• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN …

4.4. Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam membangun Desa

4.4.3. Partisipasi Masyarakat dalam aspek peran serta

Selain menumbuhkan rasa kesadaran dan tanggung jawab dalam

pembangunan berupa prakarsa masyarakat untuk membangun desa, maka

perlombaan desa yang disebutkan dalam INMENDAGRI Nomor 11 Tahun 1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perlombaan Desa, Bab III butir a, b, dan c. juga bertujuan untuk merangsang dan menggalakkan peran serta masyarakat

secara aktif.

a. Peran serta anggota mayarakat dalam kegiatan gotong royong.

Dalam hal aspek peran serta masyarakat ini, penulis memberikan pertanyaan kepada responden tentang peran serta anggota mayarakat dalam kegiatan gotong royong untuk membangun desa. Setelah diadakan pengolahan data tentang jawaban para responden, maka di temukan sebanyak 52,8 % menyatakan bahwa masyarakat aktif dan sebanyak 31,9 % menyatakan cukup aktif.. Untuk lebih jelasnya tentang distribusi jawaban responden tersebut, maka dapat dilihat dalam Tabel 13.1. berikut ini.

Tabel 13.1 : Tanggapan responden tentang peran serta anggota mayarakat

dalam kegiatan gotong royong untuk membangun desanya.

No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat aktif 3 4,2 2. Aktif 38 52,8 3. Cukup aktif 23 31,9 4. Kurang aktif 7 9,7 5. Tidak aktif 1 1,4 Jumlah 72 100

117

b. Pengaruh tekanan dan ancaman dari aparat desa kepada masyarakat dalam peningkatan peran serta masyarakat untuk kegiatan gotong royong.

Selanjutnya penulis mengajukan pertanyaan tentang pengaruh tekanan dan ancaman dari aparat desa kepada masyarakat dalam peningkatan peran serta masyarakat untuk kegiatan gotong royong. Ternyata responden sebanyak 54,2 % menyatakan bahwa tidak ada pengaruh tekanan tekanan dan ancaman dari aparat desa kepada masyarakat dalam peningkatan peran serta masyarakat untuk kegiatan gotong royong. Jawaban responden pada Tabel 13,2 di bawah ini sangat signifikan dengan jawaban reaponden pada Tabel 13.1 tersebut diatas. Dimana dari kedua Tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat tentang kegiatan gotong royong sudah sangat tinggi. Hal ini juga menandakan bahwa

prakarsa dan peran aktif masyarakat di dalam kegiatan membangun desa berupa pelaksanaan gotong royong di kecamatan Teluk Mengkudu dapat dikategorikan sudah berjalan dengan baik Untuk lebih jelasnya tentang jawaban hal tersebut diatas, maka dapat dilihat dalam Tabel 13.2 berikut ini :

Tabel 13.2 : Tanggapan responden tentang pengaruh tekanan dan

ancaman dari aparat desa kepada masyarakat dalam peningkatan peran serta masyarakat untuk kegiatan gotong royong.

No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat banyak 6 8,3 2. Banyak 3 4,2 3. Cukup banyak 16 22,2 4. Kurang banyak 8 11,1 5. Tidak ada 39 54,2 Jumlah 72 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013)

c. Sikap lingkungan sosial masyarakat dalam kegiatan gotong royong massal

Sikap lingkungan sosial masyarakat menurut penulis juga merupakan salah satu faktor penyebab meningkat atau menurunnya semangat masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Ketika hal tersebut penulis tanyakan dalam

118

quesioner, maka di dapatlah komposisi jawaban responden sebanyak 34,7 % responden (25 orang) yang menyatakan bahwa lingkungan masyarakat sangat

mendukung dan sebanyak 51,4 % responden (37 orang) yang menyatakan

lingkungan masyarakat mendukung dalam kegiatan gotong royong massal di desa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 13.3 berikut ini :

Tabel 13.3 : Tanggapan responden tentang sikap lingkungan sosial

masyarakat dalam kegiatan gotong royong massal di desa. No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat mendukung 25 34,7 2. Mendukung 37 51,4 3. Cukup mendukung 7 9,7 4. Kurang mendukung 3 4,2 5. Tidak mendukung - - Jumlah 72 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013).

d. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (PERMENDAGRI) Nomor: 13 tahun 2007, tentang penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan, pada pasal 9 menyebutkan bahwa ada 8 (delapan) indikator penilaian (pembuatan skor) dari perlombaan desa yaitu : pendidikan; kesehatan masyarakat; ekonomi masyarakat; keamanan dan ketertiban; partisipasi masyarakat; pemerintahan;

lembaga kemasyarakatan; serta pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Oleh karena keterbatasan waktu maka penulis hanya mengambil 3 (tiga) indikator dimaksud sebagai pertanyaan kepada para responden. Ketika penulis mempertyanyakan tentang kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, maka di dapat sebanyak 30,5 % responden (22 orang) responden menyatakan masyarakat sangat sadar, sebanyak 25 % responden (18 orang) menyatakan masyarakat sadar, dan sebanyask 41,5 % responden (30 orang) menyatakan masyarakat cukup sadar. Dari jawaban tersebut dapat kita lihat dengan jelas,

119

bahwa masyarakat sangat perduli kepada pendidikan di desanya. Untuk melihat distribusi jawaban responden tentang hal tersebut diatas, maka dapat dilihat pada Tabel 13.4.berikut ini.

