prasarana serta perangkat yang dibutuhkan menjadi pertimbangan kebijakan program organisasi.
2. Strategi Penumbuhan iklim usaha yang kondusif;
Posisi Dewan UKM yang diamanahkan komnstitusi adalah berperan aktif membantu pemerintah dalam Penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi UMKM, yang dimaksudkan untuk meningkatkan ketangguhan dan daya saing UMKM dengan menciptakan peluang usaha secara luas, menghilangkan biaya ekonomi tinggi, serta menjamin adanya mekanisme pasar yang sehat. Aspek penting datam peningkatan iklim usaha adalah pengembangan perundang-undangan dan kebijakan yang berpihak pada UMKM secara nasional. Termasuk Sinkronisasi regulasi tingkat nasional dan daerah. Banyak regulasi dan kebijakan yang telah dibuat pemerintah terkait aspek ini antara lain; Sertifikasi tanah UMKM, Perizinan/legalitas gratis, Kewajiban kemitraan, Fasilitas promosi dan pemasaran, dan berbagai bentuk dukungan kebijakan lainnya.
Strategi Dewan UKM lebih difokuskan fasilitasi dan mediasi kepentingan UMKM pada aspek Sertifikasi tanah, Perizinan/Legalitas usaha, kemitraan dan promosi/pemasaran. Peran Dewan UKM diaktualisasikan sebagai solusi dalam implementasi kebijakan tersebut yang secara realitas masih menemui kendala teknis. Harus disadari, walaupun regulasi dan kebijakan pemerintah sudah mendukung, tapi UMKM masih sulit mengakses karena berbagai keterbatasan yang alami, yang secara teknis membutuhkan perantara. 3. Strategi Dukungan pengembangan usaha;
Peningkatan produksi merupakan mata rantai dalam pengembangan pemasaran dan jaringan usaha UMKM. Koordinasi antara produksi dan pemasaran mutlak dilakukan untuk mengarah pada upaya pemberdayaan UMKM yang padu dan berkesinambungan. Aspek penting dalam produksi adalah peningkatan nilai tambah dengan pemanfaatan teknologi yang dipandu oleh perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya nano teknologi, yang kaya inovasi produk, aspek penguatan jaringan usaha sebagai kunci penguasaan pasar.
Dalam kaitan itu, Strategi Dewan UKM penguatan kemitraan dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang telah membentuk Lembaga Layanan Pemasaran-Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LPP-KUKM) sebagai unit bisnis yang mandiri, tetapi tetap merupakan unit kerja di bawah Kementerian untuk memberikan fasilitasi promosi produk Koperasi dan UKM di pasar domestik maupun internasional. Lingkup kegiatannya adalah promosi produk unggulan, menyediakan informasi pasar, dan menyediakan SDMnya.
Aspek ini juga mencakup pengembangan sumber daya manusia yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan membuka wawasan wirausaha. Hal ini berkaitan dengan kewirausahaan,manajerial, keahlian teknis dan keterampitan dasar (live skill). Sehingga upaya peningkatan daya saing SDM UMKM dilakukan dengan:
(a). Pengembangan sistem penumbuhan wirausaha baru dengan cara merumuskan dan mengembangkan kebijakan , mengembangkan dan membantu pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan perkoperasian; mengembangkan Lembaga diklat sebagai sarana pelatihan keterampilan dasar agar menjadi motivasi.
(b). Penerapan standar kompetensi dan sertifikasi SDM pengelola usaha/bagian keuangan dengan merumuskan kebijakan; Keterampilan teknis pengelolaan keuangan dan manejerial.
57 (c). Peningkatan kapasitas SDM UMKM dengan kebijakan; Pengembangan wawasan,
alih teknologi dan inovasi produk dan penerapan manajemen modern. 4. Perluasan akses sumber permodalan dan penjaminan Kredit;
Perluasan akses kepada sumber daya produktif berkaitan secara langsung dengan pembiayaan dan penjaminan kredit. Strategi ini sebagai penguatan permodalan dalam berbagai bentuk skim kredit, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dukungan penuh pada program Kredit Usahya Produktif (KUP). Dukungan Penguatan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebagai lembaga stimulus Kementerian Koperasi dan UKM, karena dinilai telah menjadi solusi membantu permodalan UMKM secara mudah dan terjangkau.
Pemerintah melalui Bank Indonesia telah membuat kebijakan yang mewajibkan bank yang beroperasi di wilayah Indonesia untuk mengalokasikan minimal 20 % dari palfon kreditnya kepada sector UMKM. Terkait hal ini perlu diupayakan solusi penurunan suku bunga kredit dibarengi penyederhanaan proses, khususnya bagi kredit mikro dan kecil. Dewan UKM telah merumuskan strategi dukungan dan sinergitas dalam pelaksanaan program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang akan dilaksanakan Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia. Dalam kaitan perluasan akses sumber permodalan, Dewan UKM akan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro dan Koperasi Simpan Pinjam diseluruh Kabupaten/Kota.
