• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO PERNYATAAN SS S TS STS 1.Ketika terjadi konflik saya sering menginap di rumah

Dalam dokumen Perbedaan manajemen konflik suami dan istri. (Halaman 99-105)

PETUNJUK PENGISIAN

NO PERNYATAAN SS S TS STS 1.Ketika terjadi konflik saya sering menginap di rumah

orang tua.

2. Saya merasa bahagia, jika pasangan menuruti keinginan saya.

3. Saya bersikap manis pada pasangan meskipun sedang ada konflik.

4. Agar salah satu diantara kami tidak ada yang dirugikan, kami selalu merundingkan segala masalah.

5. Saya selalu berusaha mengungkapkan pendapat, keinginan, serta tujuan pada pasangan..

6. Saya berani bertemu pasangan walaupun sedang terjadi konflik di antara kami.

7. Saya suka mengalah jika sedang mebicarakan sesuatu dengan pasangan.

8. Saya enggan mengalah waktu beradu pendapat dengan pasangan.

9. Harus ada yang kalah, ketika mencari jalan keluar dari konflik yang sedang saya hadapi dengan pasangan. 10. Berunding dengan pasangan hanya akan

membuang-buang waktu.

11. Saya menyerahkan semua keputusan pada pasangan saya.

12. Saya ingin pasangan mengikuti pola pikir saya.

13. Konflik dengan pasangan dapat diatasi tanpa merusak keharmonisan kami.

14. Diskusi adalah jalan yang terbaik ketika terjadi konflik dengan pasangan.

15. Keputusan yang saya dan pasangan ambil dalam diskusi merupakan solusi yang terbaik melainkan untuk kami berdua.

16. Saya ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan semua konflik dalam keluarga.

17. Gertakan dan ancaman justru akan membuat pasangan semakin membenci saya.

18. Semua solusi yang dikemukakan pasangan saya selalu tidak masuk akal.

19. Saya belum pernah mengorbankan keinginan saya sewaktu sedang berunding.

20. Menurut saya tidak ada perundingan yang akan memuasakan bagi kami berdua, salah satu diantara kami pasti ada yang kecewa.

konflik.

22. Sedikit gertakan akan mebuat pasangan menuruti semua keinginan saya.

23. Saya tetap bersikap ramah untuk meredakan emosi pasangan.

24. Saya berusaha meyakinkan pasangan bahwa tidak ada yang menang dan kalah dalam penyelesaian konflik. 25. Saya puas jika hasil dari diskusi antara saya dan

pasangan dapat menenangkan kembali ketegangan dan prasangka buruk yang ada.

26. Semua konflik selalu saya hadapi dengan tenang. 27. Saya sadar pasangan saya juga memiliki keinginan

yang harus diperhatikan.

28. Pasangan saya bukan tipe orang yang dapat dengan cepat menyelesaikan konflik.

29. Berunding dengan pasangan hanya akan memberikan kesempatan bagi pasangan saya untuk membujuk saya agar memenuhi senua keinginannya.

30. Membicarakan masalah dengan pasangan justru akan memberikan kesempatan baginya untuk membela diri. 31. Saya pergi ketika pasangan mengajak mendiskusikan

konflik yang terjadi.

32. Semua pendapat yang saya kemukakan harus diterima oleh pasangan.

33. Saya rela mengalah agar konflik yang terjadi antara saya dan pasangan cepat mereda.

34. Saya rela mengoprbankan keinginan saya agar konflik mereda.

35. Dalam diskusi saya dan pasangan mencoba untuk saling tukar informasi guna mencari solusi terbaik yang dapat memperbaiki hubungan kami.

36. Saya akan menghadapi semua permasalahan yang terjadi dengan pasangan.

37. Ada waktunya saya harus mengalah dan menghormati pendapat pasangan.

38. Saya rela dibenci pasangan daripada harus mengalah padanya.

39. Berunding dengan pasangan hanya akan membuat salah satu diantara kami merasa bersalah.

40. Saya berulangkali mencoba untuk berdiskusi dengan pasangan ketika sedang bertengkar, tetapi hasilnya selalu merugikan saya.

41. Saya sering meninggalkan rumah ketika ada konflik dengan pasangan.

sedang bertengkar.

43. Saya tetap menyapa pasangan walaupun sedang ada konflik.

44. Hasil perundingan harus menguntungkan bagi saya dan pasangan.

45. Diskusi sangat penting bagi saya ketika sedang ada konflik dengan pasangan, untuk mengamati perbedaan-perbedaan keinginan, pendapat, serta tujuan untuk dapat mencari solusi

46. Saya selalu menyediakan waktu ketika pasangan mengajak saya berdiskusi.

47. Saya tidak pernah memaksa pasangan untuk menuruti semua keinginan saya.

48. Saya tidak peduli hubungan saya dan pasangan akan memburuk, yang penting keinginan saya terwujud. 49. Saya tidak yakin bahwa semua masalah yang terjadi

antara saya dan pasangan dapat dikompromikan untuk mencapai suatu penyelesaian.

