BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.1.9 Pajak Walet
Perhitungan efektivitas pajak walet tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.9
Efektivitas Pajak Walet Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Target Realisasi Persentase Kriteria
2012 10.000.000,00 6.000.000,00 60,00 Kurang Efektif
2013 10.700.000,00 8.250.000,00 77,10 Kurang Efektif
2014 11.449.000,00 - - -
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
55
selama 7 terakhir tidak dapat diketahui. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2014 para pengusaha walet di Kabupaten Asahan sudah tidak melaporkan pajaknya kepada Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan. Dan diketahui bahwa usaha burung walet tidak ada lagi sejak tahun 2014. Maka peneliti tidak dapat menyimpulkan seberapa besar efektivitas pajak walet di Kabupaten Asahan karena keterbatasan data.
4.2.1.10 Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Perhitungan efektivitas PBB Perdesaan dan Perkotaan tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.10
Efektivitas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Target Realisasi Persentase Kriteria
2012 - - - -
2013 7.500.000.000,00 5.737.264.044,00 76,50 Kurang Efektif 2014 8.250.000.000,00 6.692.342.932,00 81,12 Cukup Efektif 2015 9.075.000.000,00 8.151.589.697,00 89,82 Cukup Efektif 2016 11.975.000.000,00 8.238.076.191,00 68,79 Kurang Efektif 2017 12.600.000.000,00 12.394.188.287,00 98,37 Efektif 2018 13.100.000.000,00 11.020.879.913,00 84,13 Cukup Efektif
Rata-rata 83,12 Cukup Efektif
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.10 di atas, dapat dilihat bahwa efektivitas pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan selama 7 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Efektivitas pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan tertinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 98,37%. Kemudian efektivitas pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 68,79%. Sesuai dengan standar yang ditetapkan Kepmendagri menunjukkan hasil „cukup efektif‟ dengan tingkat efektivitas rata-rata pertahun sebesar 83,12%. Dapat dikatakan pemerintah Kabupaten Asahan cukup berhasil dalam memaksimalkan pemungutan pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan.
4.2.1.11 Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Perhitungan efektivitas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.11
Efektivitas Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Target Realisasi Persentase Kriteria
2012 2.800.000.000,00 2.678.689.683,25 95,67 Efektif 2013 3.235.680.000,00 2.158.008.141,00 66,69 Kurang Efektif 2014 3.583.353.000,00 3.289.931.391,50 91,81 Efektif 2015 3.800.000.000,00 2.142.084.208,70 56,37 Tidak Efektif 2016 4.300.000.000,00 3.021.162.263,00 70,26 Kurang Efektif 2017 4.521.048.319,00 3.645.344.399,00 80,63 Cukup Efektif 2018 5.800.000.000,00 6.251.944.445,00 107,79 Sangat Efektif
Rata-rata 81,32 Cukup Efektif
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.11 di atas, dapat dilihat bahwa efektivitas pajak BPHTB selama 7 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Efektivitas pajak BPHTB tertinggi terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 107,79%. Kemudian efektivitas pajak BPHTB terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 56,37%. Sesuai dengan standar yang ditetapkan Kepmendagri menunjukkan hasil „cukup efektif‟ dengan tingkat efektivitas rata-rata pertahun sebesar 81,32%. Dapat dikatakan pemerintah Kabupaten Asahan cukup berhasil dalam memaksimalkan pemungutan pajak BPHTB. Walaupun keberhasilan efektivitas sempat turun di bawah 60% pada tahun 2015.
4.2.1.12 Pajak Daerah
Tabel 4.12
Efektivitas Pajak Daerah Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Target Realisasi Persentase Kriteria
2012 15.075.610.080,00 14.875.317.116,93 98,67 Efektif
2013 26.079.385.129,54 20.296.777.755,22 77,83 Kurang Efektif 2014 28.789.485.000,00 24.423.474.106,90 84,83 Cukup Efektif 2015 31.394.480.450,00 26.286.364.648,44 83,73 Cukup Efektif 2016 37.101.210.847,20 28.606.027.050,83 77,10 Kurang Efektif
2017 40.304.737.319,00 37.930.651.824,80 94,11 Efektif
2018 48.809.641.016,00 42.852.881.287,00 87,80 Cukup Efektif
Rata-rata 86,30 Cukup Efektif
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
57
Berdasarkan tabel 4.12 di atas, dapat dilihat bahwa efektivitas total pajak daerah di Kabupaten Asahan selama 7 tahun terakhir mengalami fluktuasi.
