10 Kab/Kota
G. Nilai NKA
Indikator kinerja berupa nilai NKA merupakan indikator baru yang ditetapkan pada Triwulan 3 tahun 2020 sehingga menyebabkan adanya perubahan Perjanjian Kinerja. Nilai kinerja anggaran (NKA) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui kinerja suatu program. Pengukuran dan evaluasi kinerja yang selanjutnya disebut evaluasi kinerja adalah proses untuk menghasilkan informasi capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen RKA-KL. Salah satu dasar hukum yang digunakan adalah 214/PMK.02/2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. Capaian indikator ini sampai dengan Triwulan 3 tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 41.
Tabel 41. Capaian Nilai NKA sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020
Nama SS : Terwujudnya tata kelola pemerintahan lingkup BLUPPB Karawang yang efektif, efifien dan berorientasi layanan prima
Nama Indikator : Nilai NKA
TW III 2020 Realisasi TW
III 2019
Perbandingan Realisasi TW III 2020 thd Realisasi
TW III 2019 (%)
Target 2020 Realisasi Terhadap Target Tahunan
(%) Target Realisasi Capaian
(%)
- - #DIV/0! 85,00 -
Keterangan : IKU mulai ditetapkan sejak Triwulan 3 tahun 2020
Untuk mencapai target tersebut, BLUPPB Karawang telah melakukan rencana aksi yang meliputi pengisian Smart Kemenkeu secara periodik serta melakukan percepatan penyerapan Anggaran.
3. 3 .3 3 R Re ea al l is i sa a si s i An A ng gg ga ar ra an n
BLUPPB Karawang telah merealisasikan penyerapan anggaran sampai dengan Triwulan 3 tahun 2020 sebesar Rp 18.934.026.148,- atau sebesar 44,16% dari pagu sebesar Rp 42.874.996.000,- sebagaimana yang tertera di online monitoring SPAN Kementerian Keuangan dan Gambar 45.
Gambar 45. Realisasi Anggaran BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020 yang tertera di OM SPAN Kementerian Keuangan
Penyerapan anggaran pada Triwulan 3 tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 174.495.953,- atau 16,91% dari tahun 2019 pada periode yang sama sebagaimana yang terlihat pada Gambar 38.
Gambar 46. Perbandingan Realisasi Anggaran BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2019 dan 2020
Sementara itu, realisasi anggaran yang berhubungan langsung dengan pencapaian indikator kinerja BLUPPB Karawang adalah sebesar Rp 7.630.580.020,- atau sebesar 29,28%
(Sumber : Diambil dari http://spanint.kemenkeu.go.id pada tanggal 01 Oktober 2020)
(Sumber : Diambil dari http://spanint.kemenkeu.go.id pada tanggal 30 September2020)
No Uraian Pagu Realisasi %
1. TW III - 2019 31.287.959.000 19.108.522.101 61,07%
2. TW III - 2020 42.874.996.000 18.934.026.148 44,16%
Selisih (2 - 1) 11.587.037.000 (174.495.953) -16,91%
373.121.800
11.168.595.215 7.392.309.133
18.934.026.148
1.162.655.000
30.716.203.000 10.996.138.000
42.874.996.000
53 - Belanja Modal 52 - Belanja Barang 51 - Belanja Pegawai Total
Pagu Realisasi
44,16%
67,23%
36,36%
32,09%
dari pagu sebesar Rp 26.058.078.000,- sebagaimana yang tertera di online monitoring SPAN Kementerian Keuangan dan Gambar 47.
Gambar 47. Realisasi Anggaran untuk Indikator Kinerja BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020
Selanjutnya diperlukan Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya untuk mengetahui tingkat efisiensi dari penggunaan sumberdaya dalam mendukung capaian program/kegiatan.
Penggunaan sumber daya dalam rangka mendukung pelaksanaan program/kegiatan terdiri atas dua yaitu efisiensi sumber daya biaya dan sumber daya manusia. Persentase efisiensi sumber daya biaya dapat dihitung dengan rumus :
Efisiensi biaya untuk pencapaian semua kegiatan (indikator kinerja) sampai dengan triwulan 3 sebesar 55,84% atau masih sangat kecil. Hal ini disebabkan beberapa kegiatan yang memiliki anggaran yang besar baru terealisasi di triwulan 4 (akhir tahun) seperti (i) Jumlah bantuan sarana prasarana dan percontohan produksi budidaya ikan sistem bioflok yang tepat sasaran dan (ii) Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang. Secara rin
Sementara itu, efisiensi biaya yang berhubungan langsung dengan pencapaian indikator kinerja BLUPPB Karawang sebesar 70,72% sebagaimana yang tertera pada Tabel 42.
