• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Spesialisasi Sektor Perikanan Per Kecamatan Atas Dasar Harga Konstan

DAFTAR PUSTAKA

2. Nilai Spesialisasi Sektor Perikanan Per Kecamatan Atas Dasar Harga Konstan

Kecamatan 2006 2007 Nilai Spesialisasi 2008 2009 2010

B a n d a 0.12 0.12 0.12 0.12 0.11

Tehoru 0.08 0.08 0.08 0.08 0.10

Amahai -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04

Kota masohi -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04

Teon nila serua -0.05 -0.05 -0.05 -0.05 -0.05

Saparua -0.05 -0.05 -0.05 -0.05 -0.05 Nusalaut -0.03 -0.03 -0.03 -0.03 -0.03 Pulau haruku -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 Salahutu 0.05 0.04 0.04 0.04 0.04 Leihitu 0.04 0.04 0.04 0.04 0.04 Seram utara 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 Teluk elpaputih -0.06 -0.05 -0.05 -0.05 -0.06

Seram utara barat 0.02 0.03 0.03 0.03 0.04

Leihitu barat 0.05 0.04 0.05 0.05 0.05

UNIVERSITAS

Lampiran 9. Prioritas Alternatif Strategi Pengembangan Sektor Perikanan di Kabupaten Maluku Tengah

Simbol Alternatif Strategi Keterkaitan Jumlah Bobot Rangking

SO1 Peningkatan nilai PDRB sektor perikanan sesuai kebijakan pemerintah di Kabupaten Maluku Tengah (target/regulasi nilai PDRB yang diinginkan/ditetapkan tiap tahun)

S1, O1 0.4 I

SO2 Peningkatan pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah dengan memperhatikan tingkat harga komoditi perikanan yang berlaku di Kabupaten Maluku Tengah. Mengingat pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah didasarkan pada harga komoditi perikanan yang tinggi (melebihi pertumbuhan sektor perikanan di Provinsi Maluku berdasarkan rata-rata harga komoditi perikanan)

S2, O2 0.3 II

SO3 Optimalisasi pemanfaatan

sumberdaya perikanan dengan tujuan untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan internasional akan komoditi perikanan.

S3, O2 0.3 III

SO4 Pengembangan usaha-usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah melalui peningkatan efektivitas promosi investasi dan jaringan permodalan.

S4, O3 0.25 IV

ST1 Pengembangan usaha-usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk mengarah pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk perikanan.

S4, T1 0.3 I

ST2 Optimalisasi pemanfaatan

sumberdaya perikanan di Kabupaten Maluku Tengah sejalan dengan peningkatan upaya rehabilitasi dan/atau konservasi lingkungan dan sumberdaya ikan.

S3, T2 0.25 II

UNIVERSITAS

Lanjutan Lampiran 9.

Simbol Alternatif Strategi Keterkaitan Jumlah Bobot Rangking ST3 Pengembangan usaha-usaha pada

sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah dengan peningkatan kapasitas pembiayaan usaha perikanan dan minimalisasi rentang kendali pemasokan BBM untuk mencapai tingkatan harganya yang dapat dijangkau oleh usaha-usaha perikanan (nelayan).

S4, T3 0.15 III

ST4 Pengembangan model manajemen konflik yang berorientasi pada keamanan berusaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

S4, T4 0.15 IV

WO1 Peningkatan kontribusi sektor perikanan melalui penetapan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi perikanan (target/regulasi jumlah produksi tiap tahun) di Kabupaten Maluku Tengah.

W1, O1 0.35 II

WO2 Pengembangan sektor perikanan agar mampu memenuhi kebutuhan dalam Kabupaten Maluku Tengah melalui peningkatan/pengembangan jaringan investasi perikanan maupun peningkatan kapasitas penarikan investasi perikanan ke daerah Kabupaten Maluku tengah.

W2, O3 0.25 III

WO3 Peningatan pertumbuhan dan

pendapatan perkapita sektor perikanan melalui melalui penetapan kebijakan pemerintah daerah (target/regulasi eksport komoditi perikanan asal Kabupaten Maluku Tengah, regulasi investasi, dan regulasi dalam bantuan/kredit dibidang perikanan) bagi usaha-usaha perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

W3, O1, O3,

O4 0.55 I

UNIVERSITAS

Lanjutan Lampiran 9.

Simbol Alternatif Strategi Keterkaitan Jumlah Bobot Rangking

WO4 Pengembangan usaha/kegiatan

perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi pada komoditi unggulan perikanan yang sesuai dengan permintaan pasar di tingkat lokal maupun internasional.

W4, O2 0.2 IV

WT1 Pengembangan usaha/kegiatan

perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi pada komoditi unggulan daerah agar mampu bersaing/berkompetisi dengan daerah lain.

W4, T1 0.25 I

WT2 Pengembangan usaha/kegiatan

perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi berdasarkan model pengelolaan perikanan berbasis komoditas unggulan secara berkelanjutan (pendekatan ekosistem untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan = ecosystem approach

for sustainable fisheries/EAFM) agar

mengurangi dampak degradasi sumberdaya kelautan dan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

W4, T2 0.15 II

WT3 Pengembangan usaha/kegiatan

perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi (pengembangan pada wilayah tertentu) dan terspesialisasi (pengembangan pada komoditi

unggulan) dengan tujuan

meminimalkan biaya produksi (salah satunya biaya BBM).

