1.070.757.451,00 934.301.261,00 87,26 392.198.961,00 138,22 1.542.014.000,00 60,59
3.2.2 Pencapaian Sasaran Strategis 2
Pengelolaan kawasan perikanan budidaya lingkup BLUPPB Karawang yang berkelanjutan
Sasaran Strategis kedua memiliki 1 (satu) indikator kinerja utama yaitu:
A. Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang
Indikator kinerja utama (IKU) berupa Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang merupakan indikator baru yang disebabkan adanya Penambahan Anggaran sesuai Surat Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 3809/DJPB/IV/2020 tanggal 21 April 2020 perihal : Penyesuaian Pagu Alokasi Satker Tahun 2020. DIPA Revisi telah disahkan oleh DJA tanggal 29 April 2020 dan menyebabkan adanya perubahan Perjanjian Kinerja pada Triwulan 3 tahun 2020.
Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan di masyarakat yang dilakukan oleh BLUPPB Karawang diperuntukan bagi komoditas Udang Vaname dan capaian perhitungan IKU bersifat tahunan.
Tabel 7. Capaian Percontohan Pengelolaan Kluster Kawasan Perikanan Budidaya Berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020
Nama SS : Pengelolaan kawasan perikanan budidaya lingkup BLUPPB Karawang yang berkelanjutan
Nama Indikator : Percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang (lokasi) Target Realisasi Capaian
(%)
- - #DIV/0! 1,00 -
Keterangan : IKU mulai ditetapkan sejak Triwulan 3 tahun 2020
Untuk mencapai target tersebut, BLUPPB Karawang telah melakukan rencana aksi pada Triwulan 3 yaitu Kepala Balai telah mendelegasikan kepada Seksi Sarana Teknik untuk melakukan proses identifikasi dan verifikasi di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yaitu :
1. Identifikasi dan Verifikasi Tanggal 15 - 16 April 2020
Proses Identifikasi dan Verifikasi ke lokasi (CPCL) tetap dilakukan meskipun adanya Bencana Nasional (Non Alam) yang ditetapkan pemerintah seperti COVID-19 sebagai Pandemi Global yaitu di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Proses Identifikasi dan Verifikasi ke lokasi (CPCL) dilaksanakan dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan Direktur Kawasan dan Kesehatan ikan.
Gambar 6. Data Lahan Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
2. Identifikasi dan Verifikasi Tanggal 3 - 4 Juni 2020
Pendampingan Dirjen Perikanan Budidaya dan Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Ditjen Perikanan Budidaya dalam rangka kunjungan kerja ke Bupati Kabupaten Sukabumi, sekaligus menyampaikan rencana kerja dan program percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname yang akan di laksanakan di Kabupaten Sukabumi.
Gambar 7. Koordinasi Terkait Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname dengan Bupati Sukabumi
A
B
C
D
Potensi Titik Pengembangan A Luas 26,5 Ha
Potensi Titik Pengembangan B
Luas 11,7 Ha Potensi Titik Pengembangan C
Luas 50,6 Ha Potensi Titik
Pengembangan D Luas 44,6 Ha Lokasi Percontohan
Luas Areal 6,4 Ha Elevasi 1-2 m
Calon lokasi yang diidentifikasi yaitu :
(i) Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Kab. Sukabumi; dan
Gambar 8. Polygon Luas Lahan dan Elevasi pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Kab. Sukabumi
Pengukuran luas lahan dilakukan dengan metode titik koordinat dan dikombinasikan dengan data hasil wawancara dengan tingkat kebenaran 80%. Sedangkan berdasarkan data hasil pengukuran elevasi diketahui bahwa calon lokasi memiliki topografi yang tidak rata dengan rata rata selisih ketinggian ± 1 meter.
Sumber air lokasi berasal dari muara sungai, di mana terdapat pelabuhan perikanan tangkap skala kecil milik masyarakat. Akses jalan sangat dekat dengan ketersediaan sumber listrik tegangan menengah. Berdasarkan hasil wawancara, bahwa calon lokasi merupakan hak milik warga yang dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan.
