• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.6 P ENGUMPULAN D ATA P ENELITIAN

3.6.1. O BSERVASI

Menurut Adi (1986) dalam (Sugiono 2019) mengatakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks yang meliputi berbagai proses biologis dan psikologis. Dua yang terpenting adalah proses observasi dan memori. Pengamatan tidak terbatas pada manusia tetapi juga pada benda-benda alam lainnya. Menurut

34 3.7 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2019) teknik analisis data adalah proses mempelajari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh erdasarkan hasil wawancara oservasi daftar periksa data catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori yang sesuai menggaungkan data menyusun dalam model yang sama. pisahkan data yang paling penting untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan akhir agar mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.Sugiyono (2019) menyatakan bahwa teknik analisis data kualitatif meliputi tiga langkah diantaranya adalah seagai berikut:

a. Reduksi Data

Data yang diperoleh di lapangan tentunya sangat banyak dan berupa data kuantitatif yang tidak konsisten. Dengan demikian minimalisasi data dapat dilakukan yaitu meringkas memilih item-item kunci memfokuskan item-item penting mencari tema dan pola dan menghilangkan yang tidak perlu.

b. Data Display

Setelah diciutkan langkah selanjutnya adalah menampilkan atau menyajikan data untuk visiilitas yang leih aik. Penyajian data yang disebutkan di sini bisa sesederhana tabel grafik bagan piktogram dll yang diformat dengan rapi.

Melalui penyajian data data diorganisasikan disusun dalam suatu pola huungan sehingga leih mudah untuk dipahami.

c. Conclusion Drawing/ Menarik Kesimpulan

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huerman adalah penarikan kesimpulan dan pengujian. Kesimpulan awal yang disempurnakan hanya bersifat tentatif dan akan diubah jika bukti kuat ditemukan untuk mendukung fase pengumpulan data berikutnya. Tetapi jika bukti itu valid dan konsisten ketika peneliti kemali ke lapangan untuk mengumpulkan data kesimpulan yang disempurnakan itu kredibel

3.8 Teknik Keabsahan Data

Metode keabsahan data yang dipakai dalam riset ini merupakan metode segitiga informasi atau tringaluasi data. menggunakan teknik ini dapat membantu penulis untuk memverifikasi data dengan cara yang berbeda dan informasi

penelitian yang berbeda menurut Sugiono (2019: 273) untuk memeriksa keabsahan data ada segitiga Persepsi dibagi menjadi tiga agian yaitu :

1. Klasifikasi sumber yaitu pengecekan kembali keabsahan data atau informasi pada berbagai sumber yang telah diperoleh.

2. Triangulasi teknik yaitu menguji kehandalan data atau informasi dengan melakukan verifikasi data pada sumber yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda seperti wawancara atau oservasi.

3. Triangulasi waktu yaitu verifikasi data atau informasi tetapi pada waktu yang berbeda. Hal ini dilakukan secara iteratif sampai ditemukan data yang lebih akurat.

(Sugiyono, 2021)(Rachmawati, 2018)(Rachmawati, 2018)

(Faizal Imam, 2021) (Amelia Andhini ., 2017)

(Devi Silvia Tambunan, Tri Indra Wijaksana, S.Sos., 2019)

(Rachmawati, 2018)

i

DAFTAR PUSTAKA

Amelia Andhini ., K. (2017). Pengaruh Transaksi Online Shopping Dan

Kepercayaan Konsumen Terhadap Kepuasan Konsumen Pada E-Commerce.

Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, Vol 6, Nomor 7, Juli 2017. 6.

Devi Silvia Tambunan, Tri Indra Wijaksana, S.Sos., M. S. (2019). Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terpadu Terhadap Brand Awareness Pada OVO.

Faizal Imam. (2021). Implementasi Komunikasi Pemasaran Terpadu Samsung Indonesia Dalam Mempromosikan Produk Telepon Cerdas.

Kotler and keller. (2009). Manajemen Pemasaran (13th ed.). Penerbit Erlangga.

Kurniawan, O. (2020). Marlina Kopi, Kafe Bernuansa Alam yang Lagi Hits di Majalengka | kumparan.com. Kumparan.Com.

https://kumparan.com/ciremaitoday/marlina-kopi-kafe-bernuansa-alam-yang-lagi-hits-di-majalengka-1utqDbeN5SA

Rachmawati, F. (2018). Penerapan Digital marketingSebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Produk Usaha Kecil DanMenengah (UKM).

