BAB III ANALISIS PANDANGAN TOKOH-TOKOH PROTAGONIS
3.2.1 Pandangan Tokoh Farid terhadap Aborsi dalam
Farid adalah seorang pria yang memiliki kharisma. Ia bekerja sebagai pimpinan cabang perusahaan Bonafit, di perusahaan inilah ia bertemu dengan Melodi dan menjalin hubungan secara diam-diam hingga Melodi hamil. Farid adalah pria yang tidak setia. Farid sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak, tetapi ia selingkuh dengan Melodi hingga Melodi hamil. Farid sangat mencintai Melodi, ia tidak ingin kehilangan Melodi. Farid juga tidak ingin keluarganya mengetahui perselingkuhannya dengan Melodi. Oleh karena itu, Farid menyetujui aborsi, menurutnya aborsi sah-sah saja untuk di lakukan. Hal inilah yang mempengaruhi pandangan Farid terhadap aborsi.
Farid bingung setelah mengetahui Melodi hamil. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Farid ingin bertanggungjawab dengan menikahinya tetapi ia tidak bisa karena ia telah menikah. Menurutnya aborsi dapat dilakukan jika pihak pria tidak dapat bertanggung jawab. Farid sangat mencintai Melodi tetapi ia tidak dapat bertanggung jawab atas kehamilan Melodi. Farid tetap menyuruh Melodi untuk menggugurkan kandungannya (205).
(205) Kamu harus menggugurkannya...
Kalimatnya mendengung diseluruh ruang telinga dan hatiku Menggugurkannya...
Bukan ini jawaban yang kupinta darimu, Farid.
” Kamu tahu Mel, aku tidak bisa...,” Farid menghela napas panjang (hlm.12).
Farid mengalami konflik batin, ia ingin bertanggungjawab tapi tidak bisa, sedangkan disisi lain ia merasa kasihan terhadap Melodi. Farid terpaksa menyuruh Melodi untuk mengaborsi kandungannya dengan berbagai alasan (206).
(206) Farid duduk termangu menatap ketegaranku dengan ragu. Lalu ia
menunduk lagi lebih lama. Aku tahu ada perang hati di sana (hlm.13).
Farid tetap memaksa Melodi dengan memberikan alasan-alasannya agar Melodi mau melakukan aborsi. Farid memandang aborsi dapat dilakukan jika masih berupa embrio dengan alasan belum memiliki nyawa (207).
(207) ”Anak itu belum berupa janin, Mel. Dia masih berupa embrio.”
”Tapi ia sudah bertumbuh di sini, Farid, pekikku kering sambil mengelus perutku yang masih tipis (hlm.12).
Farid tidak ingin kehilangan keluarganya, tetapi disisi lain Farid juga tidak ingin kehilangan Melodi. Jalan satu-satunya yang dapat Farid ambil adalah dengan aborsi. Farid tetap berusaha membujuk Melodi agar mau mengaborsi
hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Ia tidak memikirkan Melodi yang sedih karena sikapnya (208).
(208) ”untuk kebaikan semuanya, Mel”. ”Aku tidak mau melakukannya.”
”Hanya itu satu-satunya jalan yang bisa kita ambil, Sayang.” (hlm.13).
Pandangan Farid mengenai aborsi yaitu bahwa aborsi dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan keluarganya. Farid memang sudah berkeluarga tetapi ia selingkuh dengan Melodi. Farid takut jika mepertahankan kandungan Melodi maka ia kehilangan keluarganya. Oleh karena itu, Farid memaksa Melodi untuk aborsi. Farid sedikit marah karena Melodi tidak mau mendengarkan solusinya, dengan sedikit merayu Farid tetap memaksa Melodi (209)
(209) ”AKU PUNYA KELUARGA, MEL! APA KATA ISTRI DAN DUA ANAKKU DI RUMAH NANTI? TIDAK MUNGKIN AKU MENIKAHIMU DALAM KONDISI SEPERTI INI! LALU BAGAIMANA NANTI DENGAN MEREKA? PIKIR DONG, MEL! HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN ADALAH MENGGUGURKAN KANDUNGAN ITU (hlm.15).
Farid memandang bahwa aborsi dilakukan agar ia dapat melanjutkan hubungannya dan dapat mencintai Melodi lagi. Farid sedikit merayu agar Melodi mau mengugurkan kandungannya, tetapi Melodi tetap menolak. Farid sedikit egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Menurutnya ia dapat bertanggung jawab dengan mencarikan tempat aborsi yang aman sehingga Farid tetap bisa mencintai tanpa diketahui oleh siapapun. Aborsi dipandang sebagai jembatan untuk melanjutkan cintanya kepada Melodi (210-211).
