• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.3. Obyek Wisata di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur

Zona Sangatta merupakan gerbang bagi pengunjung yang akan masuk ke Sangatta melalui jalur darat, dicirikan oleh dominasi objek wisata alam.

Sangatta berdasarkan letaknya sangat strategis sebagai wilayah utama zona wisata yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan Kota Sangatta sebagai ibukota kabupaten memiliki fasilitas penunjang yang jauh lebih baik dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di Kutai Timur.

Daerah tujuan wisata yang termasuk dalam wilayah Zona Sangatta meliputi Mentoko (wisata penelitian orangutan), Pantai Tanjung Bara (wisata pantai), Sangkimah, Teluk Lombok dan Teluk Kaba (Gambar 6).

Gambar 6 Lokasi obyek wisata di Zona Sangatta (Sumber : Bappeda Kabupaten Kutai Timur 2009).

1. Mentoko

Sebuah pondok penelitian terdapat di kawasan ini. Pondok ini disebut Pondok Penelitian Mentoko, didirikan oleh Akira Suzuki, seorang ahli biologi dari Jepang yang mempelajari kehidupan orang utan di daerah ini. Stasiun penelitian orangutan Prevab dan Mentoko berada di sebelah utara TNK atau sebelah barat Kota Sangatta. Pencapaian lokasi Prevab harus ditempuh dengan ketinting (perahu motor) menyusuri Sungai Sangatta ke arah hulu. Mentoko berada di sebelah utara Prevab, dicapai kurang lebih 1- 1,5 jam dari Prevab kearah hulu Sungai Sangatta. Berdasarkan data yang tercatat di pos resort Prevab TNK, pengunjung yang datang ke pos Prevab sangat bervariasi, mulai dari kalangan peneliti, institusi pendidikan, karyawan perusahaan yang berada di Bontang maupun Sangatta sampai wisatawan mancanegara. Keberadaan orangutan liar dari sub spesies Pongo

ZONA WISATA SANGATTA

1 2

4 5 3

Wisat a Penelit ian Orang Ut an M ent oko ( 031' 48.30” U – 117 29' 3.70” T )

Wisat a Pant ai Tanjung Bara ( 0 33' 22.43” U – 117 38' 49.21” T )

Wisat a Jembat an Sangkim ah ( 022' 35.36” U – 117 28' 19.42” T )

Wisat a Teluk Lom bok

( 0 23' 03.45” U – 117 33' 45.01” T )

Wisat a Teluk Kaba

pygmaeus morio yang sering dijumpai di kawasan Prevab menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, khususnya pengunjung mancanegara Sebagai pengunjung terbanyak. Pengunjung yang ingin ke pos Prevab dikelola langsung oleh pihak TNK yang ada di Bontang atau di kantor seksi Sangatta. Secara profesional belum ada operator wisata yang mengelola sebuah paket wisata ke daerah ini. Lagipula lokasi prevab bukan yang utama sebagao tempat tujuan wisata, karena di prevab merupakan stasiun penelitian. Dengan adanya Orangutan liar dan kegiatan penelitian Orangutan secara bekala mengharuskan kawasan Prevab ini menjadi kawasan yang sangat terbatas untuk bisa di kunjungi.

2. Pantai Tanjung Bara

Pantai Tanjung Bara merupakan obyek wisata pantai untuk kegiatan rekreasi terbatas yang dikelola oleh perusahaan tambang PT. KPC. Fasilitas yang ada seperti tempat makan, perahu/boat memang disediakan untuk para anggota yang merupakan karyawan PT. KPC. Pantai ini selain memiliki pemandangan indah ke laut Makassar, daya tarik yang lain adalah hutan bakau. Letak Pantai Tanjung Bara sekitar 30 menit perjalanan dari kota Sangatta ke arah utara. Saat ini masyarakat umum sering memanfaatkan untuk berwisata pantai. Pengunjung yang datang ke Pantai Tanjung Bara diharuskan mematuhi aturan yang terdapat dalam standar operasional perusahaan salah satunya adalah dengan meninggalkan kartu pengenal diri di pos masuk pengamanan kawasan. Pengunjung dapat menikmati wisata berperahu atau memancing.

3. Sangkimah

Pos wisata alam Sangkima berada di wilayah Seksi Pengelolaan TNK Wilayah I Sangatta. Kawasan ini terletak di km 38 jalan poros Bontang- Sangatta dan cukup banyak dikunjungi wisatawan karena aksesibilitas yang mudah. Pengunjung dapat mencapai lokasi ini dengan transportasi darat dan hanya memerlukan waktu sekitar 60 menit dari Bontang dan 30 menit dari Sangatta. Sarana wisata yang tersedia berupa jembatan kayu gantung yang diberi nama Jembatan Sangkimah sepanjang lebih kurang 1 km menjorok

masuk ke tengah hutan hujan tropis dan bermuara pada pohon ulin besar yang diperkirakan berumur sekitar 1000 tahun.

Berdasarkan wawancara dengan narasumber, pengunjung yang sering ke Wisata Alam sangkima (WA Sangkimah) adalah para mahasiswa dan

pelajar. Beberapa di antaranya adalah wisatawan mancanegara meskipun masih dalam jumlah yang sedikit. Lokasi ini sering digunakan oleh pelajar atau mahasiswa sebagai laboratorium alam untuk melakukan praktek lapang berupa pengambilan data untuk pembuatan karya ilmiah. Selama ini para pengunjung atau wisatawan yang datang ke pos wisata alam Sangkima datang sendiri dengan mengurus perijinan terlebih dahulu di kantor Balai TNK di Bontang maupun di Kantor Seksi II di Sangatta.

4. Pantai Teluk Kaba

Kawasan pantai yang memiliki keindahan alam berupa pohon-pohon bakau, hutan berpadang rumput, dan hutan hujan. Namun kondisi jalan menyulitkan bagi mereka yang ingin ke lokasi tersebut.Saat ini tidak ada fasilitas angkutan umum menuju lokasi. Selain itu kodisi jalan yang sangat buruk baik bagi yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Teluk Kaba masih termasuk kawasan Taman Nasional Kutai.

5. Pantai Teluk Lombok

Pantai Teluk Lombok merupakan salah satu lokasi wisata umum yang terletak kurang lebih 22 km dari kota Sangatta. Pantai Teluk Lombok secara administrasi termasuk wiayah Desa Sangkimah. Pantai Teluk Lombok yang juga termasuk dalam kawasan TNK sampai saat ini berstatus wilayah pinjam pakai oleh pihak Pertamina dan berada dalam tahap rencana rezonasi menjadi zona khusus.

Pantai Teluk Lombok saat ini telah berkembang menjadi kawasan wisata terbuka (mass tourism) yang berbasis wisata pantai. Pantai yang terbentang sepanjang lebih kurang 4 km dengan topografi yang landai dan berpasir putih. ini sudah sejak lama menjadi daerah tujuan wisata, terutama pada hari-hari libur dan akhir pekan.

Gambar 3 Wilayah administrasi dan kawasan DAS Kecamatan Sangatta Utara (Sumber : Bappeda Kabupaten Kutai Timur 2009)

Gambar 5 Kondisi kawasan mangrove di Pantai Tanjung Bara, Sangatta (Sumber : Bappeda Kabupaten Kutai Timur 2009)

M angrove di Tanjung Bara

Hutan

41