Efektivitas pajak daerah tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 98,67%.
Kemudian efektivitas pajak daerah terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 77,10%. Sesuai dengan standar yang ditetapkan Kepmendagri menunjukkan hasil
„cukup efektif‟ dengan tingkat efektivitas rata-rata pertahun sebesar 86,30%.
Dapat dikatakan pemerintah Kabupaten Asahan cukup berhasil dalam memaksimalkan pemungutan pajak daerah secara keseluruhan.
4.2.2 Analisis Kontribusi Pajak Daerah Terhadap PAD Kabupaten Asahan Analisis kontribusi dihitung dengan membandingkan antara besarnya realisasi pajak daerah terhadap PAD. Pajak daerah dikatakan memiliki kontribusi besar apabila hasil perhitungan lebih dari 50 persen. Hasil perhitungan disajikan sebagai berikut:
4.2.2.1 Pajak Hotel
Perhitungan kontribusi total pajak hotel terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.13
Kontribusi Pajak Hotel Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Hotel (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 159.383.500,00 37.894.587.647,36 0,42 Sangat Kurang
2013 140.425.000,00 55.004.189.004,57 0,26 Sangat Kurang
2014 213.165.000,00 91.467.858.558,86 0,23 Sangat Kurang
2015 204.482.000,00 98.279.308.428,18 0,21 Sangat Kurang
2016 254.369.512,00 119.498.541.230,48 0,21 Sangat Kurang
2017 359.620.540,00 123.687.304.878,59 0,29 Sangat Kurang
2018 361.635.028,00 142.974.081.720,99 0,25 Sangat Kurang
Rata-rata 0,27 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.13 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak hotel terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012
sebesar 0,42% dan terendah terjadi pada tahun 2015 2016 yaitu sebesar 0,21%. Rata-rata kontribusi pajak hotel sebesar 0,27% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak hotel tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.2 Pajak Restoran
Perhitungan kontribusi total pajak restoran terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.14
Kontribusi Pajak Restoran Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Restoran (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 463.298.563,00 37.894.587.647,36 1,22 Sangat Kurang 2013 410.085.993,00 55.004.189.004,57 0,75 Sangat Kurang 2014 511.754.457,00 91.467.858.558,86 0,56 Sangat Kurang 2015 485.295.604,00 98.279.308.428,18 0,49 Sangat Kurang 2016 667.570.755,00 119.498.541.230,48 0,56 Sangat Kurang 2017 891.975.385,00 123.687.304.878,59 0,72 Sangat Kurang 2018 1.106.986.725,00 142.974.081.720,99 0,77 Sangat Kurang
Rata-rata 0,72 Sangat
Kurang Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.14 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak restoran terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 1,22% dan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 0,49%. Rata-rata kontribusi pajak restoran sebesar 0,72% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak restoran tidak berkontribusi besarterhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
59
4.2.2.3 Pajak Hiburan
Perhitungan kontribusi total pajak hiburan terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.15
Kontribusi Pajak Hiburan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Hiburan (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 37.508.500,00 37.894.587.647,36 0,10 Sangat Kurang
2013 51.611.200,00 55.004.189.004,57 0,09 Sangat Kurang
2014 41.194.000,00 91.467.858.558,86 0,05 Sangat Kurang
2015 71.612.500,00 98.279.308.428,18 0,07 Sangat Kurang
2016 115.949.025,00 119.498.541.230,48 0,10 Sangat Kurang
2017 407.125.575,00 123.687.304.878,59 0,32 Sangat Kurang
2018 796.093.255,00 142.974.081.720,99 0,56 Sangat Kurang
Rata-rata 0,18 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.15 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak hiburan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 0,56% dan terendah terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 0,05%. Rata-rata kontribusi pajak hiburan sebesar 0,18% per tahun. Pada tahun 2017 pajak hiburan meningkat cukup tinggi, namun persentase kontribusi yang didapatkan tidak terlalu menunjukkan perbedaan peningkatan yang signifikan. Persentase kontribusi pajak hiburan pada tahun 2017 meningkat namun tetap dibawah 1%. Diikuti dengan tahun berikutnya 2018, yang juga mengalami peningkatan. Secara keseluruhan realisasi pajak hiburan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak hiburan tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.4 Pajak Reklame
Perhitungan kontribusi total pajak reklame terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.16
