• Tidak ada hasil yang ditemukan

Murni (APM) & Angka Partisipasi Kasar (APK)

http://www.sorongkab.bps.go.id

ekonomi maupun sosial. Dan untuk mendapatkan ekonomi maupun sosial. Dan untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang upaya gambaran yang menyeluruh tentang upaya pembangunan yang telah dilaksanakan di bidang pembangunan yang telah dilaksanakan di bidang pendidikan selama ini, maka digambarkan dampak yang pendidikan selama ini, maka digambarkan dampak yang terjadi melalui beberapa indikator berikut.

terjadi melalui beberapa indikator berikut.

Indikator ini menunjukan proporsi anak sekolah Indikator ini menunjukan proporsi anak sekolah

http://www.sorongkab.bps.go.id

pada suatu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada suatu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat pendidikan yang sesuai dengan umurnya. pada tingkat pendidikan yang sesuai dengan umurnya.

Nilai Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah Nilai Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah memiliki nilai maksimum 100. Jika ni

memiliki nilai maksimum 100. Jika ni

suatu daerah mendekati 100, maka penduduk daerah suatu daerah mendekati 100, maka penduduk daerah

Sumber: Pengolahan Susenas 2009

Dari gambar diatas memperlihatkan APM menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Sorong tahun 2009. Untuk jenjang SD, sebanyak 88,79 persen murid SD yang bersekolah dengan usia 7-12 tahun. SLTP sebanyak 86,36 persen, SMU sebesar 53,62 persen dan untuk tingkat perguruan tinggi (PT) sebesar 6,8 persen.

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Dari gambar diatas memperlihatkan APM Dari gambar diatas memperlihatkan APM menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Sorong menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Sorong tahun 2009. Untuk jenjang SD, sebanyak 88,79 persen tahun 2009. Untuk jenjang SD, sebanyak 88,79 persen

APM SD adalah persentase penduduk berumur 7-12 tahun yang bersekolah di SD. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi (murni) sekolah penduduk usia 7-12 tahun.

Tabel 3.5 : APM SD Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Sorong Tahun 2009

Tahun (Laki-Laki) APM SD (Perempuan) APM SD APM SD (Total)

2009 93.48 85.72 88.79

Sumber : Pengolahan Susenas 2009

Menurut data tabel 3.5 pada tahun 2009 APM SD di Kabupaten Sorong sebesar 88,79 persen. Jika dirinci menurut jenis kelamin, laki-laki memiliki nilai APM SD laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Kesadaran untuk bersekolah jenjang SD untuk laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

http://www.sorongkab.bps.go.id

Menurut Jenis Kelamin di Menurut Jenis Kelamin di

2009 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

APM SD

http://www.sorongkab.bps.go.id

(Perempuan)

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

85.72

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Sumber : Pengolahan Susenas 2009 Sumber : Pengolahan Susenas 2009

Menurut data tabel 3.5 pada tahun 200 Menurut data tabel 3.5 pada tahun 200 SD di Kabupaten Sorong sebesar

SD di Kabupaten Sorong sebesar dirinci menurut jenis kelamin, laki dirinci menurut jenis kelamin, laki APM

APM SD lakiSD laki

perempuan. Kesadaran untuk bersekolah perempuan. Kesadaran untuk bersekolah

APM SLTP adalah persentase penduduk berumur 13-15 tahun yang bersekolah di SLTP. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi (murni) sekolah penduduk usia 13-15 tahun.

Tabel 3.6 : APM SLTP Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Sorong Tahun 2009

Tahun (Laki-Laki) APM SLTP (Perempuan) APM SLTP APM SLTP (Total)

2009 84.61 88.88 86.36

Sumber : Pengolahan Susenas 2009

Menurut tabel 3.6 APM SLTP di Kabupaten Sorong sebesar 86.36 persen. Perempuan memiliki nilai APM lebih tinggi dari laki-laki. Hal ini dikarenakan kecenderungan untuk bersekolah ke jenjang lebih tinggi untuk perempuan sangat baik dibandingkan dengan laki-laki.

