• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Ekonomis

Dalam dokumen LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR (Halaman 31-37)

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi

2.6. Nilai Ekonomis

Spesies dari branchiopoda seperti Daphnia dan Artemia merupakan sumber pakan alami yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut maupun tawar karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu kandungan nutrisinya tinggi, berukuran kecil yang sesuai dengan ukuran mulut larva, pergerakannya lambat, sehingga mudah ditangkap oleh larva ikan, dan tingkat pencemaran terhadap air kultur lebih rendah apabila dibandingkan dengan penggunaan pakan buatan. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70% kadar bahan kering. Secara umum, dapat dikatakan terdiri dari 95% air, 4% protein, 0.54 % lemak, 0.67 % karbohidrat dan 0.15 % abu. Dalam bidang pertanian Daphnia biasanya hidup dalam populasi persawahan dan dapat bermanfaat sebagai penghancur dan memindahkan bahan organik serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber kitin. Selain itu Daphnia juga dapat digunakan sebagai indikator dari perubahan serta pencemaran lingkungan (Yulia, dkk, 2011).

III. METODE PRAKTIKUM 3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 November 2011, pukul 13.00 – 15.00 WITA dan bertempat di Laboratorium C Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo Kendari.

3.2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan beserta kegunaannya yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Alat dan bahan beserta kegunaanya

No Nama Alat Kegunaan

A. B Alat 1. Baki 2. Pisau Bedah 3. Alat tulis 4. Toples 5. Pinset 6. Buku Identifikasi Bahan 1. Kerang Lentera (Lingula unguis) 2. Alkohol 70%

Untuk meletakkan organism yang akan diamati Untuk membedah organism yang diamati

Untuk mencatat dan menggambar hasil pengamatan Untuk menyimpan bahan pengamatan yang diambil dari laut

Untuk mengambil bahan dari toples

Untuk Mengidentifikasi Struktur Tubuh obyek yang diamati

Sebagai obyek yang diamati

Untuk mengawetkan bahan pengamatan 3.3. Prosedur Kerja

Langkah-langkah kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pengamatan pada organisme yang telah diambil dari perairan 2. Meletakkan orgaisme pada baki kemudian mengidentifikasi bagian-bagian

organism tersebut.

3. Menggambar bentuk secara morfologi dan anatomi pada bagian-bagian organisme yang telah diidentifikasi dan diberi keterangan pada buku gambar.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini sebagai berikut: A. Struktur Morfologi dan Anatomi Kerang Lentera (Lingula unguis) Keterangan: 1. Tentakel 2. Cangkang 3. Tangkai

Gambar 24. Struktur Morfologi Kerang Lentera (Lingula unguis)

Keterangan: 1. Tentakel 2. Otot 3. Nephridium gonad 4. Lambung 5. Cangkang 6. Lophophore

4.2. Pembahasan

Brachiopoda adalah Bivalvia yang berevolusi pada zaman awal periode Cambrian yang masih hidup hingga sekarang yang merupakan komponen penting organisme benthos pada zaman Paleozoikum. Brachiopoda berasal dari bahasa latin brachium yang berarti lengan (arm), poda yang berarti kaki (foot). Brachiopoda artinya hewan ini merupakan suatu kesatuan tubuh yang difungsikan sebagai kaki dan lengan atau dengan kata lain binatang yang tangannya berfungsi sebagai kaki. Filum ini merupakan salah satu filum kecil dari bentik invertebrates. Hingga saat ini terdapat sekitar 300 spesies dari filum ini yang mampu bertahan dan sekitar 30.000 fosilnya telah dinamai. Mereka sering kali disebut dengan “lampu cangkang” atau lamp shell. Secara umum brachiopoda merupakan salah satu fosil hewan yang sangat melimpah keberadaannya pada sedimen yang berasal dari zaman paleozoikum. Salah satu kelasnya, yaitu Inartikulata bahkan menjadi penciri penting (fosil index) zaman Cambrian awal.

