• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi diplomasi mengalami perkembangan pesat sejak berakhirnya Perang Dingin di era 1990an dan abad ke 21 yang juga menciptakan revolusi teknologi sehingga mendorong terjadinya perubahan aktor utama diplomasi. 41 Dinamika hubungan internasional di era globaslisasi ini menimbulkan beragam isu-isu politik global dalam pelaksanaan diplomasi dan melibatkan banyak aktor dengan kepentingannya masing-masing. Kompleksitas permasalahan internasional yang semakin beragam menjadikan penyelesaian konflik untuk menciptakan dan menjaga perdamaian menjadi lebih rumit. Brian Hocking mengemukakan bahwa bentuk diplomasi kontemporer membutuhkan penyesuaian dengan perkembangan lingkungan internasional yang cepat berubah sehingga Pemerintah perlu menyadari kemunculan aktor non-negara, seperti tokoh masyarakat, perusahaan swasta, partai politik, NGOs, seniman atau budayawan hingga media massa pun menempati peran penting dalam upaya mencapai tujuan diplomasi secara optimal.42

41 Ole Jacob Sending, Vincent Pouliot dan Iver B.Neumann. 2011. The Future of Diplomacy; Changing Practices, evolving relationships. International Journal, Summer 2011. Canada: Canadian International Council. Hal. 527.

29 Multi-track diplomacy adalah konsep yang dikembangkan oleh Louise Diamond dan John W. McDonald. Multi-track diplomacy merupakan suatu perluasan dan pembedaan antara first track diplomacy dan second track

diplomacy yang dibuat oleh Joseph Montville di tahun 1982.43 Pada tahun

1991, Louise Diamond dan McDonald mengembangkan kedua jalur tersebut menjadi sembilan jalur yakni Pemerintah, conflict resolution professionals, bisnis, warga negara, penelitian, pelatihan dan pendidikan, aktivisme, agama, pendana atau pemberi dana dan media.44

Gambar 1: Sembilan Multi-track Diplomacy

Sumber: Louise Diamond and John McDonald. 1996 Multi-Track Diplomacy; A Systems Approach to Peace Third Edition. Kumarian Pres.Hal. 15

43 C.P.F Luhulima. Peranan Diplomasi Multi-track dalam Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan; Upaya dan Tantangan. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 5(2). Hal 75. 44 Ibid.

30 Pelaksanaan multi-track diplomacy didasarkan pada kesadaran dan keinginan aktor non-negara secara umum dari berbagai kalangan yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda untuk melakukan usaha menciptakan peacemaking dan peacebuilding. 45 Menyikapi bermunculannya aktor-aktor non-negara yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan politik luar negeri suatu negara diharapkan bisa memberi kontribusi yang positif bagi pencapaian kepentingan nasional khususnya dalam membangun citra bangsa yang positif di mata dunia internasional serta dalam mengisi dan mengembangkan kerjasama di berbagai bidang dan mengatasi permasalahan global.

Multi-track diplomacy telah menjadikan diplomasi bukan hanya tugas diplomat professional ataupun Pemerintah dalam pengertian umum, namun merupakan sebuah upaya untuk merangkul dan melibatkan masyarakat dari berbagai negara dalam suatu hubungan yang harmonis guna mewujudkan persahabatan bangsa-bangsa menuju perdamaian dunia. Selain itu pula, di era globalisasi kini semakin memudahkan hubungan antar negara terjalin dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi transportasi dan komunikasi (internet).

Berkembangnya peran aktor non-negara dalam hubungan internasional juga disadari oleh Pemerintah Korea Selatan, sehingga dalam platform pelaksanaan soft diplomacy Korea Selatan, aktor negara dan aktor non-negara bekerja sama saling mendukung dalam memperluas jaringan Korea di dunia melalui pengembangan budaya popular Korean wave untuk

31 meningkatkan citra bangsa dalam mencapai kepentingan nasionalnya. Diantara sembilan jalur multi-track diplomacy, track one, track two, track three, track four dan track nine adalah aktor yang terlibat dalam pelaksanaan soft diplomacy Korea Selatan yang diteliti dalam penulisan ini.