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Syafina, D. C. (2019). Pasar Bisnis Kedai Kopi di Indonesia Sudah Tembus Rp4,8 triliun. Tirto.Id. https://tirto.id/pasar-bisnis-kedai-kopi-di-indonesia-sudah-tembus-rp48-triliun-enBQ

Watono, A. A., & Waton, M. C. (2011). IMC (Integrated Marketing Communication) that Sells. books.google.com.

https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=4ihRDwAAQBAJ&oi=fnd

&pg=PP1&dq=minang+entrepreneurship+filosofi+dan+rahasia+sukses+etni s+minang+membangun+karakter+kewirausahaan&ots=tnsm6IiiQY&sig=4X Pc7xfYOy9CpqGmLZKLfP8TXUM

West, R., & Turner, L. H. (2017). Introducing Communication Theory (Terjemahan: Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi).

McGraw-Hill.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Draft Wawancara No. Tinjauan

Pustaka

Sub Tinjauan Pustaka Pertanyaan

1. Komunikasi Pemasaran

Komunikasi Pemasaran : a. Komunikasi

Pemasaran West

&turner (

1. Bagaimana Marlina Kopi menginterpretasikan makna dari Marlina Kopi kepada konsumen?

b. American Marketing Association (AMA) dalam Kotler &

Keller, (2009:5)

2. Bagaimana proses dalam menciptakan penyampaian pesan tentang Marlina Kopi hingga sampai kepada khalayak

?

1. Bagaimana Marlina Kopi Bandung mempunyai konsep nilai tambah dalam perencanaan komunikasi pemasaran untuk menyajikan dampak komunikasi pemasaran yang Dwi Sapta, Adjie Watono dan Maya Watono (2011):

78

1. Apa saja aspek analisis kondisi terhadap pasar yang dilakukan oleh Marlina Kopi di wilayah Kabupaten Majalengka ?

1. Discovery Circle

a. Market Review

1. Bagaimana Marlina Kopi melakukan analisis Kondisi pasar di wilayah sekitar Majalengka ?

2. Bagaimana Marlina Kopi dalam melakukan analisis terhadap kondisi pasar di wilayah sekitar Majalengka?

3. Apa saja aspek analisis yang dilakukan Marlina Kopi terhadap kondisi pasar di wilayah Majalengka dan sekitarnya?

iii

b. Competitor Review 1. Bagaimana Marlina Kopi melakukan analisis terhadap pesaing di Pasar di wilayah Majalengka dan sekitarnya?

2. Bagaimana Marlina Kopi melakukan perbandingan kelebihan dan daya saing dengan competitor di wilayah Majalengka dan skitarnya?

3. Bagaimana penentuan kompetitor dan aspek apa saja yang dilihat oleh Marlina Kopi di walayah Mjalengka dan sekitarnya ini?

c. Consumer review 1. Bagaimana Marlina Kopi memahami karakteristik konsumen dan target audiens di masa pandemi ini ? 2. Apa dampak dari memahami

karakteristik konsumen?

3. apakah Marlina Kopi melakukan kegiatan yang memberikan informasi seputar Brand?

4. Bagaimana Marlina Kopi menciptakan strategi yang dapat menyentuh perasaan konsumen ? 5. Apakah Marlina Kopi melakukan

kegiatan pemasran yang mampu membuat konsumen memberikan respon terhadap Marlina Kopi ? Dengan melakukan analasis

konsumen yang dilakukan Marllina Kopi apakah efektif dan

mempengaruhi brand?

d. Brand Review 1. Bagaimana Marlina Kopi

sebagai kedai kopi alam ini melakukan analisis terhadap Brand ?

2. Bagaimana cara Marlina Kopi

menganalisis brand dengan tema alam yang di angkat ?

3. Apa saja aspek analisi yang dilakukan Marlina Kopi terhadap brand yang mengangkat tema alam?

4. Dengan tema alam ini apakah Marlina Kopi memiliki cita-cita untuk brand ?

5. Bagaimana gambaran dari Brand Marlina Kopi?

2. Intent Circle

a. Problem (masalah)

1. Bagaimana bila Marlina Kopi yang bertemakan alam ini memiliki isu negative yang dapat mengancam brand ?

2. Dengan konsep alamnya apakah Marlina Kopi mendapat masalah yang dapat mengancam brand?

b. Solve

(Menyelesaikan)

1. Bagaimana Marlina Kopi mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi mengenai isu alam?

2. Bagaimana cara Marlina Kopi dalam menyelesaikan suatu masalah yang terjadi mengenai isu alam ini ? 3. Faktor apa yang membuat Marlina

Kopi memiliki isu positif yang dapat menjadi kekuatan brand ?

