• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai ITK Tahun 2014 Berdasarkan Komponen Pembentuknya

Dalam dokumen INDEKS TENDENSI KONSUMEN (Halaman 50-55)

40 Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014 Gambar 4.3

4.3. Nilai ITK Tahun 2014 Berdasarkan Komponen Pembentuknya

4.3.1. Indeks Tendensi Konsumen Kini (IIK) 2014

Ketiga komponen atau variabel pembentuk ITK terkini memiliki pengaruh yang bervariasi di setiap triwulan (Tabel 4.5). Secara umum, semua komponen memiliki nilai indeks di atas 100, sehingga memberi pengaruh

Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014 41

positif terhadap tingkat optimisme konsumen yang terbentuk selama triwulan berjalan di tahun 2014. Indeks pendapatan rumah tangga tertinggi di tahun 2014 tercatat di triwulan I sebesar 117,13 dan triwulan III sebesar 117,02. Hal ini menggambarkan persepsi rumah tangga yang cukup optimis terkait dengan peningkatan pendapatan yang mereka terima pada triwulan I dan III. Sebagian besar rumah tangga terutama yang berstatus buruh/karyawan/ pegawai akan menerima kenaikan pendapatan di triwulan I pasca penetapan upah minimum. Sementara, pada triwulan III sebagian besar rumah tangga menerima tambahan penghasilan berkaitan dengan tunjangan dan bonus menjelang perayaan hari raya.

Tabel 4.5.

Nilai ITK Triwulanan 2014 DIY Beserta Variabel Pembentuknya

Variabel Triwulan

I II III IV

(1) (2) (3) (4) (5)

Nilai ITK Kini (IIK) 118,18 114,56 115,89 108,03

Pendapatan Ruta Kini 117,13 113,01 117,02 101,35 Pengaruh Inflasi Terhadap Konsumsi

Makanan dan non Makanan

119,08 121,83 117,66 114,50 Konsumsi Makanan & Non Makanan 119,58 109,13 110,95 115,75

Nilai ITK Mendatang (IIM) 120,58 119,34 114,64 107.81

Pendapatan Ruta Mendatang 121,50 124,12 115,87 109.61 Rencana Pembelian Barang Tahan

Lama, Rekreasi dan Pesta/Hajatan

118,91 110,79 112,44 104.64 Sumber: diolah dari data STK 2014 DIY

Indeks konsumsi rumah tangga memberi pengaruh terbesar terhadap nilai ITK terkini di triwulan I dan IV 2014 dengan nilai indeks masing-masing sebesar 119,58 dan 117,75. Pengaruh kenaikan harga atau inflasi terhadap konsumsi makanan dan non makanan memberi kontribusi positif terhadap

42 Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014

level optimisme rumah tangga, meskipun laju inflasi tahunan selama tahun 2014 tercatat cukup tinggi dengan level 6,79 persen. Secara umum, hal ini menggambarkan peningkatan pendapatan yang diterima rumah tangga masih mampu menutupi peningkatan kebutuhan konsumsi makanan dan non makanan akibat kenaikan harga/inflasi.

Indeks konsumsi rumah tangga triwulanan berdasarkan kelompok komoditas selama tahun 2014 menunjukkan perkembangan positif. Nilai indeks konsumsi makanan maupun konsumsi non makanan selalu berada di atas 100 atau berada pada taraf optimis, meskipun levelnya cukup bervariasi. Indeks konsumsi makanan yang tertinggi terjadi selama triwulan I dan III dengan nilai masing-masing sebesar 120,58 dan 117,89. Tingginya indeks konsumsi makanan dipengaruhi oleh konsumsi komoditas bahan makanan yang meningkat berkaitan dengan perayaan liburan akhir tahun dan akibat laju inflasi yang cukup tinggi selama triwulan I dan IV 2014. Sementara, komoditas makanan jadi juga memiliki nilai indeks yang optimis meskipun levalnya berada di bawah konsumsi bahan makanan.

