• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3. Teknik pengambilan contoh

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer adalah data langsung yang diperoleh dari responden dengan cara wawancara langsung dan mengisi kuesioner yang mencakup karakteristik individu (usia, suku, pekerjaan, dan pendidikan) karakteristik keluarga (pendapatan, pengeluaran, dan jumlah anggota keluarga), variabel nilai (nilai internal, eksternal, dan interpersonal), sikap (kognitif, afektif, dan konatif), dan perilaku pengurangan konsumsi beras dengan pertanyaan terbuka dan tertutup.

Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber terkait, seperti Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian, Survey Sosial Ekonomi Nasional, buku, artikel, internet, jurnal dan literatur-literatur yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga terkait serta bahan pustaka yang diambil dari hasil penelitian sebelumnya. Data sekunder digunakan sebagai acuan dalam penelitian sehingga

Proposional random sampling Purposive Purposive RT 2, 3 dan 4 RT 1,2 dan 3 Kelurahan Sempur (7 RW) Desa Cikarawang (7 RW) n = 56 n = 53 Total n = 109 Kecamatan Bogor Tengah

(11 Kelurahan)

Kecamatan Darmaga (10 Desa) Bogor

permasalahan yang diteliti dapat dipahami secara lebih mendalam. Tabel 2 Jenis, data, dan cara pengumpulan data

No Data Jenis data Cara Pengumpulan

1 Karakteristik individu (Usia, suku, pendidikan, pekerjaan) Karakteristik keluarga (pendapatan, pengeluaran, jumlah anggota keluarga)

Primer Wawancara dan kuesioner

2 Nilai (internal,eksternal,interpersonal) Primer Wawancara dan kuesioner 3 Sikap (kognitif, afektif,konatif) Primer Wawancara dan

kuesioner 4 Perilaku pengurangan konsumsi beras Primer Wawancara dan

kuesioner 5 Profil Kelurahan Sekunder Permohonan data

Kelurahan Sempur

6 Profil Desa Sekunder Permohonan data

kantor Desa Cikarawang

Pengolahan dan Analisis Data

Instrumen yang telah disusun diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Uji validitas dilakukan sehingga instrumen dapat menjadi alat ukur yang mampu memperoleh data secara valid. Agar instrumen memiliki keterandalan dan dapat dipercaya, dilakukan uji reliabilitas. Jika hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang menghasilkan hasil yang sama. Maka pengukuran tersebut memiliki reliabilitas yang baik. Hasil uji reliabilitas dan validitas instrumen disajikan pada Tabel 3

Tabel 3 Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian

No Variabel Reliabilitas Kisaran validitas

1 Nilai internal 0,841 0.492**-0.685** 2 Nilai eksternal 0,644 0.292*-0.647** 3 Nilai interpersonal 0,690 0.420**-0.668** 4 Aspek kognitif 0,632 0.293*-0.593** 5 Aspek afektif 0,763 0.413**-0.767** 6 Aspek konatif 0.780 0.429**-0.686**

7 Perilaku pengurangan konsumsi beras 0.685 0.534**-0.657**

Data yang diperoleh dari kuesioner diolah melalui proses editing, coding, scoring, entry, cleaning, dan analisis data. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensia

Analisis deskriptif merupakan metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya adalah untuk membuat

deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir 1988) Analisis statistik inferensia yang digunakan yaitu uji korelasi Pearson, regresi linier berganda, Mann Whitney dan independent t test. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Office Exel 2007 dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 16.0 for windows. Analisis data yang digunakan untuk menjawab masing-masing tujuan sebagai berikut:

1. Karakteristik individu dan keluarga dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan tabulasi silang. Statistik deskriptif bertujuan untuk menganalisis metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rataan, standar deviasi, minimum, maksimum, dan pengkategorian peubah sehingga dapat memberikan makna terhadap data.

2. Nilai-nilai yang dianut konsumen dalam konsumsi beras dianalisis melalui statistik deskriptif dan tabulasi silang. Statistik deskriptif dan tabulasi silang dapat digunakan untuk memberikan makna terhadap data tersebut. Untuk mengukur nilai digunakan 27 pertanyaan yang terdiri dari tiga komponen yaitu nilai internal, eksternal, dan interpersonal. Skala yang digunakan dalam pengukuran nilai, menggunakan skala likert yang dibagi kedalam lima interval kelas. Berdasarkan rumus berikut Slamet (1993) :

Kemudian didapat selang untuk variabel nilai menjadi: sangat tidak setuju (1,00-1,80), tidak setuju (1,81-2,60), netral (2,61-3,40), setuju (3,41-4,20), dan sangat setuju (4,21-5,00). Dari lima rentang tersebut kemudian dipersempit lagi menjadi tiga yaitu tidak menyakini (1,00-2,60), netral (2,61-3,40) dan menyakini (3,41-5,00)

