• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Sosial dan Norma Sosial

Adapun yang melatarbelakngi suatu hubungan yang harmoni dalam masyarakat multikultural yang dilakukan dalam harmoni masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang tidak terlepas dari nilai sosial dan norma sosial.

1. Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan pandangan baik-buruknya suatu tindakan dan bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. dimana suatu tindakan dianggap sah, secara moral dapat diterima apabila tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat dimana tindakan tersebut dilakukan. Dalam bermasyarakat yang sangat rajin beribadah akan dinilai sebagai orang baik, pantas dan harus dihormati dan dicontoh sedangkan orang yang malas untuk beribadah akan menjadi bahan pembicaraan orang sekitarnya.

Setiap individu memiliki nilai-nilai yang berbeda dan bahkan bertentangan dengan individu-individu lai dalam masyarakat. Nilai yang dianut oleh seorang individu dan berbeda dengan nilai yang dianut oleh sebagian besar anggota

masyarakat dapat disebut nilai individual. Dan nilai-nilai yang dianut oleh sebagian besar anggota masyarakat disebut nilai sosial.

Sejalan dengan penelitian dengan konsep nilai sosial dalam harmoni masyarakat multikultural yang dilakukan di Desa Ujung Serdang karena ada suatu unsur yang dianggap masyarakat sekitar berharga dan bernilai untuk dimanfaatkan. Kebanyakan masyarakat yang tinggal di daerah Desa Ujung Serdang merupakan warga atu etnis pendatang yang datang dari berbagai daerah untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik dari segi ekonomi. Dengan datangnya warga pendatang ke Desa Ujung Serdang masyarkat yang lebih dulu tinggal di Desa Ujung Serdang melihat ada nilai guna yang sangat baik dengan kehadiran etnis pendatang ke Desa Ujung Serdang. Masyarakat yang memiliki tanah kosong di Desa Ujung Serdang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan akan tetapi dengan kehadiran etnis pendatang etnis yang mempunyai lahan kososng mulai membersihkan dan membangun rumah kontrakan untuk tempat tinggal warga pendatang yang ingin tinggal di Desa Ujung Serdang dan banayk juga masyarakat asli yang menjual lahan atau tanah kosong untuk warga pendatang untuk di bangun rumah atau untuk di gunakan membuka lahan pertanian.

Penjelasan di atas sesuai dengan yang disampaikan oleh salah satu informan yang bernama Jadi Kristian Ginting yang mengatakan:

“…Di Desa Ujung Serdang ini banyak warga atau etnis pendatang yang datang dari berbagai daerah pindah kemari karena faktor ekonomi mereka yang sebelumnya masih tergolong rendah buktinya saya melihat pertama ia pidah sangat kelihatan bagaimana penampilan dan gaya hidup mereka yang masih sederhana, tetapi setelah tinggal di desa ini banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dan untuk menambah penghasilan membuat kehidupan ekonomi etnis pendatang menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan dengan kedatangan warga tersebut masyarakat yang lebih dulu tinggal disini mendapat keuntungan dari hasil

penjualan atau uang sewa lahan dan rumah yang ditempati atau dibeli oleh warga pendatang dan sebaliknya warga pendatang pun mendapat keuntungan yakni mendapatkan sebuah rumah atau lahan yang nantinya menjadi bukti kesuksesan mereka di desa ini, dengan adanya rumah terutama lahan yang dijadikan untuk bertani atau membuka usaha membuat mereka semakin bertambah penghasilan.

Disamping memiliki nilai sosial dalam harmoni masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang, konsep norma juga mempengaruhi harmoni masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang. Konsep nilai sosial yang hanya melihat baik dan buruknya tindakan sedangkan norma berperan dalam mengontrol bentuk- bentuk perilaku yang tumbuh dalam masyarakat. Dan ukuran yang digunakan oleh masyarakat apakah tindakkan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima karena sesuai dengan harapan sebagain besar warga masyarakat ataukah merupakan tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan sebagaian besar warga masyarakat.