W4, T3 0.1 IV

WT4 Peningkatan pertumbuhan sektor

perikanan sehingga mampu

membuka/menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan per kapita sektor perikanan sebagai salah satu model manajemen konflik.

W3, T4 0.15 III

UNIVERSITAS

Lampiran 10. Matrik SWOT Pengembangan Sektor Perikanan di Kabupaten Maluku Tengah

Internal

Eksternal

Kekuatan (strengths) Kelemahan (weaknesses)

PDRB Sektor perikanan yang meningkat tiap tahun Kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB yang masih rendah/kecil. Sektor perikanan sedang bertumbuh Sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah bukan merupakan sektor

basis.

Potensi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan di Kabupaten Maluku Tengah. Sektor perikanan di Kabupten Maluku Tengah relatif tertinggal. Potensi pengembangan usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku

Tengah Sektor perikanan tidak terkonsentrasi dan tidak terspesialisasi

Peluang

(opportunities) Strategi SO (strengths-opportunities) Strategi WO (weaknesses-opportunities)

Kebijakan

pemerintah Peningkatan nilai PDRB sektor perikanan sesuai kebijakan pemerintah di Kabupaten Maluku Tengah (target/regulasi nilai PDRB yang diinginkan/ditetapkan tiap tahun).

Peningkatan kontribusi sektor perikanan melalui penetapan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi perikanan (target/regulasi jumlah produksi tiap tahun) di Kabupaten Maluku Tengah.

Permintaan komoditi perikanan di tingkat lokal dan internasional

Peningkatan pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah dengan memperhatikan tingkat harga komoditi perikanan yang berlaku di pasar lokal maupun internasional. Mengingat pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah didasarkan pada harga komoditi perikanan yang tinggi (melebihi pertumbuhan sektor perikanan di Provinsi Maluku berdasarkan rata-rata harga komoditi perikanan)

Pengembangan sektor perikanan agar mampu memenuhi kebutuhan dalam Kabupaten Maluku Tengah melalui peningkatan/pengembangan jaringan investasi perikanan maupun peningkatan kapasitas penarikan investasi perikanan ke daerah Kabupaten Maluku tengah.

Investor di bidang

perikanan

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan dengan tujuan untuk memenuhi

permintaan pasar lokal dan internasional akan komoditi perikanan. Peningatan pertumbuhan dan pendapatan perkapita sektor perikanan melalui melalui penetapan kebijakan pemerintah daerah (target/regulasi eksport komoditi perikanan asal Kabupaten Maluku Tengah, regulasi investasi, dan regulasi dalam bantuan/kredit dibidang perikanan) bagi usaha-usaha perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

Bantuan dan Kredit Usaha Di Bidang

Perikanan

Pengembangan usaha-usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah

melalui peningkatan efektivitas promosi investasi dan jaringan permodalan. Pengembangan usaha/kegiatan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi pada komoditi unggulan perikanan yang sesuai dengan permintaan pasar di tingkat lokal maupun internasional.

UNIVERSITAS

Lanjutan Lampiran 10 Internal

Eksternal

Kekuatan (strengths) Kelemahan (weaknesses)

PDRB Sektor perikanan yang meningkat tiap tahun Kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB yang masih rendah/kecil.

Sektor perikanan sedang bertumbuh Sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah bukan merupakan sektor basis.

Potensi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan di Kabupaten Maluku

Tengah. Sektor perikanan di Kabupten Maluku Tengah relatif tertinggal.

Potensi pengembangan usaha pada sektor perikanan di Kabupaten

Maluku Tengah Sektor perikanan tidak terkonsentrasi dan tidak terspesialisasi

Ancaman (threats) Strategi ST (strengths-threats) Strategi WT (weaknesses-threats)

Iklim kompetisi antar daerah dalam

pengembangan sektor perikanan.

Pengembangan usaha-usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk mengarah pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk perikanan

Pengembangan usaha/kegiatan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi pada komoditi unggulan daerah agar mampu bersaing/berkompetisi dengan daerah lain..

Degradasi sumberdaya kelautan dan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan di Kabupaten Maluku Tengah sejalan dengan peningkatan upaya rehabilitasi dan/atau konservasi lingkungan dan sumberdaya ikan.

Pengembangan usaha/kegiatan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi dan terspesialisasi berdasarkan model pengelolaan perikanan berbasis komoditas unggulan secara berkelanjutan (pendekatan ekosistem untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan = ecosystem approach for sustainable fisheries/EAFM) agar mengurangi dampak degradasi sumberdaya kelautan dan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

Kenaikan harga bahan

bakar minyak (BBM) Pengembangan usaha-usaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah dengan peningkatan kapasitas pembiayaan usaha perikanan dan minimalisasi rentang kendali pemasokan BBM untuk mencapai tingkatan harganya yang dapat dijangkau oleh usaha-usaha perikanan (nelayan).

Pengembangan usaha/kegiatan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah untuk terkonsentrasi (pengembangan pada wilayah tertentu) dan terspesialisasi (pengembangan pada komoditi unggulan) dengan tujuan meminimalkan biaya produksi (salah satunya biaya BBM). Kondisi keamanan di

Kabupaten Maluku Tengah yang tidak stabil

Pengembangan model manajemen konflik yang berorientasi pada keamanan berusaha pada sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah.

Peningkatan pertumbuhan sektor perikanan sehingga mampu membuka/menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan per kapita sektor perikanan sebagai salah satu model manajemen konflik.

UNIVERSITAS

Dokumen terkait