APM SM adalah persentase penduduk berumur 16-18 tahun yang bersekolah di SM. Indikator ini

http://www.sorongkab.bps.go.id

APM SLTP Menurut Jenis Kelamin di APM SLTP Menurut Jenis Kelamin di

ng Tahun 2009 ng Tahun 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

APM SLTP

http://www.sorongkab.bps.go.id

(Perempuan)

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

84.61

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Sumber : Pengolahan Susenas 2009 Sumber : Pengolahan Susenas 2009

Menurut tabel 3.6 APM SLTP di Kabupaten Menurut tabel 3.6 APM SLTP di Kabupaten Sorong sebesar 86.36 persen. Perempuan memiliki Sorong sebesar 86.36 persen. Perempuan memiliki nilai APM lebih tinggi dari laki-laki. Hal ini dikarenakan nilai APM lebih tinggi dari laki-laki. Hal ini dikarenakan kecenderungan untuk bersekolah ke jenjang lebih tinggi kecenderungan untuk bersekolah ke jenjang lebih tinggi

digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi (murni) sekolah penduduk usia 16-18 tahun.

Tabel 3.7 : APM SLTA Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Sorong Tahun 2009

Tahun (Laki-Laki) APM SLTA (Perempuan) APM SLTA APM SLTA (Total)

2009 47.36 59.02 53.62

Sumber : Pengolahan Susenas 2009

Gambar 3.13 APM & APK Menurut jenjang Pendidikan Tahun 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

(Perempuan)

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

APM S

http://www.sorongkab.bps.go.id

(Total

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

59.02

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Sumber : Pengolahan Susenas 2009 Sumber : Pengolahan Susenas 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

Gambar 3.13

Gambar 3.13 APM & APK APM & APK Menurut Menurut jenjang jenjang Pendidikan Pendidikan

Sebagai indikator output, tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan bisa dijadikan tolak ukur. Tingkat pendidikan yang ditamatkan dapat dijadikan ukuran berapa lama rata-rata penduduk Kabupaten Sorong menghabiskan umurnya untuk mengenyam pendidikan formal.

Tingkat pendidikan yang ditamatkan penuduk Kabupaten Sorong sebagian besar berpendidikan rendah. Sekitar 47,5 persen penduduk tidak memiliki ijazah SD, sedangkan yang memiliki ijazah SD hanya

3.3.2 Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan

http://www.sorongkab.bps.go.id

Sorong menghabiskan umurnya untuk mengenyam Sorong menghabiskan umurnya untuk mengenyam

19,96 persen. Untuk penduduk yang memiliki ijazah SLTP dan SLTA yaitu 16,52 persen dan 12,30 persen.

Kemampuan membaca dan menulis merupakan sala hsatu indikator pendidikan untuk melihat pengetahuan penduduk dalam membaca dan menulis. Ini merupakan indikator dasar dengan pencapaian target 100 persen seperti diamanatkan dalam MDG’s pada tahun-tahun mendatang bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sorong bebas buta huruf.

3.3.3 Kemampuan

Baca dan Tulis melihat pengetahuan penduduk dalam membaca dan melihat pengetahuan penduduk dalam membaca dan

menulis. Ini merupakan indikator dasar dengan menulis. Ini merupakan indikator dasar dengan pencapaian target 100 persen seperti diamanatkan pencapaian target 100 persen seperti diamanatkan -tahun mendatang bangsa -tahun mendatang bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sorong bebas buta Indonesia khususnya Kabupaten Sorong bebas buta

Dari gambar 3.15 diatas, presentase peduduk yang buta huruf cukup tinggi sekitar 18,02 persen. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena tidak sesuai dengan pencapaian target yang diinginkan. Kesadaran masyarakat untuk bersekolah harus ditingkatkan lagi. Sarana dan prasarana pendidikan perlu diperbaharui dan ditingkatkan lagi.

