HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Paparan Data Siklus I
Kegiatan yang dilakukan pada siklus I meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut:
a. Perencanaan siklus I
Pada tahap ini rencana tindakan yang telah dibuat adalah:
1) Rancangan pemebelajaran dengan menerapkan teknik scramble.
2) Lembar materi berupa penjelasan menentukan ide pokok siatu paragraf yang dapat dijadikan acuan dalam menyampaikan materi kepada murid.
3) Merancang media pembelajaran berupa teks bacaan yang dikeluarkan dalam kartu-kartu paragraf.
4) Menentukan dan menyusun alat-alat instrument penelitian yang berupa LKM dan tes formatif.
Pemebelajaran memebaca pemahaman dilaksanakan dengan menggunakan teknik scramble dilakukan guru dengan beberapa tahap yaitu:
1) Tahap persiapan
- Menyiapkan wacana yang berjudul “ Menyanyilah Setiap Hari”. Kemudian paragraf-paragraf yang terdapat dalam teks dikeluarkan ke dalam kartu-kartu.
- Setiap kartu hanya mengandung satu paragraf.
- Kartu diberi nomor urut yang pengurutanya dikacaukan.
- Membagi murid dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 5-6 orang murid.
- Menagatur posisi tempat duduk agar kelompok yang satu dan yang lain tidak terganggu atau mengganggu.
2) Kegiatan Inti
Langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam kegiatan ini meliputi:
- Setiap kelompok murid dengan perangkat kartu paragraf untuk didiskusikan dalam kelompoknya masing-masing.
- Guru memimpin diskusi kelompok besar untuk menganalisis dan mendengarkan pertanggungjawaban setiap kelompok kecil.
- Setelah seluruh kelompok tampil selanjutnya kegiatan diskusi dilanjutkan dengar pendapat dan komentar perorangan.
- Guru mengiring dan mengarahkan murid melakukan uji banding dan pada akhirnya mereka dapat menentukan
sikap/ pilihan sendiri atas susunan wacana logis dan tidak logis atas dasar nalarnya sendiri.
- Setelah menghasilkan kesepakatan, satu atau dua murid membaca teks asli.
- Satu- dua orang murid menceritakan kembali isi wacana menggunakan kata-kata sendiri.
3) Tindak Lanjut
Tindakan tindak lanjut ditentukan oleh hasil dan proses belajar murid. Tindak lanjut yang dilakukan yaitu antara lain:
- Kegiatan pengayaan berupa pemberian tugas yang serupa dengan bahan yang berbeda.
- Mencari makna kosakata baru dalam kamus dan mengaplikasikannya dalam kalimat.
Adapun tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah 1) murid menyusun paragraf menjadi suatu teks bacaan yang utuh. 2) murid dapat menentukan ide pokok tiap paragraf dalam suatu teks bacaan. 3) murid dapat menceritakan kembali isi bacaan dengan kata-kata sendiri. Dalam pencapaian tujuan pembelajaran tersebut, perencanaan pembelajaran dibagi atas tiga kegiatan, yaiti : 1) kegiatan awal yang terdiri tahap persiapan, 2) kegiatan inti yang terdiri dari tahap kegiatan inti, dan 3) kegiatan akhir yang terdiri dari tahap tindak lanjut. Meskipun perencanaan ini dibagi menjadi tiga kegiatan, namun setiap kegiatan tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan satu sama yang lainnya.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan teknik scramble pada murid kelas V SDN No.142 Borong Ampirie Kabupaten Sinjai dilaksanakan dengan 2 x pertemuan dengan alokasi waktu 5 x35 menit. Pelaksanaan dilakukan pada hari rabu tanggal 12 Februari 2014 dan senin 17 februari 2014 dengan 37 orang murid yang hadir.
Proses pembelajaran dengan tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Masing-masing kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut:
Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal, guru mempersiapkan fasilitas yang terkait dengan pembelajaran membaca pemahaman seperti wacana yang berjudul “ Menyanyilah Setiap Hari ” dan media pembelajaran yang berupa kartu-kartu paragraf. Setiap kartu hanya mengandung satu paragraf dan urutan kartu sengaja di kacaukan. Kegiatan inti dilanjutkan dengan membangkitkan semangat belajar murid sekaligus menggali pengetahuan awal murid tentang menentukan ide pokok suatu paragraf melalui Tanya jawab. Dalam hal ini guru meninjau ulang materi sebelumnya, menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kegiatan inti.
