a. Keadaan Lingkungan : adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Persentase rumah tangga sehat Tahun 2013 lebih baik dari tahun 2012 karena telah meningkat dari 89,7% menjadi 91%.hal ini juga di tunjang oleh hasil cakupan penggunaan air bersih 96,7%, kualitas air minum yang memenuhi syarat 83,65% dan kualitas air bersih yang memenuhi syarat 71,62% serta rumah yang mempunyai saluran pembuangan air limbah sebesar 85,8%.
Higiene Sanitasi di tempat-tempat umum dan pengolahan makanan ; tempat – tempat umum yang sudah memenuhi higiene sanitasi sehat tahun 2012 sebesar 85% mengalami kenaikan pada tahun 2013 menjadi 100% sedangkan institusi yang dibina mengalami perubahan yaitu dari 79% di tahun 2012 menjadi 80 % di tahun 2013. Sedangkan Hygiene sanitasi tempat pengolahan makanan dapat dilihat dari Industri Rumah tangga makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan tahun 2013 sebesar 84 % meningkat dari tahun 2012 yang hanya sebesar 83,7 %. Sedangkan Tempat pengelolaan makanan sehat masih sama dari tahun 2012 – 2013 yaitu 97%.
b. Perilaku hidup masyarakat : adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Perilaku hidup sehat di masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya :
Angka Bebas Jentik (ABJ) pada tahun 2012 rumah bebas jentik nyamuk sebesar 91,99% di tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 84,69%,
Disamping itu peranserta masyarakat dalam kesehatan dapat dilihat dari persentase Posyandu Purnama dan Mandiri tahun 2012 sebesar 74,35 % meningkat di tahun 2013 menjadi 77,33% dengan rincian Cakupan posyandu purnama tahun 2012 sebesar 35,93% dan tahun 2013 meningkat sebesar 39,85 %. Sedangkan posyandu mandiri di tahun 2012 dan 2013 yaitu berturut turut 37,98% menjadi 37,48% Selain posyandu, kelompok usia lanjut merupakan salah satu bentuk peran serta dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Kelompok usia lanjut aktif selama 2012-2013, yakni berturut turut dari 98% menjadi 97,65%.
c. Akses dan mutu pelayanan Akses layanan kesehatan ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah, jaringan, dan kualitas fasilitas layanan
kesehatan, seperti puskesmas, puskesmas perawatan, puskesmas pembantu, puskesmas keliling
serta pelayanan kesehatan lainnya.
Kota Semarang sampai dengan tahun 2013 telah memiliki 5 Puskesmas yang telah memiliki sertifikat ISO yaitu Puskesmas Halmahera, Puskesmas Ngesrep, Puskesmas Mijen,Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Bangetayu.serta memiliki 13 puskesmas perawatan dengan 6 puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar) atau puskesmas yang mempunyai fasilitas atau kemampuan untuk penangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. Akses masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan dapat dilihat dari Rasio Puskesmas,Poliklinik, Puskesmas Pembantu per satuan penduduk di tahun 2013 yaitu 5,7 %
d. Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat.Pelayanan kesehatan memiliki beberapa sasaran diantaranya: i. Persentase Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami
peningkatan yaitu di tahun 2012 sebesar 98,20 % meningkat di tahun 2013 menjadi 98,33 %
ii. Persentase Kelurahan yang mencapai Universal Child Imunization ( UCI ) setiap tahunnya dapat dilakukan sesuai dengan target 100% termasuk di tahun 2013
iii. Persentase kelurahan yang terkena KLB yang ditangani kurang dari 24 jam di tahun 2013 mencapai 100%
iv. Persentase pelayanan pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil pada tahun 2012 tercatat 95,86%.dan pada tahun 2013 pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil naik menjadi 96,36%
v. Pemberian ASI eksklusif selama 2012 – 2013 memperlihatkan peningkatan yaitu dari 51,73% menjadi 53,33 %
vi. Persentase bayi yang mendapat imunisasi campak selalu mengalami peningkatan dari tahun 2012 yang telah mencapai 113,9 % meningkat di tahun 2013 menjadi 116,1%
vii. Pelayanan Kesehatan Ibu mengalami peningkatan Kunjungan ibu hamil (K-4) tahun 2012 – 2013 yaitu dari 96,90% menjadi 97,21%.
