PERKEMBANGAN INFLASI REGIONAL Memasuki tahun 2012, inflasi tahunan kota Padang triwulan I-2012 terus
Pada triwulan laporan, indeks harga kelompok makanan jadi masih
Pada triwulan laporan, indeks harga kelompok makanan jadi masih mengalami peningkatan sebesar 1,67% (qtq). Peningkatan indeks harga kelompok makanan jadi terjadi seiring dengan peningkatan indeks harga pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 5,77% (qtq) dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,61% (qtq). Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap peningkatan indeks harga pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol adalah kenaikan harga rokok kretek putih sebesar 7,34% (qtq), rokok kretek filter sebesar 4,70% (qtq), dan rokok kretek sebesar 4,16% (qtq). Sementara itu, pada subkelompok minuman yang tidak beralkohol bersumber dari kenaikan harga gula pasir sebesar 5,68% (qtq). Kenaikan harga rokok tersebut dipengaruhi oleh adanya penyesuaian harga rokok sebagai dampak kenaikan cukai rokok 15% di awal tahun. Sementara kenaikan harga gula disebabkan oleh sudah naiknya harga di tingkat produsen dan belum masuknya musim giling pabrik-pabrik gula di Jawa. Berdasarkan data Dinas Koperindag Sumbar, harga gula pasir mulai mengalami kenaikan pada pertengahan bulan Maret 2012, yaitu dari Rp10.500/kg menjadi Rp12.000/kg.
Tabel 2.4
Perkembangan Inflasi Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau (qtq, %)
Inflasi kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar meningkat, didorong oleh kenaikan subkelompok biaya tempat tinggal. Pada triwulan laporan, kenaikan indeks harga pada subkelompok biaya tempat tinggal mencapai 3,41% (qtq), terutama disebabkan oleh kenaikan upah tukang dan
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Bahan Makanan 1.16 8.30 ‐0.91 9.74 1.07 ‐5.17 6.14 3.46 ‐3.00
Padi‐padian, Umbi‐umbian dan Hasilnya 10.98 ‐1.99 5.42 5.95 17.01 ‐9.98 2.00 5.77 3.73
Daging dan Hasil‐hasilnya 1.82 2.33 12.32 ‐4.40 1.93 2.17 1.25 ‐3.03 1.41
Ikan Segar ‐0.47 1.33 3.28 3.48 1.84 6.28 3.57 ‐6.14 4.74
Ikan Diawetkan ‐0.04 ‐4.72 2.40 7.49 2.59 6.56 0.04 ‐2.00 1.51
Telur, Susu dan Hasil‐hasilnya ‐0.24 2.58 4.43 3.28 2.45 1.05 6.31 1.19 3.89
Sayur‐sayuran 7.15 3.13 0.59 ‐0.75 3.53 2.14 7.57 0.84 ‐6.85
Kacang ‐ kacangan ‐0.11 0.27 1.05 ‐0.09 ‐0.16 0.53 0.38 ‐0.03 7.45
Buah ‐ buahan ‐3.03 2.61 9.56 1.31 2.96 ‐1.64 3.02 2.53 0.25
Bumbu ‐ bumbuan ‐17.16 80.06 ‐32.06 65.60 ‐29.96 ‐32.77 38.27 27.75 ‐35.41
Lemak dan Minyak 0.41 0.04 0.80 6.77 10.26 0.33 4.28 ‐0.71 0.41
Bahan Makanan Lainnya 0.45 0.08 1.51 4.14 3.68 3.46 2.97 3.72 0.15
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
Kelompok / Subkelompok
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 1,85 0,25 2,42 1,07 1,29 2,17 3,08 1,32 1,67
Makanan Jadi 1,09 0,07 2,75 0,17 1,16 2,16 1,84 0,46 0,09
Minuman yang Tidak Beralkohol 0,53 ‐1,45 1,63 1,07 0,93 1,63 2,34 0,18 1,61
Tembakau dan Minuman Beralkohol 4,53 1,68 2,07 3,20 1,78 2,49 6,31 3,77 5,06
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
31
Bab II :Perkembangan Inflasi Regional
Bank Indonesia Padang
