• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Inti Budaya Kota Tangerang

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA TANGERANG (Halaman 54-64)

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH

A. Visi Dan Misi

3. Nilai Inti Budaya Kota Tangerang

Nilai inti budaya Kota Tangerang merupakan nilai-nilai yang harus dianut dan diterapkan dalam sikap dan perilaku seluruh jajaran aparat pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang dalam menjalankan semua kegiatan. Nilai inti budaya tersebut adalah:

3.1 Inovasi (innovation), 3.2 Kebersamaan (unity),

3.3 Profesionalisme (professionalism), dan 3.4 Akhlak mulia (akhlaqul karimah).

Adapun penjelasan dari nilai inti budaya Pemerintah Kota Tangerang tersebut adalah sebagai berikut:

a. Inovasi

Kegiatan pembangunan yang inovatif menunjukkan bahwa setiap pelaksanaan pembangunan dapat memberikan kontribusi yang mampu menggerakkan berbagai sektor perekonomian kota (income

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 generation). Dengan demikian, setiap pelaksanaan pembangunan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

b Kebersamaan

Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kebersamaan komitmen dari seluruh stakeholders Kota Tangerang yang meliputi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kesepakatan yang terjalin dari seluruh stakeholder ini akan menciptakan hubungan yang harmonis untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Tangerang.

c Profesionalisme

Kegiatan pembangunan di Kota Tangerang harus didukung oleh aparat-aparat pemerintah yang profesional dan senantiasa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Kota Tangerang, dengan didasari prinsip-prinsip good governance. Dengan demikian setiap program/kegiatan pembangunan harus direncanakan dan dilakukan dengan cermat agar mencapai hasil yang maksimal.

d Akhlakul Karimah

Aparat pemerintah Kota Tangerang diharapkan dapat melaksanakan tugas kepemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dengan ketulusan hati. Dengan demikian pelaksanaan tugas sehari-hari dapat menjadi sarana didalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta upaya untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Keempat nilai inti budaya Kota Tangerang ini sejalan dengan sepuluh prinsip tata kepemerintahan yang baik (Good Governance) yang harus dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat pada umumnya dan Pemda Kota Tangerang pada khususnya, yaitu partisipasi, penegakan hukum, transparansi, kesetaraan, daya tangkap, wawasan ke depan, akuntabilitas, pengawasan, efisiensi &

efektifitas, profesionalisme.

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

K e b i j a k a n P e m e r i n t a h D a e r a h | II-6

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 B. Strategi Dan Arah Kebijakan Daerah

Untuk merealisasikan visi dan misi di atas, maka strategi yang harus ditempuh harus merupakan strategi yang komprehensif dan menyeluruh.

Strategi ini ditujukan untuk memecahkan masalah yang sudah sangat mendesak untuk segera ditangani, seperti pengembangan sektor industri pengolahan, kepadatan penduduk, pemerataan di bidang pendidikan dan akses kesehatan, maupun bidang lainnya yang strategis dan prioritas.

Strategi tersebut berupa tujuan dan sasaran prioritas guna pencapaian visi pembangunan.

1. Isu Dan Permasalahan Mendesak Tahun 2008

Pembangunan yang selama ini telah dilaksanakan di Kota Tangerang dalam kurun waktu 2004–2006 belum dapat sepenuhnya mengubah kondisi masyarakat (khususnya kondisi sosial–budaya, ekonomi, dan lingkungan) menjadi lebih baik. Berbagai permasalahan yang terkait dengan kondisi sosial–budaya, ekonomi, dan lingkungan seperti permasalahan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, polusi (air, tanah, dan udara), sampah/kebersihan lingkungan, dan lain-lain, masih banyak yang belum tertangani secara optimal. Hal ini menjadi tanggungjawab seluruh stakeholders pembangunan, termasuk Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat.

Berdasarkan hasil : (1). Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya atas berbagai hasil capaian sasaran pembangunan yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Tangerang 2004-2008; (2). Fenomena dan potensi munculnya permasalahan baik yang bersifat eksisting maupun dampak dari permasalahan yang sudah ada; dan (3). Berbagai kebijakan/regulasi baik pusat maupun propinsi, maka dapat diidentifikasi isu-isu pembangunan di Kota Tangerang Tahun 2008 sebagai berikut:

1. Akses dan Mutu Pelayanan Pendidikan;

2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan;

3. Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dan Pengembangan Kualitas Penduduk;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 4. Pengangguran dan Keterbatasan Kesempatan Kerja;

5. Pemilihan Walikota Tangerang Tahun 2008;

6. Efektivitas dan Keterpaduan Perencanaan Pembangunan dan Penerapan e-Goverment;

7. Banjir Perumahan dan Permukiman;

8. Cakupan Pelayanan Air Bersih serta Persampahan dan Limbah;

9. Pelayanan Transportasi Massal;

10. Efektivitas Penataan Ruang dan Daya Dukung Lingkungan Hidup;

11. Ketahanan Pangan dan Produktivitas Ekonomi;

12. Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial.

