2 SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) INCOME TAXES (continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak/rugi fiskal untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
The reconciliation between profit before income tax as shown in the consolidated statements of comprehensive income and the estimated taxable income/tax loss for nine-month periods ended September 30, 2014 and 2013 are as follows:
Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 September/
Nine-month Periods Ended September 30
2014 2013
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before income tax per
sesuai dengan laporan laba rugi consolidated statements
komprehensif konsolidasian 1.384.799.720 1.555.364.965 of comprehensive income
Ditambah (dikurangi): Add (deduct):
Keuntungan dari penjualan Gain from disposal of ownership
kepemilikan pada entitas anak - 231.599.998 interest in subsidiary
Penyesuaian atas eliminasi Adjustment for consolidation
konsolidasi 142.336.014 87.975.364 eliminations
Laba entitas anak yang dikonsolidasi Profit before income tax
sebelum pajak penghasilan (1.441.547.567) (1.369.032.957) of consolidated subsidiaries
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Profit (loss) before income tax
diatribusikan kepada Perusahaan 85.588.167 505.907.370 attributable to the Company
Beda temporer: Temporary differences:
Penyisihan atas kesejahteraan
karyawan - setelah Provision for employees’ benefits -
dikurangi pembayaran 1.072.381 759.034 net of payments of benefits
Pembayaran bonus (9.056.799) (7.543.820 ) Payment for bonus
Beda tetap: Permanent differences:
Beban yang tidak dapat dikurangkan 11.600.899 15.540.143 Non-deductible expenses
Penghasilan yang telah dikenakan Income already subjected to
pajak penghasilan yang bersifat final (233.218.710) (84.453.901) final income tax
Lain-lain - neto 2.920.808 1.979.502 Others - net
Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income (tax loss)
(rugi fiskal) periode berjalan (141.093.254) 432.188.328 during the period
Rugi fiskal tahun-tahun sebelumnya - (173.191.663 ) Tax losses carry-forward
Koreksi rugi fiskal tahun-tahun
sebelumnya - 49.040.982 Correction on tax losses carry-forward
Penghasilan kena pajak (akumulasi Taxable income (accumulated
rugi fiskal) - Perusahaan (141.093.254) 308.037.647 tax losses) - Company
Taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan (“SPT”) tahunan yang disampaikan ke Kantor Pajak.
The Company’s estimated tax loss for the year ended December 31, 2013 was consistent with the annual Income Tax Return (“SPT”) submitted to the Tax Office.
Perhitungan manfaat (beban) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
The computation of corporate income tax benefit (expense) is as follows:
Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 September/
Nine-month Periods Ended September 30
2014 2013
Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income
Perusahaan - 308.037.647 Company
Entitas anak 1.587.772.954 1.457.063.088 Subsidiaries
Corporate income tax expense -
Beban pajak penghasilan - kini current year
Perusahaan Company
Pajak penghasilan badan Current period
periode berjalan - (77.009.412) corporate income tax
Beban pajak atas koreksi pajak Tax expense on adjusment of 2012
Penghasilan badan tahun 2012 (19.849.169) - corporate income tax
Entitas anak Subsidiaries
Pajak penghasilan badan Current period
periode berjalan (393.512.864) (359.128.723) corporate income tax
Beban pajak penghasilan final (816.259) - Final income tax expense
Beban pajak penghasilan Consolidated income tax
konsolidasian - kini (414.178.292) (436.138.135) expense - current
Beban (manfaat) pajak penghasilan - Income tax expense (benefit) -
tangguhan deferred
Perusahaan Company
Penyisihan bonus (2.264.200) (1.885.955) Provision for bonus
Penyisihan atas Provision for
kesejahteraan karyawan 268.095 189.758 employees’ benefits
Subtotal (1.996.105) (1.696.197) Sub-total
Entitas anak 31.404.568 23.736.094 Subsidiaries
Manfaat (beban) pajak Income tax benefit
penghasilan - tangguhan 29.408.463 22.039.897 (expense) - deferred
Beban pajak penghasilan Consolidated income tax
konsolidasian – neto 384.769.829 414.098.238 expense - net
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan, dengan beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