Setelah itu murid bagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5-6 orang murid,kemudian mengatur tempat duduk murid agartidak saling mengganggu saling mengganggu,serta mengkondisikan murid agar siap melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah dan jatah waktu setiap fase kegiatan yang akan di lalui dalam kegiatan inti.
Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelajaran yang telah di susun penyajian materi pada kegiatan inti ini,.di lakukan melalui tahap kegiatan inti
Pada tahap kegiatan inti aktivitas yang di lakukan adalah :
- Setiap kelompok murid dengan perangkat kartu paragraf untuk didiskusikan dalam kelompoknya masing-masing
- Guru memimpin diskusi kelompok besar untuk menganalisis dan mendengarkan pertanggungjawaban setiap kelompok kecil
- Setelah seluruh kelompok tampil selanjutnya kegiatan diskusi di lanjutkan dengar pendapat dan komentar perrorangan.Guru mengiring dan mengarahkan murid melakukan uji banding dan pada akhirnya mereka dapat menentukan sikap / pilihan sendiri atas susunan wacana berterima / logis dan tidak berterima atas dasar nalarnya sendiri .
- Setelah menghasilkan kesepakatan ,satu atau dua murid membaca teks asli.
- Satu-dua orang murid menceritakan kembali isi wacana menggunakan kata-kata sendiri.
Setelah kegiatan di atas selesai, maka guru melanjutkan dengan memberikan tes formatif yang bertujuan untuk mengecek kemampuan murid dalam membaca pemahaman. Tes formatif pada siklus I terdiri dari 5 butir soal yang tertera pada lampiran 7 hal 83. Guru membagikan soal dengan lembar jawaban dan memberikan perhatian lebih agar tidak ada murid yang bekerja sama dalam menyelesaikan soal.
Setelah 20 menit murid mengerjakan tes formatif, guru memberikan perhatian agar semua murid memeriksa ulang jawabannya. Kemudian murid diminta untuk mengumpulkan lembar jawabannya.
Kegiata Akhir
Pada kegiatan akhir dilaksanakan tahap tindak lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu mencari makna kosakata baru dalam kamus dan mengaplikasikannya dalam kalimat. Selanjutnya guru dalam hal ini sebagai guru pembimbing, membimbing murid merangkum materi pelajaran dan memberikan motivasi/ pesan-pesan moral yang sifatnya membangun. Berdasarkan hasil kerja murid dapat disimpulkan masih ada 11 orang murid yang belum mencapai standar ketuntasan belajarnya yaitu 70,3% dengan melihat ketuntasan belajar yang masih berada pada kategori sedang, peneliti merencanakan pelaksanaan siklus II sebagai upaya perbaikan dari siklus I.
c. Observasi Siklus I
Observasi dilakukan peneliti di kelas V SDN No.142 Borong Ampirie pada proses pembelajaran. Adapun aspek yang diamati adalah
aktivitas guru dan murid di kelas yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Sebelum pembelajaran berlangsung, peneliti dalam hal ini sebagai guru telah menyiapkan RPP, LKM. Tes formatif, Media berupa kartu-kartu paragraf, Lembar observasi guru serta murid.
Data yangdiperoleh dari hasil observasi dalam pembelajaran siklus I sebagai berikut:
Pada lima menit pertama guru menyampaikan salam dan mengapsen murid. Keadaan murid tampak kurang bersemangat dan acuh tak acuh terhadap pelajaran. Apalagi setelah mereka mengetahui bahwa materi yang akan dipelajari adalah membaca pemahaman. Sepuluh menit kemudian guru memberikan apersepsi dengan mengadakan Tanya jawab mengenai cara menentukan ide pokok suatu paragraf. Mengenalkan teknik scramble dalam membaca pemahaman. Perubahan susunan kelas terjadi, murid tampak antusias, dan kelihatan bersemangat ingin tahu, lebih-lebih setelah mengetaui bahwa teknik scramble ini adalah suatu permainan.
