Kematian Jumlah %
1 BBLR 15 16,13
2 ASFIKSIA 10 10,75
3 DIRE 8 8,60
4 STROKE HAEMOROGIC 7 7,53
5 TB PARU 5 5,38
6 INTOKSIKASI 5 5,38
7 CHF 4 4,30
8 SEPSIS 4 4,30
9 HEPATOMA 2 2,15
10 LAPARATOMI 2 2,15
11 DLL 31 33,33
TOTAL 93 100,00
Sumber: Laporan Tahunan Sub Bid SP2RS dan SIM RS
Tabel 10 menunjukkan bahwa dari 10 penyakit penyebab kematian terbanyak yakni BBLR dengan jumlah 15 kasus (16.13%).
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 74 1. Indikator Pelayanan Rawat Jalan
a. Capaian Indikator Rawat Jalan
Capaian indikator rawat jalan dapat dilihat pada tabel 11 di bawah ini :
Sumber: Laporan Tahunan Sub Bid SP2RS dan SIM RS
Tabel 11 menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan perhari pada tahun 2010 sebanyak 15 kunjungan dan pada tahun 2010 terjadi peningkatan menjadi 19 kunjungan meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan. Rasio kunjungan baru dengan total kunjungan adalah 0, 5 atau 1 kunjungan baru setiap harinya, sedangkan untuk Prosentase pelayanan Spesialistik 84, 6 % dengan rasio kunjungan dengan tenaga perawat 2 : 1
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 75 b. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan
Grafik 16
10 Penyakit Terbanyak Rawat Jalan Di RSUD-TN Kab. Boalemo
Tahun 2009
Sumber: Laporan Tahunan Sub Bid SP2RS dan SIM RS
Grafik 17 menunjukkan bahwa penyakit menonjol Rawat Jalan tahun 2009 yang terbanyak yakni Vulnus sebesar 21 % dan yang paling terendah yaitu Bronkhitis dengan Prosentase
20%
18%
12% 13%
11%
8%
8%
4% 3% 3%
Vulnus Hipertensi TB Paru Dispepsia
DM ISPA Gangguan Pulpa Diare
Thypoid Bronkhitis
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 76 Grafik 17
10 Penyakit Terbanyak Rawat Jalan RSUD-TN Kab Boalemo
Tahun 2010
Sumber: Laporan Tahunan Sub Bid SP2RS dan SIM RS
Grafik 18 menunjukkan bahwa penyakit terbanyak Rawat Jalan tahun 2010 yakni Hipertensi sebesar 25 % dan yang paling terendah yaitu Thypoid dengan Prosentase 3 %
25%
17%
9% 15%
7%
7%
6%
5% 5% 4%
Hipertensi Ispa TB Paru Dispepsia Vulnus
DM ISK Diare Thypoid Febris
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 77 Grafik 18
10 Penyakit Terbanyak Rawat Jalan Di RSUD-TN Kab. Boalemo
Tahun 2011
Sumber: Laporan Tahunan Sub Bid SP2RS dan SIM RS
Grafik 18 menunjukkan bahwa penyakit terbanyak Rawat Jalan tahun 2011 yakni Vulnus sebesar 25 % dan yang paling terendah yaitu Bronchitis dengan Prosentase 3 %
25%
16%
13%
11%
11%
7%
4%
7% 3% 3%
VULNUS TB PARU HIPERTENSI
DISPEPSIA ISPA DIABETES MELLITUS
DIARE ISK CHF
BRONCHITIS
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 78 BAB V
PENUTUP
Berdasarkan Data yang telah di uraikan dalam Profil Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kab. Boalemo Tahun 2011, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
A. Kesimpulan
1. Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan merupakan unsur pelaksana tekhnis pemerintah daerah Kabupaten Boalemo Kelas ”C” dengan kapasitas 68 Tempat Tidur, yang aturan pokoknya mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006 tentang Struktur Organisasi dan Tata kerja Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo.
2. Pada Tanggal 21 November Tahun 2011 Bupati Boalemo, DR.Ir. H. Iwan Bokings, MM, Meresmikan RSUD-TN sebagai PPK-BLUD melalui Keputusan Bupati Boalemo No 186a tahun 2011 tentang penetapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan.
3. Kurangnya Tenaga medis dan Paramedis Keperawatan yang belum sesuai dengan jumlah Tempat Tidur yang tersedia, disamping itu untuk
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 79 tenaga Penata Anastesi dan D III Rekam Medik belum terpenuhi.
4. Minimnya anggaran operasional rumah sakit yang bersumber dari anggaran APBD Kabupaten Boalemo sangat mempengaruhi kegiatan operasional rumah sakit, akibatnya kurang optimalnya pelayanan, disisi lain rumah sakit dijadikan sumber Pendapatan Asli Daerah.
5. Kinerja operasional Rumah Sakit ditinjau dari realisasi fisik dan penyerapan anggaran berada dalam kategori sangat baik.
6. Dari tahun 2009 hingga sekaran RSUD Tani dan Nelayan mendukung kebijakan Pemerintah daerah Untuk memberlakukan Pelayanan Gratis terhadap masyarakat miskin yang tidak tercover dalam kuota Jamkesmas yaitu SKTM dan Terhitung sejak Mei 2011 memberlakukan Jaminan Persalinan atau JAMPERSAL.
7. Dalam Grafik Kunjungan Pasien rawat jalan dan Rawat Inap Tahun 2011 menunjukkan adanya peningkatan.
8. Kunjungan pasien rawat jalan Tahun 2011 jika dibandingkan dengan Tahun 2010 terjadi peningkatan, presentase peningkatan kunjungan pasien terlihat dibeberapa Poliklinik yaitu ugd (34%), Poli Anak (25%), Poli Interna (30%0, Poli Mata
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 80 (5.1%), Poli Obgyn (47%), Poli Bedah (8,3%) dan Poli Gigi (24%).
9. Kunjungan pasien rawat jalan berdasarkan tempat tinggal pasien terbanyak berasal dari Kecamatan yang terdekat yakni Kecamatan Tilamuta, Botumoito, Mananggu dan Dulupi, disamping itu kunjungan pasien terbanyak juga berasal dari luar Kabupaten Boalemo. Kunjungan terendah berasal dari Kecamatan Paguyaman Pantai, hal ini di pengaruhi oleh akses ke Rumah sakit yang sangat jauh disamping itu masyarakat lebih cenderung berobat di Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Paguyaman.
10. Dari sepuluh penyakit Menonjol Rawat Jalan tahun 2011, Vulnus masih merupakan Peringkat Pertama dengan prosentase 25 % dan yang paling rendah adalah Bronchitis dengan Prosentase 3%.
11. Untuk Penyakit terbanyak Rawat Inap dari tahun ketahun yang mendominasi adalah GEA Atau Diare, Tahun 2011 presentase penyakit GEA mencapai hingga 27% dan terendah yakni Pneumonia dan Diabetes Mellitus Masing – masing 5 %.
12. Capaian pelayanan RSUD-TN berdasarkan Indikator pelayanan sudah dapat dikatakan baik karena capaian indikator dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan bahkan sudah mencapai indikator standart pelayanan minimal.
Profil RSUD Tani & Nelayan Kabupaten Boalemo Tahun 2011
Page 81 B. Saran
Perlu diupayakan penambahan jumlah tenaga medis dan paramedis sesuai dengan ketentuan dan kriteria type rumah sakit.
Perlu adanya peningkatan anggaran operasional sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
Perlu peningkatan sarana pelayanan dan penambahan ruang perawatan kelas III, mengingat hunian perawatan kelas III setiap tahun meningkat.