DASAR PENETAPAN SEGMEN USAHA
Maksud dan tujuan pendirian ITM sesuai Akta Pendirian adalah berusaha dalam bidang pertambangan, meliputi pembangunan, pengangkutan, perbengkelan, perdagangan, perindustrian, dan jasa. Untuk mencapai maksud dantujuan tersebut, Perusahaan menterjemahkannyadalam tujuan strategis jangka panjang sesuai visi dan misi perusahaan
Untuk mencapai tujuan strategis tersebut, ITM bertumpu pada tiga sumber bisnis yaitu hulu, rantai pasok dan hilir
• Bisnis hulu, Perusahaan berupaya meningkatkan
pendapatan melalui usaha pertambangan batubara dengan memperbesar penjualan di pasar domestik, melakukan pencampuran produk batubara, dan memperluas negara tujuan pasar ekspor.
• Bisnis manajemen rantai pasokan energi,
Perusahaan fokus pada distribusi, penjualan, dan logistik pengadaan bahan bakar; dan memberdayakan kontraktor pertambangan internal.
• Bisnis hilir, Perusahaan mengoptimalkan peluang
dari gencarnya pembangunan proyek pembangkit listrik di Indonesia, termasuk proyek pembangkit listrik dari energi terbarukan.
BASIS OF DETERMINING BUSINESS SEGMENTS
The purpose and objective for the establishment of ITM, in accordance with the Deed of Establishment, is to engage in mining, including construction, transportation, workshops, trade, industry, and services. To achieve these aims and objectives, the Company has translated it into its long term strategic objectives
To achieve these strategic objectives, ITM relies on three business sources, namely upstream, midstream dan downstream
• The Company’s upstream business seeks to
increase revenue from the coal mining business by increasing sales in the domestic market, mixing coal products, and expanding export destination countries.
• The Company’s energy supply chain management
business focuses on distribution, sales, and logistics of fuel venture; empowering its internal mining contractor.
• The Company’s downstream business optimizes
opportunities for the rapid development of power plant projects in Indonesia, including electricity power derives from the renewable sources.
““Sampai dengan akhir tahun 2018, volume produksi batubara ITM
yang dijual untuk kebutuhan domestik mencapai 2,9 juta ton”
“By the end of 2018, ITM’s total coal production sold for
domestic needs reached 2.9 million tons”
Kegiatan usaha yang dilakukan Perusahaan selama tahun 2018 utamanya masih meliputi bisnis hulu melalui kegiatan operasi pertambangan, produksi batubara, dan penjualan batubara. Selain itu ITM juga telah mengembangkan bisnis manajemen rantai pasokan berupa perdagangan bahan bakar, serta kontraktor pertambangan. Sampai dengan akhir tahun 2018 ITM belum merealisasikan bisnis hilir yang material namun perusahaan sudah mulai memasuki tahapan pembangunan proyek pembangkit listrik dari energi terbarukan yang disebut sebagai solar-diesel hybrid power plant di Bontang dengan kapasitas terpasang 3MW untuk pemakaian sendiri. Sesuai dengan kondisi tersebut, maka Laporan ini akan mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan segmen kegiatan operasi dan usaha ITM. Sampai dengan akhir tahun 2018, volume produksi batubara ITM yang dijual untuk kebutuhan domestik mencapai 2,9 juta ton. Jumlah tersebut mencakup 13,1% dari total produksi sebesar 22,1 juta ton. Kekurangan persentase kewajiban pasokan untuk kebutuhan domestik, dipenuhi dengan menerapkan transfer kuota dari perusahaan-perusahaan pertambangan batubara lain yang memiliki kelebihan pasokan batubara untuk pasar domestik. Dengan demikian ITM telah dapat memenuhi ketentuan DMO.
1. Segmen usaha kegiatan operasi pertambangan batubara.
2. Segmen usaha kegiatan produksi batubara. 3. Segmen usaha kegiatan penjualan batubara. 4. Segmen usaha kegiatan jasa terkait
penambangan batubara, yakni pengelolaan rantai pasokan bahan bakar dan kontraktor pertambangan.
The Company’s business activities carried out during 2018 mainly covered upstream business through mining operations, coal production and coal sales. In addition, ITM also developed a supply chain management business in the form of fuel trading, as well as mining contractor. As at the end of 2018, ITM has not yet realized the material downstream business that includes electricity generation, however, the company has been commencing the construction of energy generation from the renewable energy named as solar-diesel hybrid power plant with installed-capacity of 3MW in Bontang for internal consumption.
Based on those conditions, this Report will disclose information related to the following ITM’s operations and business activities segments.
By the end of 2018, ITM’s total coal production sold for domestic needs reached 2.9 million tons, or 13.1% of the total production of 22.1 million tons. The shortage in its supply obligation for domestic needs was met by implementing a quota transfer from other coal mining companies that had an excess supply of coal for the domestic market. Thus, ITM was able to fulfill its DMO requirements.
1. Business segment for coal mining operations.
2. Business segment for coal production activities. 3. Business segment for coal sales activities. 4. Business segment for service activities related
to coal mining, namely the management of fuel supply chains and mining contractors.
STRATEGI PENGEMBANGAN SEGMEN USAHA
ITM berkomitmen mengembangkan usaha dan memastikan kesinambungannya. Sepanjang tahun 2018 ada beberapa upaya strategis yang telah dilakukan.
