• Tidak ada hasil yang ditemukan

KHULAFAUR RASYIDIN

A. Pandangan Islam Tentang Teknologi Informatika

F.Fakta Yang Terjadi 

Adapun fakta yang terjadi diantaranya ; 

 Pada tahun 2010, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen  atau  sekitar  4,02  juta  orang.  Pada  tahun  2011,  prevalensi  penyalahgunaan  meningkat  menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang.  

 Data  Komisi  Nasional  Penanggulangan  AIDS  menunjukkan,  penyebaran  HIV/AIDS  berubah  dalam  lima  tahun  terakhir.  Berdasarkan  penelitian  tahun  2011,  penyebab  transmisi tertinggi adalah seks bebas (76,3 persen), diikuti jarum suntik (16,3 persen).  

 data dari kepolisian terlihat peningkatan eskalasi. Kejadian bentrok pelajar dalam tiga  tahun terakhir meningkat, tercatat 11 kali pada 2009, sebanyak 28 kali pada 2010, dan  naik menjadi 31 kali sampai bulan Juni 2011 saja. 

Kesimpulan 

Ghazwul  fikri  (perang  pemikiran)  ini  sangat  berbahaya,  karena  disamping  mengubah  pola pikir umat muslim, juga dapat mengubah segala sesuatu hal menjadi tidak islami atau  keluar  dari  koridor  yang  telah  ditetapkan  oleh  Allah  SWT  hingga  menggiring  umat  islam  kepada  kekafiran  atau  murtad.  Terdapat  4  metode  permurtadan  yakni  ;  Tasykik,  Tasywih,  Tadzwib dan Taghrib.  

Terdapat 2 jenis sarana Ghazwul Fikri ; Empat S (Sing, Sex, Sport & Smoke ) dan Empat F  (Fun, Fashion, Food & Faith).

  

  BAB IX   

PRINSIP‐PRINSIP ISLAM TENTANG BEBERAPA DISIPLIN ILMU 

A. Pandangan Islam Tentang Teknologi Informatika

Pengertian Teknologi

Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“

yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan sebagai “kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu, eksakta dan berdasarkan proses teknis”. Teknologi adalah ilmu atau cara tentang menerapkan sains untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia.

Teknologi adalah pengembangan dan penggunaan dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi.

Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.

Menelusuri pandangan Al-Qur’an tentang teknologi, mengundang kita untuk menengok sekian banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 750 ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya, dan memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara tegas Al-Qur’an menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia.

“Dan Dia menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai anugrah) dari-Nya”

Jadi, dapat dikatakan bahwa teknologi merupakan sesuatu yang dianjurkan oleh Al-Qur’an.

Sebelum menjawab pertanyaan, ada dua catatan yang perlu diperhatikan.

Pertama, ketika Al-Qur’an berbicara tentang alam raya dan fenomenanya, terlihat secara jelas bahwa pembicaraannya selalu dikaitkan dengan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Misalnya uraian Al-Qur’an tentang kejadian alam.

“Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah satu yang padu, kemudian Kami (Allah) pisahkan keduanya, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?

Ayat ini dipahami oleh banyak ulama kontemporer sebagai isyarat tentang teori Big Bang (Ledakan Besar) yang mengawali terciptanya langit dan bumi. Para pakar boleh saja berbeda pendapat tentang makna ayat tersebut, atau mengenai proses terjadinya pemisahan langit dan bumi. Yang pasti, ketika Al-Qur’an berbicara tentang kekuasaan dan kebesaran Allah, serta keharusan beriman kepada-Nya.

Ini berarti sains dan hasil-hasilnya harus selalu mengingatkan manusia terhadap kehadiran dan kemahakuasaan Allah SWT, selain juga harus memberi manfaat bagi kemanusiaan, sesuai dengan prinsip bismi rabbik.

Kedua, Al-Qur’an sejak dini memperkenalkan istilah sakhara yang maknanya bermuara pada kemampuan meraih dengan mudah dan sebanyak yang dibutuhkan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan dari alam raya melalui keahlian di bidang teknik.

Ketika Al-Qur’an memilih kata sahkara yang arti harfiahnya menundukkan atau merendahkan, maksudnya adalah agar alam raya dengan segala manfaat yang dapat diraih darinya harus tunduk dan dianggap sebagai sesuatu yang posisinya berada di bawah manusia.

Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah

“teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Tetapi pemahaman seperti itu baru memperlihatkan satu segi saja dari kandungan kata “teknologi”.

Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “dayapencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.

Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas

dan memperbaiki kondisi manusia atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.

Dewasa ini telah lahir teknologi khususnya di bidang rekayasa genetika yang dikhawatirkan dapat menjadikan alat sebagai majikan. Bahkan mampu menciptakan bakal-bakal “majikan”

yang akan diperbudak dan ditundukkan oleh alat. Jika begitu. ini jelas bertentangan dengan kedua catatan yang disebutkan di terdahulu.

Berdasarkan petunjuk kitab sucinya, seorang Muslim dapat menerima hasil-hasil teknologi yang sumbernya netral, dan tidak menyebabkan maksiat, serta bermanfaat bagi manusia, baik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan unsur “debu tanah” manusia maupun unsur “ruh Ilahi”manusia.

Al Qur’an tidak akan berubah sejak diturunkan hingga akhir zaman, sedangkan sains dapat berubah temuannya dari masa kemasa karena bertambahnya informasi/data yang diperoleh sebagai akibat makin canggihnya peralatan/teknologi dan berkembangnya fisika dan matematika. Dan pendapat bahwa mempercayai kebenaran Al Qur’an adalah sikap yang tidak bisa ditawar. Apabila sains tampak menemukan suatu yang tidak serasi dengan Al Qur’an, ada dua kemungkinan penyebabnya: sains belum lengkap datanya dan belum terungkap semua gejala yang berkaitan sehingga kesimpulannya meleset, atau pemahaman terhadap ayat yang bersangkutan kurang benar.