50. Saya bosan tiap kali saya yang harus mengalah pada pasangan saya, ketika kami sedang berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah.

51. Saya jarang berbicara ketika sedang terjadi konflik dengan pasangan.

52. Saya sering memojokkan pasangan ketika sedang berdiskusi dengannya.

53. Pasangan saya sangat pandai dalam menyelesaikan setiap konflik yang terjadi.

54. Saya dan pasangan selalu mencari jalan terbaik dari semua masalah yang kami hadapi.

55. Solusi yang kami dapatkan dari pasangan harus berguna bagi kepentingan saya dan pasangan.

56. Menurut saya masalah timbul untuk dihadapi bukan dihindari.

57. Saya bersedia menerima keputusan yang telah diambil walaupun bukan pendapat saya yang dipakai.

58. Saya menjaga sikap agar pasangan tidak membenci saya.

59. Saya sadar bahwa harus ada pihak yang kalah dan menang ketika saya mendiskusikan masalah denngan pasangan saya.

60. Menurut saya tidak ada keputusan yang benar-benar adil bagi saya dan pasangan ketika sedang berdiskusi. 61. Saya menjaga jarak dengan pasangan ketika terjadi

konflik.

menuruti kemauan saya.

63. Saya menghargai pandapat pasangan agar ia merasa nyaman ketika berdiskusi.

64. Saya berharap dengan diskusi saya akan mendapatkan keuntungan walaupun harus kehilangan keinginan yang lain.

65. Diskusi memang harus dilaksanakan agar saya dan pasangan masing-masing merasa puas dan hubungan baik kami tetap terjaga.

66. Menghindar dari konflik yang sedang terjadi hanya akan membuat konflik semakin rumit.

67. Saya tidak pernah menggertak pasangan saya walaupun sedang marah.

68. Kepentingan saya harus dipenuhi dahulu baru kepentingan pasangan saya.

69. Saya takut akan merasa terpojok dan kalah jika pasangan saya mengajak untuk mendiskusikan masalah yang terjadi diantara kami.

70. Saya tidak ingin mengorbankan keinginan, pendapat, serta tujuan saya hanya untuk mempertahankan hubungan saya dengan pasangan.

71. Saya selalu takut menghadapi konflik yang terjadi dengan pasangan.

72. Saya tidak akan menerima setiap kritikan dari pasangan saya.

73. Sebisa mungkin saya akan menjaga hubungan baik dengan pasangan, walaupun kami sedang ada masalah.

74. Saya menyadari bahwa tidak semua keinginan saya dapat dipenuhi.

75. Sulit sekali bagi saya untuk merasakan dan mengerti apa yang dirasakan pasangan saya ketika sedang terjadi konflik diantara kami.

76. Saya tetap bertahan di rumah walaupun saya sedang bertengkar dengan pasangan saya.

77 Menyudutkan pasangan bukan bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaiakan masalah.

78 Saya yakin hubungan baik akan tercipta sendiri setelah konflik dapat diselesaikan.

79 Saya merasa lelah bila harus mengajak pasangan untuk berunding mengenai konflik tapi tidak ditanggapi. 80 Berunding dengan pasangan hanya membuang-buang

81 Saya sering menunda untuk membicarakan konflik yang sedang terjadi dengan pasangan.

82 Saya akan mengeluarkan kata-kata kasar agar pasangan merasa takut.

83 Saya selalu mendukung setiap keputusan yang telah kami ambil bersama.

84 Keuntungan dan kerugian yang saya dan pasangan peroleh harus seimbang dalam penyelesaian konflik. 85 Saya selalu sabar dan bersedia mendengarkan semua

penjelasan dari pasangan.

86 Sebisa mungkin saya menghindar berjumpa dengan pasangan ketika terjadi konflik.

87 Saya yakin gertakan akan melunakkan hati pasangan agar menuruti keinginan kita.

88 Saya selalu bersedia untuk megakui segala kesalahan. 89 Saya merasa tidak dihargai jika harus mengalah terus

dengan pasangan saya.

90 Saya menolak untuk berunding walau pasangan membujuk saya.

91 Saya pergi berlibur untuk menenangkan diri waktu ada masalah dengan pasangan

92 Saya tidak segan melontarkan kata-kata kasar ketika bertengkar pada pasangan.

93 Saya tetap bersedia membantu pasangan walau terjadi konflik di antara kami.

94 Sedikit humor dapat membuat ketegangan antara saya dan pasangan berkurang ketika sedang berdiskusi. 95 Saya selalu berbicara terbuka pada pasangan untuk

memecahkan permasalahan.

96 Membuka pembicaraan dengan pasangan adalah cara terbaik untuk penyelesaian konflik.

97 Saya akan menerima segala kritikan dan masukan dari pasangan.

98 Meminta maaf hanya akan membuat pasangan semakin meremehkan saya.

99 Berunding hanya merupakan kesempatan bagi saya dan pasangan untuk beradu mulut.

100 Perundingan bagi saya sangat membosankan.

Dalam dokumen Perbedaan manajemen konflik suami dan istri. (Halaman 99-105)

Dokumen terkait