(210) AKU BERJANJI AKAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS ATAS
TETAP AKAN MENCINTAIMU. AKU TIDAK AKAN PERNAH BISA BERHENTI MENCINTAIMU, MELODI. (hlm.15).
(211) Gugurkan kandunganmu, dan kita masih tetap bisa mencintai seperti yang lalu, ” bisiknya kemudian berulang-ulang. Farid menyesal dengan kalimat menyudutkan yang keluar dari bibirnya. ”Maafkan aku, ...aku tak bisa berpikir jernih.” (hlm.16).
Farid memandang bahwa dengan melakukan aborsi berarti ia dapat melanjutkan kehidupan yang baru tanpa diganggu oleh kehadiran seorang anak. Kehamilan hanya akan menghambat hidup. Farid mencoba membujuk Melodi agar mau mengaborsi kandungannya (212).
(212) KAMU MASIH TETAP BISA MELANJUTKAN HIDUPMU TANPA
DIRECOKI DENGAN SEORANG ANAK (hlm.15).
Farid bingung menghadapi Melodi karena menolak aborsi. Farid pun sedikit marah dan memaksa Melodi terus. Pandangan lain Farid mengenai dilakukannya aborsi, yaitu agar dapat melanjutkan karier. Farid terus berusaha mencari alasan agar Melodi mau mengaborsi kandungannya. Menurutnya, Melodi masih muda, jadi melakukan aborsi tidak masalah. Farid tidak mau menikahi Melodi. Farid menganggap bahwa aborsi merupakan solusi yang terbaik (213).
(213) KAMU MASIH MUDA. KAMU MASIH BISA MENGEJAR KARIER.
HIDUPMU MASIH PANJANG. MENIKAHIMU, BUKAN CARA YANG BAIK UNTUK MENJADI SOLUSI. GILA KAMU MEMAKSAKU MENIKAH DENGANMU. AKU TIDAK BISA. AKU TIDAK BISA!” Farid berteriak-teriak kalap (hlm.15).
Walaupun Farid tidak mau bertanggungjawab, ia tetap peduli dan sayang pada Melodi. Terbukti saat ia mengirimkan sejumlah uangnya yang cukup besar ke rekening Melodi untuk biaya hidup Melodi dan anaknya. Farid tetap memperhatikan dan peduli terhadap keadaan dan kondisi Melodi (214).
(214) Dan di belakang hari, ternyata Farid juga mentransfer sejumlah uang yang sangat besar ke rekening tabunganku (hlm. 17).
Dilihat dari analisis sikap-sikap Farid, diketahui bahwa Farid merupakan tokoh yang menyetujui adanya aborsi. Farid memandang aborsi sah-sah saja dilakukan jika pihak pria tidak bisa bertanggungjawab ( 205).
Aborsi bagi Farid dapat dilakukan jika masih berupa embrio. Farid menganggap janin yang masih berupa embrio belum memiliki nyawa. Mengaborsi janin yang belum bernyawa berarti bukanlah hal yang berdosa (207).
Farid memiliki pandangan bahwa aborsi merupakan satu-satunya jalan dan untuk kebaikan semuanya. Kebaikan untuk kelanjutan hubungannya dengan Melodi agar tidak ada yang mengetahui perselingkuhannya (208).
Farid memandang bahwa aborsi dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan keluarganya. Farid tidak ingin kehilangan keluarganya hanya karena anak yang dikandung Melodi. Farid lebih mementingkan keluarganya dibanding Melodi (209).
Aborsi dipandang sebagai jembatan agar dapat melanjutkan hubungan. Farid tidak ingin hubungannya dengan Melodi berakhir gara-gara kehadiran seorang anak. Farid tetap menyuruh Melodi aborsi agar ia dapat berhubungan dengan Melodi dan mencintai Melodi terus (210-211).
Farid memandang aborsi dapat dilakukan untuk melanjutkan hidup. Kehamilan hanya akan menghambat hidup seseorang jika belum menikah. Aborsi merupakan solusi yang tepat untuk dilakukan. Farid menganggap bahwa dengan
aborsi maka Melodi dapat melanjutkan hidupnya tanpa direcoki dengan seorang anak (212).
Aborsi bagi Farid dapat dilakukan dengan alasan agar dapat melanjutkan karier. Farid melihat Melodi masih muda, ia tidak ingin karier Melodi hilang gara-gara Melodi hamil. Aborsi tetap dipaksakan oleh Farid agar Melodi dapat melanjutkan kariernya (213).
3.2.2 Pandangan Tokoh Ayah terhadap Aborsi dalam Novel Aborsi Karya