1. QS AL ANBIYA AYAT 30 TENTANG PENCIPTAAN ALAM SEMESTA



30. Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?

2. QS AS SAJDAH AYAT 5 DAN QS AL MA'AARIJ AYAT 4 TENTANG RELATIVITAS WAKTU yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu[1190]

[1190] Maksud urusan itu naik kepadanya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya.



4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.[1510]

[1510] Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

3. QS AR RA'D AYAT 2 TENTANG KEBERADAAN ATMOSFER



bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini Pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

4. QS ATH THARIQ AYAT 11 TENTANG FUNGSI ATMOSFER



11. Demi langit yang mengandung hujan[1570]

[1570] Raj'i berarti kembali. hujan dinamakan Raj'i dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan Begitulah seterusnya.

5. QS Al MULK AYAT 3 TENTANG LAPISAN ATMOSFER



3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?

6. QS AL AN'AM AYAT 125 TENTANG KONDISI TEKANAN UDARA



125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

[503] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.

Tertib Susunan (chronology/sequence of events)

Oleh kerana Allah SWT menggunakan penyambung ‘Fa’ dalam ayat-ayat ini, maka ia bermakna terdapat metamorfosis (perubahan bentuk/sifat) atau transformasi (peralihan keadaan) yang hendak dijelaskan kepada manusia.

Chronology

Az-Zariyat ==> Al-Hamilat ==> Al-Jariyat ==> Al-Muqassamat Penabur ==> Pembawa data/muatan ==> Peluncur ==> Pembahagi data/arahan Elektron ==> Foton ==> Gelombang Elektromagnetik ==> Transciver

Mungkinkah Nabi Muhammad SAW sudah mempunyai pengetahuan tentang makhluk-makhluk ini? Mungkinkah Baginda Nabi SAW tahu kronologi atau tertib-susunan mahkluk ini supaya ianya bermakna dan dapat digunakan oleh manusia? Tidakkah ini membuktikan Al-Quran itu kalam Allah?

Bolehkah Foton terhasil sekiranya elektron tidak terbang/melompat keluar dari orbitnya?

Boleh gelombang elektromagnetik meluncur sekiranya tidak ada tenaga foton? Dan bolehkah

“transceiver” mengumpul dan membahagi data/arahan sekiranya gelombang tidak ada?

Ke empat-empat ayat ini MESTI disusun dalam tertib sebegini, kalau tidak komunikasi tanpa wayar tidak boleh berlaku. Misalnya tidak boleh kita luncurkan foton terlebih dahulu kemudian baru kita cuba mengisi (mengkod) data. Begitu juga foton tidak akan bertabur sekiranya elektron tidak melompat keluar orbit. Tidakkah susunan 4 ayat ini amat menakjubkan.

7. QS AN NUR AYAT 43 TENTANG PROSES TERJADINYA HUJAN



43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

Tafsir Ayat tentang teknologi Surat Al-Baqarah ayat 20



20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Thahir ibn ‘Asyur memahami ayat ini sebagai gambaran tentang orang-orang munafik ketika menghadiri majlis Rasulullah saw. dan mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung ancaman serta berita-berita yang menggembirakan. Dengan demikian ayat-ayat Al Qur’an diibaratkan dengan hujan yang lebat, apa yang dirasakan oleh orang-orang munafik diibaratkan dengan aneka kegelapan, sebagaimana dialami pejalan diwaktu malam yang diliputi oleh awan tebal sehingga menutupi cahaya bintang dan hujan. Guntur adalah kecaman dan peringatan Al Qur’an. Kilat adalah cahaya petunjuk al Qur’an yang dapat ditemukan dicelah peringatan-peringatan itu. ( dan listrik keduanya adalah cahaya, cahaya berguna untuk penerangan. Penerangan yang berupa listrik dapat dipakai untuk alat belajar/membaca ilmu pengetahuan pada waktu gelap. Listrik dan qalam/alat tulis merupakan teknologi, keduanya sangat penting dan dapat dipergunaka oleh manusia khususnya bagi orang Islam untuk belajar/mencari ilmu sehingga dapat mengetahui ilmu-ilmu yang lain yang sebenarnya juga sudah diisyaratkan oleh Allah dalam Al Qur’an.

8. QS AN NUR AYAT 40 TENTANG KEADAAN DASAR LAUT



40. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila Dia mengeluarkan tangannya, Tiadalah Dia

dapat melihatnya, (dan) Barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah Tiadalah Dia mempunyai cahaya sedikitpun.

9. QS AR RAHMAAN AYAT 19-20 TENTANG MUKJIZAT DASAR LAUT



19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

20. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing [1443].

[1443] Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa la yabghiyan Maksudnya masing-masingnya tidak menghendaki. dengan demikian maksud ayat 19-20 ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) Maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), Maka bertemulah dua lautan itu.

seperti terusan Suez dan terusan Panama.

10. QS ATH THALAAQ AYAT 12 TENTANG LAPISAN BUMI



kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

11. QS AN NABA AYAT 6-7 TENTANG lempengan BESAR BUMI



6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

7. Dan gunung-gunung sebagai pasak?,

12. QS AN NAHL ayat 68 TENTANG BINATANG LEBAH



68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",

13. QS AN NAHL ayat 66 TENTANG BINATANG pemamah biak



memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.

14. QS AL MU'MINUUN AYAT 12-14 TENTANG PROSES PENCIPTAAN MANUSIA



12. Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.