• Digitalisasi
Tahun 2018 ITM memulai proses awal digitalisasi pada sebagian proses kegiatan operasi tambang. Tahapan awal penerapan teknologi digital dimulai dengan pembangunan infrastruktur teknologi informasi penunjang termasuk pusat kendali sehingga nantinya proses operasi dapat dipantau dan dikendalikan secara real time pada dua unit usaha di Kalimantan Timur yakni PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Trubaindo Coal Mining (TCM).
• Penguatan Sumberdaya dan Cadangan Batubara
ITM melakukan akuisisi satu konsesi tambang dan mengambil alih 99,99% Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Nusa Perdana Resources (NPR), yang memiliki kandungan batubara sebanyak 77,4 juta ton.
• Penguatan Anak Usaha
Tahun 2018 ITM melakukan investasi barang modal untuk mendukung kinerja TRUST, anak usaha di bidang kontraktor pertambangan. Realisasi pada tahun 2018 sebesar USD28,6 juta, yang digunakan untuk penambahan unit armada serta peralatan guna meningkatkan kapasitas produksi. Total produksi TRUST tahun 2018 mencapai 29,3 juta BCM atau 73% dari target 40,0 juta BCM. Rencana peningkatan kapasitas produksi diharapkan kian memperkokoh TRUST sebagai salah satu kontraktor pertambangan andal dan memperbesar kontribusi terhadap total pendapatan ITM.
BUSINESS SEGMENT DEVELOPMENT STRATEGY
ITM is committed to developing its business and ensuring its sustainability, and throughout 2018 undertook several strategic efforts including:
• Digitization
In 2018 ITM began the process of digitizing part of the mining and business operations. The initial stages of digital technology implementation started with the construction of information technology infrastructure including monitoring control center that enable the operation proccess could be monitored and controlled in real time. This construction was carried out in two business units in East Kalimantan, namely PT Bharinto Ekatama (BEK) and PT Trubaindo Coal Mining (TCM).
• Strengthening Coal Resources and Reserves ITM acquired one mining concession and took over 99.99% of PT Nusa Perdana Resources (NPR) Mining Business License (IUP), with its coal reserve of 77.4 million tons.
• Subsidiary Strengthening
In 2018 ITM made a capital expenditure investment to support PT Tambang Raya Usaha Tama (TRUST), a mining contractor subsidiary. The realization in 2018 was USD28.6 million, used to add fleet units and equipment to increase production capacity. The total TRUST production capacity in 2018 reached 29.3 million BCM or 73% of the target of 40.0 million. Increased production capacity is expected to strengthen TRUST as a reliable mining contractor and increase its contribution to ITM’s total revenue.
• Penguatan Pasar
Pertumbuhan pasar batubara di kawasan ASEAN diperkirakan akan mencapai 160 juta ton pada tahun 2025. ITM terus memperluas tujuan pasar ekspor batubara ke negara-negara Asia Tenggara dan juga negara-negara lain. Tahun 2018, Perusahaan memasarkan batubara ke Vietnam dengan total volume mencapai 0,8 juta ton. Pasar baru diperlukan untuk menguatkan posisi Perusahaan agar semakin mampu bersaing dalam pasar global batubara yang semakin ketat. Sampai dengan akhir tahun 2018 ITM melakukan ekspor batubara ke berbagai negara, dengan tujuan utama China dan India.
• Market Strengthening
The coal market in the ASEAN region is expected to grow and reach 160 million tons by 2025. ITM continues to expand its coal export market goals to Southeast Asian countries as well as other countries. In 2018, the Company marketed coal to Vietnam with a total volume of 0.8 million tons. New markets are needed to strengthen the Company’s position to compete more and more in the increasingly global coal market. Until the end of 2018, ITM exported coal to a number of countries, with the main ones being China and India.
SEGMEN USAHA KEGIATAN OPERASI PERTAMBANGAN
Kegiatan operasi pertambangan dijalankan masing-masing unit usaha, yang merupakan anak perusahaan ITM. Sampai dengan akhir tahun 2018, ada enam unit usaha yang melakukan operasi pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pada kurun waktu pelaporan, ITM melakukan akuisisi konsesi IUP NPR yang masih dalam tahap eksplorasi. Kegiatan operasi pertambangan juga didukung berbagai fasilitas yang beroperasi secara terintegrasi, meliputi jalan tambang, lokasi timbun (stockpile), fasilitas penghancur, terminal batubara, dan pelabuhan.
Operasi Pertambangan
Kegiatan operasi pertambangan batubara dilakukan secara terbuka di atas permukaan tanah. Tata laksana operasi pertambangan diawali pembukaan lahan pada lokasi yang terbukti memiliki kandungan batubara. Selanjutnya dilakukan pengupasan lapisan atas permukaan tanah dan lapisan tanah di bawahnya, sampai pada lapisan mengandung batuan batubara.
MINING OPERATIONS PER BUSINESS SEGMENT
Each business unit, as subsidiaries of ITM, carries out mining operations. By the end of 2018, there were six business units that conduct mining operations in the East Kalimantan, Central Kalimantan and South Kalimantan provinces. During this reporting period, ITM acquired the NPR IUP concession that is still in the exploration stage. Mining operations are also supported by various facilities that operate in an integrated manner, including hauling roads, stockpiles, crushing plant facilities, coal terminals and ports.
Mining Operations
Coal mining operations are based on open cut method. The mining operations begins with land clearing in the locations that have proven coal reserve. Then, the topsoil is stripped down to the subsoil and to the coal layer.