The reconciliations between income tax expense calculated by applying the applicable tax rate to profit before income tax, with the income tax expense as presented in the consolidated statements of comprehensive income for the nine- month periods ended September 30, 2014 and 2013 are as follows:
Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 September/
Nine-month Periods Ended September 30
2014 2013
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before income tax per
sesuai dengan laporan laba rugi consolidated statements
komprehensif konsolidasian 1.384.799.720 1.555.364.965 of comprehensive income
Beban pajak penghasilan Income tax
dengan tarif pajak yang berlaku expense at applicable tax rate
Indonesia 328.809.156 363.546.996 Indonesia
Luar negeri 13.912.619 20.235.396 Overseas
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 22. INCOME TAXES (continued)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan, dengan beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
The reconciliations between income tax expense calculated by applying the applicable tax rate to profit before income tax, with the income tax expense as presented in the consolidated statements of comprehensive income income for the nine-month periods ended September 30, 2014 and 2013 are as follows: (continued)
Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 September/
Nine-month Periods Ended September 30
2014 2013
Laba penjualan kepemilikan pada Gain on disposal of ownership
entitas anak - 57.900.000 interest in subsidiary
Rugi fiskal periode berjalan 70.972.353 18.177.894 Current period fiscal loss
Pembalikan eliminasi konsolidasi 3.284.541 5.741.264 Reversal of consolidation eliminations
Beban pajak penghasilan final 930.592 - Final income tax expense
Beban pajak atas koreksi pajak Tax expense on adjustment of
penghasilan badan 19.849.169 - corporate income tax
Utilisasi rugi fiskal periode sebelumnya (31.037.671 ) Utilization of tax losses carry forward
Pengaruh pajak atas beda tetap: Tax effect on permanent differences:
Beban yang tidak dapat dikurangkan 28.789.892 19.263.262 Non-deductible expenses
Penghasilan yang telah dikenakan Income already subjected to
pajak penghasilan yang bersifat final (81.778.493) (39.728.903) final income tax
Beban pajak penghasilan Consolidated income tax
konsolidasian - neto 384.769.829 414.098.238 expense - net
Perhitungan utang pajak penghasilan - Pasal 29 dan taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
The computations of income tax payable - Article 29 and estimated claims for tax refund are as follows:
30 September 2014/ 31 Desember 2013/
September 30, 2014 December 31, 2013
Beban pajak penghasilan - kini Income tax expense - current
Perusahaan - 79.870.757 Company
Entitas anak 393.512.864 489.089.156 Subsidiaries
Subtotal 393.512.864 568.959.913 Sub-total
Pembayaran pajak penghasilan di muka: Prepayments of income taxes:
Perusahaan 8.766.943 8.365.853 Company
Entitas anak 263.407.838 430.993.725 Subsidiaries
Subtotal 272.174.781 439.359.578 Sub-total
Utang pajak penghasilan Income tax payable
Perusahaan - 71.504.904 Company
Entitas anak 130.105.026 80.784.392 Subsidiaries
Utang pajak penghasilan 130.105.026 152.289.296 Income tax payable
Taksiran tagihan pajak penghasilan Estimated claims for tax refund
Perusahaan 8.766.943 - Company
Entitas anak 33.779.423 22.688.961 Subsidiaries
Taksiran tagihan pajak penghasilan 42.546.366 22.688.961 Estimated claims for tax refund
Aset (liabilitas) pajak tangguhan pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
The deferred tax assets (liabilities) as of September 30, 2014 and December 31, 2013 are as follows:
30 September 2014/ 31 Desember 2013/
September 30, 2014 December 31, 2013
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Perusahaan Company
Liabilitas imbalan kerja - 1.336.631 Employee benefits liabilities
Penyisihan bonus - 2.587.657 Bonus provision
Entitas anak Subsidiaries
PT Surya Citra Media Tbk 1 42.248.831 43.605.790 PT Surya Citra Media Tbk 1
PT Mediatama Anugrah Citra 12.604.008 9.193.748 PT Mediatama Anugrah Citra
PT Elang Medika Corpora 6.804.389 - PT Elang Medika Corpora
PT Abhimata Persada 6.068.043 4.634.926 PT Abhimata Persada
PT Bitnet Komunikasindo 1.582.038 1.582.038 PT Bitnet Komunikasindo
PT Omni Intivision 1.021.185 878.935 PT Omni Intivision
PT Abhimata Citra Abadi 475.252 685.567 PT Abhimata Citra Abadi
PT Sakalaguna Semesta 837.926 862.398 PT Sakalaguna Semesta
Plan B Media Public Co. Ltd. 653.904 706.281 Plan B Media Public Co. Ltd.