Kontribusi Pajak Reklame Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Reklame (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 453.764.874,50 37.894.587.647,36 1,20 Sangat Kurang 2013 377.033.961,00 55.004.189.004,57 0,69 Sangat Kurang 2014 532.869.753,50 91.467.858.558,86 0,58 Sangat Kurang 2015 649.478.803,00 98.279.308.428,18 0,66 Sangat Kurang 2016 596.948.576,00 119.498.541.230,48 0,50 Sangat Kurang 2017 701.798.834,00 123.687.304.878,59 0,57 Sangat Kurang 2018 1.011.397.377,00 142.974.081.720,99 0,71 Sangat Kurang
Rata-rata 0,70 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak reklame terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 1,20% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,50%. Rata-rata kontribusi pajak reklame 0,70% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak reklame tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.5 Pajak Penerangan Jalan
Perhitungan kontribusi total pajak penerangan jalan (PPJ) terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.17
Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Penerangan
Jalan (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 10.166.223.162,00 37.894.587.647,36 26,83 Sedang 2013 10.452.428.763,00 55.004.189.004,57 19,02 Kurang 2014 11.589.993.021,00 91.467.858.558,86 12,67 Kurang 2015 13.011.523.907,00 98.279.308.428,18 13,24 Kurang 2016 13.910.357.174,00 119.498.541.230,48 11,64 Kurang 2017 17.619.875.586,00 123.687.304.878,59 14,25 Kurang 2018 20.346.395.916,00 142.974.081.720,99 14,23 Kurang
Rata-rata 15,98 Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.17 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak
61
penerangan jalan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 26,83% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,50%. Rata-rata kontribusi pajak penerangan jalan sebesar 11,64% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak penerangan jalan masih kurang berkontribusi terhadap PAD, namun dengan rata-rata keseluruhan angka di atas 10%.
4.2.2.6 Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan
Perhitungan kontribusi total pajak mineral terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.18
Kontribusi Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Mineral (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 27.662.800,00 37.894.587.647,36 0,073 Sangat Kurang 2013 19.562.400,00 55.004.189.004,57 0,036 Sangat Kurang 2014 61.585.000,00 91.467.858.558,86 0,067 Sangat Kurang 2015 38.788.200,00 98.279.308.428,18 0,039 Sangat Kurang 2016 6.210.000,00 119.498.541.230,48 0,005 Sangat Kurang 2017 877.654.954,00 123.687.304.878,59 0,710 Sangat Kurang 2018 1.919.763.628,00 142.974.081.720,99 1,343 Sangat Kurang
Rata-rata 0,325 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak mineral bukan logam dan batuan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 1,343% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,005%. Sejak tahun 2012 kontribusi pajak mineral bukan logam dan batuan terhadap PAD sangat rendah yaitu di bawah 1%. Kemudian pada tahun 2017 persentase kontribusinya meningkat cukup tinggi dan pada tahun 2018 menyentuh angka >1%. Rata-rata kontribusi pajak mineral bukan logam dan
batuan sebesar 0,325% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak mineral bukan logam dan batuan tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.7 Pajak Parkir
Perhitungan kontribusi total pajak parkir terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.19
Kontribusi Pajak Parkir Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Parkir (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 18.335.000,00 37.894.587.647,36 0,048 Sangat Kurang
2013 11.855.000,00 55.004.189.004,57 0,022 Sangat Kurang
2014 25.400.000,00 91.467.858.558,86 0,028 Sangat Kurang
2015 16.575.000,00 98.279.308.428,18 0,017 Sangat Kurang
2016 23.920.000,00 119.498.541.230,48 0,020 Sangat Kurang
2017 22.420.000,00 123.687.304.878,59 0,018 Sangat Kurang
2018 37.785.000,00 142.974.081.720,99 0,026 Sangat Kurang
Rata-rata 0,026 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.19 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak reklame terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 0,048% dan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 0,017%. Rata-rata kontribusi pajak reklame sebesar 0,026% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak reklame tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10% dan tidak melebihi angka 1%.
