• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

HASIL DAN PEMBAHASAN

8. Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

خَهَذَص ٍشٌَُْ٘ٓ َْٖػ ٌ٠َْٜٗ

ٌٌ

/ nahyun „an munkarin ṣadaqatan/.‟ melarang dari kemungkaran adalah sedekah.

Pada kalimat ٍشٌَُْ٘ٓ َْٖػ ٌ٠َْٜٗ adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi . Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

9. Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

ٌخَهَذَص ًُِْْذَؽَأ ِغْعُث ٠ِكَٝ

/ wa fȋ buḍ‟in aḥadikum ṣadaqatan /.‟ dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.

46

Pada kalimat ٌ ًُِْْذَؽَأ ِغْعُث ٠ِكَٝ adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

Dalam Hadits ini Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam menerangkan bahwa keutamaan tasbih dan semua zikir, amar ma‟ruf nahi mungkar, berniat kepada Allah dalam hal hal mubah, semua perbuatan ini dinilai sebagai ibadah bila dengan niat yang ikhlas .

Penjelasan Tasybih Dalam Tabel

عون ويبشتلا

وجو وبشلا

ةادلااا وب وبشملا وبشملا ثيذح

َعشٓ

ٕلا(َٔغٓ

دشًر ُْ ٝ حادلاا ٚعٝ شًز٣

ٚجؾُا

-

فبٌُا ىِّلَصُن َنوُّلَصُي ىِّلَصُن اَمَك َنوُّلَصُي

َعشٓ

ٕلا(َٔغٓ

دشًر -

فبٌُا ُموُصَن نوُموُصَي َو ُموُصَن اَمَك َنوُموُصَي َو

47

ُْ ٝ حادلاا ٚعٝ شًز٣

ٚجؾُا ٕلا( ؾ٤ِث

ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص ٌَث ٕا

خؾ٤جغر

خهذص خؾ٤جغر ٌَث ٕا

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص حش٤جٌر ًَ خهذص حش٤جٌر ًَ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص حذ٤ٔؾر ًَ خهذص حذ٤ٔؾر ًَ

48

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص خِ٤ِٜر ًَ خهذص خِ٤ِٜر ًَ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص ٌشَْٓأ

ِفُٝشْؼَُْٔبِث

ٌخَهَذَص ِفُٝشْؼَُْٔبِث ٌشَْٓأ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ

حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

خهذص َْٖػ ٌ٠َْٜٗ

ٍشٌَُْ٘ٓ

َْٖػ ٌ٠َْٜٗ

ٌخَهَذَص ٍشٌَُْ٘ٓ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ

حادلاا - -

خهذص ِغْعُث ٠ِكَٝ

ًُِْْذَؽَأ

خَهَذَص ًُِْْذَؽَأ ِغْعُث ٠ِكَٝ

49

ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

7.Hadits ke 26, Tentang Mendamaikan Orang Yang Bertikai Dengan Adil.

َحش٣َشُٛ ٢ثَأ َْٖػ َُْٚ٘ػ ُالله َ٢ِظَس –

ِالله ٍُُْٞعَس ٍَبَه : ٍَبَه ، – َََِّْعَٝ ِْٚ٤ََِػ ُالله ٠ََِّص –

– : ًَُُّ ((

ِؼُرَٝ ، ٌخَهَذَص ِْٖ٤َْ٘صِلاا َٖ٤َث ٍُِذؼَر : ُظَّْٔؾُا ِْٚ٤ِك ُغُِطَر ٍَّْٞ٣ ًََُّ ، ٌخهَذَص ِْٚ٤ََِػ ِطبَُّ٘ا َِٖٓ ٠َٓلاُع ُْٖ٤

َّشُا هَذَص ُخَجِّ٤َّطُا ُخٌََُِِٔاٝ ، ٌخهَذَص َُٚػبَزَٓ بَْٜ٤ََِػ َُُٚ ُغَكْشَر َْٝأ ، بَْٜ٤ََِػ ُُِِْٚٔؾَزَك ،ِِٚزَّثاَد ٢ِك ََُع ، ٌخ

