V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Potensi Permintaan Ekowisata
Pengunjung yang datang ke Pantai Tanjung Bara dapat dilihat berdasarkan karakteristik, pola kunjungan, motivasi, preferensi, persepsi dan harapan pengunjung terhadap pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara.
5.2.1. Karakteristik Pengunjung
Karakteristik pengunjung Pantai Tanjung Bara didominasi pengunjung laki-laki dengan 66,7%. Jumlah pengunjung Pantai Tanjung Bara berusia antara 25 tahun sampai 35 tahun sebanyak 33,3% pengunjung. Latar belakang pendidikan yang paling tinggi sebesar 40%, masing-masing pada tingkat perguruan tinggi/akademi dan tingkat SLTA. Status pekerjaan yang paling banyak adalah pekerja swasta/perusahaan sebesar 38,3% (Tabel 18). Data ini berkorelasi kuat dengan pemahaman pengembangan ekowisata mangrove secara umum sehingga mereka memahami bahwa pengembangan ekowisata mangrove selain sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga kelestarian alam, juga menambah wahana wisata baru yang ada di Sangatta.
66
Tabel 18 Karakteristik pengunjung di Pantai Tanjung Bara
No. Parameter Kriteria Jumlah Pengunjung
(%)
1 Jenis Kelamin a. Laki - Laki 66,7
b. Perempuan 33,3 2 Usia < 15 tahun 16,7 15 – 24 tahun 25 25 – 35 tahun 33,3 36 – 55 tahun 25 3 Pendidikan SD 8,3 SLTP 11,7 SLTA 40 Perguruan Tinggi/Akademi 40 4 Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 31,7 PNS/ABRI 16,7 Swasta 38,3 Lain-lain 13,3 5.2.2. Asal Pengunjung
Kondisi aksesibilitas yang mudah dijangkau dan keindahan serta kenyamanan objek adalah beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pengunjung. Pengunjung kawasan Pantai Tanjung Bara terdiri dari pengunjung domestik dan mancanegara. Pengunjung domestik umumnya berasal dari berbagai daerah di sekitar kabupaten Kutai Timur, sedangkan pengunjung mancanegara berasal dari Amerika dan Australia yang datang sebagai tamu atau mitra bisnis perusahaan PT. KPC (Gambar 31).
Gambar 31 Asal pengunjung di Pantai Tanjung Bara.
Gambar 31 menunjukan bahwa sebagian besar pengunjung Pantai Tanjung Bara berasal dari Sangatta dan sekitarnya. Hal tersebut menggambarkan bahwa Pantai Tanjung Bara sudah dikenal dan diminati oleh masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. Sangat t a dan sekit arnya; 61,7% Bont ang; 21,7% Sam arinda; 8,3%
67
5.2.3. Pola Kunjungan
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengunjung di Pantai Tanjung Bara bahwa pengunjung sebagian besar mengetahui kawasan wisata Pantai Tanjung Bara dari informasi perorangan terutama dari teman 83,3%, sisanya dari saudara dan media cetak lokal. Pengunjung Pantai Tanjung Bara Sangatta umumnya datang ke kawasan wisata tersebut pada hari libur terutama pengunjung yang berasal dari luar kota Sangatta, dan pengunjung yang berasal dari Sangatta dapat berkunjung ke Pantai Tanjung Bara tidak hanya pada saat hari libur.
Pengunjung yang berasal dari Sangatta dan sekitarnya dengan frekuensi kunjungan lebih dari 4 kali sebulan mencapai 38,4 %, sedangkan kunjungan 2-4 kali sebulan adalah masyarakat berasal dari kota atau kabupaten yang berbatasan dengan Sangatta (45%.) Pengunjung umumnya melakukan kunjungan bersama keluarga (Tabel 19). Data ini menunjukan bahwa Pantai Tanjung Bara menarik dan memberikan kesan khusus terhadap pengunjung. Hal ini dikarenakan bahwa kurangnya areal tujuan wisata yang ditawarkan atau disediakan pemerintah Kabupaten Kutai Timur khususnya di Sangatta.