63
4.2.2.8 Pajak Air Tanah
Perhitungan kontribusi total pajak air tanah terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.20
Kontribusi Pajak Air Tanah Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Air Tanah (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 864.451.034,18 37.894.587.647,36 2,28 Sangat Kurang 2013 930.253.253,22 55.004.189.004,57 1,69 Sangat Kurang 2014 1.465.238.551,90 91.467.858.558,86 1,60 Sangat Kurang 2015 1.514.934.728,74 98.279.308.428,18 1,54 Sangat Kurang 2016 1.771.463.554,83 119.498.541.230,48 1,48 Sangat Kurang 2017 1.010.648.264,80 123.687.304.878,59 0,82 Sangat Kurang
2018 - 142.974.081.720,99 - -
Rata-rata 1,57 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.20 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak air tanah terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 2,28% dan terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 0,82%. Rata-rata kontribusi pajak air tanah sebesar 1,57% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak air tanah tidak berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan angka jauh di bawah 10%.
4.2.2.9 Pajak Walet
Tabel 4.21
Kontribusi Pajak Walet Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Walet (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 6.000.000,00 37.894.587.647,36 0,016 Sangat Kurang 2013 8.250.000,00 55.004.189.004,57 0,015 Sangat Kurang
2014 - 91.467.858.558,86 - -
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.21 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak walet terhadap PAD tidak dapat diketahui. Sejak tahun 2014 pajak walet sudah tidak berkontribusi terhadap PAD di Kabupaten Asahan. Maka peneliti tidak dapat menarik kesimpulan untuk kontribusi pajak walet terhadap PAD Kabupaten Asahan.
4.2.2.10 Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Perhitungan kontribusi total PBB Perdesaan dan Perkotaan terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.22
Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan PerkotaanTerhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak PBB Perdesaan
dan Perkotaan (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria
2012 - 37.894.587.647,36 - -
2013 5.737.264.044,00 55.004.189.004,57 10,43 Kurang 2014 6.692.342.932,00 91.467.858.558,86 7,32 Sangat Kurang 2015 8.151.589.697,00 98.279.308.428,18 8,29 Sangat Kurang 2016 8.238.076.191,00 119.498.541.230,48 6,89 Sangat Kurang 2017 12.394.188.287,00 123.687.304.878,59 10,02 Kurang 2018 11.020.879.913,00 142.974.081.720,99 7,71 Sangat Kurang
Rata-rata 8,44 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.22 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 10,43% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 6,89%. Rata-rata kontribusi pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan sebesar 8,44% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan belum berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan rata-rata persentase masih di bawah 10%.
4.2.2.11 Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Perhitungan kontribusi total Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
65
terhadap PAD tahun 2012-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.23
Kontribusi Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak BPHTB (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 2.678.689.683,25 37.894.587.647,36 7,07 Sangat Kurang 2013 2.158.008.141,00 55.004.189.004,57 3,92 Sangat Kurang 2014 3.289.931.391,50 91.467.858.558,86 3,60 Sangat Kurang 2015 2.142.084.208,70 98.279.308.428,18 2,18 Sangat Kurang 2016 3.021.162.263,00 119.498.541.230,48 2,53 Sangat Kurang 2017 3.645.344.399,00 123.687.304.878,59 2,95 Sangat Kurang 2018 6.251.944.445,00 142.974.081.720,99 4,37 Sangat Kurang
Rata-rata 3,80 Sangat Kurang
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.23 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi pajak BPHTB terhadap PAD berfluktuasi. Pada tahun 2012 sampai 2015 kontribusi BPHTB menurun, namun pada tahun 2016 meningkat kembali. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 7,07% dan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 2,18%. Rata-rata kontribusi pajak BPHTB 3,80% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „sangat kurang‟ memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak BPHTB belum berkontribusi besar terhadap PAD dengan keseluruhan rata-rata persentase masih di bawah 10%.