viii. Pemberian vitamin A pada bayi tahun 2012 mencapai 100,61% dan meningkat di tahun 2013 menjadi 121,6%, demikian halnya pemberian vitamin A pada balita di tahun 2012 sebesar 99,54 % di tahun 2012 meningkat menjadi 100,2%. Sedangkan pemberian vitamin A pada ibu nifas mencapai sebesar 106,59% pada tahun 2012, dan di tahun 2013 sebesar 100,05%.sebagian besar target diatas 100% karena dari jumlah sasaran mendapat tambahan dari luar Kota Semarang yang pada saat kegiatan bulan vitamin A berada di Kota Semarang
ix. Pelayanan pemantauan pertumbuhan balita yang ada di Kota Semarang berdasarkan balita yang datang dan ditimbang (D/S) pada tahun 2013 sebesar 78,51% hal ini naik dibandingkan tahun 2012, sebesar 79,69% sedangkan balita yang naik berat badannya (N/D) 88,33% di tahun 2012, menjadi 88,58% ditahun 2013.
x. Penemuan balita yang menderita pneumonia, pada tahun 2012 sebanyak 25% dan pada tahun 2013 sebanyak 20%. Semua balita yang menderita pneumonia dalam kurun waktu tersebut telah mendapat pelayanan kesehatan, baik ditangani langsung oleh petugas puskesmas maupun dilakukan rujukan bagi pneumonia berat.
e. Sumber daya Kesehatan ;
Perkembangan tenaga kesehatan yang ada di Kota Semarang tiap tahunnya mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat melalui Rasio Dokter umum tahun 2012 sebesar 45,1 per 100.000 penduduk dan meningkat di tahun 2013 yaitu menjadi 91 per 100.000 penduduk.Rasio Dokter Gigi tahun 2012
sebesar 23.2 per 100.000 penduduk dan di tahun 2013 yaitu menjadi 21 per 100.000 penduduk. Rasio Dokter Spesialis tahun 2012 sebesar 47,4 per 100.000 penduduk menjadi 40 per 100.000 penduduk di tahun 2013. Sedangkan Bidan dari 53 menjadi 28 per 100.000 penduduk dari tahun 2012 ke 2013. Jumlah Perawat mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2012 sebesar 199 per 100.000 penduduk menjadi 204 per 100.000 penduduk di tahun 2013. Di sisi lain ada bentuk partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan seperti kader posyandu, petugas pemantau jentik, pengawas minum obat bagi penderita TB, hanya jumlahnya masih terbatas dan perlu upaya peningkatan.
f. Manajemen Kesehatan adalah suatu kegiatan untuk mengatur sumber daya yang ada di dinas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan dengan penguatan ketersediaan informasi kesehatan berupa pengembangan program sistem IT, Local area Network, Website. Pengembangan teknologi informasi ini juga bertujuan untuk mempercepat pelayanan kesehatan serta sebagai wujud keterbukaan informasi untuk masyarakat umum.
g. Cakupan Universal Coverage
Persentase penduduk kota yang menjadi peserta jaminan kesehatan masyarakat
Tahun 2012 sebesar 56,91% menjadi 100% di tahun 2013 hal ini dikarenakan seluruh penduduk Kota Semarang yang tidak masuk dalam ”Data Base”
Warga Miskin asal menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) langsung dapat menggunakan Kartu Jamkesmaskot.
Jumlah kunjungan pasien warga miskin disarana kesehatan strata 1 selama tahun 2013 sebesar 517.839 kunjungan. Sehingga cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin sebesar 115% di tahun 2013.
RSUD Kota Semarang yang dikelola dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK – BLUD) adalah milik Pemerintah Kota Semarang yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan pari purna dan profesional terutama peningkatan kepuasan pelanggan.
