• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

28. Sekretaris SEM

4.1.2. Panen dan pasca panen kelapa sawit

a. Kriteria matang panen

Kriteria matang panen di PT. Pangian ditentukan berdasarkan jumlah buah sawit yang sudah jatuh (brondolan), yakni kriteria matang panen berondol 5 jatuh alami dipiringan (kurang dari 5 berondol dianggap HB).

b. Rotasi dan sistem panen

Rotasi panen di PT. Pangian menggunakan sistem 6/10, artinya dalam sepuluh hari terdapat enam hari panen dan masing- masing ancak panen diulangi (dipanen) pada sepuluh hari berikutnya. Sistem panen yang digunakan adalah ancak tetap.

c. Alat panen dan pasca panen

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan panen dan pengangkutan TBS ke PKS adalah Eggrek, Gancu, Kampak/Parang, Gerobak, Batu asah, Truck/Johndere, Tojok, Garukan, Timbangan Automatic, Komputer, Alat tulis.

d. Panen

 Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

 Pemanen mendatangi tiap pokok kelapa sawit satu demi satu, dan mengamati ada-tidaknya tandan matang dengan melihat berondolan dipiringan atau ke ketiak pelepah sebanyak kriteria matang panen ( 5 brondolan/tandan).

 Apabila yang diamati telah matang panen maka pelepah yang menyangga tandan tersebut dipotong lebih dulu dengan dodos atau egrek.

 Potong tandan secara mepet dengan kemiringan dodos 450, pelepah

diletakkan digawangan mati atau antar pokok.

 Tandan buah yang matang panen lalu dipotong dengan dodos atau engrek, lalu tangkainya dipotong pendek berbentuk huruf ― V ‖ dengan kampak.

 Brondolan yang ada dipiringan dan dipokok dikutip dan dikumpulkan dengan tangan atau garpu kait serta dibersihkan dari tanah dan sampah.

 Pemanen diwajibkan memotong seluruh buah matang yang berada di ancaknya sebelum pindah ke ancak berikutnya.

 Selanjutnya TBS dan brondolan yang ada diseluruh piringan diangkat dan dilangsir ke TPH, baik dengan pikulan ataupun gerobak sorong.

 Setiba di TPH, TBS disusun berjejer 5-5 tandan dengan tangkai tandan menghadap kearah jalan, kemudian brondolan yang sudah bersih dimasukkan kedalam karung terbuka dan diletakkan disamping susunan TBS.

 Selama pelangsiran tandan, agar dihindarkan pelukaan buah sebisa mungkin, antara lain dengan mengangkat buah dengan sarung tangan karet dan tidak melempar buah.

e. Kebutuhan tenaga panen

Tenaga panen ditentukan berdasarkan kapasitas panen maksimal/HK biasanya tenaga panen diberikan ancak 2,5 Ha/hari atau 15 ha/pemanen. Perhitungan biaya pemanen ditentukan berdasarkan tonase TBS pemanen yaitu 1 Ton TBS dihargai Rp. 97.000,. Menghitung tenaga kerja pemanenan buah rumus yang digunakan dikebun pangian adalah sebagai berikut.

Kebutuhan tenaga pemanen = 15 : 1 Luas yang akan dipanen : 15 ha Contoh :

f. Pasca panen

o Pengangkutan TBS ke pabrik.

Pengangkutan adalah transfer buah dari kebun menuju PKS

.

Buah kelapa

sawit hasil panen (TBS) harus segera diangkut ke pabrik agar dapat segera diolah. Adapun prosedur kerja pengangkutan TBS ke pabrik di PT. Pangian yaitu sebagai berikut :

a. Pelaksanaan pengangkutan TBS :

 Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

 Mandor panen mengarahkan sopir trailer/jonder menuju lokasi panen berdasarkan jalurnya.

 Kendaraan transport mulai memuat buah yang dipanen paling dulu pada lokasi yang sudah diberitahu, terutama didahulukan buah overnight.

 Selanjutnya tenaga muat memuat buah (TBS) dengan benar dan hati-hati (untuk mencegah pelukaan berlebihan) menggunakan toyak atau sarung tangan karet, dan menggunakan karung untuk memuat brondolan.

