H1 Latar Belakang
Penyusunan M/P Baru telah memberi kemungkinan untuk melakukan promosi terkait konstruksi pengerjaan sewerage, meningkatkan fasilitas on-site untuk keperluan rumah tangga dan pekerjaan pemeliharaan (ekstraksi lumpur secara rutin), dan untuk meningkatkan fasilitas on-site untuk keperluan perusahaan dan pekerjaan pemeliharaannya. Akibatnya, terjadi peningkatan anggaran dan warga dan perusahaan diwajibkan untuk membayar biaya pengolahan yang lebih tinggi. Namun, tidak ada satu pun dari pihak-pihak yang bersangkutan yang mau mengakui maupun membenarkan adanya peningkatan beban terhadap perbaikan lingkungan. Mengingat pentingnya pemahaman pihak-pihak terkait terhadap keadaan tersebut dan, kemudian, bekerja sama satu sama lain, maka kampanye dan pendidikan tentang lingkungan harus dilakukan.
DKI Jakarta berpartisipasi dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dan membentuk kelompok kerja yang sesuai dengan Perintah Gubernur pada tahun 2011. Saat ini, BPLHD mengadakan pertemuan (lihat S/R Part-H). Kelompok kerja tersebut berencana untuk mengembangkan cetak putih mengenai sanitasi pada musim gugur tahun 2011 untuk menunjukkan strategi-strategi dasar yang digunakan untuk membangun kota yang higienis. Terkait dengan cetak putih tersebut, kelompok kerja mengadakan penilaian resiko kesehatan dan lingkungan (Environmental and Health Rish Assessment / EHRA) untuk mengumpulkan data-data tentang kondisi sanitasi terkini dan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan kebersihan (higienis). PPSP akan terus diadakan pada tahun depan dan setelahnya, proyek ini mengandung kampanye dan pendidikan tentang lingkungan sekaligus mendukung pelaksanaan program tersebut dan memetik keuntungan darinya. Perlu diperhatikan bahwa bagian Lampiran menunjukkan hasil dari kampanye dan pendidikan tentang lingkungan untuk limbah dan sanitasi yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2008 dan setelahnya.
H2 Tujuan Kegiatan
Pemerintah Indonesia, termasuk politisi, staf pengelola instansi terkait, dan pejabat pemerintah di wilayah metropolitan Jakarta, tidak memberikan prioritas bagi investasi-investasi di sektor sanitasi, sehingga kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kesadaran mereka menjadi sangat diperlukan keberadaannya. Selain itu, masalah pengolahan air limbah di DKI Jakarta membutuhkan kegiatan-kegiatan dari M/P Baru yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan perbaikan lingkungan. Hal yang kedua ini mencakup pertemuan dengan warga, hubungan masyarakat dalam media massa, dokumen-dokumen penunjang, papan iklan, dan pendidikan di sekolah. Kampanye dan pendidikan tentang lingkungan dilakukan dengan – sementara di sisi lain juga turut mendukung – proyek PPSP yang disebutkan di atas yang telah dimulai di wilayah DKI Jakarta.
H3 Objektif
(1) Pelaksanaan M/P Baru cukup efektif dalam mengatasi masalah pengolahan air limbah di Jakarta, tetapi pemerintah Indonesia, DPRD DKI Jakarta, dan staf pengelola departemen dan instansi terkait belum memahami pentingnya investasi di bidang ‘Sanitasi’. Tujuan utama dari pendidikan dan kampanye lingkungan adalah untuk meningkatkan kesadaran mereka.
(2) Tujuan kedua adalah untuk membantu pejabat administratif DKI Jakarta meningkatkan kemampuannya dalam menyusun rencana mengatasi permasalahan pengolahan air limbah dalam rangka menuju pelaksanaan M/P Baru.
(3) Implementasi M/P Baru akan meningkatkan kualitas pelayanan administratif. Tujuan ketiga adalah untuk mendidik para ahli waris (beneficiaries) seperti perusahaan dan warga negara agar meningkatkan kesadaran mereka terhadap perbaikan lingkungan.