harga bahan bangunan serta biaya sewa/kontrak rumah. Kenaikan upah tukang tersebut sejalan dengan kenaikan upah minimum propinsi (UMP) Sumatera Barat sebesar 9%, yaitu dari Rp1.055.000 pada tahun 2011 menjadi Rp1.150.000 pada tahun 2012. Dengan inflasi sebesar 12,5% (qtq), upah tukang memberikan andil inflasi sebesar 0,25%. Sementara itu, beberapa bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga adalah besi beton dengan inflasi sebesar 5,76% (qtq), kayu lapis (3,02%), semen (1,13%), dan cat tembok (1,09%). Adapun biaya sewa rumah dan kontrak rumah mengalami kenaikan indeks harga masing-masing sebesar 1,90% (qtq) dan 1,02% (qtq). Di sisi lain, indeks harga subkelompok perlengkapan RT mengalami penurunan dan mencapai deflasi -0,14%, sedangkan dua subkelompok lainnya mengalami inflasi yang relatif rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Tabel 2.5
Perkembangan Inflasi Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar (qtq, %)
Pergerakan indeks harga kelompok sandang menurun. Setelah mengalami inflasi yang tinggi dan mencapai level dua digit, inflasi subkelompok barang pribadi dan sandang pada periode laporan mencapai 0,70% (qtq), jauh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 13,81% (qtq). Emas perhiasan masih menjadi komoditas utama yang mempengaruhi pergerakan indeks harga pada subkelompok ini. Kenaikan indeks harga emas perhiasan di triwulan laporan tercatat hanya sebesar 0,82% (qtq). Hal ini sejalan dengan pergerakan harga emas internasional yang menurun di akhir periode laporan. Selama triwulan I-2012, andil inflasi emas perhiasan mencapai 0,01%. Meski sempat terjadi kenaikan di bulan Februari, namun deflasi yang terjadi di bulan Januari dan Maret 2012 cukup menahan pergerakan laju inflasi. Rata-rata harga emas internasional pada triwulan ini mencapai USD 1.690,3/OZ, atau naik sebesar 0,42% (qtq) dibandingkan rata-rata triwulan sebelumnya yang mencapai USD 1.683,2/OZ. Hal ini menyebabkan rata-rata harga emas perhiasan di triwulan I-2012 mengalami tidak mengalami kenaikan dan bahkan mengalami penurunan
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0.61 ‐0.21 0.20 1.12 3.79 ‐0.09 ‐0.34 0.38 2.00
Biaya Tempat Tinggal 1.10 ‐0.35 ‐0.38 1.44 6.52 ‐0.61 ‐0.76 ‐0.09 3.41
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 0.00 0.00 1.36 1.03 0.40 0.00 0.16 1.39 0.08
Perlengkapan Rumahtangga ‐0.01 ‐0.13 0.00 0.02 0.40 2.39 0.22 0.00 ‐0.14
Penyelenggaraan Rumahtangga 0.09 ‐0.02 0.22 0.22 0.19 1.30 0.34 0.32 0.74
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
Bab II : Perkembangan Inflasi Regional
sebesar -19,08% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu dari Rp496.938/gram menjadi Rp402.125/gram untuk emas 24 karat.
Tabel 2.6
Perkembangan Inflasi Kelompok Sandang (qtq, %)
Trend pergerakan indeks harga kelompok kesehatan kembali meningkat
di triwulan I-2012. Hal ini sejalan dengan pergerakan indeks harga subkelompok jasa kesehatan yang meningkat, sementara subkelompok lainnya relatif stabil dibandingkan triwulan. Komoditas utama yang memiliki kontribusi terhadap peningkatan indeks harga subkelompok jasa kesehatan adalah kenaikan tarif rumah sakit 7,15% (qtq). Dengan kenaikan tersebut, tarif rumah sakit memberikan andil inflasi sebesar 0,04%.