Guru menyampaikan tata tertib atau aturan dan petunjuk permainan yang digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Beberapa murid bertanya tentang permainan ini karena mereka masih belum jelas.
Guru kemudian mengelompokkan murid yang terdiri dari 5 – 6 orang, suasana kelas gaduh suara kursi dan anak memenuhi ruangan. Guru berkeliling dan memberikan arahan, setelah semua murid menemukan
kelompoknya, suasanapun tenang kembali, meskipun ada beberapa murid yang tidak setuju dengan kelompoknya dan adapula yang enggan membalik kursinya sehingga duduknya kelihatan tidak nyaman.
Guru membagikan kartu paragraf kepada setiap kelompok. Murid melakukan diskusi kelompok. Suasana tampak kondusif, meskipun ada beberapa murid yang selalu memperhatikan kelompok yang lain karena guru tidak mengatur posisi masing-masing kelompok sehingga mereka saling mengganggu. Namaun ada pula muridyang tampak serius membaca dan berdiskusi dengn teman kelompoknya. Mereka berusaha mendekat dan merapatkan tempat duduknya. Ada beberapa murid yang acuh tak acuh asik dengan buku catatannya sendiri. Suasana hening sampai 20 menit.
Pada saat diskusi kecil berlangsung, masih terdapat murid yang mengalami kesulitan untuk mengurutkan susunan kartu-kartu paragraf dan kesulitan untuk menentukan ide pokok paragraf. Kelas kembali gaduh ketika setiap kelompok telah menyelesaikan tugasnya dan berlomba untuk menempelkan susunan kartu paragraf yang mereka anggap benar di papan tulis. Setiap kelompok tidak ingin di dahului oleh kelompok yang lainnya dan saling berebut siapa tercepat menyelesaikan tugasnya.
Setelah setiap kelompok menempelkan susunan kartu yang mereka anggap benar, mereka kembali ketempat masing-masing. Kegiatan selanjutnya adalah diskusi kelas dipimpin oleh guru. Guru meminta salah satu wakil dari setiap kelompok untuk membacakan pendapat mereka.
Setelah seluruh kelompok membacakan pendapatnya, murid diperbolehkan untuk memberikan tanggapan terhadap pendapat kelompok lainnya. Tiap-tiap kelompok mengungkapkan alasan, mereka berusaha mempertahankan pendapatnya. Kelas terlihat kacau dan gaduh. Guru tidak membimbing dan mengarahkan murid untuk membandingkan pendapat mereka, guru langsung menyuruh seorang murid maju untuk membaca teks aslinya sehingga murid tidak menentukan sikap/ pilihan sendiri atas susunan wacana yang logis berdasarkan nalarnya sendiri tapi berdasarkan teks yang dibacakan.
Pada saat teks yang asli di bacakan, kelas tampak tenang semua murid mendengarkan dengan seksama. Setiap awal paragraf terdengar suara gemuruh, dab pada awal paragraf terakhir beberapa kelompok berteriak gembira, tetapi ada kelompok yang diam menekuni kartu-kartu paragrafnya. Pada saat guru meminta salah satu murid untuk menceritakan kembali isi cerita semua diam, tidak ada yang mengacungkan tangan, guru kembali memberikan penjelasan bahwa murid tidak perlu menceritakan isi bacaan sama persis dengan kata-kata yang ada dalam teks, yang penting maksud yang terkandung di dalam bacaan tidak berubah. Setelah itu berubah salah satu murid mengacungkan tangannya untuk bercerita.
d. Analisis dan Refleksi
Dari hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukan bahwa masih ada murid yang belum memahami cara menetukan ide pokok suatu paragraf. Hal tersebut terbukti dari hasil tes formatif murid yang menggambarkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus I belum mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan, dimana ketuntasan belajar murid hanya pada kategori sedang yaitu (70,3%) Hasil tes formatif siklus I dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 85.