Pelanggaran terhadap norma akan mendapatkan sanksi dari masyarakat. Norma-norma sosial akan sangat berperan penting dalam mengontrol perilaku yang tumbuh dalam masyarakat. Norma merupakan sekumpulan aturan yang diharapkan dipatuhi dan diikuti oleh anggota masyarakat pada suatu tertentu. Dalam melaksanakan harmoni masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang dianggap berperan penting dalam hal ini. Norma atau hukum adat yang telah ditanamkan di Desa Ujung Serdang sangat berlaku baik bagi warga pendatang, dimana kepada setiap warga pendatang wajib atau diharuskan menaati peraturan yang telah dibuat oleh warga dan pemerintahan setempat seperti saling menghormati antar warga baik yang berbeda etnis dan berbeda agama sekalipun, mengikuti kegiatan warga yang telah di sepakati bersama misalnya kerja bhakti

bergotong – royong, saling membantu antar warga dan mengikuti kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan yang dianut oleh warga misalnya mengikuti kegiatan perwiritan, mengikuti kegiatan kerohanian dan lebih ditekankan untuk menghindari dan jangan mudah di provokasi yang ingin menimbulkan maslaha antar warga.

Penjelasana di atas sesuai dengan yang diutarakan oleh salah satu informan yaitu bapak S. Tarigan yang mengatakan:

“… setiap warga atau etnis pendatang yang tinggal di desa ini wajib mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintahan desa maupun peraturan-peraturan yang diberlakukan di setiap kegiatan seperti saling menghargai itu harus sangat ditekankan di desa ini karena di desa ini bukan hanya satu etnis saja, bukan hanya satu agama saja, bukan orang-orang kaya atau miskin saya yang tinggal di desa ini melainkan masyarakat yang tinggal di desa ini bermacam-macam baik dari segi ekonomi, agama, suku, ras, pendidikan dan sebagainya, jadi kalau tidak menaati peraturan yang sudah ada maka kondisi atau keadaan masyarakat tidak akan bisa harmoni melainkan penuh dengan konflik kerena semuanya pasti menganggap dan ingin di agungkan dan dipuji-piji maka untuk menghindari hal tersebut setiap warga pendatang maupun warga asli harus mematuhi peraturan yang sudah ada…”

4.7 . Harmoni Masyarakat Multikultural Di Desa Ujung Serdang Perspektif Teori Interaksionisme Simbolik

Menurut Blumer dalam (Arfy, 2015 :95) interaksionisme simbolik bertumpu pada tiga premis:

1. Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu.

2. Makna tersebut berasal dan interaksi sosial sesorang dengan orang lain. 3. Makna-makna tersebut disempurnakan di saat proses interaksi sosial

berlangsung.

Sesuai dengan konsep di atas, dan sejalan dengan penelitian ini proses harmoni interaksi sosial di Desa Ujung Serdang karena adanya makna yang

disampaikan oleh sesuatu terhadap individu dalam masyarakat, dalam hal ini proses terjadinya interaksi sosial yang harmoni di Desa Ujung Serdang dimulai dengan kedatangan Etnis pendatang yang ingin tinggal di Desa Ujung Serdang dengan maksud agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik, kemudian masyarakat yang sudah tinggal lebih dahulu di Desa Ujung Serdang menafsirkan makna dengan kedatangan warga baru yang jumlahnya semakin banyak di desa tersebut. Makna yang ditangkap oleh masyarakat sekitar Desa Ujung Serdang berasal dari interaksi sosial yang terjadi baik antar masyarakat setempat atau masyarakat etnis pendatang. Bagia sebagian individu setempat tidak memaknai adanya kedatangan etnis pendatang namun bagi setiap warga lainnya dengan kedatangan etnis lain memaknai sebagai kesempatan untuk meningkatkan perekonomian kehidupan keluarga dengan cara menyewakan atau menjual lahan atau rumah yang tidak mereka pergunakan dengan begitu warga pendatang dapat memanfaatkan atau menggunakan rumah atau lahan tersebut untuk wadah untuk mencari nafkah untuk menambah penghasilan keluarga dengan cara ada yang mebuka kios atau membuka toko-toko kecil, membuka usaha laundry, usaha foto copy, bengkel, membuka rumah makan dan lain-lain.