Dari uraian tentang isu pembangunan tahun 2008, diperlukan suatu identifikasi permasalahan mendesak sebagai upaya pemfokusan penanganan dalam pencapaian kinerja pembangunan tahun 2008.

Identifikasi terhadap permasalahan pembangunan yang mendesak dalam upaya mencari solusi alternatif dilakukan melalui kuantifikasi berbagai aspek pembangunan yang diperkirakan bisa menjadi kendala/hambatan di dalam implementasi. Kendala/hambatan tersebut merupakan salah satu faktor penimbang urgensitas permasalahan yang terjadi, dimana dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi Sumber Daya Manusia (kuantitatif dan kualitatif), Sarana–Prasarana (kuantitatif dan kualitatif), berbagai regulasi daerah yang ada, serta unsur manajemen seperti Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Directing), dan Pengevaluasian (Evaluating). Sementara itu, faktor eksternal meliputi kendala kemasyarakatan dan berbagai regulasi pusat dan propinsi yang ada.

Berdasarkan identifikasi terhadap 12 isu pembangunan melalui berbagai faktor kendala/hambatan tersebut, maka didapat sebanyak 45 permasalahan pembangunan yang mendesak di Kota Tangerang pada tahun 2008 yang harus segera ditangani, yaitu:

1. Belum Optimalnya Pelayanan Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Berkembangnya Aspirasi Implementasi Pendidikan Gratis SD dan SMP;

2. Belum Optimalnya Profesionalisme dan Kompetensi Guru;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

K e b i j a k a n P e m e r i n t a h D a e r a h | II-8

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 3. Belum Optimalnya Relevansi Dunia Pendidikan dengan Dunia

Usaha dan Dunia Kerja;

4. Belum Optimalnya Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah;

5. Kesiapan Implementasi Anjuran Penerapan SI (Standar Isi) dan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Tahun Ajaran 2009/2010;

6. Belum Optimalnya Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu;

7. Belum Optimalnya Ketersediaan Sarana Pelayanan Kesehatan;

8. Belum Optimalnya Daya Dukung, Kemampuan dan Kompetensi Tenaga Medis;

9. Belum Terpadunya Penanggulangan Penyakit Menular serta Wabah Penyakit;

10. Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat;

11. Keamanan Mutu Obat dan Makanan yang Beredar serta Penyalahgunaan Narkoba;

12. Belum Optimalnya Upaya Pengendalian Kependudukan;

13. Belum Memadainya Pengelolaan Data dan Pelayanan Administrasi Kependudukan;

14. Belum Memadainya Pengetahuan dan Kesadaran Pasangan Usia Subur dan Remaja tentang Hak-hak Reproduksi dan Kesehatan Reproduksi;

15. Belum Optimalnya Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana;

16. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Angkatan Kerja dengan Kesempatan Kerja;

17. Belum Memadainya Kompetensi Angkatan Kerja Terhadap Kebutuhan Kualifikasi Lapangan Kerja;

18. Tingginya Angka Pekerja Dibawah Umur;

19. Masih Tingginya Kasus Hubungan Industrial;

20. Rendahnya Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pilkada yang Jujur dan Adil;

21. Pengelolaan Situasi Sosial Politik yang Kondusif Pra, Pelaksanaan, dan Paska Pilkada;

22. Belum Memadainya Dukungan dan Pengelolaan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Secara Tepat Waktu dan Tepat Materi;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 23. Belum Optimalnya Efektivitas dan Keterpaduan Proses Perencanaan

Pembangunan Daerah dan SKPD;

24. Belum Optimalnya Proses Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan SKPD;

25. Belum Optimalnya Kompetensi SDM dan Penerapan Teknologi Informasi Pemerintahan;

26. Belum Optimalnya Penataan Sistem Drainase dan Daerah Aliran Sungai;

27. Ketidakjelasan dan Ketidaktegasan Kewenangan Pengelolaan Sumber Daya Air;

28. Desakan Kebutuhan Ruang Menyebabkan Berkurangnya Daerah Resapan Air;

29. Masih Lemahnya Koordinasi dan Kesiagaan Penanggulangan Banjir Perumahan dan Permukiman;

30. Belum Memadainya Cakupan Pelayanan Air Bersih, Khususnya Bagi Masyarakat Kurang Mampu;

31. Belum Optimalnya Cakupan dan Pengelolaan Pelayanan Persampahan;

32. Masih Terbatasnya Kapasitas Pelayanan IPAL dan IPLT;

33. Belum Optimalnya Pelayanan Sanitasi Lingkungan, Khususnya Masyarakat Tidak Mampu;

34. Kemacetan Lalu Lintas Terutama Akibat Percampuran Moda pada Ruas-ruas Jalan di Dalam Kota dan Keterbatasan Kapasitas Jalan;

