Nilai SAKIP Biro Hukor dan Ortala
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
Program/kegiatan terkait yang dilaksanakan dalam upaya pencapaian target indikator kinerja yang ditetapkan antara lain:
1. Asistensi Penyusunan Perjanjian Kinerja di LIngkungan Biro Organisasi dan Tata Laksana. Dalam asistensi ini Biro Organisasi dan Tata Laksana mengundang Biro Perencanaan untuk menyampaikan Teknik penyusunan Perjanjian Kinerja selanjutnya masing-masing koordinator bersama tim kelompok kerjanya dan Kasubbag Tata Usaha bersama staf menyusun perjanjian kinerja internal di lingkungan Biro Ortala;
2. Sosialisasi pemahaman SAKIP di lingkungan Biro Organsiasi dan Tata Laksana. Dalam kegiatan ini Biro Organisasi dan Tata Laksana mengundang Biro Perencanaan untuk menyampaikan pemahaman tentang SAKIP dan informasi dasar tentang LAKIP Biro Organisasi dan Tata Laksana;
3. Asisten dan Penyusunan program kerja dan rencana kerja Biro Organisasi dan Tata Laksana Tahun 2020; dan
4. Penyusunan Rencana Strategis Renstra Biro Organisasi dan Tata Laksana tahun 2020-2024.
Hambatan/kendala/permasalahan/faktor penghambat yang dihadapi dalam upaya pencapaian target antara lain:
1. waktu yang digunakan untuk melengkapi dokumen SAKIP sangat terbatas. Hal ini dikarenakan secara keuangan satker Biro Organisasi dan Tata Laksana merupakan satker yang baru saja memiliki DIPA pada tanggal 2 Mei 2020. Hal ini sangat sulit untuk melengkapi dokumen, karena SAKIP ini sangat erat kaitannya dengan dokumen keuangan;
2. belum adanya Sumber Daya Manusia yang memiliki tugas dan fungsi di dalam penyusunan, perencanaan, dan evaluasi program dan anggaran di Biro Organisasi dan Tata Laksana;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
3. kemampuan sumber daya manusia yang masih terbatas di bidang keuangan yang juga berpengaruh terhadap kualitas SAKIP;
4. mekanisme bekerja yang sebagian besar dengan metode daring karena pademi covid memberikan efek negatif terhadap pelaporan SAKIP; dan
5. belum tersedianya sarana komunikasi publik yang mampu memberikan informasi kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana yang dapat tayang secara luas.
Langkah antisipasi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan/hambatan yang di hadapi agar target indikator kinerja dapat tercapai antara lain:
1. menyusun penjadwalan, standarisasi waktu, dan pelaksanaan secara konsisten untuk melengkapi dokumen SAKIP;
2. berkoordinasi dengan unit kerja yang memiliki sumber daya manusia yang berlebih sehingga apabila ada yang berminat dapat dipindahkan ke Biro Ortala dan mengusulkan pengadaan sumber daya manusia untuk ditempatkan di Biro Ortala;
3. memberikan Pendidikan dan Pelatihan teknis kepada staf di bidang keuangan agar dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan SAKIP;
4. melakukan koordinasi secara rutin dan berkesinambungan kepada staf yang melaksanakan bekerja di rumah (WFH); dan
5. melakukan pemanfaatan aplikasi yang ada untuk menayangkan informasi kinerja Biro Ortala.
Strategi yang dilakukan agar target indikator kinerja dapat tercapai antara lain:
1. Berkoordinasi secara rutin ke Biro Perencanaan agar dapat memenuhi persyaratan pemenuhan SAKIP secara lengkap;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
2. Rapat koordinasi internal melalui media daring maupun tata muka dengan Kepala Biro dan para koordinator untuk menetapkan strategi yang tepat untuk pemenuhan SAKIP;
3. Optimalisasi dan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya BMN untuk pemenuhan SAKIP; dan
4. Unsur pimpinan selalu memantau perkembangan pelaksanaan SAKIP di lingkungan Biro Ortala.
Nilai kinerja anggaran atas pelaksanaan RKA-K/L Biro Ortala minimal 91
Kinerja Anggaran adalah capaian kinerja atas penggunaan anggaran yang tertuang dalam dokumen anggaran Kementerian/Lembaga. Nilai kinerja anggaran adalah nilai tertimbang dari Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) dan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).