Makna yang ditafsirkan oleh warga dalam masyarakat menghasilkan tindakan seperti dalam harmoni masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yaitu menggarap tanah kosong mereka yang selama ini tidak diurus dengan tumbuhnya poho atau semak-semak dan rumah kosong yang sebelumnya tidak pernah diurus mempunyai nilai guna setelah dibersihkan. Atas tindakan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat setempat para warga pendatang menangkap makna tersebut dengan

mengajak temannya atau keluarganya yang berada di kampong halamannya untuk tinggal di Desa Ujung Serdang untuk meningkatkan perekonomian mereka yang lebih baik sehingga proses harmoni antar etnis di desa tersebut berjalan dengan baik melalui interaksi sosial yang terjadi selama ini.

Dapat disimpulkan dengan munculnya keberadaan warga pendatang ke Desa Ujung Serdang direspon oleh masyarakat setempat, artinya keberadaan Desa Ujung Serdang tersebut sudah dimaknai sebagai Desa berkembang dan tempat keberlangsungan hidup lebih baik dalam segi perekonomian, pemaknaan tersebut berasal dari interaksi yang mampu menguatkan makna keberadaan warga pendatang, dimana setiap individu penting yang memberikan pemahaman akan makna keberadaan warga pendatang melakukan interaksi sosial antar warga satu dengan yang lainnya demi memperkuat makna keberadaan warga pendatang itu sendiri agar tidak dipandang negative dengan keberadaan warga pendatang tersebut. Dan makna keberadaan warga pendatang tersebut semakin kuat dan terlihat dalam melakukan interaksi sosial dalam menciptakan suasana yang harmoni antar warga baik antar etnis, agama yang berbeda tinggal dalam satu lingkungan.

Bagi masyarakat setempat yang menafsirkan keberadaan warga pendatang ke Desa Ujung Serdang mamaknai dengan keberadaan warga pendatang ke Desa Ujung Serdang mendatangkan keuntungan bagi masyarakat setempat dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga yang semula pendapatannya hanya dihasilkan dari petani, buruh, berdagang dan pns. Dengan kedatangan warga pendatang ke Desa Ujung Serdang tersebut membuat desa tersebut menjadi desa yang berkembang dan maju yang beragam etnis,

agama, ras, pendidikan, ekonomi yang tinggal di desa tersebut sehingga menjadi proses interaksi sosial dalam menciptakan suasana yang harmoni masyarakat multikultural. Dengan kedatangan warga pendatang ke desa masyarakat setempat juga mendatangkan keuntungan bagi warga pendatang dengan cara membuka usaha yang sebelumnya daerah tersebut belum ada usaha yang sudah dibuka oleh warga pendatang uang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian mereka yang lebih baik.

Penjelasan di atas sesuai dengan yang diutarakan oleh salah satu informan Ibu Maghdalena Sembiring yang mengatakan:

“…dengan kedatangan warga pendatang ke Desa Ujung Serdang pasti akan meningkatkan pendapatan perekonomian warga yang lebih dulu tinggal di desa ini atau warga asli di desa ini dan pendapatan keluarga yang biasanya pendapatannya hanya dari hasil dari kerja mereka sehari-hari, dengan keberadaan warga pendatang pasti mereka akan mencari rumah atau lahan untuk ditempati atau untuk membuka usaha maka dengan begitu warga asli berkesempatan untuk menawarkan dan menjual rumah atau lahan mereka, dengan begitu warga asli dan warga pendatang mendapatkan keuntungan yang sama…”

Hal ini diperkuat oleh penjelasan salah satu informan yaitu Ibu Yustini Dao yang mengatakan :

