BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.2.6 Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan …
Perhitungan kontribusi total pajak mineral terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.18
Kontribusi Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Mineral (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 27.662.800,00 37.894.587.647,36 0,073 Sangat Kurang 2013 19.562.400,00 55.004.189.004,57 0,036 Sangat Kurang 2014 61.585.000,00 91.467.858.558,86 0,067 Sangat Kurang 2015 38.788.200,00 98.279.308.428,18 0,039 Sangat Kurang 2016 6.210.000,00 119.498.541.230,48 0,005 Sangat Kurang 2017 877.654.954,00 123.687.304.878,59 0,710 Sangat Kurang 2018 1.919.763.628,00 142.974.081.720,99 1,343 Sangat Kurang
Rata-rata 0,325 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak mineral bukan logam dan batuan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 1,343% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,005%. Sejak tahun 2012 kontribusi pajak mineral bukan logam dan batuan terhadap PAD sangat rendah yaitu di bawah 1%. Kemudian pada tahun 2017 persentase kontribusinya meningkat cukup tinggi dan pada tahun 2018 menyentuh angka >1%. Rata-rata kontribusi pajak mineral bukan logam dan
batuan sebesar 0,325% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak mineral bukan logam dan batuan tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.7 Pajak Parkir
Perhitungan kontribusi total pajak parkir terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.19
Kontribusi Pajak Parkir Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Parkir (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 18.335.000,00 37.894.587.647,36 0,048 Sangat Kurang
2013 11.855.000,00 55.004.189.004,57 0,022 Sangat Kurang
2014 25.400.000,00 91.467.858.558,86 0,028 Sangat Kurang
2015 16.575.000,00 98.279.308.428,18 0,017 Sangat Kurang
2016 23.920.000,00 119.498.541.230,48 0,020 Sangat Kurang
2017 22.420.000,00 123.687.304.878,59 0,018 Sangat Kurang
2018 37.785.000,00 142.974.081.720,99 0,026 Sangat Kurang
Rata-rata 0,026 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.19 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak reklame terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 0,048% dan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 0,017%. Rata-rata kontribusi pajak reklame sebesar 0,026% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak reklame tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10% dan tidak melebihi angka 1%.
63
4.2.2.8 Pajak Air Tanah
Perhitungan kontribusi total pajak air tanah terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.20
Kontribusi Pajak Air Tanah Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Air Tanah (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 864.451.034,18 37.894.587.647,36 2,28 Sangat Kurang 2013 930.253.253,22 55.004.189.004,57 1,69 Sangat Kurang 2014 1.465.238.551,90 91.467.858.558,86 1,60 Sangat Kurang 2015 1.514.934.728,74 98.279.308.428,18 1,54 Sangat Kurang 2016 1.771.463.554,83 119.498.541.230,48 1,48 Sangat Kurang 2017 1.010.648.264,80 123.687.304.878,59 0,82 Sangat Kurang
2018 - 142.974.081.720,99 - -
Rata-rata 1,57 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.20 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak air tanah terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 2,28% dan terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 0,82%. Rata-rata kontribusi pajak air tanah sebesar 1,57% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak air tanah tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.9 Pajak Walet
Tabel 4.21
Kontribusi Pajak Walet Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Walet (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 6.000.000,00 37.894.587.647,36 0,016 Sangat Kurang 2013 8.250.000,00 55.004.189.004,57 0,015 Sangat Kurang
2014 - 91.467.858.558,86 - -
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.21 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak walet terhadap PAD tidak dapat diketahui. Sejak tahun 2014 pajak walet sudah tidak berkontribusi terhadap PAD di Kabupaten Asahan. Maka peneliti tidak dapat menarik kesimpulan untuk kontribusi pajak walet terhadap PAD Kabupaten Asahan.
4.2.2.10 Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Perhitungan kontribusi total PBB Perdesaan dan Perkotaan terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.22
Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan PerkotaanTerhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak PBB Perdesaan
dan Perkotaan (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 - 37.894.587.647,36 - -
2013 5.737.264.044,00 55.004.189.004,57 10,43 Kurang 2014 6.692.342.932,00 91.467.858.558,86 7,32 Sangat Kurang 2015 8.151.589.697,00 98.279.308.428,18 8,29 Sangat Kurang 2016 8.238.076.191,00 119.498.541.230,48 6,89 Sangat Kurang 2017 12.394.188.287,00 123.687.304.878,59 10,02 Kurang 2018 11.020.879.913,00 142.974.081.720,99 7,71 Sangat Kurang
Rata-rata 8,44 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.22 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 10,43% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 6,89%. Rata-rata kontribusi pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan sebesar 8,44% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan belum berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan rata-rata persentase masih di bawah 10%.
4.2.2.11 Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Perhitungan kontribusi total Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
65
terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.23
Kontribusi Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak BPHTB (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 2.678.689.683,25 37.894.587.647,36 7,07 Sangat Kurang 2013 2.158.008.141,00 55.004.189.004,57 3,92 Sangat Kurang 2014 3.289.931.391,50 91.467.858.558,86 3,60 Sangat Kurang 2015 2.142.084.208,70 98.279.308.428,18 2,18 Sangat Kurang 2016 3.021.162.263,00 119.498.541.230,48 2,53 Sangat Kurang 2017 3.645.344.399,00 123.687.304.878,59 2,95 Sangat Kurang 2018 6.251.944.445,00 142.974.081.720,99 4,37 Sangat Kurang
Rata-rata 3,80 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.23 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak BPHTB terhadap PAD berfluktuasi. Pada tahun 2012 sampai 2015 kontribusi BPHTB menurun, namun pada tahun 2016 meningkat kembali. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 7,07% dan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 2,18%. Rata-rata kontribusi pajak BPHTB 3,80% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak BPHTB belum berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan rata-rata persentase masih di bawah 10%.
4.2.2.12 Pajak Daerah
Perhitungan kontribusi total pajak daerah terhadap PAD tahun 2012-2018:
Tabel 4.24
Kontribusi Pajak Daerah Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Daerah (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 14.875.317.116,93 37.894.587.647,36 39,25 Cukup Baik 2013 20.296.777.755,22 55.004.189.004,57 36,90 Cukup Baik 2014 24.423.474.106,90 91.467.858.558,86 26,70 Sedang 2015 26.286.364.648,44 98.279.308.428,18 26,75 Sedang 2016 28.606.027.050,83 119.498.541.230,48 23,94 Sedang 2017 37.930.651.824,80 123.687.304.878,59 30,67 Cukup Baik 2018 42.852.881.287,00 142.974.081.720,99 29,97 Sedang
Rata-rata 30,60 Cukup Baik
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.24 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi total pajak daerah terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 39,25% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 23,94%. Rata-rata kontribusi total pajak daerah 30,60% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „cukup baik‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak daerah cukup berkontribusi besar terhadap PAD dengan rata-rata 30%. Namun hal ini menunjukkan pajak daerah belum berkontribusi besar terhadap PAD yang mana masih jauh dari angka 100%..