- Analisis Analisis data secara kualitatif data secara kualitatif
NOTULEN RAPAT Hari/Tanggal : Kamis/3 Agustus 2006
Jam : 15.30 Wita
Tempat : Kantor Lurah Sebengkok Acara : Kegiatan Agustusan
Undangan : - Pengurus POPA
- Orangtua anak tunarungu Rapat dimulai jam 16.20 wita
Pengurus POPA yang hadar tujuh orang; orangtua anak tunarungu yang hadar empat orang.
Ketua POPA (pembukaan)
ü Usahakan POPA ada kegiatan lomba untuk anak binaan
ü Jenis lomba yang ringan-ringan saja yang penting kegiatan POPA bisa dimulai lagi melalui acara agustusan
ü Hadiah cukup berupa alat tulis ü Kita buat panitia kecil
Sekretaris POPA
ü Tidak perlu panitia langsung saja pengurus POPA ü Hadiah kita minta bantu kepada lurah Sebengkok
ü Memperkenalkan dan menjelaskan maksud dan tujuan Muhamad Saleh ikut hadir dalam rapat POPA sebagai berikut :
= menghimpun data untuk kajian mahasiswa = mendata masalah yang dihadapi POPA = melihat program POPA ke depan Koordinator devisi olahraga/kesenian
ü Jenis lomba lari karung, pasang kancing, pukul air (dalam plastik, pengkaji), mewarnai gambar
ü pelaksanaan lomba pada tanggal 17 Agustus 2006 sekaligus Sekretaris POPA
ü Pasang kancing (lomba, pengkaji) diganti (lomba, pengkaji) tarik tambang atau ambil uang logam dalam tepung
ü Tanggal 17 (Agustus,pengkaji) banyak kegiatan Pengkaji
ü Belajar bersama POPA dalam pemninaan anak tunarungu ü Belajar menemukan masalah yang dihadapi POPA
ü Bersama POPA menyusun rancangan program POPA ke depan Pertemuan diakhiri pukul 18.00 wite.
Pertemuan berikutnya tanggal 6 Agustus 2006 pukul 09.00 wite
Ketua POPA Sekretaris rapat
Hari/Tanggal : Minggu/6 Agustus 2006 Jam : 09.00 Wita
Tempat : Kantor Lurah Sebengkok
Acara : Silaturrahim dengan Muhamad Saleh
Undangan : - Pengurus POPA
- Orangtua anak binaan (anak tunarungu, pengkaji) Rapat dibuka oleh ketua POPA pada pukul 09.43 wita
Ketua POPA (pembukaan)
ü Kegiatan POPA vacum sejak bulan April 2006 ü Dana kegiatan tidak ada, kas kosong
ü Rapat hari ini pak Saleh yang pimpin Instruktur
ü Terakhir anak binaan (tunarungu, pengkaji) yang ikut kegiatan 11 orang ü Anak tunarungu yang di SLB tetap aktif
Pengkaji
ü Rapat tetap ketua POPA yang memimpin
ü Bolehkah saya mendapatkan informasi tentang keberadaan dan harapan orangtua terhadap anak tunarungu
Instruktur
ü Banyak anak-anak ada bakat membuat kerajinan kayu dan menggambar cantik. Ada si Fadli (mendapat, pengkaji) juara III lomba keterampilan di Dinas Pendidikan (Kota Tarakan, pengkaji)
ü Kalau diajar membaca dan menulis sulit sekali, tidak ada minat anak-anaknya
Orangtua (Ds)
ü Anak saya sudah biasa ikut saya melaut. Bisa juga pegang kemudi. ü Umurnya 21 tahun
Orangtua (Spl)
ü Anak saya memang tidak mau sekolah tapi kalau ada keramaian di kampung selalu ikut saja
Orangtua (Am)
ü Saya berharap anak saya bisa membaca dan menulis saja karena ada tetangga yang anaknya sekolah di jawa bisa membaca, biar tidak jelas tetapi cukup dimengerti.
ü Dia (anak tunarungu) dapat membawa diri Orangtua (My)
ü Anak-anak diajar jugalah sopan santun dan kesenian
ü Coba bisakah diajarkan dengan buku pelajaran SD (Sekolah Dasar, pengkaji)
Orangtua (Dn)
ü Saya tidak punya pendapatan tetap.