Tahun 2013 Kelengkapan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang berupa kapasitas ruang rawat inap sebesar 400 tempat tidur di tahun 2012 menjadi 548 tempat tidur hal ini dikarenakan adanya pembangunan gedung baru terutama untuk kelas III yaitu dengan jumlah tempat tidur sebanyak 128 dan ruang perawatan khusus sebesar 86 tempat tidur di tahun 2012, menjadi 98 tempat tidur di tahun 2013 Dengan persentase pemakaian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) di tahun 2012 sebesar 72,49% dan di tahun 2013 sebesar 83,07%. Sedangkan rata – rata lama hari pasien dirawat (Legth Of Stay) 3,99 hari di tahun 2012 menjadi 5,36 hari di tahun 2013. Untuk rata – rata jeda waktu tempat tidur dipakai disaat terisi ke terisi berikutnya (Turn Over Interval) tahun 2012 yaitu 1,52 hari menjadi 0,80 hari di tahun 2013. Frekuensi penggunaan tempat tidur (Bet Turn Over) ditahun 2012 sebesar 66,44 kali dan tahun 2013 sebesar 77,71 kali.
Jumlah Pasien miskin yang mendapatkan pembebasan /keringan biaya perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang tahun 2012 sebesar 54.442 orang menjadi 73.830 orang di tahun 2013.
Menurut data CV. KZA lembaga riset dan konsultan untuk nilai Indek Kepuasan Masyarakat untuk RSUD tahun 2012 sebesar 74,48 dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 75 artinya bahwa kepuasan pelanggan pelayanan kesehatan perorangan di RSUD Kota Semarang meningkat.
i. Perilaku sehat,peran serta dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu indikator pembangunan kesehatan Kota Semarang adalah masyarakat diharapkan mampu berpartisi aktif dalam memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatannya sendiri dengan demikian masyarakat tidak hanya berperan sebagai obyek tetapi juga mampu sebagai subyek dalam pembangunan kesehatan.
a. Perilaku sehat ; Perilaku sehat masyarakat dalam indikator keluarga sadar gizi antara lain adalah pemberian air susu ibu eksklusif selama 6 bulan. pemberian ASI eksklusif selama 2011 – 2012 memperlihatkan peningkatan yaitu dari 45,09% menjadi 51,73%, hal ini di karenakan telah dilaksanakannya program untuk peningkatan cakupan Asi Eksklusif, dengan pembuatan Perwal tentang Peningkatan pemberian Asi Eksklusif dan Penyuluhan serta pelatihan konselor menyusui.
b. Peran serta masyrakat ; Bentuk peran serta masyarakat yang lain dalam pembangunan kesehatan adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). UKBM yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kota Semarang salah satunya adalah dalam bentuk posyandu. Posyandu yang ada terbagi dalam empat katagori yaitu pratama, madya, purnama dan mandiri. Dari keempat strata posyandu tersebut, dapat dikatakan posyandu purnama dan mandiri yang memiliki mutu pelayanan yang baik karena didukung oleh kader posyandu yang aktif maupun jenis kegiatan yang memadai secara kuantitas maupun kualitasnya. Cakupan posyandu purnama tahun 2011 sebesar 39,14% dan tahun 2012 menurun sebesar 35,93%.hal ini terjadi karena posyandu purnama naik menjadi posyandu mandiri. Sedangkan posyandu mandiri mengalami kenaikan di tahun 2011 dan 2012 yaitu berturut turut 29,68% menjadi 37,98%. Selain posyandu, kelompok usia lanjut merupakan salah satu bentuk peran serta dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Kelompok usia lanjut aktif menunjukkan peningkatan selama 2011-2012, yakni berturut turut dari 97,99% menjadi 98% dan pelayanan kesehatan usia lanjut meningkat dari 63 ,99% menjadi 64%.
c. Pemberdayaan masyarakat ; pemberdayaan masyarakat yang berkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit
demam berdarah terlihat dalam Angka Bebas Jentik (ABJ). Pada tahun 2011 rumah bebas jentik nyamuk sebesar 91,61% di tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 91,99%.