“…pendapan warga asli di desa ujung serdang ini pasti bertambah lah dari hasil uang sewa atau uang jual tanah mereka, kami juga warga pendatang pendapatn kami semakin bertambah karena kami bisa bekerja tidak hanya satu pekerjaan saja melainkan kami bisa bekerja dengan orang asli disini yang memili sawah atau ladang yang sangat luas untuk dikerjakan, sepulang dari pekerjaan kami seperti yang kerja di pabrik kan kadang Cuma setengah hari jadi setengah harinya kami bisa bekerja di sawah warga disini…”

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapatlah kesimpulannya sebagai

berikut :

1. Desa Ujung Serdang adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan daerah yang ditempati oleh beberapa etnis bangsa yaitu Etnis Jawa, Etnis Batak Toba, Etnis Batak Simalungun, Nias, Karo dan daerah yang ditempati oleh beberapa agama yakni Islam, Katoli, dan Kristen Protestan dan daerah yang ditempati oleh orang-orang yang memiliki beragam macam pekerjaan dan pendidikan yang berbeda-beda. Dimana etnis yang pertama sekali menempati desa ini adalah Etnis Karo dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang pertama yang menganut agama islam, dan dengan perkembangan zaman desa ini semakin maju baik segi jumlah penduduk dan segi fisik desa ini ditandai dengan bertambahnya etnis pendatang ke desa ini sehingga desa ini termasuk desa yang dihuni oleh masyarakat yang bersifat multikultural. Kebanyakan etnis pendatang membuka usaha setelah tinggal di Desa Ujung Serdang untuk mendapatkan peningkatan perekonomian. Dan dengan kedatang ewarga pendatang ke desa ini

memiliki makna bagi masyarkat setempat dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga.

2. Interaksi sosial yang terjadi di Desa Ujung Serdang berlangsung dengan baik, sama halnya yang memiliki perbedaan etnis, agama, pendapatan, pendidikan atau pun sesama. Hubungan yang baik ini ditandai dengan adanya faktor-faktor dari interaksi itu sendiri seperti faktor imitasi yang merupakan tindakan atau usaha untuk meniru tindakan orang lain sebagai tokoh idealnya, faktor simpati yang merupakan suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain, faktor empati yang merupakan kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dan seseorang atau orang lain dalam konsidi yang sebesar-besarnya, seolah- olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, faktor motivasi yang merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu yang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritik, rasional, dan penuh tanggung jawab.

3. Bentuk interaksi sosial yang terjadi di Desa Ujung Serdang bersifat asosiatif yang berarti adanya kerja sama dan akomodasi di Desa Ujung Serdang yang menghasilkan adanya amalgamasi yang merupakan proses perkawinan campuran baik antar etnis maupun agama. Proses ini terjadi dikarenakan hasil dari interaksi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ujung Serdang untuk mengurangi perbedaa-perbedaan di antara mereka. 4. Harmoni masyarakat multikultural yang terjadi di Desa Ujung Serdang

Desa Ujung Serdang. Hal ini dapat dilihat kebanyakan kedatangan warga pendatang yang datang ke Desa Ujung Serdang dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya dan meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga. Karena ekonomi merupakan faktor penting untuk kebutuhan manusia dalam proses kehidupan sosial. dengan kedatangan warga pendatang, masyarakat setempat memaknai kedatangan warga pendatang bukan mendatangkan masalah melainkkan mendapatkan keuntungan dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga dengan cara, masyarakat setempat yang memiliki lahan yang selama ini tidak diurus yang kemudian membersihkannya dan rumah yang selama ini tidak ada yang menempati dan juga membangun rumah yang baru serta kios-kios yang disewakan kepada warga pendatang yang ingin tinggal dan membuka tempat usaha untuk keberlangsungan hidup mereka. Tidak hanya faktor ekonomi yang mempengaruhi terjadinya harmoni pada masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang melainkan faktor lingkungan juga mempengaruhi dimana lingkungan yang bersih dan aman yang membuat warga menjadi tahan atau betah untuk tinggal di Desa Ujung Serdang, di desa ini yang masih menggunakan sumur bor untuk memperoleh air yang bersih, air yang bersumber dari mata air sendiri yakni dari bawah tanah dan lingkungan yang dihuni oleh masyarakat yang menerapkan sikap toleransi dan sikap menghargai yang sangat tinggi.