H4 Usulan Kegiatan Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Publik (1) Mendukung Kelompok Kerja PPSP (Tujuan ke-1)
Kegiatan kampanye dan pendidikan tentang lingkungan dalam proyek ini merupakan kegiatan-kegiatan yang mendukung kelompok kerja PPSP dan yang didasarkan pada hasil-hasil yang mendukung. Adapun rencana kelompok kerja tersebut untuk menerbitkan cetak putih tentang sanitasi pada November 2011 adalah untuk menggambarkan strategi sanitasi DKI Jakarta, yang dibuat dengan mempertimbangkan M/P Baru.
(2) Pelatihan Pejabat Administratif yang Bertanggung Jawab atas Pengolahan Air Limbah di DKI Jakarta (Tujuan ke-2)
On-the-job training dan pelatihan JICA di Jepang digunakan untuk meningkatkan kemampuan para
pejabat untuk membuat rencana dalam mengatasi masalah-masalah yang ada dalam pengolahan air limbah.
(3) Pertemuan dengan Warga (Tujuan ke-3)
Pertemuan diadakan bagi para pemangku kepentingan agar dapat memahami, meyetujui, dan berpartisipasi dengan lancar dalam pelaksanaan proyek. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam unit pelaksana masyarakat, kelurahan, perhotelan dan restoran. Adapun hasil dari pertemuan tersebut tercermin dalam implementasi proyek tersebut.
Dalam Proyek Pengembangan Sewerage II Denpasar, kegiatan pendidikan berikut dilakukan, seperti pertemuan dengan warga, yang ditujukan untuk mempromosikan koneksi sewerage. Sebagai hasilnya, sekitar 90% dari warga di daerah perencanaan mengungkapkan kesediaannya untuk terhubung dengan sistem pembuangan kotoran (sewer). Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan ini akan efektif terlaksana untuk proyek yang berbasiskan M/P Baru.
Adapun isi/tujuan dari kegiatan pendidikan yang dilakukan dalam Proyek Denpasar adalah sebagai berikut:
1. Memahami dan bekerja sama dalam periode konstruksi (kelancaran konstruksi) 2. Keuntungan dan metode penggerak promosi koneksi (kesediaan untuk terhubung) 3. Memahami dan bekerja sama dalam sistem pengumpulan tarif (retribusi tarif)
4. Memahami dan bekerja sama dalam pencegahan pembuangan limbah ke dalam sistem sewerage (peningkatan O&M)
(4) Hubungan Masyarakat dengan Media Massa (Tujuan ke-3)
Artikel koran, siaran radio, dan wawancara pers digunakan agar masyarakat dapat memahami proyek tersebut dan bekerja sama dengan lancar. Hubungan masyarakat yang tepat waktu yang paralel dengan progres pelaksanaan proyek ini adalah hal yang penting, tidak hanya demi kelancaran pengerjaan tetapi juga pemeliharaan keamanan kerja.
(5) Memproduksi Motion Picture (Tujuan ke-2 dan ke-3)
Sebuah motion picture / film (hingga 10 menit) dibuat untuk mengenalkan sistem pengolahan air limbah yang ditetapkan dalam M/P Baru. Film ini menyajikan deskripsi yang mudah dipahami tentang seberapa jauh dan mengapa sungai-sungai yang ada terkontaminasi, melalui rangkaian data dan gambar, serta untuk menunjukkan bagaimana promosi atas sistem pengolahan ini dan peningkatan terhadap fasilitas on-site akan berkontribusi bagi kebersihan air sungai. Film ini terdiri atas dua jenis video: satu untuk pejabat administratif dan yang lainnya adalah untuk massa, seperti warga masyarakat dan perusahaan.
(6) Pembuatan Dokumen-dokumen yang Terkait dengan Master Plan (Tujuan ke-1, 2, dan 3)
Dokumen-dokumen yang diperlukan dibuat sesuai dengan progres pelaksanaan M/P Baru. Dokumen tersebut kemudian dibagikan di tempat-tempat umum dan juga saat pertemuan dengan warga
dilangsungkan; yang di dalamnya tercantum pula progres dari pelaksanaan proyek terkait dan permintaan kerja sama di lapangan.