4.2.2.12 Pajak Daerah
Perhitungan kontribusi total pajak daerah terhadap PAD tahun 2012-2018:
Tabel 4.24
Kontribusi Pajak Daerah Terhadap PAD Kabupaten Asahan Tahun 2012-2018
Tahun Pajak Daerah (Rp) PAD (Rp) Persentase Kriteria 2012 14.875.317.116,93 37.894.587.647,36 39,25 Cukup Baik 2013 20.296.777.755,22 55.004.189.004,57 36,90 Cukup Baik 2014 24.423.474.106,90 91.467.858.558,86 26,70 Sedang 2015 26.286.364.648,44 98.279.308.428,18 26,75 Sedang 2016 28.606.027.050,83 119.498.541.230,48 23,94 Sedang 2017 37.930.651.824,80 123.687.304.878,59 30,67 Cukup Baik 2018 42.852.881.287,00 142.974.081.720,99 29,97 Sedang
Rata-rata 30,60 Cukup Baik
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.24 di atas, dapat diketahui bahwa kontribusi total pajak daerah terhadap PAD berfluktuasi. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 39,25% dan terendah terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 23,94%. Rata-rata kontribusi total pajak daerah 30,60% per tahun. Sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Tim Litbang Depdagri menunjukkan hasil „cukup baik‟
memberikan kontribusi. Dapat dikatakan pajak daerah cukup berkontribusi besar terhadap PAD dengan rata-rata 30%. Namun hal ini menunjukkan pajak daerah belum berkontribusi besar terhadap PAD yang mana masih jauh dari angka 100%..
4.2.3 Analisis Laju Pertumbuhan Pajak Daerah
Analisis laju pertumbuhan dihitung dengan membandingkan antara besarnya realisasi pajak daerah tahun tertentu terhadap realisasi pajak daerah pada tahun sebelumnya. Pajak daerah dikatakan berhasil apabila hasil perhitungan lebih dari 70 persen. Hasil perhitungan disajikan sebagai berikut:
4.2.3.1 Pajak Hotel
Perhitungan laju pertumbuhan pajak hotel tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.25
Laju Pertumbuhan Pajak Hotel Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Hotel (Rp) Laju Pertumbuhan Pajak Hotel (%)
2012 159.383.500,00 -
2013 140.425.000,00 -11,89
2014 213.165.000,00 51,80
2015 204.482.000,00 -4,07
2016 254.369.512,00 24,40
2017 359.620.540,00 41,38
2018 361.635.028,00 0,56
Jumlah 1.693.080.580 102,18
Rata-rata 17,03
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.25 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak hotel pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 11,89% yaitu dari
67
Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak hotel meningkat sebesar 51,80%
menjadi Rp213.165.000,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya menurun kembali sebesar 4,07% atau menjadi Rp204.482.000,00. Kemudian pada tahun 2016 meningkat kembali sebesar 24,40% yaitu menjadi Rp254.369.512,00 dan meningkat terus pada tahun 2017 sebesar 41,38% yaitu Rp359.620.540,00.
Kemudian pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak hotel meningkat sedikit, yaitu hanya sebesar 0,56%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 51,80%, sedangkan nilai laju pertumbuhan pajak hotel terendah atau mengalami penurunan terjadi pada tahun 2013 sebesar 11,89%. Apabila dihitung selama 6 tahun rata-rata laju pertumbuhan pajak hotel Kabupaten Asahan antara tahun 2013-2018 sebesar 17,03% per tahun.
4.2.3.2 Pajak Restoran
Perhitungan laju pertumbuhan pajak restoran tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.26
Laju Pertumbuhan Pajak Restoran Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Restoran (Rp) Laju Pertumbuhan Pajak Restoran (%)
2012 463.298.563,00 -
2013 410.085.993,00 -11,49
2014 511.754.457,00 24,79
2015 485.295.604,00 -5,17
2016 667.570.755,00 37,56
2017 891.975.385,00 33,62
2018 1.106.986.725,00 24,11
Jumlah 4.536.967.482,00 103,42
Rata-rata 17,24
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.26 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak restoran pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 11,49% yaitu dari Rp463.298.563,00 pada tahun 2012 menjadi Rp410.085.993,00 pada tahun 2013.
Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak restoran meningkat sebesar 24,79%
atau menjadi Rp511.754.457,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya menurun
kembali sebesar 5,17% menjadi Rp485.295.604,00. Kemudian pada tahun 2016 meningkat kembali sebesar 37,56% yaitu menjadi Rp667.570.755,00 dan meningkat terus pada tahun 2017 sebesar 33,62% yaitu Rp891.975.385,00.
Kemudian pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak restoranmasih meningkat, yaitu sebesar 24,11%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2016 sebesar 37,56%, sedangkan nilai laju pertumbuhan pajak restoran terendah atau mengalami penurunan terjadi pada tahun 2013 sebesar 11,49%. Apabila dihitung selama 6 tahun rata-rata laju pertumbuhan pajak restoran Kabupaten Asahan antara tahun 2013-2018 sebesar 17,24% per tahun.
4.2.3.3 Pajak Hiburan
Perhitungan laju pertumbuhan pajak hiburan tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.27
Laju Pertumbuhan Pajak Hiburan Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Hiburan
(Rp) Laju Pertumbuhan Pajak Hiburan (%)
2012 37.508.500,00 -
2013 51.611.200,00 37,60
2014 41.194.000,00 -20,18
2015 71.612.500,00 73,84
2016 115.949.025,00 61,91
2017 407.125.575,00 251,12
2018 796.093.255,00 95,54
Jumlah 1.521.094.055,00 499,83
Rata-rata 83,31
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.27 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak hiburan pada tahun 2013 meningkat sebesar 37,60% yaitu Rp51.611.200,00.
Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak hiburan mengalami penurunan sebesar 20,18% yaitu dari Rp51.611.200,00 pada tahun 2013 menjadi Rp41.194.000,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya meningkat kembali
69
sebesar 73,84% atau menjadi Rp71.612.500,00. Kemudian pada tahun 2016 meningkat sebesar 61,91% yaitu menjadi Rp115.949.025,00. Dan meningkat pesat pada tahun 2017 sebesar 251,12% yaitu Rp407.125.575,00. Kemudian pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak hiburan masih meningkat, yaitu sebesar 95,54%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 yang melebihi angka 100% yaitu sebesar 251,12%. Sedangkan nilai laju pertumbuhan pajak hiburan terendah atau mengalami penurunan terjadi pada tahun 2014 sebesar 20,18%. Apabila dihitung selama 6 tahun rata-rata laju pertumbuhan pajak hiburan Kabupaten Asahan antara tahun 2013-2018 sebesar 83,31% per tahun. Dapat dikatakan ini merupakan angka yang cukup besar. Dan dapat dilihat pula bahwa selama 7 tahun realisasi penerimaan pajak hiburan meningkat setiap tahunnya. Kecuali pada tahun 2014.
4.2.3.4 Pajak Reklame
Perhitungan laju pertumbuhan pajak reklame tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.28
Laju Pertumbuhan Pajak Reklame Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Reklame (Rp) Laju Pertumbuhan Pajak Reklame (%)
2012 453.764.874,50 -
2013 377.033.961,00 -16,91
2014 532.869.753,50 41,33
2015 649.478.803,00 21,88
2016 596.948.576,00 -8,09
2017 701.798.834,00 17,56
2018 1.011.397.377,00 44,11
Jumlah 4.323.292.179,00 99,88
Rata-rata 16,65
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.28 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak reklame pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 16,91% yaitu dari Rp453.764.874,50 pada tahun 2012 menjadi Rp377.033.961,00 pada tahun 2013.
Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak reklame meningkat sebesar 41,33%
yaitu menjadi Rp532.869.753,50. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya masih meningkat sebesar 21,88% atau menjadi Rp649.478.803,00. Kemudian pada tahun 2016 kembali turun sebesar 8,09% yaitu menjadi Rp596.948.576,00. Pada tahun 2017 laju pertumbuhannya meningkat kembali sebesar 17,56% yaitu Rp701.798.834,00. Kemudian pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak reklame masih meningkat, yaitu sebesar 44,11%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 44,11%. Sedangkan nilai laju pertumbuhan pajak reklame terendah atau mengalami penurunan terjadi pada tahun 2013 sebesar 16,91%. Apabila dihitung selama 6 tahun rata-rata laju pertumbuhan pajak reklame Kabupaten Asahan antara tahun 2013-2018 sebesar 16,65% per tahun.