masyarakat untuk bersekolah harus ditingkatkan lagi. masyarakat untuk bersekolah harus ditingkatkan lagi. Sarana dan prasarana pendidikan perlu diperbaharui dan Sarana dan prasarana pendidikan perlu diperbaharui dan

BAB

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Indeks Pembangunan Manusia– IPM merupakan ukuran nyata hasil pembangunan kapabiltas manusia dalam tiga dimensi kehidupan yang sangat mendasar; berumur panjang, berkualitas dan mempunyai daya beli. Lebih rinci IPM pada dasarnya

menggambarkan capaian pembangunan yang mengukur

capaian tentang derajat kesehatan masyarakat yang diukur dengan umur panjang, berkualitas yang diukur dengan tingkat dan partisipasi dalam bidang pendidikan, dan berkemmampuan ekonomi yang

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit yang mempunyai makna jarak yang harus ditempuh Kabupaten Sorong untuk mencapai maksimum IPM (100). IPM yang diperoleh menggambarkan kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Sorong.

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

–– IPM merupakan ukuran nyata hasil IPM merupakan ukuran nyata hasil pembangunan kapabiltas manusia pembangunan kapabiltas manusia dalam tiga dimensi kehidupan yang dalam tiga dimensi kehidupan yang sangat mendasar; berumur panjang, sangat mendasar; berumur panjang, berkualitas dan mempunyai daya beli. berkualitas dan mempunyai daya beli. Lebih rinci IPM pada dasarnya Lebih rinci IPM pada dasarnya

menggambarkan capaian menggambarkan capaian pembangunan yang mengukur

pembangunan yang mengukur capaian tentang derajat kesehatan capaian tentang derajat kesehatan

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

dicerminkan dengan tingkat daya beli masyarakat. Secara rinci ketiga dimensi ini diukur dengan menggunakan empat indikator sosial yang dinyatakan dengan ukuran harapan hidup (untuk mengukur capaian umur panjang) sebagai ukuran bidang kesehatan, Angka Melek Huruf sebagai ukuran umum kemampuan baca tulis masyarakat bidang pendidikan dan partisipasi sekolah yaitu Rata-rata lamanya bersekolah – MYS (Mean Years of Schooling) dan Angka partisipasi Sekolah (APS) serta ukuran Daya Beli Masyarakat (Purchasing Power Parity- PPP).

Untuk pencapaian pembangunan yang berhasil, harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang berkualitas, dalam hal ini penduduk yang mampu berkompetensi. Kaitannya dengan IPM itu sendiri bahwa dari ketiga dimensi IPM, penduduk memiliki peran yang besar.

http://www.sorongkab.bps.go.id

umur panjang) sebagai ukuran bidang kesehatan, umur panjang) sebagai ukuran bidang kesehatan, Angka Melek Huruf sebagai ukuran umum Angka Melek Huruf sebagai ukuran umum kemampuan baca tulis masyarakat bidang pendidikan kemampuan baca tulis masyarakat bidang pendidikan dan partisipasi sekolah yaitu Rata-rata lamanya dan partisipasi sekolah yaitu Rata-rata lamanya

Mean Years of Schooling Mean Years of Schooling

partisipasi Sekolah (APS) serta ukuran Daya Beli partisipasi Sekolah (APS) serta ukuran Daya Beli

http://www.sorongkab.bps.go.id

Masyarakat (Purchasing Power Parity- PPP). Masyarakat (Purchasing Power Parity- PPP).

Untuk pencapaian pembangunan yang berhasil, Untuk pencapaian pembangunan yang berhasil, harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang berkualitas, dalam hal ini penduduk yang mampu berkualitas, dalam hal ini penduduk yang mampu

http://www.sorongkab.bps.go.id

berkompetensi. Kaitannya dengan IPM itu sendiri berkompetensi. Kaitannya dengan IPM itu sendiri bahwa dari ketiga dimensi IPM, penduduk memiliki bahwa dari ketiga dimensi IPM, penduduk memiliki

IPM merupakan gambaran komprehensif mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah, sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan daerah tersebut. Perkembangan angka IPM, memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan manusia pada suatu daerah.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Indeks Pembangunan Manusia. Pertama, indeks ini lebih sekedar mengukur pendapatan atau produksi yang dihasilkan di suatu daerah, indeks ini mengukur kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Kedua, walaupun demikian, indeks ini tidak dengan sendirinya menyajikan gambaran yang utuh. Berbagai indikator pembangunan manusia lainnya masih harus ditambahkan untuk melengkapinya, sehingga didapatkan suatu gambaran yang lebih sederhana.