35. Belum Optimalnya Pengelolaan Pelayanan Angkutan Umum;

36. Belum Memadainya Fasilitas Penunjang Pengelolaan Lalu Lintas;

37. Belum Optimalnya Penataan Ruang Kota dan Pengawasan Penyimpangan Fungsi Ruang;

38. Rendahnya Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penataan Ruang;

39. Penurunan Kualitas Udara, Air dan Tanah;

40. Belum Memadainya Kesadaran Masyarakat terhadap Pengendalian Lingkungan Hidup;

41. Ketidakstabilan Harga Kebutuhan Pokok;

42. Rendahnya Daya Beli Masyarakat Kurang Mampu Terhadap Pemenuhan Kebutuhan;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

K e b i j a k a n P e m e r i n t a h D a e r a h | II-10

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 43. Rendahnya Akses Usaha Ekonomi Rakyat Terhadap Sumberdaya

Produktif (Modal, Teknologi, Manajemen, Informasi);

44. Belum Optimalnya Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial;

45. Belum Optimalnya Penanganan Korban Bencana Alam dan Kejadian Luar Biasa.

2. Prioritas Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2008

Mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta isu dan permasalahan mendesak pembangunan tahun 2008, maka perlu adanya suatu kebijakan pembangunan untuk lebih memfokuskan atau metitikberatkan pelaksanaan pembangunan dalam bentuk yang lebih riil dan kongkret berupa program dan kegiatan pembangunan tahun 2008. Selain itu, mempertimbangkan ketersediaan sumber daya dan anggaran yang terbatas, maka kebijakan pembangunan tersebut perlu menetapkan suatu Prioritas Pembangunan yang tidak semata-mata didasarkan pada besarnya anggaran yang dibutuhkan tetapi lebih didasarkan pada kemendesakan (urgensitas) yang harus ditangani oleh pemerintah daerah. Prioritas Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2008 sebagai bentuk derivasi Kebijakan Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2008 adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Pendidikan;

2. Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan;

3. Pengembangan, Pengelolaan, dan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk, Kesehatan Reproduksi, dan Keluarga Berencana;

4. Peningkatan Kualitas SDM dan Perlindungan Tenaga Kerja;

5. Perwujudan Pelaksanaan Pemilihan Walikota Tangerang Tahun 2008 Secara Jujur, Adil, Tertib, dan Demokratis;

6. Penataan Prosedur dan Mekanisme Perencanaan Pembangunan dan Implementasi e-Goverment;

7. Pencegahan, Pengendalian, Penanganan, dan Mitigasi Bencana Banjir di Perumahan dan Permukiman;

8. Peningkatan Pelayanan Air Bersih, Persampahan, Limbah, dan Sanitasi Lingkungan;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 9. Penataan dan Peningkatan Manajemen Pelayanan Transportasi;

10. Peningkatan Pengelolaan Penataan Ruang dan Lingkungan hidup;

11. Pemeliharaan Ketahanan Pangan dan Perkuatan Ekonomi Kerakyatan;

12. Peningkatan dan Pemerataan Pelayanan dan Perlindungan Sosial.

Prioritas pembangunan seperti tersebut di atas harus bisa dioperasionalisasi menjadi bentuk-bentuk program dan kegiatan yang sifatnya lebih riil dan kongkret. Kongkretisasi prioritas pembangunan dapat dilakukan dengan mengkorespondensi prioritas pembangunan tersebut dengan sasaran pembangunan yang sudah disepakati dalam dokumen perencanaan (RPJM), sehingga program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2008 tidak terlepas dari arah perencanaan yang sudah disepakati bersama. Sasaran Pembangunan Kota Tangerang yang terdapat di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2004–2008 yang sudah dikorespondensi dengan Prioritas Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2008 adalah:

1. Meningkatnya Kompetensi serta Profesionalisme guru dan tenaga pendidik;

2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas Pelayanan Kesehatan terhadap Masyarakat termasuk Penanganan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera;

3. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang upaya-upaya preventif,kuratif dan rehabilitatif terhadap penyakit;

4. Terwujudnya rekstrukturisasi kelembagaan dan sistem manajemen pemerintah;

5. Meningkatnya ketrampilan, kapasitas dan kompetensi tenaga kerja khususnya di sektor basis perekonomian daerah;

6. Terwujudnya sinkronisasi pemerintah-masyarakat berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan kota (termasuk yang berkenaan dengan situasi tanggap darurat);