4.2.3.5 Pajak Penerangan Jalan
Perhitungan laju pertumbuhan pajak penerangan jalan tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.29
Laju Pertumbuhan Pajak Penerangan Jalan Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Penerangan Jalan (Rp)
Laju Pertumbuhan Pajak Penerangan Jalan (%)
2012 10.166.223.162,00 -
2013 10.452.428.763,00 2,82
2014 11.589.993.021,00 10,88
2015 13.011.523.907,00 12,27
2016 13.910.357.174,00 6,91
2017 17.619.875.586,00 26,67
2018 20.346.395.916,00 15,47
Jumlah 97.393.797.529,00 75,02
Rata-rata 12,50
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.29 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak penerangan jalan pada tahun 2013-2018 mengalami peningkatan yang signifikan.
71
namun angkanya terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2013 pajak penerangan jalan meningkat sebesar 2,82% yaitu menjadi Rp10.452.428.763,00.
Kemudian pada 2014 meningkat sebesar 10,88% yaitu menjadi Rp11.589.993.021,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya meningkat sebesar 12,27% atau menjadi Rp13.011.523.907,00. Kemudian pada tahun 2016 meningkat sebesar 6,91% yaitu menjadi Rp13.910.357.174,00. Pada tahun 2017 laju pertumbuhannya meningkat sebesar 26,67% yaitu Rp17.619.875.586,00.
Kemudian pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak penerangan jalan masih meningkat, yaitu sebesar 15,47%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 26,67%. Sedangkan nilai laju pertumbuhan pajak penerangan jalan terendah tidak ada karena realisasi penerimaan pajak penerangan meningkat setiap tahunnya. Apabila dihitung selama 6 tahun rata-rata laju pertumbuhan pajak reklame Kabupaten Asahan antara tahun 2013-2018 sebesar 12,50% per tahun.
4.2.3.6 Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan
Perhitungan laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan tahun 2013-2018 sebagai berikut:
Tabel 4.30
Laju Pertumbuhan Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan Kabupaten Asahan Tahun 2013-2018
Tahun Realisasi Pajak Mineral (Rp) Laju Pertumbuhan Pajak Mineral (%)
2012 27.662.800,00 -
2013 19.562.400,00 -29,28
2014 61.585.000,00 214,81
2015 38.788.200,00 -37,02
2016 6.210.000,00 -83,99
2017 877.654.954,00 14.302
2018 1.919.763.628,00 118,74
Jumlah 2.951.226.982,00 Rata-rata
Sumber: Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Data Diolah, 2019
Dari tabel 4.30 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 29,28% yaitu dari Rp27.662.800,00 pada tahun 2012 menjadi Rp19.562.400,00 pada tahun 2013. Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan meningkat pesat sebesar 214,81% yaitu menjadi Rp61.585.000,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya kembali menurun sebesar 37,02% atau menjadi Rp38.788.200,00. Pada tahun 2016 masih menurun sebesar 83,99% yaitu menjadi Rp6.210.000,00. Kemudian pada tahun 2017 laju pertumbuhannya meningkat pesat hingga 14.302% yaitu Rp877.654.954,00. Pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan meningkat sebesar 118,74%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 14.302%.
Dari tabel 4.30 di atas dapat diketahui bahwa nilai laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 29,28% yaitu dari Rp27.662.800,00 pada tahun 2012 menjadi Rp19.562.400,00 pada tahun 2013. Kemudian pada 2014 laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan meningkat pesat sebesar 214,81% yaitu menjadi Rp61.585.000,00. Pada tahun 2015 laju pertumbuhannya kembali menurun sebesar 37,02% atau menjadi Rp38.788.200,00. Pada tahun 2016 masih menurun sebesar 83,99% yaitu menjadi Rp6.210.000,00. Kemudian pada tahun 2017 laju pertumbuhannya meningkat pesat hingga 14.302% yaitu Rp877.654.954,00. Pada tahun 2018 laju pertumbuhan pajak mineral bukan logam dan batuan meningkat sebesar 118,74%. Dari tabel di atas, dapat dilihat pula laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 14.302%.