• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAKAN TERNAK ITIK

Dalam dokumen BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN (Halaman 54-60)

ernak itik memerlukan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas untuk dapat berproduksi secara maksimal. Pemilihan bahan pakan yang berkualitas dan murah sangat penting karena komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan itik adalah biaya pakan. Proporsi biaya untuk pakan itik dapat mencapai 70 – 80 persen dari total biaya operasional (Sabrani et. al, 1985).

A. Bahan Pakan dan Kandungan Nutrisi

Selama ini sebagian besar bahan pakan unggas masih harus diimpor dan bersaing dengan kebutuhan pangan manusia, misalnya adalah jagung. Kondisi ini mendorong mendesaknya pengembangan bahan pakan alternatif. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah industri maupun limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif (Gambar 27).

Perlu diingat bahwa kandungan nutrisi pada setiap jenis bahan pakan berbeda. Mengingat tingginya variasi kandungan nutrisi bahan pakan, maka informasi tentang kandungan nutrisi suatu bahan pakan menjadi sangat penting sebelum bahan-bahan tersebut disusun menjadi ransum itik. Peternak perlu memperhatikan untuk tidak hanya menggunakan satu jenis bahan pakan saja apabila pakan tersebut akandiberikan kepada ternak itik yang dipelihara secara intensif.

Tabel 6. Kandungan Nutrisi Bahan Pakan Lokal

Bahan pakan lokal (Kkal/kg) EM (%) PK (%) SK (%) Ca (%) P Metionin (%) Lisin (%)

Dedak padi 2400 12.0 13.82 0.20 1.00 0.25 0.45 Menir 2660 10.2 1.57 0.09 0.12 0.17 0.30 Jagung 3300 8.5 3.78 0.02 0.30 0.18 0.20 Tepung singkong 3200 2.0 3.81 0.33 0.40 0.01 0.07 Bungkil kelapa 1410 18.6 13.39 0.14 0.67 0.30 0.55 Bungkil kedelai 2240 44.0 8.62 0.32 0.67 0.50 2.60 Tepung ikan 2960 55.0 5.66 5.30 2.85 1.79 5.07 Tepung keong 2700 44.0 7.81 0.69 0.43 0.89 7.72 Tepung daun singkong 1160 21.0 30.92 0.98 0.52 0.36 1.33 Tepung daun lamtoro 850 23.4 11.95 0.60 0.10 0.31 1.55 Tetes 3047 2.5 0 1.42 0.02 0 0 Kapur 0 0 0 38 0 0 0 Minyak kelapa 8600 0 - - - - -

Perlu diketahui bahwa tidak ada satu bahan pakan pun yang kandungan nutrisinya sempurna dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi itik. Tabel 6 menunjukkan kandungan nutrisi dari beberapa bahan pakan lokal yang bisa digunakan sebagai bahan penyususun ransum itik.

Gambar 27. Bahan Pakan Lokal Itik yang Banyak Digunakan oleh Peternak

Jagung Giling Dedak Padi/Bekatul Nasi Aking (Kering)

Ikan Rucah Segar Limbah Ikan Segar (Tulang Dan Kepala)

Jagung Pipilan Kacang Hijau

B. Kadar Air Bahan Pakan Itik

Selain kandungan nutrisi bahan pakan, perlu pula diperhatikan kadar air bahan pakan. Bahan pakan yang kandungan air terlalu tinggi akan cepat rusak karena akan segera ditumbuhi oleh jamur. Agar bahan pakan aman selama penyimpanan,

Su mb er : K ol ek si Pr ib ad i

dianjurkan kadar air bahan tidak lebih dari 10 %. Aspergillus flavus adalah jamur yang dapat tumbuh pada bekatul, jagung, dan bungkil kedelai dengan kadar air tinggi (Gambar 28). Jamur ini memproduksi racun aflatoksin. Racun aflatoksin dari jamur ini dapat merusak hati yang mengakibatkan kematian ternak (Hetzel et al., 1981). Bertambahnya kandungan air dalam bahan pakan juga akan menurunkan kadar bahan kering yang berarti akan menurunkan kandungan nutrisi yang terkandung dalam bahan kering tersebut (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral).

Gambar 28. Jagung Kena Jamur Aspergillus Flavus (Kiri) dan yang Tidak Kena

Jamur (Kanan).

