• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.625.574,7 5.068.238 Sumber: Data Primer yang Diolah (2012)

6.2.2 Nilai Non-Guna ( Non-Use Value )

6.2.2.1 Nilai Warisan ( Bequest Value )

Nilai warisan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan diperoleh dengan menanyakan kesediaan membayar masyarakat untuk melestarikan ekosistem mangrove. Nilai WTP masyarakat ini diperoleh melalui beberapa tahapan WTP dengan menggunakan CVM. Tahapan dalam penentuan WTP adalah membentuk

1. Nilai Potensi Kayu Mangrove (Rp. 5.068.238)

2. Nilai Kayu Bakar (Rp. 168.140.868.336) 3. Nilai Produktivitas Perikanan

(Rp. 95.154.302.000)

Nilai Guna (Rp. 268.867.261.273)

Nilai Guna Langsung (Rp. 263.300.238.574)

Nilai Guna Tidak Langsung (Rp. 5.558.554.467)

Nilai Pilihan (Rp. 8.468.232)

1. Nilai Penahan Abrasi (Rp. 1 448.341.667)

2. Nilai Penyedia Feeding Ground (Rp. 4.107.790.800) 3. Nilai Ekowisata (Rp. 2.422.000)

55 pasar hipotetik, mendapatkan penawaran besarnya WTP, memperkirakan dugaan rataan WTP, menjumlahkan data, dan mengevaluasi penggunaan CVM.

Berdasarkan hasil wawancara, masyarakat pada umumnya bersedia untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan. Sebanyak 32 orang bersedia membayar untuk melestarikan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan dan tiga orang lainnya tidak bersedia untuk melestarikan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan. Mereka mengangap bahwa hal tersebut adalah tanggungjawab pemerintah.

Willingness to pay masyarakat untuk melestarikan hutan mangrove sangat bervariasi mulai dari RP 4 000,00 sampai dengan Rp. 100 000,00 (Tabel 8). Berdasarkan hasil olahan data WTP masyarakat, maka diperoleh dugaan rataan WTP masyarakat yaitu sebesar Rp. 20 000,00/bulan. Nilai WTP per tahun diperoleh dari hasil perkalian antara nilai median WTP dengan jumlah bulan dalam satu tahun yaitu sebesar Rp 240 000,00 (Tabel 8). Nilai total WTP per tahun merupakan estimasi dari nilai warisan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan yang diperoleh dari hasil perkalian antara nilai median WTP per tahun dengan populasi penduduk di sekitar hutan mangrove (22 804 jiwa).

56 Tabel 8. Nilai WTP Warisan Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi di Pesisir

Pantai Tlanakan

No (Rp/Bulan) WTPi Frekuensi Relatif Jumlah (Rp/Bulan) Nilai WTP Jumlah WTP (Rp/Bulan)

1 4.000 2,86 1 4.000 11.440 2 5.000 2,86 1 5.000 14.300 3 10.000 11,43 4 40.000 457.200 4 15.000 11,43 4 60.000 685.800 5 20.000 22,86 8 160.000 3.657.600 6 30.000 8,57 3 90.000 771.300 7 35.000 11,43 4 140.000 1.600.200 8 40.000 5,71 2 80.000 456.800 9 50.000 11,43 4 200.000 2.286.000 10 100.000 2,86 1 100.000 286.000 Total 91,43 32 10.226.640 Nilai Median WTP 20.000

Nilai Median WTP/tahun 240.000

P 22.804

Nilai Total WTP/Tahun (Rp) 5.003.849.143

Sumber: Data Primer yang Diolah (2012)

Nilai WTP warisan masyarakat yang tinggi menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap hutan mangrove. Hal ini disebabkan oleh kebanyakan masyarakat pendidikannya tinggi sehingga kepedulian mereka terhadap sumberdaya alam hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan juga tinggi. Kepedulian masyarakat yang tinggi setelah adanya rehabilitasi terlihat dari nilai WTP warisan yang diberikan terhadap hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan. Nilai WTP warisan hutan magrove pasca rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan adalah sebesar Rp. 5 003 849 143,00.