Klasifikasi Fillum Brachiopoda dibagi menjadi 2 kelas yaitu klas Artikulata /Phygocaulina dan klas Inartikulata/Gastrocaulina. Klas Artikulata/Phygocaulina Cangkang atas dan bawah (valve) dihubungkan dengan otot dan terdapat selaput dan gigi. Klas Articulata / Pygocaulina memiliki masa hidup dari zaman Cambrian hingga ada beberapa spesies yang dapat bertahan hidup sampai sekarang seperti anggota dari ordo Rhynchonellida dan ordo Terebratulida.

Gambar 26. Spesies dari kelas Artikulata (Yulia dkk, 2011)

Berikut adalah ciri-ciri dari kelas Articulata cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket yang diperkuat oleh otot, cangkang umunya tersusun oleh material karbonatan, Tidak memiliki lubang anus, memiliki keanekaragaman jenis yang besar, banyak berfungsi sebagai fosil index dan mulai muncul sejak zaman kapur hingga saat ini.

Klas Inartikulata/Gastrocaulina memiliki cangkang atas dan bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan gigi yang dihubungkan dengan selaput pengikat. Sedangkan untuk ciri-ciri dari klas Inarticulata tidak memiliki gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line), Pertautan kedua cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang akan terpisah, cangkang umunya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat atau khitinan, mulai muncul sejak zaman cambrian awal hingga sekarang.

Gambar 27. Spesies dari kelas Inartikulata (Yulia dkk, 2011)

Menurut Romimohtarto (2011) pada permukaan dalam dari tangkup atas dekat ujung belakang, melekat satu tangkai berotot berbentuk silindrik yang panjang dinamakan pedikel (pedicle) yang berisi perpanjangan berbentuk tabung dari rongga tubuh. Selama air surut, tangkai ini memendek untuk menarik cengkang ke dalam lubang. Dan selama air pasang, tangkai memanjang untuk mendorong cangkang ke permukaan air. Biasanya ujung depan dari cangkang tidak pernah menonjol di atas permukaan pasir atau lumpur.

Pada pengamatan morfologi yang kami lakukan untuk Lingula unguis terlihat tentakel, cangkang dan tangkai. Sedangkan anatominya yang nampak yaitu tentakel, nephridium gonad, cangkang, otot, lambung dan lophophore. Hal ini didukung oleh Yulia dkk (2011), yang menyatakan bahwa tubuh bagian dalam (anatomi) kerang lentera terdiri dari atas organ-organ seperti hati, saluran pencernaan (usus dan lambung), kelenjar pancreas, gonad dan otot-otot yang berfungsi sebagai penggerak organ seperti membuka dan menutup cangkang serta gerakan memutar tubuhnya yang disebut pendukel. Bagian depan (anterior) sebelah dalam cangkang terdapat suatu organ yang terlipat-lipat menyerupai bentuk tapak sepatu kuda dan disebut lofofor. Organ ini dilengkapi dengan tentakel bulu (bercillium) sebagai organ respirasi dan alat bantu untuk menangkap makanannya. Di sisi dinding usus terdapat lubang kecil yang disebut nephridium dan merupakan lubang pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Nephridium selain sebagai organ eksresi juga sebagai organ reproduksi.

V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pengamatan yang dilakukan dan pembahasan di atas adalah sebagai berikut :

1. Filum Brachiophoda adalah salah satu kelompok hewan invertebrata yang hidup sebagai hewan bentik di laut. Ditinjau dari asal katanya brachiophoda berasal dari bahasa yunani Brachios yakni tangan, dan Poda yang berarti kaki. Jadi hewan brachiophoda adalah hewan yang mempunyai organ yang berfungsi sebagai tangan dan kaki.

2. Struktur Morfologi dari Kerang Lentera (Linguila unguis) terdiri dari tentakel, cangkang, dan tangkai.

3. Struktur Anatomi dari Kerang Lentera (Linguila unguis) adanya Nephridium gonad, Lambung dan Lophophore

5.2. Saran

Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum kali ini adalah sebaiknya alat yang digunakan pada praktikum dimaksimalkan penggunaannya, sebagai contoh misalnya toples yang dibawa praktikan tidak pernah digunakan begitu juga dengan kantong dan alat lain yang belum pernah digunakan. Hal ini dimaksudkan agar semua peralatan praktikan akan terpakai untuk kepentingan praktikum.

I. PENDAHULUAN

Dalam dokumen LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR (Halaman 31-37)

Dokumen terkait