• Tidak ada hasil yang ditemukan

NSAID Untuk Pembedahan 1. Operasi Rawat Sehari

Dalam dokumen Prinsip Dasar Anestesi Pediatrik (Halaman 177-182)

Penggunaan NSAID pada Pediatrik

F. NSAID Untuk Pembedahan 1. Operasi Rawat Sehari

Beberapa tahun belakangan ini terdapat

kecenderungan untuk melakukan operasi rawat sehari. Anak merupakan kandidat yang baik untuk operasi ini karena mereka biasanya sehat, bebas dari penyakit sistemik, dan biasanya menjalani prosedur yang mudah, minor, atau sedang. NSAID merupakan analgesik yang efektif untuk penanganan nyeri ringan dan sedang, dan karena itu, efektif untuk operasi rawat sehari jika nyeri diperkirakan minimal. Untuk terapi nyeri yang lebih berat, NSAID sebaiknya diberikan bersama asetaminofen dan/atau opioid.

2. Miringotomi

Miringotomi dan pemasangan pipa ventilasi sering dilakukan untuk terapi otitis media akut dan sekretorik pada anak. Meskipun trauma jaringan kurang, sekitar separuh dari anak yang menjalani prosedu ini mengalami nyeri yang bermakna. Beberapa penelitian telah mengevaluasi pengunaan NSAID dalam pencegahan dan terapi nyeri setelah miringotomi, tetapi hasilnya kurang meyakinkan. Suatu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa anak yang diterapi dengan ketorolak mengalami pengurangan skor nyeri pascabedah yang bermakna dan

173 kurang memerlukan rescue analgesia dibanding anak yang mendapat asetaminofen atau placebo selama miringotomi bilateral. Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa asetaminofen dan ketorolak memberikan analgesia yang sama efektifnya pada anak yang menjalani prosedur miringotomi.

3. Adenoidektomi

Adenoidektomi adalah salah satu prosedur yang paling sering dilakukan pada anak.Kebanyakan pasien biasanya membutuhkan terapi analgesik selama 2-3 hari setelah pembedahan. Akan tetapi, pada beberapa anak nyeri dapat menetap sampai 7 hari dan mereka

memerlukan perhatian khusus. NSAID telah

memperlihatkan hasil yang baik sebagai analgesia pascabedah adenoidektomi.

Selama adenoidektomi, efek diklofenak rektal sekurang-kurangnya sama dengan asetaminofen dan ketamine rasemik 6 mg/kgBB/oral. Tidak ada peningkatan perdarahan pascabedah ataupun efek samping lain. Vitanen dan Anila (2001) melaporkan bahwa ibuprofen rektal tunggal tidak memberikan analgesia yang cukup pada anak yang menjalani adenoidektomi rawat sehari, tetapi kombinasi dengan tramadol pada kebanyakan anak. memberikan analgesia yang memuaskan tanpa meningkatkan efek samping.

Penelitian dengan ketoprofen dosis 0,3 sampai 3 mg/kgBB yang diberikan sebelum atau selama pembedahan, menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding plasebo tanpa peningkatan efek samping ataupun perdarahan pascabedah. Manajemen proaktif

174 dengan ketoprofen selama 72 jam pascabedah dapat memperbaiki pemulihan perilaku setelah pembedahan. 4. Tonsilektomi

Nyeri pasca tonsilektomi dapat berlangsung hingga 7 hari. Kebanyakan anak merasakan nyeri saat minum, menelan, bahkan ketika berbicara. Pola tidur juga kadang terganggu karena nyeri yang persisten. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri pasca tonsilektomi kurang ditangani dengan baik. Tolerabilitas terapi analgesik

adalah perhatian khusus karena tonsilektomi

berhubungan dengan resiko perdarahan pascabedah dan PONV. Opioid sering digunakan pasca tonsilektomi, akan tetapi penggunaannya meningkatkan insidens PONV. NSAID dapat meningkatkan resiko perdarahan selama operasi dan pascabedah, karenanya penggunaan NSAID selama tonsilektomi telah berubah. Sebaliknya, karena NSAID tidak menyebabkan depresi pernapasan, obat golongan ini tetap dipertimbangkan bermanfaat pada pasien yang memiliki gejala obstructive sleep apnea.

Nyeri pasca tonsilektomi bermakna, dan

karenanya, NSAID saja tidak cukup memberikan

analgesia. NSAID harus dikombinasi dengan

asetaminofen dan/atau opioid untuk mengurangi nyeri setelah pembedahan. Bila digunakan dengan dosis yang tepat, nampaknya insidens perdarahan pascabedah tidak meningkat. Akan tetapi, penggunaannya harus hati-hati pada anak yang diketahui sebelumnya memiliki riwayat penyakit perdarahan.