7.467.800.000
IK2 - Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang IK3 - Persentase calon induk unggul yang didistribusikan untuk bantuan ke masyarakat dibandingkan produksi calon induk ikan
unggul yang dihasilkan
IK4 - Jumlah bantuan benih ikan lingkup BLUPPB Karawang yang tepat sasaran
IK5 - Jumlah bantuan sarana prasarana dan percontohan produksi budidaya ikan sistem bioflok yang tepat sasaran IK6 - Jumlah produksi pakan mandiri untuk bantuan dan operasional budidaya lingkup BLUPPB Karawang IK7 - Jumlah paket teknologi perekayasaan bidang perikanan
budidaya lingkup BLUPPB Karawang IK9 - Jumlah layanan sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan lingkup
BLUPPB Karawang yang sesuai standar Total
Tabel 42. Efisiensi Biaya untuk Indikator Kinerja BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020
No Indikator Kinerja Pagu Realisasi %
Penyerapan
% Efisiensi
Biaya 1 IK2 - Percontohan pengelolaan kluster
kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang
7.467.800.000 109.864.684 1,47 98,53
2 IK3 - Persentase calon induk unggul yang didistribusikan untuk bantuan ke masyarakat dibandingkan produksi calon induk ikan unggul yang dihasilkan
2.621.669.000 2.280.133.278 86,97 13,03
3 IK4 - Jumlah bantuan benih ikan lingkup BLUPPB Karawang yang tepat sasaran
1.673.453.000 1.181.610.737 70,61 29,39 4 IK5 - Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi budidaya ikan sistem bioflok yang tepat sasaran
12.047.153.000 2.384.614.241 19,79 80,21
5 IK6 - Jumlah produksi pakan mandiri untuk bantuan dan operasional budidaya lingkup BLUPPB Karawang
1.268.640.000 800.642.200 63,11 36,89
6 IK7 - Jumlah paket teknologi perekayasaan bidang perikanan budidaya lingkup BLUPPB Karawang
311.500.000 299.099.480 96,02 3,98
7 IK9 - Jumlah layanan sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan lingkup BLUPPB Karawang yang sesuai standar
667.863.000 574.615.400 86,04 13,96
Total 26.058.078.000 7.630.580.020 29,28 70,72
Dari Tabel 42 dapat diketahui bahwa efisiensi biaya terkecil terjadi pada IK2 - Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang yaitu sebesar 98,53%. Hal ini disebabkan kegiatan tersebut bersifat tahunan dan penyerapan anggaran terjadi di akhir tahun. Sedangkan efisiensi biaya terbesar adalah IK7 - Jumlah paket teknologi perekayasaan bidang perikanan budidaya lingkup BLUPPB Karawang yaitu sebesar 3,98%.
Upaya efisiensi penggunaan sumber daya manusia telah dilaksanakan melalui pelibatan multipihak dalam pengelolaan kegiatan seperti pemerintah daerah (dinas perikanan), penyuluh perikanan, penggunaan jasa pihak ke-3 dalam pelaksanaan kegiatan, pengunaan tenaga ahli dari konsultan.
B B a a b b 4 4 . . P P e e n n U U T T U U P P
Pelaksanaan kegiatan pembangunan perikanan budidaya di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang selama tahun 2020 merupakan refleksi dari dukungan kebijakan dan program pembangunan perikanan budidaya dalam mencapai target-target yang merupakan indikator kinerja BLUPPB Karawang. Berdasarkan dokumen Balanced Scored Card (BSC) maka Perjanjian Kinerja antara Kepala BLUPPB dengan Dirjen Perikanan Budidaya terdiri dari 5 (lima) sasaran strategis dan 17 indikator kinerja. Berdasarkan hasil capaian akuntabilitas kinerja sampai dengan Triwulan 3 tahun 2020, diperoleh nilai rata-rata pencapaian sasaran strategis BLUPPB Karawang sebesar 103,07% terhadap target yang ditetapkan di Triwulan 3, dengan rincian : (i) 7 (tujuh) indikator kinerja telah mencapai target;
(ii) 2 (dua) indikator kinerja belum mencapai target; dan (iii) 8 (delapan) indikator kinerja belum ditargetkan.
Berdasarkan hasil capaian kinerja BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 tahun 2020, untuk meningkatkan kinerja pada periode selanjutnya agar :
1. Mengoptimalkan potensi sumberdaya yang dapat meningkatkan setoran PNBP;
2. Berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya terkait dengan Percepatan Perizinan Kegiatan Kluster Tambak Udang di Masyarakat;
3. Mempercepat capaian komoditas calin udang vaname yang masih dalam tahap pemeliharaan;
4. Mempercepat proses pekerjaan untuk 65 paket bantuan bioflok dengan melakukan pengawasan pekerjaan oleh PPK dan Tim Teknis ke lokasi pekerjaan yang dibantu oleh penerima bioflok;
5. Meningkatkan kapasitas produksi pakan mandiri dengan memaksimalkan waktu dan sumberdaya manusia (penambahan) dari target 2-3 trip (target 800 kg) per hari menjadi 4-5 trip (minimal 1.200 kg) per hari; dan (ii) mempercepat proses pendistribusian pakan mandiri ke penerima yang telah terverifikasi;
6. Melakukan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dalam proses kerekayasaan dan pembuatan laporan kegiatan;
7. Menjaga keikutsertaan dan keaktifan di Bitrix serta mengupload dokumen di Google Drive SAKIP DJPB; dan
8. Perbaikan dalam penyerapan anggaran untuk pencapaian output dengan melakukan updating halaman III DIPA.