C. Batasan Penggunaan Bahan Pakan

Terdapat beberapa faktor pembatas dalam penggunaan bahan pakan ternak itik. Faktor pembatas ini menyebabkan bahan pakan tidak bisa digunakan sebanyak jumlah permintaan atau keinginan. Faktor pembatas dalam penggunaan bahan pakan ternak itik antara lain kandungan serat yang terlalu tinggi (bekatul), kandungan zat anti nutrisi (keong) dan mahalnya bahan pakan (tepung ikan). Selain itu, ada alasan tertentu sehingga suatu bahan pakan dibatasi jumlahnya. Seperti misalnya bungkil kelapa. Bahan pakanini jarang digunakan sebab adanya kekhawatiran bahwa bahan ditumbuhi oleh jamur Aspergillus flavus yang dapat memproduksi racun aflatoksin yang tinggi dan berbahaya bagi kesehatan dan produktivitas itik (Ketaren, 2002).

Penyusunan ransum, selain perlu memperhatikan faktor pembatas juga perlu memperhatikan kandungan nutris. Perlu diupayakan agar kandungan bahan menjadi lengkap atau saling melengkapi, serta bahan tersedia sepanjang tahun. Pada saat menyusun ransum, formulasi sebaiknya terdiri dari berbagai ragam bahan pakan. Pemberian pakan satu jenis sebaiknya dihindari, makin beragam jenis pakan makin baik, karena dengan beragamnya bahan pakan maka kandungan gizinya semakin lengkap. Proporsi salah satu bahan pakan dengan komposisi yang terlalu banyak dapat berpengaruh negatif terhadap ternak. Pengaruh negatif tersebut bisa terjadi karena bahan pakan dapat mengandung zat anti-nutrisi.

Penggunaan suatu bahan pakan juga perlu dibatasi penggunaannya. Penggunaan berbagai bahan pakan diperlukan agar kandungan nutrisi menjadi

Su mb er :h ttp :// w w w . al la bo ut fe ed .n et /, 20 15

lengkap atau saling melengkapi. Komposisi pakan unggas perlu disusun dari berbagai bahan sehingga kandungan nutrisinya bisa saling melengkapi dan seimbang. Keseimbangan terutama diperlukan antara bahan pakan sebagai sumber protein, bahan pakan sumber energi, serta bahan pakan sumber mineral dan vitamin. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa itik, sebagaimana halnya dengan unggas lainnya memiliki keterbatasan dalam mencerna serat. Kadar serat kasar dalam ransum yang diperbolehkan berkisar antara 5 – 7%. Berikut batasan penggunaan bahan pakan pada ternak itik.

Tabel 7. Bahan Pakan Lokal dan Batas Maksimal Penggunaan dalam Ramsum

Ternak Itik

Sumber protein penggunaan Batas

(%) Sumber energi Batas penggunaan (%) Sumber vitamin dan mineral *)

Bungkil kelapa 30 Dedak padi 75 Premix Bungkil kedelai 30 Jagung 60 Tepung kapur

Tepung keong 20 Menir 40 Tepung

tulang Tepung daun

lamtoro 12 singkong Tepung 30 Tepung kerang

Tepung ikan 7 Cangkang sagu 25

Cangkan udang 30 Tetes 2

Bungkil inti sawit 20

Bekicot rebus 5

Bekicot segar 15

Sumber : Puslitbangnak, 1990.

*) Penggunaannya sedikit, hanya sebagai bahan pelengkap

D. Standar Kebutuhan Nutrisi Itik

Kebutuhan nutrisi yang tepat untuk itik lokal masih terus dicari, mengingat produktivitas itik lokal bervariasi dan kandungan nutrisi yang tinggi berimplikasi pada mahalnya biaya pakan yang mungkin tidak sebanding dengan produktivitas ternaknya. Oleh karena itu dalam menyusun ransum itik perlu dipertimbangkan kandungan nutrisi, harga ransum, dan produktivitas itik.

Ada enam (6) macam kandungan nutrisi utama yang harus diperhatikan dalam menyusun ransum itik petelur. Kandungan nutrisi tersebut adalah: protein, energi, mineral Calsium (Ca), Pospat (P), Methionine dan Lysine (Sinurat, 1994).

Kandungan nutisi itik petelur dari umur starter, grower dan layer

menurut

Dalam dokumen BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN (Halaman 54-60)

Dokumen terkait