PT Ekaprasarana Primatel - 472.593 PT Ekaprasarana Primatel
Total aset pajak tangguhan 72.295.576 66.546.564 Total deferred tax assets
Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities
Perusahaan Company
Liabilitas imbalan kerja 1.604.726 - Employee benefits liabilities
Penyisihan bonus 323.457 - Bonus provision
Aset keuangan tersedia untuk dijual (3.115.772) - Available-for-sale financial assets
Entitas anak Subsidiaries
PT Surya Citra Media Tbk 1
(252.127.452) (276.069.793 ) PT Surya Citra Media Tbk 1
Plan B Media Public Co. Ltd. (90.496.389) (95.055.591 ) Plan B Media Public Co. Ltd.
PT Tangara Mitrakom (5.579.252) (5.560.988 ) PT Tangara Mitrakom
Total liabilitas pajak tangguhan (349.390.682) (376.686.373 ) Total deferred tax liabilities
1)
Hasil penggabungan usaha SCM dan IDKM adalah SCM, efektif 1 Mei 2013/Surviving entity of the Merger of SCM and IDKM is SCM, effective May 1, 2013. Manajemen Kelompok Usaha yakin bahwa aset
pajak tangguhan dapat dipergunakan melalui laba fiskal di masa mendatang.
The Group’s management believes that the deferred tax assets can be utilized through future taxable income.
Surat Ketetapan Pajak Tax Assessment
Perusahaan Company
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) No. 00029/406/12/054/14 tanggal 4 April 2014 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) untuk pajak penghasilan badan tahun 2012, menetapkan laba fiskal dan pajak lebih bayar masing-masing sebesar Rp37.628.683 dan Rp4.577.389.
Based on Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”) No. 00029/406/12/054/14 dated April 4, 2014 issued by the Directorate General of Taxation (“DGT”) for corporate income tax for fiscal year 2012, fiscal income and tax overpayment amounted to Rp37,628,683 and Rp4,577,389, respectively.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) No. 00048/406/11/053/13 tanggal 2 April 2013 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) untuk pajak penghasilan badan tahun 2011, menetapkan rugi fiskal dan pajak lebih bayar masing- masing sebesar Rp803.007 dan Rp1.318.714.
Based on Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”) No. 00048/406/11/053/13 dated April 2, 2013 issued by the Directorate General of Taxation (“DGT”) for corporate income tax for fiscal year 2011, fiscal loss and tax overpayment amounted to Rp803,007 and Rp1,318,714, respectively.
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 22. INCOME TAXES (continued)
Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) Tax Assessment (continued)
PT Surya Citra Media Tbk (“SCM”) PT Surya Citra Media Tbk (“SCM”)
Pada bulan April 2013, SCM menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) atas PPh Badan tahun 2011 sebesar Rp47 juta.
In April 2013, SCM received Overpayment Tax Assessment Lettter (“Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar - SKPLB”) for 2011 Corporate Income Tax amounting to Rp47 million.