Lingkungan Sehat
a. Penyehatan Lingkungan pemukiman dan air ;
Hasil survey tahun 2012 diperoleh kesimpulan 90,02% masuk dalam rumah sehat ,hal ini sudah mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 88,19 % dengan cakupan penggunaan air bersih 96%, kualitas air minum yang memenuhi syarat 94,1% dan kualitas air bersih yang memenuhi syarat 72% serta rumah yang mempunyai saluran pembuangan air limbah sebesar 85,2%.
b. Higiene Sanitasi di tempat-tempat umum dan
pengolahan makanan ; tempat – tempat umum yang sudah memenuhi higiene sanitasi sehat tahun 2011 sebesar 81% mengalami kenaikan pada tahun 2012 menjadi 83.7% sedangkan institusi yang dibina tidak mengalami perubahan yaitu 79% pada tahun 2011 dan tahun 2012.Tahun 2012 Industri Rumah tangga makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 82% meningkat dari tahun 2011 yang hanya sebesar 75%. Sedangkan Tempat pengelolaan makanan sehat meningkat menjadi 97% dari tahun 2011 yang hannya 95%.
Pelayanan Kesehatan
c. Pelayana kesehatan perorangan ;
Penyelenggaraan pembiayaan untuk pelayanan kesehatan perorangan yaitu melalui cakupan penduduk yang menjadi peserta jaminan pemeliharaan kesehatan prabayar (Total Coverage). Tahun 2011 jumlah penduduk yang tercakup dalam asuransi yaitu 921.934 jiwa naik dibandingkan tahun 2012,
Jumlah penduduk yang tercakup dalam asuransi sejumlah 1.038.027 jiwa meliputi Jamkesmas 303.019 jiwa, Jamkesmas kota 145.379 jiwa, Askes 175.164 jiwa, Jamsostek 378.793 jiwa, Hatimas setia 2.541 jiwa dan Asabri 33.131 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk yang belum memiliki jaminan asuransi sebesar 506.331 jiwa. Bagi penduduk yang belum terjamin asuransi kesehatan tersebut sepanjang tidak mampu / miskin akan dijamin pembiayaan kesehatannya melalui Jamkesmaskot.
d. Jaminan Pemeliharaan kesehatan untuk
warga miskin ; Jumlah kunjungan pasien warga miskin disarana kesehatan strata 1 selama tahun 2012 sebesar 470.762 kunjungan atau 105% dari jumlah masyarakat miskin tahun 2012 di Kota Semarang.
e. Pelayanan kesehatan keluarga ; Pelayanan
kesehatan keluarga memiliki beberapa sasaran diantaranya:
Pelayanan Kesehatan Ibu mengalami peningkatan Kunjungan ibu hamil (K- 4) tahun 2011 – 2012 yaitu dari 94,42% menjadi 96,90%. Pelayanan pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil pada tahun 2011 tercatat 89,68% dan pada tahun 2012 pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil naik menjadi 95,86%. Pelayanan Persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2011 mencapai 96,08% dan meningkat di tahun 2012 menjadi 98,20%.
Pemberian vitamin A pada bayi tahun 2011mencapai 100% dan meningkat di tahun 2012 menjadi 100,61%, demikian halnya pemberian vitamin A pada balita juga telah mencapai 100% di tahun 2011 dan 100% di tahun 2012. Sedangkan pemberian vitamin A pada ibu nifas mencapai sebesar 99,96% pada tahun 2011, dan di tahun 2012 sebesar 106,59%.
Pelayanan pemantauan pertumbuhan balita yang ada di Kota Semarang berdasarkan balita yang datang dan ditimbang (D/S) pada tahun 2012 sebesar 78,51% hal ini naik dibandingkan tahun 2011, sebesar 77,21% sedangkan balita yang naik berat badannya (N/D) 78,99% di tahun 2011, menjadi 88,33% ditahun 2012. Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menjadi lebih baik dari 187 kasus per 25.852 kelahiran hidaup
(0,72%) menjadi 165 kasus per 27.448 kelahiran hidup (0,60%) dan semuanya 100% tertangani atau mendapat pelayanan kesehatan.