(ii) Desa Cipendeuy dan Sukatani, Kecamatan Surade, Kab. Sukabumi.
Identifikasi calon lokasi di Desa Cipendeuy dan Desa Sukatani diawali dengan metode wawancara kepada Kepala Desa Sukatani dan Kepala Desa Cipendeuy.
Berdasarkan hasil informasi yang diperoleh bahwa calon lokasi di Desa Cipendeuy dan Desa Sukatani memiliki legalitas lahan berupa Hak Guna Bangunan (HGB) oleh PT.
Nuansa Baskara Cipta yang telah dimiliki selama 25 tahun. Adapun beberapa calon lokasi yang diusulkan kepala Desa Cipendeuy merupakan hak milik warga, namun luasan lahan tidak mencapai 5 Ha dikarenakan calon lokasi tidak berupa hamparan. Calon lokasi yang idusulkan merupakan tanah sawah tadah hujan.
Gambar 9. Titik Koordinat Batas Lahan, Polygon Luas Lahan dan Elevasi pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Cipendeuy dan Sukatani,
Kecamatan Surade, Kab. Sukabumi
Akses jalan menuju kelokasi sangat sulit dimana terdapat beberapa titik jalan yang hancur, namun sedang dilakukan perbaikan oleh pihak Desa termasuk membuat jembatan penghubung sehingaa akses menuju lokasi lebih cepat. Sedangkan untuk sumber listrik telah terdapat jaringan listrik tegangan menengah.
Gambar 10. Koordinasi dengan Pihak Desa untuk Pengukuran dan Pengujian pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Cipendeuy dan Sukatani,
Kecamatan Surade, Kab. Sukabumi 3. Identifikasi dan Verifikasi Tanggal 16 - 20 April 2020
Proses Identifikasi dan Verifikasi ke lokasi (CPCL) dilaksanakan dalam rangka Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Kab. Sukabumi dan Kab. Cianjur.
Gambar 11. Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun,
Kabupaten Cianjur
Lokasi di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur dengan koordinat 7o29’32” LS dan 107o18’44” BT. Status lahan milik Perum Perhutani dan merupakan Hutan Produksi yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa hutan (LMDH) dengan luas lahan 4,6 Ha.
Gambar 12. Pengukuran Elevasi pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur
Selanjutnya, BLUPPB Karawang membuat sketsa rencana kluster sebagaimana yang terlihat pada Gambar 13.
± 0 + 10,3
+ 40,8
+ 49,6
Satuan cm
Pengukuran elevasi
Profill Lahan
Luas lahan 4,5 Ha; Elevasi 5% menuju sungai; Tekstur tanah lempung berpasir; pH tanah 5,4 -5,8; Redoks Potensial 54,5 mV
Gambar 13. Sketsa Rencana pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur
Selanjutnya, BLUPPB Karawang berkoordinasi dengan DJPB untuk mengurus proses perizinan di KLHK karena status lahan milik Perum Perhutani dan merupakan Hutan Produksi yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa hutan (LMDH) dengan luas lahan 4,6 Ha. Adapun DJPB telah mengirim Surat ke Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan dengan Nomor 5922/DJPB/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020 hal Skema Pemanfaatan Lahan Perhutani di Kab. Cianjur.
4. Sosialisasi dan Koordinasi Tanggal 21-22 Juli 2020
Sosialisasi kegiatan percontohan klaster sentra usaha budidaya udang berkelanjutan di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di RT.03/RW.04 Dusun 1/KP.Sukamulya, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk koordinasi dengan pihak terkait yaitu :
1. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili oleh BLUPPB Karawang;
2. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK);
3. Perum Perhutani Pusat;
4. Perum Perhutani Divisi regional Jawa Barat;
5. KPH Kabupaten Cianjur; dan
6. Masyarakat LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan).
Hasil yang didapat dari sosialisasi adalah sebagai berikut : 1. Total Anggota LMDH 400 orang;
2. Penggarap di Petak 35 G seluas 8,4 Ha sebanyak 65 orang;
Lokasi Bangunan Penunjang
Petak Tandon
Petak Pemeliharaan
Petak
Pengolah Limbah
Bangunan Klater
Bangunan penunjang berupa gudang, rumah jaga, rumah genset dan panel; Petak tandon dengan luas @± 2.000 m2 sebanyak 3 petak, Petak pemeliharaan dengan luas @± 2.000 m2 sebanyak 14 petak, Petak pengolah limbah dengan luas @± 3.000 m2 sebanyak 1 petak, Saluran masuk air baku dan saluran buang air baku sepanjang ± 2.000 m.
