali Kelas Perpustakaan Laboratorium Ekstra Kurikuler

1. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan sekolah dan melaksanakan tugas-tugas rutin, antara lain sebagai berikut: a. Merencanakan seluruh kegiatan sekolah yang dibantu oleh semua

pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusannya masing-masing. b. Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja yang

baik dan serasi dalam rangka memberikan motivasi kepada semua unsur/ personil sekolah, sehingga membangkitkan partisipasi dan dedikasi yang sebesar-besarnya.

c. Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap minggu sekali pada hari sabtu dan senin dalam rangka mengatasi hambatan-hambatan, misalnya memberikan catatan-catatan yang telah dibuat tentang siswa kepada semua guru bidang studi

d. Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka mengurangi hambatan dan pengembangan.

e. Menjalin hubungan yang erat/ mengadakan koordinasi dengan MS dan pengurus BP3.

2. Wakil Kepala Sekolah

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan (perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi) implementasi kurikulum di sekolah secara optimal.

a. Menyusun program tahunan dan semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah

b. Mengkoordinasikan penyusunan jadual proses belajar mengajar c. Mengkoordinasikan pembagian tugas mengajar guru.

d. Mengawasi proses belajar mengajar .

e. Mengkoordinasikan kegiatan pengadaan baha n pengajaran (satuan pelajaran, job sheet, diktat, dan sebagainya)

f. Mengkoordinasikan kegiatan pengembangan staf.

g. Mengumpulkan dan menganalisa absensi murid dan guru. h. Mengkoordinasikan kegiatan evaluasi dan UAS

i. Mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan.

j. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa atau OSIS dalam rangka penegakan disiplin tata tertib sekolah.

k. Memberikan pengarahan dalam pemilihan pengurus.

l. Melaksanakan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi.

m. Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidentik.

3. Wali Kelas

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah terhadap siswa di kelas yang diampunya Selaku pembantu kepala sekolah, wali kelas mempunyai tugas antara lain sebagai berikut:

a. Sebagai pengganti orang tua di sekolah.

b. Bersama petugas BP untuk mengadakan pendekatan tentang keadaan pribadi siswa untuk mengisi kertas putih.

c. Membuat data kelas dan peta kerawanan siswa. d. Mengatur administrasi kelas.

e. Mengatur pembagian dan koordinasi kerja kelompok. f. Mengadakan komunikasi dengan orang tua/wali siswa.

g. Menyusun dan melaksanakan program koordinasi dan kerjasama dengan petugas BP.

h. Membantu kelancaran pembayaran iuran SPP.

4. Bimbingan dan Penyuluhan

a. Menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan yang meliputi waktu kegiatan, metode bimbingan dan penyuluhan, peralatan dan biaya teknik pengolahan data hasil bimbingan dan penyuluhan serta petugas BP.

b. Mengadakan koordinasi dengan wali kelas, guru bidang studi dan ketua jurusan serta urusan kesiswaan dalam rangka pembinaan kesiswaan dan orang tua/ wali siswa.

c. Menyusun dan memberikan saran dan pertimbangan pemilihan jurusan bagi siswa.

5. Perpustakaan

Bagian perpustakaan selaku pembantu Wakil Kepala bertanggung jawab dalam hal pengaturan dan pelaksana perpustakaan. Sehingga kegiatan ini dapat berfungsi sebagi media pendidikan yang kedua. Adapun

kegiatan-kegiatan yang wajib dilakukan oleh bagian perpustakaan secara garis besar antara lain sebagai berikut:

a. Pengurusan pelayanan dan administrasi perpustakaan sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan dengan tertib dan baik.

b. Perencanaan pengembangan pelayanan perpustakaan. c. Pemeliharaan, perawatan dan perbaikan buku/bahan pustaka.

d. Mengatur penggunaan buku paket kepada guru/siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

6. Kasubag Tata Usaha

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah, mempunyai tugas meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

a. Penyusunan program tata usaha sekolah. b. Penyusunan keuangan sekolah.

c. Pengurusan pegawai.

d. Pembinaan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah. e. Penyusunan perlengkapan sekolah.

f. Penyusunan dan penyajian data/ statistik sekolah.

g. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketata usahaan secara berkala.

B. Uji Coba Angket (Try Out)

Uji coba angket ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas) angket dalam mengumpulkan data

penelitian. Uji coba angket diberikan kepada 20 siswa. Hasil uji validitas dan reliabilitas angket adalah sebagai berikut:

1. Uji Validitas Angket

Dari hasil perhitungan uji validitas terhadap angket tentang motivasi belajar menunjukkan bahwa dari 15 item angket semuanya adalah valid, karena harga rxy untuk semua item angket lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi (?) = 5% yaitu sebe sar 0,444 (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4). Artinya angket ini sahih dan dapat dipercaya untuk mengambil data penelitian. Adapun rangkuman hasil uji validitas angket tentang motivasi belajar dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3

Hasil Uji Validitas Angket Motivasi Belajar

No. item rxy rtabel (0,05;20) Keterangan

1 0,805 0,444 Valid 2 0,572 0,444 Valid 3 0,669 0,444 Valid 4 0,529 0,444 Valid 5 0,575 0,444 Valid 6 0,674 0,444 Valid 7 0,577 0,444 Valid 8 0,557 0,444 Valid 9 0,605 0,444 Valid 10 0,532 0,444 Valid 11 0,553 0,444 Valid 12 0,608 0,444 Valid 13 0,616 0,444 Valid 14 0,625 0,444 Valid 15 0,644 0,444 Valid

Hasil uji validitas kedua angket menunjukkan bahwa semua item angket valid karena harga rxy untuk semua item angket lebih besar dari rtabel pada

taraf signifikansi (?) = 5% yaitu sebesar 0,444 (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4).

2. Uji Reliabilitas Angket

Hasil uji reliabilitas terhadap angket motivasi belajar memperoleh koefisien reliabilitas (r11) sebesar 0,8782, dimana nilai tersebut berada pada ketetapan reliabilitas kategori sangat tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang dikumpulkan melalui angket ini sangat reliabel dan dapat dipercaya (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5).

Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (1993:167), bahwa harga koefisien reliabilitas dikonsultasikan dengan ketetapan reliabilitas sebagai berikut:

Antara 0,800 – 1, 000 = sangat tinggi Antara 0,600 – 0,800 = tinggi Antara 0,400 – 0,600 = cukup Antara 0,200 – 0,400 = rendah Antara 0,001 – 0,200 = sangat rendah

Dokumen terkait