Analisis yang digunakan untuk mengevaluasi penggunaan CVM pada nilai warisan adalah analisis linear berganda. Variabel yang mempengaruhi nilai WTP warisan hutan mangrove yang ditetapkan adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan kelestarian lingkungan (kondisi hutan mangrove). Hasil regresi nilai WTP warisan dapat dilihat pada Tabel 9 dibawah ini:

57 Tabel 9. Hasil Analisis Regresi Nilai WTP Warisan Hutan Mangrove Pasca

Rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan

Variabel Coef SE Coef T-Stat P-Value VIF Keterangan

Constant -20966 12360 -1,70 0,102 -

Jenis Kelamin (JK) -5040 6557 0,77 0,449 2,5 Tidak nyata

Umur (UR) 3354 2626 1,28 0,213 2,9 Tidak nyata

Pendidikan (Pdi) 14324 3988 3,59 0,001* 3,3 Nyata

Pendapatan (Pda) 3386 3785 0,89 0,379 2,1 Tidak nyata

Pk1(Karyawan) 12635 8007 1,58 0,127** 1,9 Nyata

Pk2 (Nelayan) 2606 8832 0,30 0,770 4,1 Tidak nyata

Pk3 (Wiraswasta) -4282 7741 -0,55 0,585 3,3 Tidak nyata

Pk4 (PNS) 48458 16899 2,87 0,008* 1,9 Nyata

LN (K. Hutan) 6514 5050 1,29 0,209 1,5 Tidak nyata

R Square (R2) 0,728

R Square (R2) Adjusted 0,63

F-Hitung 7,43 (sig 0,000)

Durbin-Watson 2,16045

Sumber: Data Primer yang Diolah (2012) * Taraf Nyata 95 %

** Taraf Nyata 85 %

Model yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai R2 sebesar 0,728. Artinya, sebesar 72,8 % keragaman WTP nilai warisan dapat diterangkan oleh keragaman variabel-variabel penjelas yang terdapat dalam model, sedangkan sisanya 27,2 % diterangkan oleh variabel- variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Pada model yang dihasilkan diketahui bahwa nilai R2adj berbeda dengan nilai R2. Menurut Lind et al (2008) R2adj merupakan koefisien determinasi dari peranti lunak statistika untuk menyeimbangkan dampak dari jumlah variabel bebas terhadap koefisien determinasi berganda sekaligus menjelaskan bahwa variabel bebas tambahan merupakan prediktor yang bagus atau tidak untuk variabel terikatnya. Nilai VIF

untuk semua variabel penjelas dalam model tersebut lebih kecil daripada sepuluh. Menurut Lind et al (2008) variabel penjelas yang memiliki VIF lebih kecil dari sepuluh maka variabel penjelas tersebut tidak terlalu berkorelasi dengan variabel bebas lainnya sehingga variabel tersebut tidak perlu dibuang dari model.

Nilai F-hitung yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 7,43 dengan nilai Sig sebesar 0,000, hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel penjelas

58 dalam model secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP warisan yang dilakukan pada taraf . Nilai Durbin-Watson (DW) yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 2,16045, artinya tidak ada autokorelasi didalam model tersebut karena DW berada diantara 1,55 dan 2,46 (Firdaus, 2004). Nilai DW tersebut menunjukkan bahwa asumsi sisaan menyebar bebas dapat dipenuhi. Model yang dihasilkan dalam analisis regresi nilai WTP warisan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan yaitu:

WTPw = - 20966 - 5040 JK+ 3354 UR + 14324 Pdi + 3386 Pda + 12635 Pk1 +

2606 Pk2 - 4282 Pk3 + 48458 Pk4 + 6514 LN

Variabel independen yang berpengaruh nyata pada model di atas adalah tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan sebagai karyawan dan PNS. Variabel tingkat pendidikan berpengaruh nyata pada taraf 95 % terhadap nilai WTP warisan hutan mangrove disebabkan karena P-Value yang kurang dari (0,001<0,05). Nilai koefisien bertanda positif artinya semakin tinggi tingkat pendidikan kecenderungan responden untuk memberikan penilaian terhadap WTP warisan akan semakin besar. Selain itu, jenis pekerjaan sebagai karyawan juga berpengaruh nyata pada taraf 85 % hal ini dikarenakan nilai P-Value yang kurang dari α (0,127<0,15). Jenis pekerjaan PNS juga berpengaruh nyata pada taraf 95 % terhadap nilai WTP warisan hutan mangrove disebabkan P-Value yang kurang dari α (0,008<0,05). Nilai koefisien jenis pekerjaan karyawan dan PNS sama- sama bertanda positif artinya jika ada tambahan responden yang pekerjaannya sebagai karyawan dan atau PNS maka akan cenderung meningkatkan nilai WTP warisan dari hutan mangrove.

59 6.2.2.2 Nilai Keberadaan (Existence Value)

Nilai keberadaan hutan mangrove di Tlanakan akan dirasakan manfaatnya baik langsung atau pun tidak langsung oleh masyarakat di sekitar Pesisir Pantai Tlanakan. Nilai keberadaan ini diperoleh dengan menggunakan metode CVM yaitu dengan menanyakan kesediaan membayar masyarakat yang mengetahui keberadaan hutan mangrove. Nilai median WTP yang diperoleh adalah sebesar Rp. 25 000,00. Nilai median tersebut lebih tinggi Rp. 5 000,00 dibandingkan dengan nilai median warisan hutan mangrove. Hal ini disebabkan rata-rata responden nilai keberadaan adalah mahasiswa yang memiliki pengetahuan dan kesadaran yang tinggi akan fungsi dan manfaaat hutan mangrove.