 Kendaraan transport menjalani TPH demi TPH sampai baknya penuh, buah disusun dengan rapi menggunakan gancu atau sarung tangan karet.

 Lalu buah dibawa ketuangan dan dibongkar dituangan.

 Setelah membongkar buah di tuangan, kendaraan transport harus segera kembali ke lokasi panen untuk memuat TBS lagi.

 Kendaraan transportasi harus memuat buah hasil panen hari itu sampai habis, bila perlu harus dilanjutkan sampai malam hari.

 Siap kan truk lalu tenaga muat memuat buah, buah disusun dengan rapi menggunakan gancu atau sarung tangan karet dan dibawa ke pabrik.

 Sebelum berangkat, mandor mengisi nota pengiriman TBS, lalu langsung ke pabrik dengan mengambil route terpendek dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan harus dicegah kemungkinan buah terjatuh dengan mengendalikan kecepatan.

 Setelah membongkar buah di pabrik, kendaraan transport harus segera kembali ke tuangan untuk memuat TBS lagi, sambil membawa nota timbangan dari pabrik dan menyerahkannya kepada asisten.

b. Penimbangan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

 Sebelum melakukan penimbangan supir melapor kepada petugas keamanan.

 Mobil masuk ke jembatan timbang sesuai antrian.

 Supir turun dari mobil dan menyerahkan surat pengantar barang (SPB) .  Petugas timbangan menginput :

 Nomor kendaraan :

 Nama barang :

 Nomor relasi :

 Nomor referensi :

 Pastikan angka di weighing indikator telah stabil.

 Tekan ―enter‖ untuk menyimpan hasil penimbangan bruto.

 Petugas timbangan menekan bel yang menandakan penimbangan pertama (first weight) telah selesai.

 Sopir naik kemobil.

 Mobil keluar dari jembatan timbang.

 Mobil membongkar muatan di loading ramp.

 Mobil kembali ke jembatan timbangan untuk menimbang tarra.  Sopir turun dari mobil.

 Petugas timbangan menyesuaikan nomor kendaraan dengan hasil penimbangan bruto (first weight) yang pastikan angka di weighing indicator telah stabil dan tekan ―enter‖ untuk menyimpan hasil penimbangan.

 Cetak hasil penimbangan .

 Supir menandatangani bukti penimbangan.

 Penimbangan kedua (second weight) telah selesai.

 Sopir naik ke mobil dan mobil ke luar dari jembatan timbang.  Petugas timbangan mengarsip bukti hasil penimbangan.

c. Sortasi TBS dilakukan dengan cara sebagai berikut :

 Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

 Mobil buah setelah ditimbang di jembatan timbang selanjutnya mobil buah menuangkan buah di stasiun loading ramp (di peron).

 Setelah itu petugas sortasi mencatat nomor polisi, jam masuk angkuatan TBS tersebut.

 Petugas sortasi buah mensortasi buah yang telah diangkut mobil buah dengan kriteria sebagai berikut:

1. Mentah, tandan berwarna ungu kehitaman dan tidak memiliki brondolan pada waktu pemeriksaan.

2. Kurang Matang, tandan yang berwarna orange kemerah-merahan dan memiliki kurang dari 2 brondolan lepas per kg berat tandan pada waktu pemeriksaan di pabrik.

3. Matang, tandan yang berwarna orange kemerah-merahan dan memilki lebih dari 2 brondolan lepas per kg berat tandannya sampai lebih dari 50% brondolan masih lekat dengan tandan pada saat pemeriksaan di pabrik.

4. Terlalu Matang, tandan yang berwarna merah gelap dan memiliki lebih dari 50 % brondolan lepas.

5. Janjang Kosong, tandan yang memiliki lebih dari 90 % brondolan lepas pada saat pemeriksaan di pabrik.

6. Tandan Tangkai Panjang, tandan yang memiliki panjang tangkai lebih dari 3 cm (diukur dari bagian dasar tangkai).

7. Tandan Restan, tandan yang lebih dari 24 jam terhitung setelah panen

 Setelah dilakukan sortasi maka petugas sortasi mencatat hasil sortasi ke laporan grading TBS dan dirata-ratakan masing-masing unit kebun, setelah itu dilaporkan kepada laboratorium untuk dilaporkan ke kantor direksi.

4.2. Pembahasan

Dokumen terkait