Tabel 13.4 : Tanggapan responden tentang kesadaran mayarakat

terhadap pentingnya pendidikan.

No: Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat sadar 22 30,5 2. Sadar 18 25 3. Cukup sadar 30 41,7 4. Kurang sadar 2 2,8 5. Tidak sadar - - Jumlah 72 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013).

e. Kesadaran mayarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan

Sama halnya dengan pendidikan, penulis juga mempertanyakan tentang kesadaran kesadaran mayarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Ternyata sebanyak 23,6 % responden menyatakan masyarakat sangat sadar, sebanyak 27,8 % responden menyatakan sadar dan sebanyak 44,4 % responden menyatakan cukup sadar terhadap pentingnya kebersihan loingkungan tempat tinggalnya. Berikut Tabel 13.5. yang memberikan gambaran tentang distribusi jawaban responden :

Tabel 13.5 : Tanggapan responden tentang kesadaran mayarakat

terhadap pentingnya kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat sadar 17 23,6 2. Sadar 20 27,8 3. Cukup sadar 32 44,4 4. Kurang sadar 3 4,2 5. Tidak sadar - - Jumlah 72 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013)

f. Kesadaran mayarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga

Selanjutnya penulis juga mempertanyakan tentang kesadaran mayarakat

120

Ternyata sebanyak 41,7 % responden menyatakan sangat sadar, sebanyak 19,4 % responden menyatakan sadar dan sebanyak 33,3 % responden menyatakan

cukup sadar terhadap pentingnya kesehatan keluarga (misalnya

Masak,Cuci,Kakus/MCK). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 13.6. dibawah ini :

Tabel 13.6 : Tanggapan responden tentang kesadaran mayarakat

terhadap pentingnya kesehatan keluarga (misalnya Masak,Cuci,Kakus/MCK).

No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat sadar 30 41,7 2. Sadar 14 19,4 3. Cukup sadar 24 33,3 4. Kurang sadar 4 5,6 5. Tidak sadar - - Jumlah 72 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013).

g. Kesadaran mayarakat terhadap pentingnya kesehatan bagi anaknya

Masih berhubungan dengan kesehatan masyarakat, maka penulis juga mengajukan pertanyaan tentang kesadaran mayarakat terhadap pentingnya kesehatan bagi anaknya (misalnya melaksanakan imunisasi lengkap bagi balitanya). Ternyata sebanyak 66,7 % responden (48 orang) menyatakan sangat sadar , sebanyak 6,9 % responden (5 orang) menyatakan sadar, dan sebanyak 25 % responden (18 orang) menyatakan cukup sadar ,terhadap pentingnya kesehatan bagi anaknya (misalnya melaksanakan imunisasi lengkap bagi balitanya). Untuk jelasnya dapat dilihat dalam tabel 13.7 berikut :

Tabel 13.7 : Tanggapan responden tentang kesadaran mayarakat

terhadap pentingnya kesehatan bagi anaknya (misalnya melaksanakan imunisasi lengkap bagi balitanya)

No. Jawaban responden Jumlah responden (orang) Persentase (%)

1. Sangat sadar 48 66,7 2. Sadar 5 6,9 3. Cukup sadar 18 25 4. Kurang sadar 1 1,4 5. Tidak sadar - - Jumlah 72 100

121

4.4.4. Rekapitulasi Total Skor Partisipasi Masyarakat dalam aspek peran serta masyarakat untuk membangun desa.

Variabel Partisipasi Masyarakat dalam aspek peran masyarakat untuk membangun desa terdiri dari empat pertanyaan sebagai indikator yang diajukan kepada responden. Dari hasil pengolahan data diperoleh total skor minimal adalah 10 dan total skor maksimal adalah 29. Hasil rekapitulasi total skor jawaban responden tentang aspek peran masyarakat untuk membangun desa di Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai, dapat dilihat pada Tabel 13.8 di bawah ini.

Tabel 13.8 : Rekapitulasi Total Skor Indikator Variabel peran serta masyarakat untuk membangun desa

Total Skor Indikator Jumlah responden (orang) Persentase (%) Kriteria

10,0 - 13,7 2 2,8 Tidak Baik 13,8 - 17,5 5 6,9 Kurang Baik 17,5 - 21,3 13 18,1 Cukup Baik 21,4 - 25,1 32 44,4 Baik 25,2 - 28,9 20 27,8 Sangat Baik TOTAL 72 100,0

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2013)

Dari Tabel 13.8. dapat kita lihat bahwa sebanyak 27,8 persen responden (20 orang) berpendapat bahwa variabel peran serta masyarakat untuk membangun desa pada peringkat sangat baik sebanyak 44,4 persen responden (32 0rang) pada peringkat baik dan selebihnya cukup baik sebanyak 18,1 persen, kurang baik (6,9 persen) dan tidak baik (2,8 persen). Berdasarkan klasifikasi kategori yang telah dideskripsikan di atas maka persepsi responden (masyarakat) terhadap peran serta masyarakat untuk membangun desa (sebanyak 71,2 persen) secara keseluruhan menyatakan baik (yang terdiri dari 44,4 persen baik dan 27,8 persen sangat baik).

4.5. Analisis Kelayakan Model

4.5.1. Analisis Kelayakan Model pengaruh dari Perlombaan Desa terhadap

Dokumen terkait