Strategi terhadap akses penjaminan kredit dilakukan dengan membangun kemitraan dan sinergitas usaha dengan lembaga penjamin kredit dari BUMN maupun Jamkrida yang dibentuk oleh pemerintah daerah.
IV.4. PENGEMBANGAN PROGRAM AKSI
Dengan memperhatikan berbagai aspek sebagaimana diuraikan tersebut diatas dan mempertimbangkan perkembangan keadaan serta tuntutan kebutuhan prioritas pelaku UMKM, Dewan UKM Indonesia telah menetapkan program sebagai berikut:
1. Peningkatkan sumber pembiayaan UMKM, secara terarah berorientasi pada;
a. Perluasan akses sumber pembiayaan dari kredit perbankan dan lembaga keuangan non bank; seperti LPDB.
b. Pemanfaatan skema pembiayaan dari lembaga modal ventura dan CSR c. Pembentukan lembaga keuangan mikro;
d. Skema pembiayaan mandiri dan pola inti plasma.; dan skema lainnya sesuai aturan. Untuk meningkatkan akses sumber pembiayaan bagi UMKM sebagaimana tersebut diatas,Dewan UKM merumuskan kegiatan strategis dengan target sasaran;
a. memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan; b. Menggalang dukungan lembaga penjamin kredit; dan asuransi terkait;
c. membangun kemampuan UMKM dalam menyusun studi kelayakan usaha pemenuhan persyaratan untuk memperoleh pembiayaan, dan
d. meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis serta manajerial usaha.
2. Penguatan sinergitas kemitraan mengacu pada fungsi dan peran fasilitasi,mediasi dan stimulasi dengan semangat;
58 a. Prinsip dasar kemitraan yang sinergitas, saling membutuhkan, mempercayai,
memperkuat, dan menguntungkan.
b. Kemitraan antar UMKM maupun dengan usaha besar mencakup proses alih keterampilan di bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, sumber daya manusia, dan teknologi.
c. Memberikan penghargaan/insentif kepada usaha besar yang telah melakukan kemitraan dengan UMKM melalui proses inovasi dan pengembangan produk berorientasi ekspor, penyerapan tenaga kerja, penggunaan,penggunaan tek-nologi tepat guna dan ramah lingkungan serta meningkatkan skil/kompetensi.
Untuk penguatan sinergitas kemitraan sebagaimana tersebut diatas, Dewan UKM merumuskan kegiatan strategis dengan target sasaran;
a. terbentuk rantai bisnis yang saling terkait; b. terjadi efisiensi dan produktifitas secara efektif;
c. membangun semangat kewirausahaan yang tangguh dan berwawasan global; d. mengoptimalkan potensi sumberdaya.
3. Secara prinsip program Dewan UKM dalam pengembangan sarana prasarana serta akses pasar dan akses informasi mengacu pada rumusan solusi;
a. penyediaan dan penataan sarana usaha dan pemanfaatan teknologi; b. fasilitasi infrasturtur pendukung usaha;
c. perluasan jaringan pasar dan wawasan usaha;
d. menumbuhkan kreatifitas, inovasi dan optimalisasi potensi sumberdaya.
Prioritas kegiatan program pengembangan sarana prasarana serta akses pasar dan akses informasi meliputi;
a. Pembinaan dan penataan PK5;
b. fasilitasi pembangunan pasar, kawasan industri kecil dan klaster UMKM; c. Pembinaan warung rakyat (Program JAWARA);
d. Fasilitasi penyediaan mesin dan sarana produksi;
e. Optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan bernilai tambah; f. Menyediakan sarana informasi usaha secara rutin/berkala.
INTI dari uraian dalam beberapa bagian dokumen ini adalah Apa yang akan dilakukan DEWAN UKM untuk mewujudkan organisasi ini sebagai bagian dari SOLUSI Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM di Indonesia. Langkah kongkrit ini merupakan Implementasi dari rumusan konsep solusi dalam bentuk pengembangan program.
Rumusan program yang mengandung makna sangat teknis ini, tidak hanya memperha tikan faktor internal (internal factor), tetapi juga mencerna faktor eksternal (external factor) termasuk potensi dan hambatan yang ada. Pengembangan program Dewan UKM lebih mengacu pada peran dan tanggungjawab masyarakat khususnya organisasi dunia usaha sebagai bentuk dukungan nyata membantu Pemerintah yang diamanahkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu lingkup pengembangan program Dewan UKM mencakup: Produksi dan Pengolahan, Pemasaran, SDM serta Desain dan Teknologi, dengan prioritas program penumbuhan iklim usaha pada aspek Pendanaan; Sarana dan Prasarana; Informasi Usaha; Kemitraan; Perizinan Usaha; Kesempatan Berusaha; Promosi Dagang; dan Dukungan Kelembagaan.
59