Track one diplomacy adalah diplomasi yang dilakukan oleh aktor negara yakni pemerintah (government-to-government) dan merupakan elemen penting dalam diplomasi. Track one diplomacy dilakukan dengan mempertimbangkan aspek formal dalam proses pemerintahan karena dilakukan oleh kepala negara ataupun diplomat professional serta wakil-wakil yang telah diberi instruksi oleh negara yang berdaulat.46

Track two diplomacy adalah bentuk diplomasi yang dilakukan oleh aktor-aktor non-negara dalam situasi informal untuk dapat menangani konflik-konflik antar kelompok masyarakat yang tujuannya menurunkan ketegangan dengan cara meningkatkan komunikasi dan saling pengertian untuk menciptakan perdamaian dunia. Menurut McDonald, diplomasi jalur kedua ini adalah sebagai pendukung diplomasi jalur pertama dalam membuka jalan bagi negosiasi-negosiasi dan kesepakatan yang dilakukan oleh Pemerintah.47

Track three diplomacy adalah diplomasi bisnis yang melibatkan peran para pelaku bisnis melalui peluang kegiatan kerjasama internasional di bidang ekonomi guna menjalin relasi dengan negara-negara lain melalui komunikasi

46 Sukawarsini Djelantik. Op.Cit. Hal. 20.

32 ataupun jaringan bisnis untuk membantu menciptakan perdamaian dan memperkokoh interaksi kerjasama bisnis dan perekonomian antarnegara.48

Track four diplomacy menggambarkan keikutsertaan masyarakat dalam diplomasi yang disebut citizen diplomacy. Peran seluruh lapisan masyarakat akan lebih mudah dan jangkauannya luas dalam menjalin relasi untuk mewujudkan perdamaian dan kerjasama baik itu melalui kegiatan pertukaran, organisasi sukarela dan organisasi non-Pemerintah lainnya, special-interest groups hingga para selebritis dinyatakan sebagai aktor baru dalam dunia perpolitikan global. Keterlibatan masyarakat luas dalam diplomasi multi jalur merupakan sebuah kecenderungan baru di era globalisasi sebagai ungkapan kepedulian dan tanggung jawab terhadap masalah-masalah yang terkait kebijakan luar negeri dan perdamaian dunia. 49

Track nine diplomacy yang memainkan peran media tentunya dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam menyampaikan informasi dan aspirasi rakyat hingga menciptakan opini publik guna menjaga perdamaian dan meningkatkan kerjasama. Track nine diplomacy adalah bentuk diplomasi bagaimana opini publik dibentuk dan diekspresikan oleh berbagai elemen media. Di era globalisasi kini, media semakin berperan penting karena dengan mudah menyebarkan informasi maupun peristiwa teraktual dari seluruh belahan dunia melalui televisi ataupun jaringan internet, sehingga sangat membantu dalam proses penyelenggaran diplomasi suatu negara. Media bertindak sebagai messenger dan berada dalam lingkaran sentris untuk

48 Ibid. Hal. 52-53

33 menghubungkan peran para aktor multi-track diplomacy yang berperan aktif dalam membangun saling pengertian dan toleransi antarnegara, antar budaya ataupun antar agama.50

Seluruh jalur dalam pola hubungan multi-track diplomacy memperlihatkan hubungan antar semua jalur pada tingkat yang sama. Setiap jalur memiliki sumber daya, nilai dan pendekatannya masing-masing namun saling mempengaruhi satu sama lain. Multi-track diplomacy juga identik sebagai diplomasi publik yang merupakan bentuk diplomasi dalam menjembatani antara dinamika kepentingan nasional di percaturan politik dunia dan aspirasi masyarakat domestik. 51 Pemerintah Korea Selatan melalui Ministry of Foreign Affairs and Trade (MOFAT) menetapkan tahun 2010 sebagai starting point dalam mempromosikan diplomasi Publik dan mendirikan Korean Diplomacy Public Forum serta bekerjasama dengan Korean

Foundation.52 Diplomasi publik merupakan implementasi dari track two

diplomacy. Isu utama diplomasi publik adalah arus transnasional dan ide-ide kepentingan nasional dipromosikan dengan berbagai upaya untuk menyebarkan informasi saling pengertian dan mempengaruhi masyarakat asing.53

Bentuk diplomasi multi jalur sebagai bentuk diplomasi yang baru dengan bermunculannya berbagai aktor non-negara di era globalisasi yang didukung oleh inovasi teknologi diyakini dapat lebih powerfull dalam melakukan negosiasi untuk mencapai kepentingan nasional suatu bangsa.

50 Louise Diamond dan John McDonald. Op.cit. Hal. 15. 51 Aleksius Jemadu. Op.Cit. Hal.7.

52 Ministry of Foreign Affairs and Trade. 2011. Diplomatic White Paper 2011. Republic of Korea. Hal. 269.

34 Penerapan multi-track diplomacy akan semakin mendorong jaringan kerjasama suatu negara dengan negara lain karena komponen para aktor dalam multi-track diplomacy menempati posisi berbeda tetapi terkait satu sama lain dan saling berinteraksi untuk membangun kerjasama yang strategis, terlebih lagi media semakin bisa membentuk opini publik secara efektif yang dapat mempengaruhi tindakan Pemerintah mengambil kebijakan melalui apa yang ditampilkan dalam berita melalui media cetak, media elektronik dan tentunya media online (internet).