Penemuan balita yang menderita pneumonia, pada tahun 2011 sebanyak 30% dan pada tahun 2012 sebanyak 25%. Semua balita yang menderita pneumonia dalam kurun waktu tersebut telah mendapat pelayanan kesehatan, baik ditangani langsung oleh petugas puskesmas maupun dilakukan rujukan bagi pneumonia berat. Hal ini dapat dikatakan kegiatan penangulangan Inspeksi Saluran Pernafasan Atas di Kota Semarang lebih baik di tahun 2012, karena persentase kasus semakin turun berarti semakin meningkat derajat kesehatan di Masyarakat, dan semakin baik pula pelayanan kesehatan.
f. Pelayanan pencegahan dan pemberantasan
penyakit ;
Pelayanan pemberantasan demam berdarah dapat dilihat dari fogging pada kasus yang dilakukan sesuai standar ≤ 5 hari pada tahun 2011 sebesar 94,8% dan meningkat menjadi 100% di tahun 2012. Persentase Kecepatan Penyelidikan Epidemiologi untuk target SPM ≤ 24 jam pada kasus DBD pada tahun 2011 sebesar 79,1 % (1.030 kasus yang di PE dari jumlah total 1.303 kasus) turun menjadi 70,6 % (957 kasus yang di PE dari jumlah total 1221 kasus) pada tahun 2012. Persentase kasus DBD yang ditangani pada tahun 2011 dan 2012 sebesar 100%.
Sumber Daya Kesehatan
a. Sumber Daya Manusia ; Perkembangan tenaga kesehatan yang ada di Kota Semarang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat melalui Rasio Dokter umum tahun 2011 sebesar 85 per 100.000 penduduk dan meningkat di tahun 2012 yaitu menjadi 451 per 100.000 penduduk. Rasio Dokter Spesialis tahun 2011 sebesar 43 per 100.000 penduduk menjadi 47,4 per 100.000 penduduk di tahun 2012. Sedangkan Bidan meningkat dari 15 menjadi 53 per 100.000 penduduk dari tahun
2011 ke 2012. Untuk jumlah Perwat mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2011 sebesar 199 per 100.000 penduduk menjadi 0 per 100.000 penduduk di tahun 2012. Di sisi lain ada bentuk partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan seperti kader posyandu, petugas pemantau jentik, pengawas minum obat bagi penderita TB, hanya jumlahnya masih terbatas dan perlu upaya peningkatan.
b. Pembiayaan ; Di tahun 2012 prosentase anggaran kesehatan terhadap APBD Kota Semarang sebesar 7 % hal ini naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya 6,65%, meski belum mencapai suatu jumlah anggaran yang ”ideal”. bukan berarti kinerja pelayanan juga rendah dalam pencapaian SPM. Pelaksana pembangunan kesehatan telah menyadari pentingnya konsep keterpaduan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan sehingga hasil yang dicapai bisa optimal.
c. Obat dan Perbekalan Kesehatan ; Seperti diketahui obat dan perbekalan kesehatan adalah kebutuhan yang sangat penting dalam proses pengobatan. Oleh karena itu obat dan perbekalan kesehatan sebagai barang publik harus dijamin ketersediaanya, terjangkau dan terdistribusi secara merata. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan medis masyarakat selama 2011-2012 sudah sesuai dengan harapan yaitu 100%, khususnya untuk obat genrik dan obat esensial. Untuk menjamin mutu obat disarana kesehatan melaui pembinaan dan monitoring,maka mutu pengolahan DOT di Puskesmas mencapai 95% ,Apotek 90%,Toko Obat 80%, IKOT 80%, Toko kosmetik 80%.sedang untuk BP/RB belum banyak yang mengelola obat,tetapi tetap di monitor dengan baik.
Sistem Informasi Kesehatan.