Selain hasil tes, peneliti juga menganalisis data observasi guru dan murid. Adapun temuan-temuan pada tiap tahap aktifitas guru dan murid tersebut diuraikan sebagai berikut:
1) Pada tahap persiapan guru langsung membagi kelompok tanpa memperhatikan prosedur pembagian kelompok.
2) Pada tahap kegiatan inti guru telah menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan serta petunjuk pelaksanaan permainan namun masih belum mendetail dan penjelasannya terlalu cepat sehingga masih ada murid yang kurang memahami hal tersebut.
3) Guru belum mampu mengelola kelas dengan baik sehingga suasana kelas menjadi gaduh pada saat permainan berlangsung dalam hal tersebut mengganggu kelas lain.
4) Guru tidak membimbing danmengarahkan murid untuk melakukan uji banding atau membandingkan pendapat mereka sehingga pada
akhirnya mereka dapat menentukan sikap/ pilihan sendiri atas susunan wacana logis dan tidak logis atas dasar nalarnya sendiri.
5) Pada tahap murid menceritakan kembali isi bacaan, guru kurang memberikan penjelasan bagaimana cara menceritakan kembali isi bacaan sehingga murid kurang berani untuk tamoil di depan.
6) Pada tahap persiapan terdapat murid yang tidak setuju dengan kelompok yang telah ditentukan oleh guru. Selain itu terdapat pula murid yang tidak mau memutar posisi tempat duduknya sehingga terlibat kurang nyaman pada saat mengikuti pelajaran.
7) Pada saat diskusi berlangsung, terdapat murid yang acuh tak acuh terhadap pembelajaran.
8) Masih terdapat murid yang mengalami kesulitan untuk mengurutkan susunan paragraf menjadi suatu bacaan yang utuh.
Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran belum berhasil sempurna. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan perbaikan dengan merencanakan siklus II. Adapun indikator pembelajaran yang telah berhasil tetap dilanjutkan sedangkan yang belum berhasil sempurna diadakan perbaikan.
Berdasarkan temuan-temuan pada siklus I, maka perlu perbaikan pada siklus II yaitu pada tahap aktifitas guru dan murid hal tersebut diuraikan sebagai berikut:
1. Guru sebaiknya mengelompokkan murid berdasarkan kesenangan berteman dan kesamaan minat murid, agar murid dapat bekerjasama dengan baik.
2. Dalam menjelaskan materi pembelajaran, guru sebaiknya menjelaskan secara perlahan mengingat teknik ini masih agar murid dapat memahami dengan baik.
3. Karena teknik scramble merupakan teknik permainan yang memungkinkan murid akan gaduh, maka sebaiknya pembelajaran dengan teknik ini dilaksanakan di luar kelas agar tidak mengganggu kelas lain.
4. Guru sebaiknya membimbing dan mengarahkan murid untuk melakukan uji banding atau menbandingkan pendapat mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat menentukan siskap/ pilihan sendiri atas susunan wacana logis dan tidak logis atas dasar nalarnya sendiri.
5. Guru sebaiknya memberikan penjelasan tentang cara menceritakan kembali isi bacaan sehuingga murid mampu menceritakan kembali isi bacaan dengan kata-katanya sendiri tanpa mengubah maksu dan tujuan dari isi bacaan.
6. Guru sebaiknya memberikan pengarahan khusus kepada murid yang pasif, acuh tak acuh terhadap pelajaran, serta tidak mau sekelompok dengan murid yang telah ditentukan.
7. Kesulitan sebagai besar murid mengurutkan paragraf-paragraf menjadi bacaan perlu sekali diperhatikan, dan perlu diberi pelajaran dengan contoh-contoh yang konkret.
2. Paparan Data Siklus II
Kegiatan yang dilakukan pada siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut:
a. Perencanaan sisklus II
Pada tahap ini rencana tindakan yang telah dibuat adalah:
Rancangan pembelajaran dengan menerapkan teknik scramble.
1) Lembar materi berupa penjelasan menentukan ide pokok suatu paragraf yang dapat dijadikan acuan dalam menyampaikan materi kepada murid.
2) Merancang media pembelajaran berupa teks bacaan yang dikeluarkan dalam kartu-kartu paragraf.