Tabel 19 Pola kunjungan pengunjung di Pantai Tanjung Bara
No P a r a m e t e r Kriteria Pengunjung Jumlah ( % )
1 Frekuensi kunjungan a. 1 kali/bulan 10 16,6
b. 2 – 4 kali/bulan 27 45
c. >4 kali/bulan 23 38,4
2 Hari yang digunakan a. Libur 39 65
b. Kerja 5 8,3
c. Tidak Menentu 16 26,7
3 Bersama siapa a. Teman 20 33,3
b. Keluarga 34 56,7
c. Sendiri 6 10
4 Jumlah kelompok a. 1 – 2 orang 20 33,3
b. 2 – 4 orang 15 25
c. > 4 orang 25 41,7
5.2.4. Motivasi Pengunjung
Motivasi pengunjung yang berwisata ke Pantai Tanjung Bara adalah lokasi yang mudah dijangkau karena dekat dengan pusat kota kabupaten, kondisi jalan yang beraspal, kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman, dan keberadaan
68
satwa endemik yaitu bekantan dan monyet ekor panjang (Gambar 32). Pengunjung Pantai Tanjung Bara rata-rata menghabiskan waktu selama berwisata di kawasan Pantai Tanjung Bara antara 2 – 3 jam, tergantung pada kegiatan wisata yang diminati pengunjung.
Gambar 32 Motivasi pengunjung terhadap objek wisata Pantai Tanjung Bara.
5.2.5. Preferensi Pengunjung
Pengunjung yang datang ke Pantai Tanjung Bara lebih banyak tertarik pada kegiatan fotografi serta menikmati keindahan dan kenyamanan tempat masing-masing sebesar 22,9%. Beberapa kegiatan wisata lainnya yang disukai selama berada dalam kawasan adalah mengamati satwa liar, memancing ikan, berenang, dan olahraga pantai (Gambar 33). Preferensi pengunjung menunjukan bahwa masyarakat ekowisata mangrove adalah masyarakat menengah keatas sehingga areal ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara bersifat ekowisata terbatas (eksklusif). Walaupun saat ini pengunjung sebagian besar termotovasi oleh lingkungan yang bersih dengan sarana prasarana yang mendukung. Pengunjung masih terbatas pada kegiatan melihat keindahan pantai (22,9%) dengan satwa liar yang ada di hutan mangrove (9,9%).
Lingkungan yang bersih dan nyam an; 66,7% Keberadaan
sat w a endem ik; 8,3%
Lokasi yang m udah dijangkau 25%
69
Gambar 33 Aktivitas wisata yang diminati oleh pengunjung di Pantai Tanjung Bara
5.2.6. Persepsi dan Harapan Pengunjung
Pengunjung Pantai Tanjung Bara Sangatta sebagian besar telah mengerti tentang konservasi mangrove sebagai implementasi kegiatan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan kawasan mangrove sebesar 44,4% dan sebanyak 55,6% pengunjung telah mengerti tentang ekowisata. Pengunjung sangat mendukung pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar pengunjung membutuhkan tempat wisata yang dekat dari pusat kota dan nyaman untuk mengisi waktu luang atau saat libur bersama teman atau keluarga untuk menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas pekerjaan sehari-hari cukup tinggi karena umumnya masyarakat Sangatta merupakan pegawai swasta atau pegawai perusahaan pertambangan batubara yang terdapat disekitar Kabupaten Kutai Timur.
Dukungan pengunjung terhadap pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara Sangatta adalah menambah lokasi dan ekosistem sebagai daerah tujuan wisata sebanyak 48,3%, sebagai objek wisata ilmiah atau pendidikan 28,7% dan harapan pengunjung perlu pemerintah setempat segera meningkatkan fasilitas dan sarana ekowisata 22,9% khususnya di Kabupaten Kutai Timur. Harapan pengunjung ini terutama terkait dengan pengelolaan kawasan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara, yaitu perlunya penambahan, perbaikan dan pemeliharaan fasilitas seperti perbaikan musholla, toilet dan kamar mandi, tempat sampah dan pagar pembatas.
M engam at i sat w a liar; 9,9% M em ancing ikan; 18,4%, Berenang; 18,4% Fot ografi; 22,9% Olahraga pant ai; 7,5% M enikm at i keindahan pant ai dan sekit arnya; 22,9%
70
Penambahan fasilitas diharapkan pengunjung ekowisata di kawasan mangrove meliputi pembuatan jembatan kayu di dalam kawasan mangrove, shelter-shelter sepanjang jembatan kayu untuk tempat berteduh dan beristirahat para pengunjung, papan interpretasi untuk informasi tata tertib petunjuk keselamatan dan ilmu pengetahuan, menara pandang untuk pengamatan satwa liar primate dan burung serta penataan jalur sungai yang aman untuk berperahu. Kegiatan ekowisata mangrove yang paling banyak di harapkan oleh pengunjung adalah berjalan di atas jembatan kayu dan pengamatan satwa liar (Gambar 34).
Gambar 34 Kegiatan ekowisata mangrove yang diminati dan diharapkan oleh pengunjung.
5.3. Strategi Pengembangan Ekowisata di Kawasan Mangrove Pantai