5. Harmoni interaksi yang terjadi pada masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang yang dilakukan oleh masyarakat dalam penelitian ini juga

mengandung nilai yang positif yaitu nilai kebudayaan dan nilai kerjasama. Nilai kebudayaan yang terkandung dalam harmoni interaksi masyarakat multikultural di Desa Ujung Serdang ini dapat dilihat, dimana ada beberapa etnis yang berada dengan latar belakang kebudayaan tinggal dalam satu lingkungan, dan tidak pernah terjadi masalah antar kelompok etnis, kelompok agama satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan baik warga asli atau setempat yang sudah tinggal di Desa Ujung Serdang sangat lama dan warga pendatang yang datang ke Desa Ujung Serdang tidak mempermasalahkan latar belakang kebudayaan antar etnis satu dengan yang lain, antar agama satu dengan agama yang lain, dengan pendidikan yang rendah maupun pendidikan yang tinggi dan juga orang kaya maupun orang miskin dan warga setempat memperolehkan kebudayaan warga pendatang untuk tidak meninggalkan kebudayaan dan mempertahankannya di Desa Ujung Serdang, ini dilihat setiap warga pendatang yang menganut Etnis Jawa masih menggunakan bahasa jawa dan mengikuti kegiatan perwiritan, dan Etni Nias yang masih menggunakan bahasa Nias dan mengikuti pertemuan atau persatuan Etnis Nias yang ada di desa ini, dan Etnis Batak yang masih menggunakan bahasa batak, baik batak Simalungun maupun Batak Toba. Dan nilai kerja sama antar warga yang berbeda juga terkandung dalam penelitian tersebut, ini dapat dilihat baik warga setempat yang tidak mempermasalahkan kehadiran warga atau etnis pendatang melainkan menjalin sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antar warga satu dengan warga lainnya terbukti dari terbentuknya organisasi atau persatuan masyarakat desa yang

bernama PSP dan PERMASKA dimana kedua persatuan ini dibentuk atas dasar kesepakatan seluruh masyarakat Desa Ujung Serdang dan diikuti oleh warga yang bersifat multikultural, ker sama yang nyata juga ditandai denfan cara masyarakat setempat yang sengaja menyediakan lahan kosong atau rumah kosong agar warga pendatang mempunyai tempat tinggal dan tempat untuk membuka usaha dengan cara menyewakannya untuk masyarakat pendatang untuk digunakan keberlangsungan hidup mereka nanti.

5.2 Saran

Adapun saran yang ingin disampaikan peneliti sampaikan adalah : 1. Kepada masyarakat Desa Ujung Serdang tetap mempertahankan interaksi

yang sudah berjalan dengan baik dan mempererat solidaritas antar etnis, antar agama dan berinteraksi dengan warga yang bersifat multikultural sangat diperlukan agar memperluas pandangan dan pola pikir tentang suku bangsa lainnya.

2. Tetap saling menghargai dan bertoleransi kepada masyarakat yang berbeda etnis ataupun agama.

3. Tetap pertahankan kebudayaan dari masing-masing etnis sebab itu merupakan keunikan yang berada di Desa Ujung Serdang yang di huni dengan masyarakat yang multikultural.

4. Hindari konflik yang berkaitan dengan etnis ataupun agama yang dapat membuat perpecahan di Desa Ujung Serdang.

5. Semua lapisan masyarakat Desa Ujung Serdang menjaga hubungan baik agar tidak ada kesenjangan.

6. Untuk perangkat Desa Ujung Serdang untuk tetap menjaga dan mengawasi masyarakat memiliki berbagai macam etnis serta keanekaragaman lainnya. 7. Memperbanyak kegiatan sosial yang melibatkan seluruh warga Desa