Nilai WTP per tahun diperoleh dari hasil perkalian antara nilai median WTP sebesar Rp. 25 000,00 dengan jumlah bulan dalam satu tahun yaitu sebesar Rp 300 000,00. Nilai total WTP per tahun merupakan estimasi dari nilai keberadaan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan yang diperoleh dari hasil perkalian antara nilai median WTP per tahun dengan populasi penduduk di sekitar hutan mangrove (22 804 jiwa) yaitu sebesar Rp. 6 841 200 000,00 (Tabel 10). Tabel 10. Nilai WTP Keberadaan Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi di

Pesisir Pantai Tlanakan

No WTPi (Rp/Bulan) Frekuensi Relatif Jumlah WTP (Rp/Bulan) Jumlah WTP (Rp/bulan) 1 5000 2,86 1 5.000 14.300 2 10000 14,29 5 50.000 714.500 3 15000 14,29 5 75.000 1.071.750 4 20000 11,43 4 80.000 914.400 5 25000 11,43 4 100.000 1.143.000 6 30000 14,29 5 150.000 2.143.500 7 40000 2,86 1 40.000 114.400 8 50000 20,00 7 350.000 7.000.000 9 70000 2,86 1 70.000 200.200 10 100000 5,71 2 200.000 1.142.000 Total 100,00 35 14.458.050 Nilai Median WTP 25.000

Nilai Median WTP/tahun 300.000

P 22.804

Nilai Total WTP/Tahun (Rp) 6.841.200.000

60 Analisis yang digunakan untuk mengevaluasi penggunaan CVM pada nilai WTP keberadaan hutan mangrove adalah analisis linear berganda. Variabel yang mempengaruhi nilai WTP warisan hutan mangrove yang ditetapkan adalah jenis kelamin, status, umur, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kelestarian lingkungan. Hasil analisis regresi nilai WTP keberadaan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Nilai WTP Keberadaan Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan

Variabel Coef SE Coef T-Stat P-Value VIF Keterangan

Constant -8721 21432 -0,41 0,678 -

Jenis Kelamin (JK) -2493 6723 -0,37 0,714 1.3 Tidak nyata Status (ST) 11399 10228 1,11 0,275 2,0 Tidak nyata Umur (UR) 5090 4447 1,14 0,262 1,4 Tidak nyata Pendidikan (Pdi) -176 6353 -0,03 0,978 2,4 Tidak nyata Pendapatan (Pda) 11785 3801 3,10 0,004* 2,1 Nyata Mahasiswa (MH) 411 7532 0,05 0,957 1,4 Tidak nyata LN (K. Hutan) -8609 7786 -1,11 0,279 1,2 Tidak nyata

R Square (R2) 0,552

R Square (R2) Adjusted 0,436

F-Hitung 4,76(Sig 0,001)

Durbin-Watson 1,73877

Sumber: Data Primer yang Diolah (2012) *Taraf nyata 95 %

Model yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai R2 sebesar 0,552. Artinya, sebesar 55,2 % keragaman WTP dapat diterangkan oleh keragaman variabel-variabel penjelas yang terdapat dalam model, sedangkan 44,8 % diterangkan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Pada model yang dihasilkan diketahui bahwa nilai R2adj berbeda dengan nilai R2. Menurut Lind et al (2008) R2adj merupakan koefisien determinasi dari peranti lunak statistika untuk menyeimbangkan dampak dari jumlah variabel bebas terhadap koefisien determinasi berganda sekaligus menjelaskan bahwa variabel bebas tambahan merupakan prediktor yang bagus atau tidak untuk variabel terikatnya. Nilai VIF untuk semua variabel penjelas dalam model tersebut lebih kecil daripada sepuluh. Menurut Lind et al (2008) variabel penjelas yang

61 memiliki VIF lebih kecil dari sepuluh maka variabel penjelas tersebut tidak terlalu berkorelasi dengan variabel bebas lainnya sehingga variabel tersebut tidak perlu dibuang dari model.