3. Sikap konsumen dalam konsumsi beras dianalisis melalui statistik deskriptif dan tabulasi silang. Pengukuran sikap terdiri dari tiga aspek yaitu, kognitif, afektif, dan konatif. Aspek kognitif penurunan konsumsi beras diukur dengan menggunakan sembilan pertanyaan. Terdapat tiga pilihan jawaban, yaitu benar, salah, dan tidak tahu. Jawaban benar diberi bobot satu, jawaban salah dan tidak tahu diberi bobot nol. Untuk melihat kognitif contoh, peneliti menggunakan Khomsan (2002) dimana:

Rendah (<60) Sedang (60 – 80) Tinggi (>80)

Aspek afektif diukur dengan menggunakan sembilan pertanyaan dan konatif diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan. Pada aspek afektif dan konatif, skala yang digunakan adalah skala likert yang dibagi menjadi lima interval kelas, yaitu sangat tidak setuju (1,00-1,80), tidak setuju (1,81-2,60), netral (2,61-3,40), setuju (3,41-4,20), dan sangat setuju (4,21-5,00). Dari lima rentang tersebut kemudian dipersempit lagi menjadi tiga yaitu tidak menyukai (1,00-2,60), netral (2,61-3,40) dan menyukai (3,41-5,00). Demikian pula dengan aspek konatif yang dibagi kedalam lima interval kelas, kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tidak berkeinginan mengurangi (1-2.60), netral (2.61-3.40), dan berkeinginan mengurangi (3.41-5).

Variabel perilaku pengurangan konsumsi beras diukur dengan tujuh pertanyaan. Skala yang digunakan adalah skala likert yang terdiri dari lima interval kelas, yaitu tidak pernah (1,00-1,80), jarang (1,81-2,60), kadang-kadang (2,61-3,40), sering (3,41-4,20), dan selalu (4,21-5,00). Untuk melihat perilaku pengurangan konsumsi beras peneliti membaginya menjadi tiga kategori yang interval kelasnya berdasarkan rumus Slamet (1993). Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu tidak mengurangi (1,00-2,60), kadang-kadang (2,61-3,40), dan selalu (3,41-5,00).

4. Hubungan nilai terhadap beras dengan sikap mengurangi konsumsi beras dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson dan tabulasi silang. Bentuk persamaanya adalah:

di mana:

r = Koefisien korelasi Pearson x = variabel bebas

y = variabel terikat

5. Hubungan antara karakteristik contoh dan keluarga (usia, pendidikan pendapatan, pengeluaran, jumlah anggota keluarga) dengan nilai, sikap (kognitif,afektif,konatif) serta perilaku pengurangan konsumsi beras diuji dengan korelasi Pearson dan tabulasi silang

6. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pengurangan konsumsi beras diuji dengan regresi linier berganda. Menurut Hasan (2002) uji regresi linier berganda adalah regresi linier dimana sebuah variabel terikat dihubungkan dengan dua atau lebih variabel bebas.Bentuk umum dari persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut :

Y= α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 + β6X6+ β7X7 + β8X8 + β9X9 Keterangan :

7. Uji beda T (Independent Sample T-test) digunakan untuk m elihat perbedaan skor ( j um lah t ot al) pada variabel yang diam at i yait u m elihat ada t idaknya perbedaan pada m asing- m asing variabel kedua kelom pok cont oh ( desa dan kot a yang m enj adi t em pat penelit ian). Rumus pengujian dengan uji T adalah sebagai berikut:

8. Uni beda Mann Whitney digunakan untuk melihat ada tidaknya perbedaan setiap item pernyataan pada masing-masing variabel kedua kelompok contoh. Rumus pengujian dengan uji Mann Whitney adalah sebagai berikut:

U=n1n1 +n1(n1+ 1) – R1 2

Ket : u = Uji beda

n = Jumlah sampel R = Jumlah peringkat

Variable-variabel yang diteliti menggunakan skala dan kategori yang diuraikan pada Tabel 4. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah nominal, ordinal, dan rasio. Pengkategorian telah disesuaikan dengan jenis variabel yang diukur

Y = Perilaku pengurangan konsumsi beras α = Konstanta Regresi

β = Koefisien Regresi

X1 = Wilayah (0=perdesaan 1=perkotaan) X2 = Usia (tahun)

X3 = Pendidikan (tahun) X4 = Pendapatan (rupiah)

X5 = Jumlah anggota keluarga (orang) X6 = Nilai (skor)

X7 = Aspek kognitif (skor) X8 = Aspek afektif (skor) X9 = Aspek konatif (skor)

Tabel 4 Variabel, jenis data, dan kategori data penelitian

No Variabel Jenis data yang di uji Kategori 1 Usia Rasio Berdasarkan Hurlock (1980)