Tabel 2.7
Perkembangan Inflasi Kelompok Kesehatan (qtq, %)
Pergerakan indeks harga kelompok pendidikan pada triwulan laporan relatif stabil. Hampir semua subkelompok dalam kelompok ini tidak mengalami perubahan indeks harga dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali pada subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 2,74% (qtq). Kenaikan indeks harga pada subkelompok ini hanya terjadi pada komoditas personal komputer dan laptop, dengan inflasi masing-masing sebesar 4,92% (qtq) dan 7,96% (qtq). Kedua komoditas tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.
Tabel 2.8
Perkembangan Inflasi Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga (qtq, %)
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Sandang ‐0.33 1.67 0.03 1.94 0.12 2.71 6.77 4.04 0.54
Sandang Laki‐laki 0.63 0.20 0.27 0.78 0.26 3.54 5.38 0.52 0.90
Sandang Wanita 0.72 0.06 0.02 0.74 0.37 1.97 1.80 0.11 0.25
Sandang Anak‐anak 0.02 0.03 0.66 0.46 0.34 1.68 2.85 0.41 0.12
Barang Pribadi dan Sandang Lain ‐3.00 6.93 ‐0.79 5.93 ‐0.50 3.52 16.91 13.81 0.70
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
Kelompok / Subkelompok
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Kesehatan 0.22 0.27 3.10 0.38 1.11 1.90 1.81 0.15 1.23
Jasa Kesehatan 0.29 0.00 7.94 0.00 0.18 0.00 2.95 0.00 3.44
Obat‐obatan 0.04 0.00 0.04 0.03 0.02 6.32 4.70 0.00 0.04
Jasa Perawatan Jasmani 0.00 0.00 0.00 3.83 0.76 0.00 0.00 1.56 0.00
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 0.28 0.61 1.56 0.23 2.25 1.86 0.21 0.07 0.35
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
33
Bab II :Perkembangan Inflasi Regional
Bank Indonesia Padang
Kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks harga pada triwulan I-2012 sebesar 1,41% (qtq). Kenaikan tarif parkir sebesar 33,33% (qtq) dan biaya perbaikan ringan kendaraan sebesar 20% (qtq) menjadi pendorong naiknya indeks harga pada subkelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 4,25% (qtq). Selain itu, kenaikan indeks harga juga terjadi pada subkelompok transpor sebesar 2,10% (qtq), antara lain didorong oleh kenaikan harga angkutan udara sebesar 9,29% (qtq), mobil sebesar 4,99% (qtq), bahan pelumas/oli sebesar 2,83% (qtq), dan sepeda motor sebesar 2,43% (qtq). Sebaliknya, subkelompok komunikasi dan pengiriman mengalami deflasi sebesar 2,92% (qtq), terutama dipengaruhi oleh turunnya harga telepon seluler sebesar 15,44% (qtq). Sementara itu, indeks harga pada subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan.
Tabel 2.9
Perkembangan Inflasi Kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (qtq, %)
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga ‐0.11 0.03 3.27 0.67 ‐0.03 0.14 5.25 0.56 0.38
Pendidikan 0.00 0.00 5.45 0.00 0.00 0.00 7.85 0.00 0.00
Kursus‐kursus / Pelatihan 0.00 0.00 0.00 7.91 0.00 0.00 0.18 0.00 0.00
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan ‐0.75 0.04 ‐0.50 0.00 ‐0.29 0.84 2.47 ‐0.60 2.74
Rekreasi 0.00 0.19 0.00 0.56 0.00 0.13 0.00 4.54 0.02
Olahraga 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.16 0.00 0.59 0.00
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2011 2010
Kelompok / Subkelompok
2012
TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I TW.II TW.III TW.IV TW.I
Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 1.42 ‐0.10 1.22 0.37 0.87 0.43 0.48 ‐0.49 1.41
Transpor 1.85 ‐0.18 0.49 0.46 1.00 0.61 1.21 ‐0.66 2.10
Komunikasi Dan Pengiriman 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 ‐0.16 ‐2.66 0.00 ‐2.92
Sarana dan Penunjang Transpor 0.49 0.63 13.90 0.43 1.72 0.00 0.00 0.14 4.25
Jasa Keuangan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Sumber : BPS Sumbar, diolah.
2010 2011