)) ٌخَهَذَص ِنْ٣ِشَّطُا َِٖػ َٟرَ٧ا ُػْ٤ُِٔرٝ ، ٌخهَذَص ِحَلاَّصُا ٠َُِإ بَْٜ٤ِؾَٔر ٍحَْٞطُخ ٌَُِِّثٝ

ُّ١ِسبَخُجُا ُٙاََٝس . .ٌِِْْغَُٓٝ

/‟An abȋ hurairata raḍiya allāhu „anhu, qāla : qāla rasūlu allāhi ṣalla allāhu

„alaihi wasallama : (( kullu sulāmā , mina an-nāsi „alaihi ṣadaqatun, kulla yaumin taṭlu‟u fȋhi asy-syamsu ta‟dilu baina iṡnaini ṣadaqatun wa tu‟ȋnu ar-rajula fȋ dābbatihi fataḥmiluhu „alaihā au tarfa‟u lahu „alaihā matā‟ahu ṣadaqatun wa al-kalimatu aṭ- ṭ ayyibatu ṣadaqatun wa bi kulli khaṭwatin tamsyȋhā ilā aṣ-ṣalāti ṣadaqatun wa tumȋṭu aẑā „ani aṭ- ṭarȋqi ṣadaqatun )) rawāhu al-bukhārȋ wa muslim./ Dari Abu hurairah radhiyallahu „anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda : „ setiap anggota badan dari manusia wajib atasnya bersedekah, tiap hari apabila terbit matahari : engkau damaikan antara dua orang (yang berselisih ) itu sedekah, dan menolong orang yang berkenaan dengan tunggangannya ( kendaraannya ) engkau mengangkatnya atau mengangkat barang – barang nya ke atas tunggangannya itu adalah sedekah.

Dan kata kata yang baik itu adalah sedekah, dan setiap langkah kakimu untuk sholat adalah sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu rintangan dari jalan adalah sedekah. (H.R. Bukhari dan Muslim)

50 Penjelasan Tasybih Dalam Hadits Ke 26

1.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

ٌةقَدَص ِهْيَلَع ِساَّنلا َنِم ىَملاُس ُّلُك

/ kullu sulāmā , mina an-nāsi „alaihi ṣadaqatun /.‟setiap anggota badan manusia adalah sedekah‟.

Pada kalimat ِهْيَلَع ِساَّنلا َنِم ىَملاُس ُّلُك adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

2.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih padsa jumlah

خهذص ٖ٤٘صا ٖ٤ث ٍذؼر

/ ta‟dilu baina iṡnaini ṣadaqatun / engkau damaikan antara dua orang (yang berselisih ) itu sedekah .

Pada kalimat ٖ٤٘صا ٖ٤ث ٍذؼر adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi . Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

51

3.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

خهذص ٚػبزٓ بٜ٤ِػ ِٚٔؾزك ٚزثاد ٢ك َعشُا ٖ٤ؼر

/ tu‟ȋnu ar-rajula fȋ dābbatihi fataḥmiluhu „alaihā au tarfa‟u lahu „alaihā matā‟ahu ṣadaqatun /.‟ menolong orang yang berkenaan dengan tunggangannya ( kendaraannya ) engkau mengangkatnya atau mengangkat barang – barang nya ke atas tunggangannya itu adalah sedekah/.

Pada kalimat ٚػبزٓ بٜ٤ِػ ِٚٔؾزك ٚزثاد ٢ك َعشُا ٖ٤ؼر adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi . Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

4.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

هذص خج٤طُا خٌُِٔا خ

/ al-kalimatu aṭ- ṭayyibatu ṣadaqatun / Dan kata kata yang baik itu adalah sedekah/.