7. Meningkatnya kompetensi, kapasitas, kapabilitas dan profesionalisme SDM (Aparatur Pemda, DPRD dan Masyarakat) yang didasari Imtaq;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

K e b i j a k a n P e m e r i n t a h D a e r a h | II-12

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 8. Terfasilitasinya dan termanfaatkanya sarana dan prasarana kerja

Pemerintah Kota secara optimal;

9. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan;

10. Tertatanya serta meningkatnya kualitas dan kuantitas ruang publik termasuk utum dan fasos perkotaan;

11. Tertatanya sistem transportasi perkotaan yang terpadu dalam rangka meningkatkan koneksitas dan aksesibilitas transportasi perkotaan;

12. Meningkatnya penanganan permasalahan lingkungan dan pengendalian dampak negatif lingkungan (pencemaran udara, darat, dan air);

13. Terwujudnya lingkungan perkotaan yang bersih, hijau dan sehat.

Sementara itu, untuk memudahkan pencarian kegiatan dalam upaya menyelesaikan permasalahan pembangunan pada tahun 2008, maka perlu mengurai berbagai sasaran program-program pembangunan yang dirasa mendukung terhadap penyelesaian permasalahan pembangunan tersebut. Sasaran Prioritas Program Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2008 antara lain:

1. Meningkatnya Angka Partisipasi Sekolah dan Mutu Lulusan;

Meningkatnya Minat Baca Masyarakat; Meningkatnya Kompetensi dan Profesional Pendidik; Meningkatnya Kemitraan Dunia Pendidikan dengan Dunia Kerja; serta Meningkatnya Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi;

2. Meningkatnya Cakupan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu; Meningkatnya Daya Dukung dan Kualitas Prasarana dan Sarana Kesehatan; Meningkatnya Daya Dukung dan Kompetensi Tenaga Medis; Menurunnya Penyebaran dan Kasus Penyakit Menular; Meningkatnya Status Kesehatan Masyarakat;

serta Terpantau dan Terkendalinya Keamanan Mutu Obat dan Makanan;

3. Menurunnya Laju Pertumbuhan Penduduk; Meningkatnya Usia Perkawinan Pertama Perempuan; Meningkatnya Penggunaan Metode Kontrasepsi yang Efektif serta Efisien; serta Meningkatnya Proporsi Keluarga Pra-Sejahtera dan Sejahtera I;

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 4. Menurunnya Pengangguran Terbuka; Meningkatnya Kompetensi

Angkatan Kerja; serta Menurunnya Pelanggaran Kebijakan Ketenagakerjaan;

5. Meningkatnya Cakupan Penyebarluasan Pemahaman dan Pengetahuan Terhadap Pilkada Demokratis, Jujur dan Adil; serta Terkendalinya Kondisi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Pra, Pelaksanaan dan Pasca Pemilihan Walikota Tangerang Tahun 2008;

6. Berjalannya Siklus Perencanaan Pembangunan secara Sistematis, Terarah, Terpadu, Menyeluruh, dan Tanggap Terhadap Perubahan;

serta Meningkatnya Daya Guna Penerapan E-Government Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan;

7. Meningkatnya Kapasitas Daya Tampung Saluran Drainase dan Sungai; Menurunnya Luasan Wilayah Genangan; serta Terjalinnya Koordinasi dan Mekanisme Kerja Antar Lembaga Terkait dalam Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Banjir;

8. Meningkatnya Cakupan Pelayanan Air Bersih; dan Meningkatnya Cakupan Pelayanan Persampahan dan Limbah;

9. Terpeliharanya dan meningkatnya daya dukung, kapasitas, maupun kualitas pelayanan prasarana jalan; serta Meningkatnya Kelancaran, Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas.

10. Menurunnya Penyimpangan Fungsi Ruang; Meningkatnya Ketertiban Penguasan dan Pemanfaatan Tanah; Meningkatnya Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Tempat Tinggal dan Sanitasi Dasar secara Memadai; Membaiknya Baku Mutu Lingkungan Kota; serta Meningkatnya Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup;

11. Meningkatnya Keterjangkauan dan Daya Beli Masyarakat dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok; Meningkatnya Kapasitas, Produktivitas dan Nilai Tambah Usaha Ekonomi Rakyat;

12. Meningkatnya Aksesibilitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terhadap Pelayanan Sosial Dasar; Meningkatnya Kualitas Hidup PMKS; Meningkatnya Kemampuan dan Kepedulian Sosial Masyarakat dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial secara

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

K e b i j a k a n P e m e r i n t a h D a e r a h | II-14

LKPJ Walikota Tangerang, Tahun 2008 Melembaga dan Berkelanjutan; serta Terjaminnya Bantuan Sosial dan Meningkatnya Penanganan Korban Bencana.

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA TANGERANG (Halaman 54-64)

Dokumen terkait