Berdasarkan PMK 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Belanja K/L, IKPA adalah indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan selaku BUN untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga dari sisi kesesuaian perencanaan dan penganggaran, efektivitas pelaksanaan kegiatan, kepatuhan terhadap regulasi, dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.02/2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran Atas Pelaksanaan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga, EKA adalah proses untuk melakukan pengukuran, penilaian, dan analisis atas Kinerja Anggaran tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran sebelumnya untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan Kinerja Anggaran.
IKK 2
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
Nilai IKPA Biro Organisasi dan Tata Laksana sebagai berikut:
No Pengukuran / 2 Deviasi Halaman III
DIPA
4 Penyampaian Data Kontrak menjadi PPK maupun pejabat pengadaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
No Pengukuran /
Saat ini verifikator keuangan yang
disampaikan ke KPPN paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. silabi BPP dan alokasi waktu BPP dalam mengerjakan silabi ini sangat terbatas. Pada awal pembentukan satker Biro organisasi dan tata laksana sempat meminta bantuan staf dari Biro
Hukum untuk
mengerjakan silabi ini 7 Dispensasi SPM 100 5 5,00 Nilai sudah cukup
baik sesuai bobot
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
No Pengukuran / belanja gaji yang tidak terserap
9 Penyelesaian Tagihan
75 12 9 Penyampaian SPM
paling lambat 17 hari kerja setelah BAST di
10 Konfirmasi Capaian Output dan evaluasi program dan anggaran
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
No Pengukuran /
Nilai IKPA Biro Organisasi adalah sebagai berikut:
Rendahnya nilai IKPA (indikator kinerja pelaksanaan anggaran) secara umum disebabkan di Biro Organisasi dan Tata Laksana belum adanya jabatan pelaksana penyusun rencana program dan anggaran serta belum adanya jabatan pengelola data pelaksanaan program dan anggaran yang mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan pelaporan dan evaluasi program dan anggaran. Selain itu minimnya kemampuan pejabat perbendaharaan (Bendahara, PPK, Pejabat Pengadaan) dalam melaksanakan tugas dan fungsi di bidang perbendaharaan juga berpengaruh besar terhadap capai kinerja biro Ortala.
Perolehan nilai EKA (Evaluasi Kinerja Anggaran)
No. Pengukuran / Indikator Nilai Bobot Nilai akhir
1 Penyerapan Anggaran 96,01 9,70 % 9,31
2 Konsistensi Penyerapan Anggaran terhadap Perencanaan
Nilai EKA Biro Ortala
Salah satu nilai EKA diperoleh atau dinilai dari konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan. Nilai konsistensi ini sangat tergantung dengan Rencana Penarikan Dana yang ada di halaman III DIPA. Pada saat perencanaan kegiatan dana yang dibutuhkan adalah dana untuk kegiatan tatap muka, namun seiring
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
dengan kondisi yang terjadi pada tahun 2020 maka beberapa kegiatan dilaksanakan melalui metode daring (online). Hal ini yang menyebabkan terjadinya perbedaan rencana penarikan dana terhadap kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Akan tetapi secara umum nilai kinerja anggaran sudah cukup baik karena sudah menjadi nilai 96,84
Nilai Kinerja Anggaran Biro Organisasi dan Tata Laksana:
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.02/2017 tentang Pengukuran Dan Evaluasi Kinerja Anggaran Atas Pelaksanaan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, Nilai Kinerja Anggaran tingkat Kementerian/
Lembaga, eselon I/program, dan satuan kerja/kegiatan dikelompokan ke dalam kategori sebagai berikut:
1. Nilai Kinerja Anggaran lebih dari 90% (sembilan puluh persen) dikategorikan dengan Sangat Baik;
2. Nilai Kinerja Anggaran lebih dari 80% (delapan puluh persen) sampai dengan 90% (sembilan puluh persen) dikategorikan dengan Baik;
3. Nilai Kinerja Anggaran lebih dari 60% (enam puluh persen) sampai dengan 80% (delapan puluh persen) dikategorikan dengan Cukup;
4. Nilai Kinerja Anggaran lebih dari 50% (lima puluh persen) sampai dengan 60% (enam puluh persen) dikategorikan dengan Kurang;
dan
5. Nilai Kinerja Anggaran sampai dengan 50% (lima puluh persen)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi dan Tata Laksana - 2020
Dengan demikian nilai kenerja anggaran Biro Organisasi dan Tata Laksana dapat dikatakan baik namun memang belum mencapai target renstra yaitu minimal 91.
Foto kegiatan asistensi capaian keluaran program baik fisik dan keuangan Tahun Anggaran 2020
60,95
88,3
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
2019 (Biro Hukor) 2020 (Biro Ortala)