E. Pencitraan

Konsep citra (image) dikembangkan oleh para ilmuwan sosial dalam membahas variabel psikologis manusia dalam mensinkronkan dengan lingkungannya, mereka beranggapan bahwa suatu citra timbul dari interaksi berbagai sikap dan asumsi yang dikembangkan seseorang dalam mempelajari lingkungannya.54 Hubungan antara kecenderungan dan kegiatan dengan cara yang akan membantu memahami bagian peran kegiatan diplomasi suatu negara dalam mengungkapkan nila-nilai pendekatan politik ataupun budaya dan bidang lainnya ditandai dengan citra yang dibentuk. Pencitraan membantu memberikan alasan yang dapat diterima secara subjektif tentang mengapa segala sesuatu hadir sebagaimana tampaknya tentang preferensi politik ataupun yang lainnya yang tidak hanya bersifat politis.

54 William D. Coplin dan Marsedes Marbun. 1992. Pengantar Politik Internasional; Suatu Telaah

35 Landasan penilaian citra terletak pada nilai-nilai kepercayaan atau sistem nilai atau lebih luas lagi pada kebudayaan.55 Citra menentukan cara seseorang memandang dunia dan citra tersebut digunakan untuk mengorientasikan pengambil keputusan sehingga citra memainkan peran yang menentukan dalam upaya untuk membentuk perilaku para pengambil keputusan politik luar negeri.56 Citra yang berhasil dibangun oleh suatu negara terasa sangat penting dan bermanfaat dalam melaksanakan politik luar negerinya karena akan dimudahkan dalam menarik perhatian negara lain dalam memandang dan menilai negara tersebut. Pencitraan yang terbentuk merupakan modal awal suatu negara untuk menjalin hubungan bilateral dalam mencapai kepentingan nasional. Aleksius Jemadu menyatakan pengertian pencitraan adalah:

upaya suatu bangsa untuk mendefinisikan dirinya baik kepada rakyatnya sendiri maupun dalam pergaulan internasional dengan menonjolkan keunggulan nilai-nilai budaya yang dimilikinya dengan tujuan untuk menciptakan pengaruh internasional yang sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan politik luar negeri dan diplomasi secara umum.57

Pembangunan citra suatu bangsa tidak hanya dimaksudkan untuk membangun citra dari kesan yang negatif menjadi positif namun dapat pula berarti untuk memelihara atau mempertahankan citra, hingga meningkatkan citra positif yang telah dimiliki oleh suatu bangsa. Citra itu sengaja diciptakan agar bernilai positif. Citra positif memang penting bagi sebuah bangsa, setidaknya dengan citra baik yang dimilikinya negara tersebut akan

55 Vivi Feriany. 2009. Memperkuat Diplomasi Pencitraan Indonesia. Jurnal Diplomasi. Hal. 148. 56 William D. Coplin dan Marsedes Marbun. Op.cit. Hal 91.

36 dihormati, dihargai, disegani, dan dipercaya sehingga meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain dan memperkuat posisi persaingan dalam perpolitikan global dan dapat dengan mudah mencapai kepentingan nasionalnya di suatu negara. Bangsa lain akan salut terhadap negara yang bersangkutan dan akan berpikir ulang bila ingin mengusik kedaulatannya. Efeknya negara akan memiliki kewibawaan baik ditingkat regional maupun internasional.58

Pembangunan citra suatu bangsa di luar negeri termasuk dalam penanganan berbagai isu politik, ekonomi, sosial budaya yang didasarkan pada norma dan nilai yang dianut oleh masyarakat dalam negeri tanpa mengabaikan norma pergaulan internasional. Upaya pembentukan citra ini didukung oleh pelaksanaan dalam diplomasi publik (track two diplomacy). Pembangunan citra ini bukan hanya menjadi agenda nasional dan dilakukan oleh departemen luar negeri semata melainkan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tentunya dibantu oleh peran media dalam membentuk opini publik dan mendefinisikan citra.

58 T. May Rudy. 2005.Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional.Bandung: PT. Refika Aditama. Hal. 139.

37 Citra yang ingin dibangun Korea Selatan merupakan produk dari konstruksi sosial yang dibangun dari pandangan dunia, karakter bangsa dan pandangan personal tanpa ditentukan oleh ideologi negara. Pencitraan juga sangat penting dilakukan oleh sebuah negara untuk memasarkan produknya ke seluruh dunia, mengundang investor dari negara lain agar menanamkan modalnya sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi suatu negara.59 Dengan demikian, Korean wave adalah sebagai sikap dan tindakan nyata Pemerintah dan rakyat Korea Selatan untuk membangun citra bangsa dalam memperkenalkan identitas politik, ekonomi, dan budayanya sekaligus mencapai kepentingan nasional dalam berbagai bidang kerjasama dengan Indonesia.

59 Mohammad Shoelhi. 2011. Diplomasi: Praktik Komunikasi Internasional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Hal.159-160.

38

BAB III