3. Strategy Circle

a. Target Audience

1. Jika dilihat dari analisis discovery Circle pengelompokkan konsumen, melihat dari hasil analisis yang mana?

2. Apakah di daerah Majalengka Marlina Kopi menentukan target audience berdasarkan, geografis, sosiografis, psikografis,dan teknografi ?

3. Apakah Marlina Kopi melakukan kegiatan untuk membuat konsumen memberikan respon terhadap brand?

b. Brand Soul 1. Jika dilihat dari discovery circle pembuatan brand soul melihat dari hasil analisis yang mana?

v

3. Diantara kedai kopi yang mengusung tema alam lainnya apa yang menjadi pembeda pada umumnya antara Marlina Kopi dengan competitor lain

?

c. Selling Idea 1. Jika dilihat dari analisis tadi

pembuatan Selling Idea melihat dari hasil analisis yang mana?

2. Menurut anda Marlina Kopi memiliki ide sentral yang menjadi tema besar dalam melakukan seluruh kampanye komunikasi sebagai kedai kopi alam?

3. Bagaimana cara penyampaiannya kepada masyarakat atau calon

konsumen terkait tema besar tersebut

?

5. Bagaimana Kampanye komunikasi yang dilakukan Marlina Kopi sudah menciptakan reason to believe kepada masyarakat?

6. Sebagai Kedai Kopi Alam apakah Marlina Kopi dalam strategi pemasarannya memberikan brand promise kepada masyarakat atau calon konsumen?

7. Bagaimana Marlina Kopi telah membangun creadibility dan persuasiveness dikalangan masyarakat?

8. Apa yang membedakan antara Hotel Marlina Kopi dengan pesaingnya?

d. Pesan (Message) 1. Jika dilihat dari analisis tadi

pembuatan pesan melihat dari hasil analisis yang mana?

2. Apa slogan atau tagline dari Marlina Kopi?

3. Bagaimana cara Marlina Kopi Bandung dalam penyampaiannya?

4. Apakah sebagai kedai kopi alam ini Marlina Kopi membuat slogan atau tagline baru? Dan bagaimana cara penyampaiannya ?

e. Contact Point 1. Jika dilihat dari analisis tadi

pembuatan contact point melihat dari hasil analisis yang mana?

2. Media apa saja yang digunakan Marlina Kopi untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan calon konsumen untuk menkankan tema alam kepada konsumen?

3. Apa saja tujuan dari masing-masing media yang digunakan oleh Marlina Kopi?

4. Apa tujuan Marlina Kopi dalam memperkenalkan produk di wilayah Majalengka?

5. Apa yang dilakukan Marlina Kopi untuk membangun loyalitas

masyarakat?

6. Bagaimana cara Marlina Kopi agar bisa tetap melakukan contact point bersama masyarakat atau calon konsumen?

f. Marcomm Mix 1. Jika dilihat dari analisis tadi pembuatan Marcomm Mix melihat dari hasil analisis yang mana?

2. Sebagai kedai kopi yang mengusung tema alam pendekatan apa saja yang dilakukan oleh Marlina Kopi dalam melaksanakan pemasarannya?

3. Bagaimana pelaksanaan Marcomm Mix yang dilakukan Marlina Kopi

vii

5. Apa saja bentuk promosi yang dilakukan oleh Marlina Kopi untuk mempromosikan Marlina Kopi sebagai kedai kopi alam?

6. Bagaimana Marlina Kopi melakukan kegiatan event atau pernah menjadi sponsor dalam suatu acara?

7. Bagaimana cara Marlina Kopi melakukan pemasaran langsung untuk memperkenalkan Marlina Kopi sebagai kedai kopi alam ? 8. Kegiatan pemasaran apa yang

dilakukan oleh Marlina Kopi untuk menimbulkan WOM di masyarakat?

9. Bagaimana Marlina Kopi melakukan penjualan personal ?

.

Lampiran 2 Hasil Ithencitate:

Dokumen terkait