UCAPAN TERIMAKASIH
VIII. DAFTAR PUSTAKA 65 LAMPIRAN
2.3 Penelitian Terdahulu
Penelitian mengenai nilai total ekonomi yang terkait dengan hutan mangrove sebelumnya sudah ada. Penelitian yang telah dilakukan lebih mengarah pada penilaian atas kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove sedangkan estimasi nilai ekonomi total hutan mangrove yang sudah direhabilitasi belum dilakukan. Salah satu peneliti yang melakukan penelitian terkait nilai ekonomi hutan mangrove yaitu Agung Ramadhan dari Sekolah Sarjana Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB). Ramadhan (2010) melakukan penelitian dengan judul “Penilaian Ekonomi Hutan Mangrove (Studi Kasus: Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengestimasi nilai ekonomi kerusakan hutan mangrove.
13 Hasil dari penelitian Ramadhan (2010) menunjukkan bahwa nilai manfaat langsung dari hutan mangrove pada tahun 2009 di Desa Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi sebesar Rp. 3 153 228 697,08. Berdasarkan penelitian Ramadhan (2010) nilai manfaat tidak langsung hutan mangrove pada tahun 2009 sebesar Rp. 7 234 324 448,11. Nilai manfaat keberadaan hutan mangrove pada tahun 2009 di Desa Pantai Bahagia sebesar Rp. 5 115 620 400,00 (Ramadhan, 2010).
Metode CVM dalam penelitian Ramadhan (2010) berdasarkan kesediaan membayar terhadap manfaat keberadaan hutan mangrove. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesediaan membayar seseorang (Willingnes to pay) berbeda-beda menurut tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan masyarakat mulai dari SD, SMP, dan SMA. Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang berbeda tersebut memberikan kisaran kesediaan membayar masing-masing sebesar, Rp. 5 000,00-Rp. 18 000,00, Rp.10 000,00-Rp. 20 000,00, dan Rp. 10 000,00-Rp. 50 000,00.
Penelitian ini pada intinya membahas hal yang sama dengan penulis. Hal yang membedakan adalah penelitian sebelumnya melakukan penilaian pada hutan mangrove yang telah mengalami kerusakan sedangkan penelitian penulis dilakukan pada hutan mangrove yang mengalami perbaikan (rehabilitasi). Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu menggunakan Analisis Deskriptif,
Productivity Method, Replacement Cost, Travel Cost Method, Benefit Transfer
14 III. KERANGKA PEMIKIRAN
Rehabilitasi terhadap suatu sumberdaya akan berimplikasi terhadap kondisi sumberdaya tersebut pasca rehabilitasi serta nilai ekonomi totalnya. Hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang mengalami rehabilitasi terbesar untuk sumberdaya hutan mangrove non-kawasan hutan. Mangrove yang ditanam di wilayah tersebut memiliki nilai ekonomi sehingga penelitian terkait nilai ekonomi total hutan mangrove perlu dilakukan.
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh nilai ekonomi total dari hutan mangrove yang telah mengalami rehabilitasi. Nilai ekonomi total dari hutan mangrove yang telah direhabilitasi tersebut dapat membantu pemerintah. Pemerintah bisa mengetahui sejauh mana program rehabilitasi tersebut bisa mempengaruhi nilai ekonomi total dari hutan mangrove. Hal ini kemudian akan berimplikasi kepada kebijakan pemerintah selanjutnya untuk memperoleh hutan mangrove yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.
Awal penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi sumberdaya hutan mangrove di Pesisir Pantai Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Proses identifikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual sumberdaya hutan mangrove di daerah tersebut. Metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi aktual sumberdaya hutan mangrove adalah analisis deskriptif. Analisis deskriptif ini dapat memberikan gambaran terhadap kondisi hutan mangrove pasca rehabilitasi di Pesisir Pantai Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
15 Selanjutnya dilakukan identifikasi manfaat hutan mangrove melalui pendekatan Total Ecomic Value (TEV) dengan mewawancarai responden melalui panduan kuesioner. Nilai ekonomi total tersebut bisa diperoleh dari nilai guna dan nilai non-guna dari hutan mangrove.
Nilai guna (Use Value) dari hutan mangrove ini dibagi lagi menjadi tiga bagian. Pertama, nilai guna langsung yang bisa diperoleh dari pemanfaatan langsung hutan mangrove seperti nilai pemanfaatan untuk menangkap ikan, udang, dan kepiting serta nilai potensi kayunya. Kedua, nilai guna tidak langsung yang bisa diperoleh dari barang dan jasa lingkungan hutan mangrove tersebut seperti penahan abrasi pantai, feeding ground, dan potensi ekowisata. Ketiga, nilai pilihan dari hutan mangrove ini bisa diperoleh dari penggunaan sistem penilaian benefit dari tempat lain, dimana sumberdaya tersedia, kemudian benefit tersebut ditransfer untuk memperoleh perkiraan kasar mengenai manfaat lingkungan (Tuwo, 2011). Nilai pilihan tersebut diperoleh dengan cara menghitung besarnya nilai keanekaragaman hayati (biodiversity) yang ada di ekosistem mangrove. Menurut Ruitenbekk (1991) dalam Fahrudin (1996) hutan mangrove Indonesia memiliki nilai biodiversitassebesar US$ 1 500 per km2 atau US$15 per ha.
Nilai non-guna (Non-use Value) dari hutan mangrove terbagi menjadi dua macam, yaitu nilai warisan (Bequest Value) dan nilai keberadaan (Existen Value). Nilai warisan dan keberadaan tersebut bisa diperoleh dengan menggunakan metode perhitungan Contingent Valuation Method (CVM). CVM ini didasarkan pada kesediaan seseorang membayar (willingness to pay) dari keberadaan hutan mangrove.
16 Nilai dari manfaat hutan mangrove yang diperoleh tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengkuantifikasi seluruh manfaat hutan mangrove ke dalam nilai uang yaitu dengan menghitung nilai ekonomi totalnya. Informasi nilai ekonomi total dari hutan mangrove ini bisa digunakan pemerintah dalam pengelolaan hutan mangrove yang lestari dan penentuan kebijakan yang efektif mengenai hutan mangrove. Alir pemikiran dapat dilihat pada Gambar 2 untuk mempermudah pelaksanaan penelitian.
Gambar 2. Diagram Kerangka Alur Pemikiran Hutan Mangrove
Analisis Deskriptif
Identifikasi Manfaat Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi (TEV)
Analysis of Standing Volume dan Productivity Method
Rekomendasi Hasil Penelitian terhadap Pengelolaan Hutan Mangrove Yang Lestari Identifikasi Sumberdaya Alam Hutan Mangrove
Manfaat Warisan
Kuantifikasi Nilai Manfaat Hutan Mangrove (Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove/TEV)
Nilai Guna Nilai Non-Guna
Manfaat Langsun Manfaat Tidak Langsung Manfaat Pilihan Manfaat Keberadaan
Nilai Potensi Kayu
Nilai Produktivitas Ikan Nilai produktivitas Udang Nilai produktivitas Kepiting Nilai Penahan Abrasi Nilai Penyedia Pakan Alami Udang, dan Nilai Ekowisata Nilai Biodiversity Replacement Cost, Productivity method dan Travel Cost Method Benefit
17 IV. METODE PENELITIAN