Pada kalimat خج٤طُا خٌُِٔا adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

52

5.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

خهذص حلاصُا ٠ُا بٜ٤ؾٔر حٞطخ ٌَث

/ bikulli khaṭwatin tamsyȋhā ilā aṣ-ṣalāti ṣadaqatun /.‟ setiap langkah kakimu untuk sholat adalah sedekah‟.

Pada kalimat حلاصُا ٠ُا بٜ٤ؾٔر حٞطخ ٌَث adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

6.Pada matan hadits di atasa ditemukan tasybih pada jumlah

خهذص ن٣شطُا ٖػ ٟرلاا ػ٤ٔر

/ tumȋṭu al-aẑā „ani aṭ- ṭarȋqi ṣadaqatun /.‟ menyingkirkan sesuatu rintangan dari jalan adalah sedekah‟.

Pada kalimat ن٣شطُا ٖػ ٟرلاا ػ٤ٔر adalah sebagai musyabbah dan خهذص sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam, megumpamakan segala kebaikan dengan sedekah, maksud sedekah disini adalah kegiatan yang dianjurkan seperti pada kaliamat „ kamu mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah „ jadi sudah seharusnya kita seorang muslim mendamaikan dua orang yang berselisih dengan adil .

53

54

)ٚجؾُا بٜ٤ِػ

ٚػبزٓ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص خٌُِٔا ٝ خج٤طُا

خهذص خج٤طُا خٌُِٔا ٝ

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

خهذص ٌَث ٝ

حٞطخ ٠ُا بٜ٤ؾٔر حلاصُا

٠ُا بٜ٤ؾٔر حٞطخ ٌَث ٝ خهذص حلاصُا

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

- -

-

خهذص ػ٤ٔر ٝ

ٖػ ٟرلاا ن٣شطُا

ن٣شطُا ٖػ ٟرلاا ػ٤ٔر ٝ

خهذص

55 8.Hadits ke 27, Tentang Kebajikan dan Dosa

ِٕبؼَٔع ِٖث ِطاَُّٞ٘ا َِٖػ

al-qalbu wa al-iṡmu mā hāka fȋ nafsi wa taraddada fȋ aṣ-ṣadri wa in aftāka an-nāsu wa aftauka )) ḥadȋtsu ḥasanu rawaināhu fȋ musnadai al-imāmaini aḥmada ibni hanbalin wa ad-dārimȋ biisnādin hasanin./ An-Nawas bin Sam‟an radhiyallahu „anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu „alaihi wasallam dan beliau bersabda : “ kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dandosa adalah apa –apa yang meragukan dalam jiwamu dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya”. ( Diriwayatkan oleh imam Muslim) . Dan dari Wabishah bin Ma‟bad radhiyallahu „anhu berkata, aku telah datang kepada rasulullah shallallahu „alaihi wasallam dan beliau bersabda: apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan ? aku menjawab : Benar. Beliau bersabda : “ mintalah fatwa dari hatimu, kebaikan itu adalah apa-apa yang jiwa dan hati tentram padanya. Dan dosa itu adalah apa-apa yang mengusik dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang – orang memberikan fatwa padamu untuk membenarkannya “. ( Ini adalah hadits hasan , yang kami riwayatkan tersebut di dalam musnad dua imam Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi dengan sanad hasan)

56 Penjelasan Tasybih Dalam Hadits Ke 27

1.Pada matan hadits di atas di temukan tasybih pada jumlah

نِخُا ٖغؽ شجُا

/ al-birru ḥusnu al-khuluqi /.‟ Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik „.

Pada kalimat شجُا adalah sebagai musyabbah dan نِخُا ٖغؽ sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

Dalam penggalan matan hadits ini di umpamakan kebajikan itu sebagai sebagus bagusnya akhlak , yang mana kita sebagai hamba Allah dan umatnya harus senantiasa berbuat kebajikan agar yang datang kepada kita berupa kebaikan juga, contoh ringan dalam hal baik disini adalah kejujuran.