PT Indosiar Karya Media Tbk (“IDKM”) (sekarang SCM)
PT Indosiar Karya Media Tbk (“IDKM”) (currently SCM)
Pada tanggal 26 Maret 2014, IDKM menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pajak penghasilan badan untuk tahun 2012 yang mencantumkan lebih bayar pajak penghasilan badan dan rugi fiskal masing-masing sebesar Rp1,07 miliar dan Rp3,26 miliar.
On March 26, 2014, IDKM received SKPLB for corporate income tax for fiscal year 2012 issued by the DGT indicating overpayment of corporate income tax and fiscal loss amounting to Rp1.07 billion and Rp3.26 billion, respectively.
Pada tanggal 11 April 2013, IDKM menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pajak penghasilan badan untuk tahun 2011 yang mencantumkan lebih bayar pajak penghasilan badan dan rugi fiskal masing-masing sebesar Rp3.554.998 dan Rp145.365.
On April 11, 2013, IDKM received SKPLB for corporate income tax for fiscal year 2011 issued by the DGT indicating overpayment of corporate income tax and fiscal loss amounting to Rp3,554,998 and Rp145,365, respectively.
Pada tanggal 25 Oktober 2013, SCM telah mengajukan permohonan ijin penggunaan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan usaha (Catatan 1c) kepada Direktorat Jendral Pajak ("DJP"). Permohonan ini telah disampaikan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 43/PMK.03/2008, Peraturan Dirjen Pajak No. PER-28/PJ./2008 dan Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-45/PJ./2008. Namun, melalui Surat Keputusan DJP No. KEP-2630/WPJ.07/2013 tertanggal 13 Desember 2013, DJP menolak permohonan SCM tersebut. Pada tanggal 10 Januari 2014, SCM telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Pajak sehubungan dengan penolakan tersebut.
On October 25, 2013, SCM submitted an application to use the net book value of the assets transferred in relation to the merger (Note 1c) to the Directorate General of Tax ("DGT"). The submitted application already conforms with the Ministry of Finance Regulation No. 43/PMK.03/2008, DGT Regulation No. PER- 28/PJ./2008 and DGT Circular Letter No. SE- 45/PJ./2008. However, through DGT Decision Letter No. KEP-2630/WPJ.07/2013 dated December 13, 20013, the DGT rejected SCM's application. On January 10, 2014, SCM submitted a lawsuit to the Tax Court in relation to such rejection.
Setelah melalui proses pemeriksaan dalam persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara pada Sidang Pengucapan Putusan tertanggal 3 Juli 2014 dan juga Majelis Hakim Pengadilan Pajak, dalam Putusannya No. PUT. 54110/PP/M.XIVB/99/2014 yang dibacakan dalam Sidang Pengucapan Putusan tanggal 16 Juli 2014, telah memutus dan menyatakan mengabulkan seluruh gugatan SCM dan membatalkan Surat Keputusan DJP serta memerintahkan DJP untuk menerbitkan persetujuan terhadap permohonan ijin penggunaan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan usaha yang diajukan oleh SCM.
After a thorough examination in the trial, the Panel of Judges of the Administrative Court in the Hearing Session on July 3, 2014 has decided and declared in favor of SCM. Further, the Panel of Judges of the Tax Court, in its Decision No. PUT.54110/PP/M.XIVB/99/2014, which was read in the Hearing Session on July 16, 2014, has also decided and declared in favor of SCM regarding the DGT to annul the DGT Decision Letter and ordering the DGT to issue its approval on the SCM’s application to use the net book value on the assets transferred in relation to the merger.
Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) Tax Assessment (continued)
PT Indosiar Karya Media Tbk (“IDKM”) (sekarang SCM) (lanjutan)
PT Indosiar Karya Media Tbk (“IDKM”) (currently SCM) (continued)
Pada tanggal 18 September 2014, DJP telah mengajukan banding kepada Pengadilan Tata Usaha Negara dan SCM telah menerima memori banding tersebut pada tanggal 22 September 2014. Selanjutnya, sebagai tanggapan terhadap memori banding tersebut, maka pada tanggal 17 Oktober 2014, SCM telah menyerahkan kontra memori banding kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.