(7) Papan Iklan (Tujuan ke-1, 2, dan 3)
Papan iklan yang menunjukkan sifat dari proyek ini dibuat untuk masyarakat agar dapat memahami dan bekerja sama di dalamnya. Papan iklan ini dipasang di tempat-tempat strategis, seperti jalan menuju bandara, jalan-jalan utama, dan fasilitas umum utama. Program ini dapat mengenalkan proyek yang sedang dilakukan kepada warga masyarakat.
(8) Pendidikan di Sekolah (Tujuan ke-3)
Pendidikan (lingkungan) di sekolah berlaku bagi siswa yang berada di kelas atas (upper grades). Siswa diharapkan untuk mempelajari hubungan antara kehidupan sehari-hari dan lingkungan demi meningkatkan kesadaran mereka terhadap konservasi lingkungan dan kemudian menularkannya ke orang tua masing-masing. Program ini mencakup tujuan yang layak dan rencana kegiatan yang konkret. Tabel berikut menunjukkan contoh dari program tersebut.
Contoh program pendidikan lingkungan untuk siswa Sekolah Dasar (memahami pengolahan air limbah)
Tujuan: Agar siswa meningkatkan kesadaran atas tindakan-tindakan terkait pengolahan limbah dan memahami cara pembayaran atas biaya pengolahan yang dikenakan
Ruang Lingkup: Siswa tingkat atas Sekolah Dasar
Evaluasi: Kuesioner digunakan untuk membandingkan minat dalam menghadiri kegiatan pelestarian lingkungan dan juga kesadaran dalam membayar biaya pengolahan limbah sebelum dan sesudah program
Pelaksana: Pejabat administratif DKI Jakarta dan anggota ahli dari proyek tersebut
Tempat: Ruang kelas di Sekolah Dasar
Pengenalan: Kartu dan gambar digunakan untuk menunjukkan topik yang diangkat kepada para siswa Pengembangan: Seluruh peserta harus saling berdiskusi dalam skema bermain
Konfirmasi: Para siswa melakukan tur lapangan dan kembali ke kelas untuk berdiskusi ulang Pengeluaran: Biaya sewa kelas, materi, dan minum untuk para peserta
Sumber: Tim Ahli JICA
H5 Jadwal Pelaksanaan
Tabel H5-1 menunjukkan jadwal dari kegiatan kampanye dan pendidikan lingkungan yang akan
dilakukan sebelum proyek yang sebenarnya dimulai (2012 dan 2013) dan setelahnya (2014 dan seterusnya). Kelompok kerja PPSP mengakhiri pekerjaannya pada penghujung tahun anggaran (TA) 2011, sehingga survei tindak lanjut akan dilakukan pada TA 2012. Pejabat administratif mendapat pelatihan setahun sekali dalam Pelatihan JICA di Jepang. Pertemuan dengan warga, hubungan masyarakat dalam media massa, dan pembuatan dokumen-dokumen terkait M/P Baru dilakukan pada waktu yang tepat pada akhir TA 2014. Motion picture dan papan iklan akan dibuat pada tahun 2014 dan seterusnya. Pendidikan di sekolah akan diberikan setiap tahunnya, yang dimulai pada TA 2014 yang bersamaan dengan pelaksanaan proyek.
Tabel H5-1 Jadwal Pelaksanaan Kampanye dan Pendidikan Lingkungan
Keterangan 2012 2013 2014 2015 2016
Pemberian dukungan terhadap PPSP
Pemberian pelatihan terhadap pejabat administratif yang bertanggung jawab terhadap pengolahan air limbah DKI Jakarta
Pertemuan dengan warga
Hubungan masyarakat dengan media massa
Memproduksi motion picture / film
Pembuatan dokumen-dokumen yang terkait dengan proyek M/P Baru
Papan iklan
Pendidikan di sekolah