Sketsa Rencana Kluster
3. Penggarap terdampak program yaitu 40 orang;
4. Masyarakat LMDH setuju dengan program KKP untuk percontohan klaster sentra usaha budidaya udang berkelanjutan;
5. Skema kerjasama yang disepakati antara kelompok LMDH dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan (KLHK) dan Perhutani adalah pola KULIN KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan);
6. Deadline waktu sudah disampaikan kepada pihak pihak terkait yang terlibat agar dapat bergerak cepat :
a. Pengumpulan berkas persyarakat ljin ke KLHK = 3 hari;
b. Tim verifikasi dari KLHK akan mengagendakan kelapangan yaitu pada tanggal 29 Juli 2020;
c. Pengurusan SK ljin lokasi dapat dipercepat 2 sampai 3 hari setelah verifikasi; dan d. Dijadwalkan awal agustus pekerjaan fisik bisa dimulai.
7. Tim BLUPPB Karawang membantu LMDH dan Perhutani untuk menyusun nota kesepakatan kerja /NKK dan RKU (Business plan).
Pada tanggal 22 Juli 2020, Tim dari BLUPPB Karawang bertolak menuju kantor Perhutani Divre Jabar, Bandung dan diterima oleh Wakadiv Bidang Kelola SDH untuk berkoordinasi dengan hasil :
1. Perhutani Divre Jabar melalui wakadiv bidang kelola SDH Perhutani akan mendorong percepatan pengurusan ijin KULIN KK;
2. Akan membantu sosialisasi kepada masyarakat; dan
3. Terkait dengan hal tersebut diatas direncanakan wakadiv bidang kelola SDH Perhutani akan ke lokasi untuk memantau langsung percepatan persiapan kegiatan ini pada hari Rabu, 23 Juli 2020.
Gambar 14. Sosialisasi dan Koordinasi pada Calon Lokasi Percontohan Kluster Budidaya Udang Vaname di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur
5. Focus Group Discussion (FGD) Tanggal 11-12 September 2020
Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Kantor KPH Cianjur dalam rangka persiapan pelaksanaan verifikasi teknis yang akan dilaksanakan oleh tim Kementerian LHK. Pada kesempatan tersebut mendiskusikan tentang beberapa hal terkait dengan izin yang diajukan dan rencana kerja dalam rangka percepatan proses perizinan ini.
Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020 kami beserta tim verifikasi teknis Kementrian LHK telah dilakukan peninjauan lokasi dan pengecekan administrasi anggota LMDH yang mengajukan izin pengelolaan lahan.
BLUPPB Karawang telah merealisasikan anggaran untuk mendukung percontohan pengelolaan kluster kawasan perikanan budidaya berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang sebesar Rp 109.864.684,- atau sebesar 1,47% dari pagu sebesar Rp 7.467.800.000,- sebagaimana yang terlihat pada Gambar 15.
Gambar 15. Realisasi Anggaran untuk Percontohan Pengelolaan Kluster Kawasan Perikanan Budidaya Berkelanjutan lingkup BLUPPB Karawang sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2020
Rencana aksi yang dilakukan untuk mencapai target (periode pengukuran bersifat tahunan) yaitu berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya terkait dengan Percepatan Perizinan Kegiatan Kluster Tambak Udang di Masyarakat.
3.2.3 Pencapaian Sasaran Strategis 3
Peningkatan produksi perikanan budidaya lingkup BLUPPB Karawang
BLUPPB Karawang telah melaksanakan 6 (enam) indikator kinerja utama untuk mendukung pencapaian sasaran strategis ketiga, yaitu :
A. Persentase calon induk unggul yang didistribusikan untuk bantuan ke masyarakat