2.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

ك

ََ

ِسْفَن يف َكا َح ام مْثلإاو

/ wa al-iṡmu mā ḥāka fȋ nafsika /.‟Dan dosa adalah apa –apa yang meragukan dalam jiwamu‟,

Pada kata مْثلإا adalah sebagai musyabbah dan يِغْلَٗ ٢ك َىبَؽ بٓ sebagai musyabbah bihi.. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

57

3.Pada matan hadits di atasa ditemukan tasybih pada jumlah

ُتَِْوُا ِْٚ٤َُِإ ََّٕؤَْٔغاَٝ ، ُظْلَُّ٘ا ِْٚ٤َُِإ ْذََّٗؤَْٔغا بَٓ ُّشجُِا

/ al-birru mā iṭma‟annat ilaihi an-nafsu wa iṭma‟anna ilaihi al-qalbu /.‟ kebaikan itu adalah apa-apa yang jiwa dan hati tentram padanya‟,

Pada kata ُّربِلا adalah sebagai musyabbah dan ُتَِْوُا ِْٚ٤َُِإ ََّٕؤَْٔغاَٝ ، ُظْلَُّ٘ا ِْٚ٤َُِإ ْذََّٗؤَْٔغا بَٓ.

Sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

4.Pada matan hadits di atas ditemukan tasybih pada jumlah

ىٞزكا ٝ طبُ٘ا ىبزكا ٕا ٝ سذصُا ٢ك ددشر ٝ ,ظلُ٘ا ٢ك ىبؽ بٓ ْصلاا

/ al-iṡmu mā hāka fȋ an-nafsi wa taraddada fȋ aṣ-ṣadri wa in aftāka an-nāsu wa aftauka/ . Dosa itu adalah apa-apa yang mengusik dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang – orang memberikan fatwa padamu untuk membenarkannya‟.

Pada kata ْصلاا adalah sebagai musyabbah dan ٕا ٝ سذصُا ٢ك ددشر ٝ ,ظلُ٘ا ٢ك ىبؽ بٓ

ىٞزكا ٝ طبُ٘ا ىبزكا. Sebagai musyabbah bihi. Jenis tasybih yang terdapat pada penggalan matan hadits di atas adalah tasybih baligh, karena di dalam jumlah tersebut hanya ada musyabbah dan musyabbah bihi saja, dan tidak disebutkan adātu tasybih dan wajhu asy syibhi nya.

Maksud dari Sabda Nabi Shallallahu „Alaihi Wasallam di atas adalah perbuatan yang di tolak oleh hati nurani .

58

Penjelasan Tasybih Dalam Tabel

عون ويبشتلا

وجو وبشلا

ةادلااا وب وبشملا وبشملا ثيذح

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

نِخُا ٖغؽ شجُا نِخُا ٖغؽ شجُا

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

يف َكا َح ام َك ِسْفَن

مْثلإا يف َكا َح ام مْثلإاو َك ِسْفَن

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

ْتَّنَأَم ْطا اَم ، ُسْفَّنلا ِهْيَلِإ ِهْيَلِإ َّنَأَمْطا َو ُبْلَقلا

شجُا ِهْيَلِإ ْتَّنَأَمْطا اَم ُّربِلا

ِهْيَلِإ َّنَأَمْطا َو ، ُسْفَّنلا

ُبْلَقلا

59

ٕلا( ؾ٤ِث ذكزؽ حادلاا ٚعٝٝ

)ٚجؾُا

٢ك ىبؽ بٓ

ٝ ,ظلُ٘ا ٢ك ددشر ٝ سذصُا ىبزكا ٕا ٝ طبُ٘ا ىٞزكا

مْثلإا ,ظلُ٘ا ٢ك ىبؽ بٓ ْصلاا ٕا ٝ سذصُا ٢ك ددشر ٝ ىٞزكا ٝ طبُ٘ا ىبزكا

9. Hadits ke 28, Tentang Menjalankan Perbuatan Sunnah dan Menghindari