On September 18, 2014, DGT has filed an appeal to the Administrative Court and SCM received the appeal memory on September 22, 2014. As a response to the appeal memory, on October 17, 2014, SCM submitted a contra appeal memory to the Administrative High Court in Jakarta.
PT Bitnet Komunikasindo (“BK”) PT Bitnet Komunikasindo (“BK”)
Berdasarkan SKPLB tanggal 24 April 2014 atas pajak penghasilan badan untuk tahun 2012 yang dikeluarkan oleh DJP, menetapkan rugi fiskal dan pajak lebih bayar masing-masing sebesar Rp1.457.908 dan Rp36.404.
Based on SKPLB dated April 24, 2014 for 2012 corporate income tax issued by the DGT, fiscal
loss and tax overpayment amounted to
Rp1,457,908 and Rp36,404, respectively.
Berdasarkan SKPLB tanggal 23 April 2013 atas pajak penghasilan badan untuk tahun 2011 yang dikeluarkan oleh DJP, kelebihan pembayaran pajak penghasilan BK adalah sebesar Rp72.691. Secara keseluruhan, BK telah menerima sebesar Rp71.091 pada tanggal 28 Mei 2013.
Based on SKPLB dated April 23, 2013 for 2011 corporate income tax issued by the DGT, BK’s overpayment of 2011 corporate income tax amounted to Rp72,691. In total, BK received Rp71,091 on May 28, 2013.
PT Indopay Merchant Services (“IMS”) PT Indopay Merchant Services (“IMS”)
Pada tanggal 23 Juni 2014, IMS menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2012, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp281.220 dengan laba fiskal sebesar Rp1.549.693.
On June 23, 2014, IMS received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2012, that the overpayment of corporate income tax of IMS amounted to Rp281,220 with taxable income of Rp1,549,693.
Pada tanggal 23 April 2013, IMS menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2011, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp196.387 dengan laba fiskal sebesar Rp2.588.717.
On April 23, 2013, IMS received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2011, indicating that the overpayment of corporate income tax amounted to Rp196,387 with taxable income of Rp2,588,717.
PT Ekaprasarana Primatel (“EP”) PT Ekaprasarana Primatel (“EP”)
Pada tanggal 14 April 2014, EP menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2012, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp68.155 dengan rugi fiskal sebesar Rp715.532.
On April 14, 2014, EP received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2012, indicating that the overpayment of corporate income tax of EP amounted to Rp68,155 with fiscal loss of Rp715,532.
Pada tanggal 28 Maret 2013, EP menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2011, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp896.627. Secara keseluruhan, EP telah menerima sebesar Rp875.896 pada tanggal 25 April 2013.
On March 28, 2013, EP received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2011, indicating that the overpayment of corporate income tax of EP amounted to Rp896,627. In total, EP received Rp875,896 on April 25, 2013.
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 22. INCOME TAXES (continued)
Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) Tax Assessment (continued)
PT Abhimata Citra Abadi (“ACA”) PT Abhimata Citra Abadi (“ACA”)
Pada tanggal 11 April 2014, ACA menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2012, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp7.305.766 dengan laba fiskal sebesar Rp5.276.011.
On April 11, 2014, ACA received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2012, indicating that the overpayment of corporate income tax of ACA amounted to Rp7,305,766 with taxable income of Rp5,276,011.
Pada tanggal 25 April 2013, ACA menerima SKPLB yang dikeluarkan oleh DJP atas pemeriksaan tahun fiskal 2011, dengan ketetapan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan sebesar Rp3.306.577 dengan laba fiskal sebesar Rp31.971.790.
On April 25, 2013, ACA received SKPLB issued by the DGT on the examination of fiscal year 2011, indicating that the overpayment of corporate income tax of ACA amounted to Rp3,306,577 with taxable income of Rp31,971,790.
23. KEPENTINGAN NONPENGENDALI PADA