3) Menetukan dan menyusun alat-alat instrument yang berupa LKM dan tes formatif.
Pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan dengan menggunakan teknik scramble dilakukan guru dengan beberapa tahap yaitu:
a) Tahap persiapan
- Menyiapkan wacana berjudul “Dokter Kecil”. Kemudian paragraf-
paragraf yang terdapat dalam teks dikeluarkan ke dalam kartu-kartu.
- Setiap kartu hanya mengandung satu paragraf.
- Kartu diberi nomor urut yang pengurutannya dikacaukan.
- Membagi murid kedalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 5-6 orang murid.
- Mengatur posisi tempat duduk agar kelompok yang satu dengan yang lain tidak terganggu atau mengganggu.
b) Kegiatan Inti
Langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam kegiatan ini meliputi:
- Setiap kelompok murid dengan perangkat kartu paragraf untuk di diskusikan dalam kelompoknya masing-masing.
- Guru memimpin diskusi kelompok besar untuk menganalisis danmendengarkan pertanggungjawaban setiap kelompok kecil.
- Setelah seluruh kelompok tampil selanjutnya kegiatan diskusi di lanjutkan dengar pendapat dan komentar perorangan.Guru mengiring dan mengarahkan murid melakukan uji banding dan pada akhirnya mereka dapat menentukan sikap / pilihan sendiri atas susunan wacana berterima / logis dan tidak berterima atas dasar nalarnya sendiri .
- Setelah menghasilkan kesepakatan ,satu atau dua murid membaca teks asli.
- Satu-dua orang murid menceritakan kembali isi wacana menggunakan kata-kata sendiri.
c) Tindak Lanjut
Kegiatan tindak lanjut ditentukan oleh hasil dan proses belajar murid.
Tindakan lanjut yang dilakukan antara lain:
- Kegiatan pengayaan berupa pemberian tugas yang serupa dengan bahan yang berbeda.
- Mencari makna kosakat dalam kamus dan mengaplikasikannya dalamkalimat.
Adapun tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah 1) murid dapat menyusun paragraf menjadi suatu teks bacaan yang utuh. 2) murid dapat menentukan ide pokok tiap paragraf dalam teks bacaan. 3) murid dapat menceritakan kembali isi bacaan dengan kata-kata sendiri. Dalam pencapaian tujuan pembelajaran tersebut, perencanaan pembelajaran dibagi atas tiga kegiatan, yaitu: 1) kegiatan awal yang terdiri dari tahap persiapan, 2) kegiatan inti terdiri dari tahap kegiatan inti, dan 3) kegiatan akhir yang terdiri dari tahap tindak lanjut. Meskipun perencanaan ini menjadi tiga kegiatan, namun setiap kegiatan tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan satu sama yang lain.
b. Pelaksaksanaan Tindakan Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan teknik scramble pada setiap murid kelas V SDN No.142 Borong Ampirie Kabupaten Sinjaidilaksanakan degan 2x pertemuan
dengan alokasi waktu 5 x 35 menit. Pelaksanaan siklus II dilakukan pada hari senin, 24 februari 2014 dan rabu, 27 februari 2014 dengan dihadiri oleh semua murid kelas empat yang berjumlah 37 orang.
Proses pembelajaran pada siklus ini sama dengan proses pembelajaran pada siklus I. Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Ketiga kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut:
Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal, guru mempersiapkan fasilitas yang terkait dengan pembelajaran membaca pemahaman seperti wacana yang berjudul “Dokter Kecil” dan media pembelajaran yang berupa kartu-kartu paragraf. Setiap kartu hanya mengandung satu paragraf dan urutan kartu sengaja di kacaukan. Kegiatan inti dilanjutkan dengan membangkitkan semangat belajar murid sekaligus menggali pengetahuan awal murid tentang menentukan ide pokok suatu paragraf melalui Tanya jawab.
Dalam hal ini guru meninjau ulang materi sebelumnya, menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kegiatan inti.
Setelah itu murid di bagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5-6 orang murid,kemudian mengatur tempat duduk murid agar tidak saling mengganggu saling mengganggu,serta mengkondisikan murid agar siap
melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah dan jatah waktu setiap fase kegiatan yang akan di lalui dalam kegiatan inti.
Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir dilaksanakan tahap tindak lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu mencari makna kosakata baru dalam kamus dan mengaplikasikannya dalam kalimat. Selanjutnya guru dalam hal ini sebagai guru pembimbing, membimbing murid merangkum materi pelajaran dan memberikan motivasi/ pesan-pesan moral yang sifatnya membangun. Berdasarkan hasil kerja murid dapat disimpulkan bahwa sebagian besar nilai murid telah mencapai nilai standar ketuntasan yang telah ditetapkan peneliti, dimana ketuntasan belajarnya mencapai 91,9%.
Dengan melihat ketuntasan belajar tersebut maka pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
c. Observasi Siklus II
Observasi dilakukan di kelas V SDN No.142 Borong Ampirie Kabupaten Sinjai pada pembelajaran. Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan murid di kelas yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Sebelum pembelajaran berlangsung, peneliti dalam hal ini sebagai guru telah menyiapkan RPP, LKM, Tes formatif, Media berupa kartu-kartu paragraf, Lembar observasi guru serta murid.
Data yang diperolah dari hasil observasi dalam pembelajaran siklus I sebagai berikut:
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dilakukan di luar kelas agar tidak mengganggu kelas-kelas lain. Pada tahap persiapan guru pun telah mengatur posisi tempat duduk setiap kelompok sehingga mereka tidak saling mengganggu. Penjelasan mengenai langkah-langkah dan petunjuk permainan secara mendetail dan terstruktur serta dilakukan secara perlahan sehingga murid memahaminya dengan baik.
Kegiatan diskusi dan membaca pemahaman dalam kelompok pada siklus II kelihatan lebih tenang, lebih serius dan lebih tertib. Murid bisa mengendalikan emosinya meskipun masih terdapat satu dua murid yang pasif, tidak ikut serta dalam diskusi. Guru berkeliling memberikan arahan dan bimbingan dalam menentukan ide pokok tiap paragraf. Kegiatan permainanpun berlangsung tertib karena hanya wakil dari masing-masing kelompok yang berlomba untuk menyusun kartu-kartu paragraf sedangkan anggota kelompok yang lain memberikan dukungan pada teman kelompoknya. Setelah setiap kelompok menyusun kartu-kartu paragraf sesuai dengan yang mereka anggap benar, mereka kembali membacanya dengan seksama.
Kegiatan selanjutnya adalah diskusi kelas dipimpin oleh guru. Guru meminta salah satu wakil dari setiap kelompok untuk membacakan pendapat mereka. Setelah seluruh kelompok membacakan pendapatnya, murid bersama-sama dengan guru menganalisis perbedaan dan persamaan, pekerjaan setiap kelompok sehingga murid dapat menentukan pilihan berdasarkan nalarnya sendiri. Murid diperbolehkan
untuk memberikan tanggapan terhadap pendapat kelompok lainnya.
Setelah menghasilkan kesepakatan, guru menugaskan salah seorang murid untuk membaca teks aslinya. Semua murid mendengarkan dengan seksama. Setelah teks asli dibacakan, guru meminta salah satu murid menceritakan kembali isi cerita, murid terlihat antusias untuk bercerita di depan kelas, hal ini terlihat dari banyaknya murid yang mengacungkan tangan.
d. Analisis dan Refleksi
Dari hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukan bahwa murid dapat menyelesaikan soal-soal dengan benar, meskipun masih ada murid yang belum mampu menentukan ide pokok paragraf. Hal tersebut terbukti dari hasil tes formatif murid yang menggambarkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus II sudah mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan, dimana 91,9% atau 34 dari 37 murid nilainya sudah mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 65. Hasil tes
Dari hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukan bahwa murid dapat menyelesaikan soal-soal dengan benar, meskipun masih ada murid yang belum mampu menentukan ide pokok paragraf. Hal tersebut terbukti dari hasil tes formatif murid yang menggambarkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus II sudah mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan, dimana 91,9% atau 34 dari 37 murid nilainya sudah mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 65. Hasil tes