Hal yang sama juga terlihat pada indeks konsumsi non makanan yang nilainya selalu berada di atas 100. Indeks konsumsi non makanan tertinggi tercatat di triwulan I sebesar 117,92, artinya persepsi rumah tangga dalam mengkonsumsi kebutuhan non makanan yang selama triwulan I cenderung lebih optimis dibandingkan dengan triwulan lainnya. Jenis komoditas non makanan yang memiliki indeks tertinggi selama triwulan I adalah kelompok komunikasi dan transportasi. Sementara, selama trwulan II kelompok komoditas yang memberi andil tertinggi terhadap ITK secara agregat adalah kelompok rekreasi dan transportasi bersamaan dengan liburan pergantian tahun ajaran. Kelompok komoditas yang memiliki indeks konsumsi terbesar selama triwulan III adalah kelompok pakaian yang berkaitan dengan perayaan

Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014 43

hari raya Idul Fitri dan liburan sekolah. Pada triwulan IV, indeks konsumsi yang tertinggi terjadi pada kelompok komoditas perumahan, transportasi dan komunikasi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM pasca diberlakukannya kebijakan pengurangan subsidi energi. Meskipun demikian, ada dua kelompok komoditas yang memiliki nilai indeks konsumsi di bawah 100 yakni kelompok pakaian dan kelompok rekreasi. Penurunan ini terjadi karena pada umumnya rumah tangga telah melakukan konsumsi komoditas pakaian menjelang perayaan hari raya dan melakukan kegiatan rekreasi pada masa liburan sekolah dan liburan hari raya yan terjadi di triwulan II.

Gambar 4.6.

Indeks Konsumsi menurut Kelompok Komoditas di DIY Triwulan I-IV 2014

Kelompok Komoditas Triwulan

I II III IV

(1) (2) (3) (4) (5)

Indeks Konsumsi Makanan 120.58 108.78 111.96 117.89

Bahan makanan 123.36 108.37 113.20 123.92 Makanan jadi 117.31 109.38 110.15 109.49

Indeks Konsumsi non Makanan 117.92 109.80 109.04 112.28

Perumahan 120.85 107.71 104.59 131.89 Pakaian 117.52 107.93 120.14 93.28 Kesehatan 117.27 102.29 108.99 109.31 Pendidikan 111.78 112.20 107.88 104.55 Rekreasi 116.13 119.30 106.20 97.27 Transportasi 122.15 111.63 112.10 119.55 Komunikasi 124.90 114.89 102.86 120.22

Indeks Konsumsi Total 119.58 109.13 110.95 115.75

Sumber: diolah dari data STK 2014 DIY

Secara umum, level indeks konsumsi rumah tangga triwulanan di DIY selama tahun 2014 selalu lebih tinggi dari rata-rata indeks secara nasional, kecuali di triwulan III. Hal ini menggambarkan level optimisme rumah tangga dalam melakukan konsumsi di DIY yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.

44 Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014

Level indeks konsumsi rumah tangga di DIY yang cukup tinggi didorong oleh indeks kelompok komoditas makanan maupun non makanan.

Gambar 4.4.

Perbandingan Indeks Konsumsi menurut Kelompok Komoditas di DIY dan Nasional Triwulan I-IV 2014

Sumber: diolah dari data STK 2014 DIY

4.3.2. Indeks Tendensi Konsumen Mendatang (IIM) 2014

Nilai ITK mendatang (IIM) DIY tahun 2014 dan semua komponen penyusunnya berdasarkan Tabel 4.5 memiliki nilai di atas 100 atau berada pada taraf yang optimis. Nilai IIM yang tertinggi terjadi pada triwulan II dan triwulan III dengan nilai indeks sebesar 120,58 dan 119,34. Selama tahun 2014, komponen pendapatan rumah tangga mendatang (tiga bulan ke depan) memiliki kontribusi yang lebih besar dalam pembentukan IIM dibandingkan dengan variabel rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan. Hal ini terlihat dari nilai indeks pendapatan rumah tangga mendatang yang selalu lebih tinggi dari indeks rencana konsumsi. Indeks pendapatan rumah tangga mendatang yang tertinggi tercatat di triwulan II.

120.6 108.8 112.0 117.9 117.9 109.8 109.0 112.3 119.6 109.1 111.0 115.7 112.8 107.6 114.5 116.2 112.0 110.1 109.8 106.4 112.5 108.5 113.2 113.0 95 100 105 110 115 120 125

I II III IV I II III IV I II III IV

Indeks Makanan Indeks Non Makanan Indeks Total

DIY NAS

Indeks Tendensi Konsumen Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014 45

Artinya, perkiraan kenaikan pendapatan akan diharapkan oleh sebagian besar rumah tangga selama triwulan III yang bersamaan waktunya dengan momentum liburan akhir tahun dan perayaan hari raya. Perkiraan ini tidak jauh berbeda dengan nilai realisasi indeks pendapatan rumah tangga terkini selama triwulan III yang mencapai 117,02.

Dalam dokumen INDEKS TENDENSI KONSUMEN (Halaman 50-55)

Dokumen terkait