Nilai F-hitung yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 4,76 dengan nilai Sig 0,001, hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel penjelas secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP keberadaan pada taraf . Nilai Durbin-Watson (DW) yang diperoleh dalam model ini yaitu sebesar 1,73877, artinya tidak ada autokorelasi didalam model tersebut karena berada diantara 1,55 dan 2,46 (Firdaus, 2004). Nilai DW tersebut menunjukkan bahwa asumsi sisaan menyebar bebas dapat dipenuhi. Model yang dihasilkan dalam analisis regresi nilai WTP keberadaan hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan yaitu:

WTPk = - 8721 - 2493 JK + 11399 ST + 5090 UR - 176 Pdi + 11785 Pda +

411 MH - 8609 LN

Variabel independen yang berpengaruh nyata pada model di atas adalah pendapatan responden. Variabel pendapatan berpengaruh nyata pada taraf 95 % terhadap nilai WTP keberadaan hutan mangrove disebabkan karena P-Value yang kurang dari (0,004<0,05). Nilai koefisien bertanda positif artinya semakin tinggi pendapatan responden maka kecenderungan responden untuk memberikan penilaian terhadap WTP keberadaan akan semakin besar.

Nilai non-guna (Non- Use Value) hutan mangrove secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 11 845 049 143,00. Nilai ini diperoleh dari penjumlahan nilai warisan dan nilai keberadaan hutan mangrove pasca rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan. Dengan demikian, nilai non-guna yang sebelumnya tidak memiliki nilai pasar dapat diketahui dan dinilai.

62 6.3 Kuantifikasi Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove

Berdasarkan rumus TEV (Total Economic Value) maka nilai ekonomi total hutan mangrove adalah sebesar Rp. 280 712 310 416,00 (Gambar 16). Nilai ekonomi total ini diperoleh dari kuantifikasi nilai guna dan nilai non-guna hutan mangrove ke dalam nilai uang di Pesisir Pantai Tlanakan. Nilai guna hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai non-gunanya. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya hasil tangkapan ikan dan udang yang diperoleh masyarakat pasca rehabilitasi hutan mangrove. Hasil tangkapan ikan tersebut mempengaruhi nilai guna langsung dari hutan mangrove sehingga nilai ekonomi total hutan mangrovenya pun menjadi tinggi. Nilai non-guna hutan mangrove yang diperoleh sepuluh kali lebih rendah daripada nilai guna hutan mangrove. Rendahnya nilai non-guna tersebut disebabkan oleh nilai non-guna hanya terdiri dari dua nilai yaitu nilai warisan dan nilai keberadaan yang sama-sama tidak memiliki pasar sedangkan nilai guna terdiri dari tiga nilai yaitu nilai guna langsung, tidak langsung, dan pilihan seperti yang terlihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan

Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove (Rp. 280.712.310.416) Nilai Guna (Rp. 268.867.261.273 ) Nilai Non-Guna (11.845.049.143) Nilai Guna Langsung (Rp. 263.300.238.574) Nilai Guna Tidak Langsung (Rp. 5.558.554.467) Nilai Pilihan (Rp. 8.468.232) Nilai Keberadaan (Rp. 6.841.200.000) Nilai Warisan (Rp. 5.003.849.143)

63 Nilai ekonomi total dari hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan ini bisa digunakan pemerintah untuk mengetahui sejauh mana rehabilitasi mempengaruhi nilai ekonomi total dari sumberdaya hutan mangrove yang tidak memiliki nilai uang di pasaran. Adanya informasi mengenai nilai ekonomi total hutan mangrove tersebut bisa menjadi bukti kuantitatif pemerintah mengenai pengaruh rehabilitasi terhadap nilai ekonomi hutan mangrove. Hal tersebut akan mempermudah pemerintah untuk menentukan kebijakan yang tepat selanjutnya di tempat tersebut atau di tempat lain di Indonesia. Pemerintah juga akan lebih mudah meyakinkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan memanfaatkan hutan mangrove secara lestari.

64 VII. SIMPULAN DAN SARAN

7.1 Simpulan

1. Kondisi aktual hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan pada saat ini sudah mengalami perbaikan. Perbaikan tersebut terlihat dari bertambahnya luas hutan mangrove akibat adanya rehabilitasi baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat. Jenis mangrove yang tumbuh di Pesisir Pantai Tlanakan adalah Rhizopora sp, Bruguiera sp, dan Avicenia sp.

2. Nilai ekonomi total hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan pasca rehabilitasi adalah sebesar Rp. 280 712 310 416,00. Nilai ini diperoleh dari nilai guna langsung sebesar Rp. 263 300 238 574,00. Nilai guna tidak langsung sebesar Rp. 5 558 554 467,00. Nilai guna pilihan sebesar Rp. 8 468 232,00. Nilai warisan sebesar Rp. 5 003 849 143,00. Nilai keberadaan sebesar Rp. 6 841 200 000,00 .

7.2 Saran

1. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui secara pasti faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan pohon mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan.

2. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh limbah pabrik garam terhadap pertumbuhan pohon mangrove dan ekosistem disekitarnya.

3. Perlu adanya rehabilitasi pada hutan mangrove lainnya yang mengalami kerusakan karena dengan adanya rehabilitasi nilai ekonomi hutan mangrove dapat meningkat.

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE PASCA

Dokumen terkait