1. Dewasa awal (20-30 tahun) 2. Dewasa madya (31-40 tahun) 3. Dewasa akhir (>40tahun) 2 Jumlah

keluarga

Rasio Berdasarkan BKKBN (2005) 1. Keluarga kecil (≤ 4 orang) 2. Keluarga sedang (5-6 orang) 3. Keluarga besar (≥ 7 orang) 3 Lama

pendidikan

Rasio 1. Tidak Tamat SD (0 tahun) 2. SD (6 tahun)

3. SMP (9 tahun) 4. SMU (12 tahun) 5. Diploma (15 tahun) 6. Sarjana (16 tahun) 4 Pekerjaan Nominal 1. Ibu rumah tangga

2. Wiraswasta 3. PNS

4. BUMN 5. Swasta 6. Lain-lain

5 Suku Nominal 1. Jawa

2. Sunda 3. Betawi 4. Melayu 5. Minang 6. Batak 7. Bugis 8. Aceh 6 Pendapatan per kapita keluarga Rasio Berdasarkan BPS (2010) 1. <185.335 2. 185.336 – 212.210 3. 212.211 – 1.000.0000 4. 1.000.001 – 2.000.000 5. >2.000.001 7 Pengeluaran keluarga

Rasio Berdasarkan SES AC Nielsen (2010) 1. SES E = <700.000 2. SES D = 700.000-1.000.000 3. SES C2 = 1.000.001-1.5000.000 4. SES C1 = 1.500.001-2.000.000 5. SES B = 2.000.001-3.000.000 6. SES A = >3.000.001 8 Pengeluaran beras Rasio 1. ≤90.000 2. 91.000 – 166.000 3. 167.000 – 242.000 4. 243.000 – 318 5. ≥ 319.000 8 Nilai (internal, eksternal, interpersonal)

Ordinal Berdasarkan Slamet (1993) 1. Tidak menyakini 2. Netral

3. Menyakini 9 Sikap (aspek

kognitif)

Ordinal Berdasarkan Khomsan (2002) 1. Rendah

2. Sedang 3. Tinggi

Lanjutan Tabel 4 Variabel, jenis data, dan kategori data penelitian No Variabel Jenis data yang di uji Kategori 10 Sikap (aspek

afektif)

Ordinal Berdasarkan Slamet (1993)

1. Tidak menyukai mengurangi 2. Netral

3. Menyukai mengurangi 11 Sikap (aspek

konatif)

Ordinal Berdasarkan Slamet (1993)

1. Tidak berkeinginan mengurangi 2. Netral 3. Berkeinginan mengurangi 12 Perilaku pengurangan konsumsi beras

Ordinal Berdasarkan Slamet (1993) 1. Tidak pernah mengurangi 2. Kadang-kadang mengurangi 3. Selalu mengurangi

Definisi Operasional

Contoh adalah ibu rumah tangga yang tinggal dalam satu rumah bersama

keluarga dan bersedia diwawancarai serta tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan

Karakteristik individu adalah ciri-ciri contoh yang meliputi usia, pendidikan,

pekerjaan, dan suku

Usia adalah lama hidupnya masing-masing contoh yang dihitung dalam

tahun.

Pekerjaan adalah setiap kegiatan yang menghasilkan uang sebagai

sumber penghasilan utama

Pendidikan adalah jenjang pendidikan formal tertinggi yang dilalui oleh

contoh

Suku adalah asal budaya atau latar belakang seseorang berdasarkan

garis keturunannya .

Karakteristik keluarga adalah ciri-ciri keluarga yang meliputi pengeluaran,

pendapatan, dan jumlah keluarga

Pendapatan perkapita keluarga adalah adalah jumlah total penghasilan

keluarga dalam satu bulan yang dinyatakan dalam rupiah yang dibagi dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

Pengeluaran keluarga adalah jumlah uang yang dihabiskan keluarga

rata-rata dalam sebulan baik untuk pangan maupun non pangan termasuk pembayaran cicilan atau angsuran/kredit dan tidak termasuk asuransi

Jumlah anggota keluarga adalah banyak jumlah anggota keluarga yang

Nilai adalah keyakinan atau kepercayaan yang dianut contoh dalam mengkonsumsi beras yang dikategorikan menjadi tiga dimensi, yaitu nilai internal, nilai eksternal, dan nilai interpersonal.

Sikap adalah faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan contoh dalam

mengurangi konsumsi beras yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman (internal) atau pengaruh lingkungan (eksternal) dan terdiri dari tiga aspek yaitu; aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif

Beras adalah salah satu jenis bahan pangan yang diolah menjadi nasi yang

memiliki sumber energi dan karbohidrat

Perilaku pengurangan konsumsi beras adalah tindakan yang dilakukan contoh

HASIL

Dokumen terkait