Pencapaian pembangunan di Kabupaten Sorong tidak terlepas dari pemerintah setempat. Jika dilihat perkembangan IPM dari Tahun 2005 – 2009, ternyata Kabupaten Sorong merupakan salah

4.1 Perkembangan IPM, 2005 - 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

Perkembangan angka IPM, memberikan indikasi Perkembangan angka IPM, memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Indeks Pembangunan Manusia. penggunaan Indeks Pembangunan Manusia. Pertama, indeks ini lebih sekedar mengukur Pertama, indeks ini lebih sekedar mengukur pendapatan atau produksi yang dihasilkan di suatu pendapatan atau produksi yang dihasilkan di suatu

http://www.sorongkab.bps.go.id

daerah, indeks ini mengukur kesejahteraan manusia daerah, indeks ini mengukur kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Kedua, walaupun demikian, secara menyeluruh. Kedua, walaupun demikian, indeks ini tidak dengan sendirinya menyajikan indeks ini tidak dengan sendirinya menyajikan gambaran yang utuh. Berbagai indikator gambaran yang utuh. Berbagai indikator pembangunan manusia lainnya masih harus pembangunan manusia lainnya masih harus

satu kabupaten dengan pertumbuhan IPM meningkat untuk tahun 2009. Dari empat dimensi yang dihitung untuk mendapatkan nilai IPM, dari

komponen pengeluaran

riil perkapita menyumbangkan presentase terbesar dibandingkan dari 3 komponen lainnya.

Sumber : HDI Indonesia 2006 dan pengolahan Susenas 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

komponen pengeluaran komponen pengeluaran komponen pengeluaran

riil perkapita menyumbangkan presentase terbesar riil perkapita menyumbangkan presentase terbesar dibandingkan dari 3 komponen lainnya.

Dari gambar diatas digambarkan perkembangan IPM Kabupaten Sorong dari tahun 2005 s.d 2009. Pencapaian IPM tertinggi pada tahun 2009 (68.16 persen), dan untuk pencapaian IPM terendah pada tahun 2005. Perkembangan setiap Indikator/ dimensi dari IPM mempengaruhi nilai IPM. Dari tahun 2005 s.d 2009 nilai IPM terus meningkat tiap tahun. Ini menggambarkan keseriusan pemerintah Kabupaten Sorong dalam melihat pembangunan manusia di daerahnya.

Tabel 4.1 IPM dan indikator Tunggal Komponen IPM Kabupaten Sorong Tahun 2005 - 2009

Tahun Angka Harapan Hidup (Tahun) Melek Huruf (%) Rata-rata lama (Tahun) Pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan (000 Rupiah) IPM 2005 65.70 90.30 8.00 578.91 65.50 2006 66.40 91.40 8.00 580.25 66.20 2007 66.67 91.39 8.02 591.16 67.20 2008 67.12 91.39 8.02 596.11 67.82 2009 67.49 91.40 8.04 597.45 68.16

Sumber : Hasil Pengolahan Susenas 2005 s.d 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

IPM terendah pada tahun 2005. Perkembangan IPM terendah pada tahun 2005. Perkembangan setiap Indikator/ dimensi dari IPM mempengaruhi setiap Indikator/ dimensi dari IPM mempengaruhi nilai IPM. Dari tahun 2005 s.d 2009 nilai IPM terus nilai IPM. Dari tahun 2005 s.d 2009 nilai IPM terus meningkat tiap tahun. Ini menggambarkan meningkat tiap tahun. Ini menggambarkan keseriusan pemerintah Kabupaten Sorong dalam keseriusan pemerintah Kabupaten Sorong dalam melihat pembangunan manusia di daerahnya.

melihat pembangunan manusia di daerahnya.