ü Saya terdaftar mendapatkan beras miskin setiap bulan 10 kg harganya Rp. 1.000,- (setiap kg, pengkaji)
Pertemuan diakhiri pukul 12.42 wita
Ketua POPA Sekretaris rapat
Evi Martini Antono Muhamad Saleh
Hari/Tanggal : Minggu/20 Agustus 2006 Jam : 10.00 Wita
Tempat : Rumah Ibu Suciaty
Acara : Pendataan orangtua anak binaan
Undangan : - Pengurus POPA - Pengurus POPA
Undangan hadir pengurus POPA tujuh orang. Orangtua anak binaan 7 orang Instruktur
ü Ketua POPA mohon maaf beliau masih di Balikpapan (tidak hadir, pengkaji) ü Tujuan kita berkumpul hari ini, kita minta kemukakan masalah orang tua
yang ada anaknya menjadi binaan POPA Ibu Mr. orangtua
ü Kasihan ba pak, anak-anak diajarkan cuma dari sedotan plastik, kalau tidak membuat burung dari kartu remi. Kalau membuat yang begitu anak saya sudah bisa.
ü Kalau diajarkan itu lagi, anak-anak lebih banyak mainnya. Ibu-ibu yang ngajar (instruktur, pengkaji) juga kasihan mau apalagi.
ü Pengurus POPA tidak bisa menyediakan bahan-bahan kerajinan untuk kegiatan anak-anak. Itulah kami mencari jalan kalau kami punya usaha sendiri, kami mau saja urunan (iuran) mengumpulkan biaya.
Ibu NJ. orangtua
ü Gimana la kami bisa membayar uang sekolah anak-anak ini. Bapaknya nelayan kecil yang memukat (jaring, pengkaji) dengan perahu kecil. Hasil ikan yang dia (bapak, pengkaji) dapat, dijual untuk makan kami seperanakan (sekeluarga, pengkaji) saja tidak cukup, kasihan.
ü Ke sini saja jalan kaki membawa si Udin ini biar bisa ikut belajar, kasihan. Ibu Er. orangtua
ü Saya usul bu, POPA mencari guru yang bisa mengajarkan membuat kue kering/basah, masak sayur. Mungkin anak-anak bisa dititipkan kerja di pabrik roti.
ü Kan banyak pabrik roti di Tarakan, ada Milo (Bakery, pengkaji), ada juga di Kampung Bugis (pabrik roti, pengakaji)
Ibu Ed. orangtua
ü Saya juga bu, kalau bisa diajarkan (anak tunarungu, pengkaji) menjahit. Jadi bisa membantu saya menjahit di rumah.
ü Dulu katanya sosial (Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, pengkaji) membuat pabrik penjahitan (konveksi, pengkaji) anak cacat, mana dia ? Ibu Mr. orangtua
ü Kalau ada jalannya, kami mau saja berusaha berjualan makanankan, sekarangkan lagi laris orang berjualan sayuran masak. Biarlah anak-anak belajar, kami yang berjualan. Ada juga guru (instruktur, pengkaji) menjagakan (anak tunarungu). Tapi kami perlu perlengkapannya.
ü Kalau kami bisa mendapatkan pinjaman uang tapi jangan kepada Bank, bunganya besar.
ü Dari pemerintah (Kota Tarakan, pengkaji) sajalah. Bilang (katanya, pengkaji) orang kantor Koperasi (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, pengkaji) ada pinjaman modal usaha. Gimana caranya, Bazis (Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah, pengkaji) juga mau (meminjamkan, pengkaji), bilang (kata, pengkaji) orang.
ü Modal untuk membeli panci, dandangan, rantang, dan lain-lain la
ü Perlengkapan masak, daripada duduk nyeritakan orang lain (ngerumpi, pengkaji) di sekolah baik kami berjualan
Ibu Er. orangtua
ü POPA juga usaha la cari toko tempat kita (orangtua, pengkaji) titip kue kering atau kita sama-sama buat usaha la untuk kita sama-sama.
ü Keuntungannya kita sumbangkan ke POPA POPA ditutup pukul 13.00 wita
Instruktur Sekretaris rapat
Hari/Tanggal : Jumat/25 Agustus 2006 Jam : 09.00 Wita
Tempat : Kantor Lurah Sebengkok Acara : Rapat Pengurus POPA
Undangan : Pengurus POPA
Rapat dimulai pukul 09.30 wita dibuka oleh ketua POPA Pengurus yang hadir 7 orang
Sekretaris POPA sakit Ketua POPA (pembukaan)
ü Saya POPA yang sudah kita (masyarakat Sebengkok, pengkaji) rintis kalau sampai mati
ü Hari ini kita (pengurus POPA, pengkaji) minta masukan apa-apa yang menjadi hambatan kita selama ini dalam POPA
ü Masalah pembinaan (anak tunarungu, pengkaji) yang dihadapi POPA selama ini adalah dana untuk perlengkapan belajar, bahan keterampilan dan pengganti uang transportasi pembimbing (instruktur).
ü Kegiatan selama ini hanya sejumlah berapa dana yang kami dapat dari hasil penjualan hasil kerajinan anak-anak (tunarungu, pengkaji).