175 Nyeri setelah operasi mata pada anak perlu perhatian khusus karena prosedur ini biasanya disertai PONV.Meskipun operasi mata dipertimbangkan sebagai operasi minor, nyeri mata sering terjadi dan dapat sangat tidak menyenangkan. Karenanya, kebanyakan anak harus diberikan terapi analgesik 2-3 hari setelah pembedahan.

NSAID tetes mata topikal telah digunakan untuk terapi gejala nyeri setelah operasi strabismus. NSAID topikal secara teoritis mencegah resiko efek samping sistemik. Beberapa penelitian telah melaporkan insidens PONV berkurang hingga 20% pasca operasi strabismus bila digunakan terapi proaktif dengan NSAID. Karenanya NSAID dapat sangat bermanfaat sebagai analgesik setelah operasi strabismus.

6. Herniotomi

Blok saraf perifer dan infiltrasi luka dengan anestetik lokal sangat efektif untuk terapi nyeri setelah operasi inguinal pada anak. Akan tetapi, anestesi regional harus ditambahkan dengan analgesik untuk menjamin pengurangan nyeri yang berkelanjutan karena nyeri dapat menetap 2-3 hari setelah pembedahan dan 80% anak membutuhkan terapi analgesik setelah dipindahkan (biasanya 1-9 dosis). Terdapat bukti bahwa penggunaan diklofenak sekurang-kurangnya sama efektifnya dengan epidural kaudal dengan bupivakain untuk mengurangi nyeri pasca herniotomi. Akan tetapi, kombinasi analgesia regional yang tepat dengan diklofenak nampaknya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan bila salah satunya diberikan tunggal.

176 7. Operasi Urologi

Setelah prosedur intravesika, nyeri dan spasme buli-buli sering terjadi dapat memperlama pemulihan setelah pembedahan. Keamanan penggunaan NSAID masih kontroversial. Perhatian utama penggunaan NSAID selama operasi urologi adalah efek samping fungsi ginjal dan meningkatkan perdarahan. Resiko diperkirakan meningkat pada pasien dengan hipovolemia dan pasien yang sebelumnya sudah ada gangguan fungsi ginjal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa NSAID dapat digunakan dengan aman dan sangat efektif untuk terapi nyeri dan pencegahan spasme buli-buli pada anak. Sirkumsisi adalah prosedur yang sering di berbagai negara. Akan tetapi, kebanyakan pasien dihubungkan dengan nyeri bermakna, tidak hanya selama pembedahan, tetapi hingga beberapa hari setelah prosedur. Karenanya, diperlukan penanganan nyeri yang efektif dan penelitian menunjukkan bahwa ibuprofen dan diklofenak sangat efektif.

8. Operasi Ortopedi

Nyeri setelah operasi ortopedi biasanya bermakna, dan setiap pembedahn biasanya membutuhkan lebih banyak analgesik dibanding prosedur umum. Anestesi regional sering digunakan sebagai suplementasi NSAID untuk menjamin pengurangan nyeri. Anak yang mendapatkan ketorolak membutuhkan rescue analgesik lebih sedikit, insidens efek samping lebih sedikit, dan lama perawatan lebih singkat.

177 G. NSAID untuk Nyeri dan Inflamasi

NSAID merupakan analgesia yang efektif untuk terapi nyeri akut ringan sampai sedang di mana inflamasi merupakan mekanisme prinsip yang mendasari. Hal ini meliputi berbagai kondisi inflamasi kronik, paling sering adalah artritis idiopatik juvenile, di mana NSAID digunakan sebagai analgesik dan antiinflamasi. Onset efek analgesik NSAID relatif cepat tetapi efek antinflamasi membutuhkan waktu lebih lama (hingga 6 sampai 8 minggu) dan membutuhkan dosis yang lebih tinggi dibandingkan dosis analgesia.Pada dosis tunggal, NSAID memiliki efek analgesik yang sebanding dengan parasetamol, yang merupakan obat pilihan pertama karena memiliki profil yang lebih dapat ditoleransi. NSAID seperti ibuprofen digunakan untuk analgesia pascabedah, untuk menurunkan kebutuhan opioid atau sebagai analgesia tambahan dengan parasetamol regular.

Dalam dokumen Prinsip Dasar Anestesi Pediatrik (Halaman 177-182)