Dinas Kesehatan Kota Semarang mengembangkan sistem informasi kesehatan yang bertujuan dimanfaatkannya data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat dengan mendayagunakan teknologi informasi. Sampai saat ini telah dikembangkan berbagai sub sistem untuk mendukung berjalannya
sistem informasi kesehatan, diantaranya mengembangkan SIMPUS, Sistem Informasi beberapa program, Local area Network, Website Dinkes. Sub sistem LAN, website dan software program telah dapat dioperasionalkan, sedangkan SIMPUS masih dilakukan pengembangan. Sistem disesuaikan dengan program yang ada. Semua puskesmas telah diperkenalkan dengan SIMPUS, yang dirancang guna menggantikan SP3 yang dioperasikan secara manual.
Pengembangan teknologi informasi ini juga bertujuan untuk mempercepat pelayanan kesehatan serta sebagai wujud keterbukaan informasi untuk masyarakat umum.
Berikut ini kami sajikan tabel kondisi umum masyarakat Kota Semarang terkait dengan urusan kesehatan :
KONDISI UMUM KESEHATAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG
NO INDIKATOR KINERJA
Tahun 2011
Tahun
2012 Ket
1 Angka Usia harapan hidup 72.18 72,3 BPS
2 Angka Prevalensi Penyakit TBC 188.8 182
3 Angka Prevalensi Penyakit DBD 70.82 70.90
4 Angka Prevalensi Penyakit HIV/ AIDS 3.19 2.93
5 Angka Acute Flaccid Paralysis (AFP) 3.6 2.7
6 Angka Kematian karena Penyakit TBC 0.43 3.9
7 Angka Kematian karena Penyakit DBD 0.75 1.76
8 Angka Kematian karena Penyakit HIV /AIDS 16.9 16.3
9 Angka kesembuhan penderita TB Paru BTA 66 64
10 Angka Kematian bayi per 1000 kelahiran bayi 12.15 10.67
11 Angka Kematian Balita 14.21 12.28
12
Angka Kematian ibu melahirkan per 100.000
kelahiran hidup 115.9 80.15
13 Presentase balita gizi buruk 1.05 0.69
14 Prevalensi gizi kurang pada balita 4.89 6.10
15 Presentase balita yang mendapat ASI Eksklusif 45.09 51.73
16
Proporsi Pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan 96 96
17 Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 96.08 98.20 18 Proporsi bayi yang mendapatkan imunisasi campak 112.4 113.9 19 Cakupan imunisasi campak untuk umur 12 s/d 23 104 114.2
bulan
20 Proporsi penemuan kasus (CDR) tuberkolosis paru 61.22 70.22 21 Persentase Ibu Hamil mendapat tablet Fe 89.68 95.86 22 Persentase penduduk kecamatan bebas rawan gizi 100 100 23
Persentase Kelurahan yg mencapai Universal Child
Immunization (UCI) 100 100
24
persentase desa terkena KLB yang ditangani < 24
jam 100 100
25
Persentase Keluarga Miskin yang mendapat
Pelayanan kesehatan 100 100
26
Persentase penduduk yg menjadi peserta jaminan
pemeliharaan kesh 55.79 56.91
27 Rasio Dokter umum per 100.000 penduduk 85 451
28 Rasio Dokter Gigi per 100.000 penduduk 21 23.2
29 Rasio Dokter Spersialis per 100.000 penduduk 43 47,4
30 Rasio Apoteker per 100.000 penduduk 43 43
31 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 15 53
32 Rasio perawat per 100.000 penduduk 199 199
33 Rasio Ahli gizi per 100.000 penduduk 2.4 2,4
34
Rasio Puskesmas,Poliklinik ,pustu per satuan
penduduk 20.4 5.7
35
Persentase obat generik berlogo dalam persediaan
obat 97.49 97,50
36 persentase Posyandu purnama dan mandiri 68.82 73,91 37
Persentase sarana kesehatan dengan kemampuan
lab kes 93 93
38
Persentase rumah tangga mempunyai akses
terhadap air layak konsumsi 69.8 72
39
Persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih
dan sehat 88.19 90.02
40 persentase tempat tempat umum sehat 81 83.7