Tabel 4.1 IPM dan indikator Tunggal Komponen IPM Tabel 4.1 IPM dan indikator Tunggal Komponen IPM

Kabupaten Sorong Tahun Kabupaten Sorong Tahun

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Angka

http://www.sorongkab.bps.go.id

Harapan

http://www.sorongkab.bps.go.id

Hidup

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Tahun

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

2005

http://www.sorongkab.bps.go.id

http://www.sorongkab.bps.go.id

Dari tabel 4.1 dapat diperlihatkan tentang gambaran perkembangan setiap komponen yang berpengaruh terhadap nilai IPM dari tahun 2005 s.d 2009. Dari tabel diatas dapat digambarkan peningkatan IPM dari tahun ke tahun. Nilai IPM Kabupaten Sorong mengalami peningkatan dari tahun 2005 (65,50 persen) ke tahun 2009 (68,16 persen) sebesar 0.22 persen pertahun. Kenaikan ini terjadi dikarenakan ada beberapa indikator yang mengalami peningkatan. Salah satu komponen dengan peningkatan yang cukup signifikan yaitu indikator pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan. Angka IPM Kabupaten Sorong tahun 2009 tergolong dalam tingkat pembangunan manusia “Menengah Atas”.( 66 < IPM < 80). Dan secara nasional IPM Kabupaten Sorong berda di peringkat 382 dari semua kabupaten yang ada di Indonesia.

http://www.sorongkab.bps.go.id

peningkatan IPM dari tahun ke tahun. Nilai IPM peningkatan IPM dari tahun ke tahun. Nilai IPM Kabupaten Sorong mengalami peningkatan dari Kabupaten Sorong mengalami peningkatan dari

persen) ke tahun 2009 persen) ke tahun 2009

persen pertahun. Kenaikan ini persen pertahun. Kenaikan ini terjadi dikarenakan ada beberapa indikator yang terjadi dikarenakan ada beberapa indikator yang mengalami peningkatan. Salah satu komponen mengalami peningkatan. Salah satu komponen

http://www.sorongkab.bps.go.id

dengan peningkatan yang cukup signifikan yaitu dengan peningkatan yang cukup signifikan yaitu indikator pengeluaran riil perkapita yang indikator pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan. Angka IPM Kabupaten Sorong tahun disesuaikan. Angka IPM Kabupaten Sorong tahun

http://www.sorongkab.bps.go.id

2009 2009

http://www.sorongkab.bps.go.id

tergolong dalam tingkat pembangunan tergolong dalam tingkat pembangunan manusia “Menengah Atas”.(

manusia “Menengah Atas”.(

secara nasional IPM Kabupaten Sorong berda di secara nasional IPM Kabupaten Sorong berda di

Reduksi Shortfall

Reduksi Shortfall pertahun digunakan untuk mengukur kecepatan perkembangan nilai IPM dalam suatu kurun waktu. Apabila yang diperoleh adalah data pertambahan nilai, maka reduksi shortfall menunjukkan kecepatan pertambahan jarak suatu IPM terhadap IPM ideal (IPM = 100). Demikian pula sebaliknya bila diperoleh data pengurangan.

Selama periode 2005-2009, reduksi shortfall menunjukkan angka positif (1.55) atau telah terjadi kenaikan dalam pencapaian angka IPM Kabupaten Sorong tahun 2009 dibanding tahun 2005. Untuk tahun 2009 nilai reduksi shortfall meningkat dengan nilai pertumbuhannya sebesar 1,04 dari tahun 2008.

Seiring dengan perubahan yang terjadi pada besaran Indeks Pembangunan Manusia selama hampir lima tahun terakhir, tren komponen IPM pada masing-masing periode cukup menarik untuk dilihat. Perubahan komponen IPM pada masing-masing periode disatu pihak merefleksikan perubahan kondisi sosial

4.2

Dokumen terkait