ü Dermawan belum ada yang siap menjadi donatur tetap. Paling mereka memberikan sumbangan pada saat ada acara keramaian (seremonial, pengkaji) saja
Ibu Sr. Instruktur
ü Seperti vas bunga ini. Kerjanya Siska. Bahan-bahannya tidak sampai Rp. 10.000,- saya beli kartu tiga kotak cuma itu. Tapi kita jual Rp. 50.000,-
ü Uangnya kita belikan kartu lagi sisanya kita masukkan ke kas untuk dana kegiatan lain yang lebih besar. Untuk uang taksi saya pakai dana sendiri. Saya senang dengan kegiatan mengajar seperti ini sekalian saya beribadah. Mudah-mudahan menjadi amal jariah.
Ibu EM. Ketua Popa
ü Kita faham la pemerintah banyak yang perlu dibiayai untuk mewujudkan misi dan visi Kota Tarakan. Jumlah kami (anak binaan, pengkaji) belum banyak dan kegiatan kamipun berkembang.
ü Nanti kalau jumlah sudah banyak (anak binaan, pengkaji) dan program kami berkembang, baru kami mengundang Pemerintah Kota Tarakan untuk melihat semangat anak tunarungu untuk maju dan mandiri, tanpa harus mengemis kepada pemerintah, pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk perkembangan kegiatan POPA
Ibu Sm. Bendahara POPA
ü Pembimbing (instruktur, pengkaji) kita yang ada, mereka kayaknya tidak punya keterampilan lain yang bisa diajarkan kepada anak-anak yang kita bina
Ibu Sv. anggota pengurus POPA
ü Pengurus kita tidak aktif lagi. Ada yang sudah pindah, ada juga yang tidak pernah hadir dari pertama (sejak pembentukan POPA, pengkaji).
ü Bagaimana kita maju kalau pengurus saja kurang ü Mungkin perlu kita ganti
Ibu Ms. anggota pengurus
ü Masyarakat di Sebengkok belum ada yang pernah kita undang dalam kegiatan kita
ü Pengusaha kita juga belum kita tawarkan kegiatan kita Ibu Sc. Instruktur
ü Sebenarnya kita juga telah beberapa kali mendapatkan bantuan seperti waktu kita melaksanakan peringatan Hari Anak Cacat Dunia, kegiatan lomba Agustusan dari beberapa pengusaha di Sebengkok. Walaupun sumbangannya tidak tetap, kita merasakan sebenarnya sudah ada kepercayaan pengusaha kepada POPA. kita menjadi merasa punya tanggung jawab yang lebih dalam mengembangkan POPA.
Ibu Sr. Instruktur
ü Kalau menurut saya kita aktifkan dulu pengurus POPA, kalau POPA sudah kuat baru kita membuat program pembinaan
ü Orangtuanya dulu (dikuatkan, pengkaji) baru anak tunarungunya Ibu Sv. anggota pengurus POPA
ü Kita ajak atau minta masyarakat Sebengkok ikut jadi (menjadi, pengkaji) pengurus (POPA, pengkaji) biar tidak ada anaknya yang dibina
Ibu Ms. anggota pengurus POPA ü Pengusaha juga bu.
Ibu Sr. Instruktur
ü Kemarin waktu saya membeli sedotan pelastik dan karton untuk bahan ketarampilan di CV. Raya oleh ibunya tidak mau di bayar. Padahal jumlahnya Rp. 120.000,-. Ibunya tanya, ”buka usaha warung ya bu?, saya jawab ah, tidak. ”Usaha katering kah?” kata ibunya. Tidak bu. jawab saya. ”Kok ibu selalu beli sedotan dan karton untuk apa ?”. saya ceritakan kegiatan POPA, itu lo bu ada kegiatan rutin mengajari anak tunarungu di kecamatan. Yang dari ini sedotan, kartu atau karton. Buat vas bunga, kotak tissue burung meja. ”sejak kapan kegiatan itu ada?. Baru kok bu, baru tahun ini kami laksanakan. Ya sudah dibawa saja, nanti kalau ada kegiatan bilang lagi ya sama saya.
Bapak Rz. anggota pengurus POPA
ü POPA sebaiknya mengundang masyarakat (tokoh agama dan tokoh masyarakat, pengkaji) Sebengkok dan instansi yang ada yang bertanggung jawab untuk kita menyusun program.
ü Mungkin sosial (Bagian Sosial Setda Kota Tarakan, pengkaji), lurah, PKK, PSM juga.
ü FPPC kan sudah ada, kita juga punya MUI (Majelis Ulama Indonesia, pengkaji) di sebengkok
Ketua POPA Sekretaris rapat
NOTULEN RAPAT